Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Doa untuk Dian


__ADS_3

Sudah terhitung 5 bulan dari pernikahan mereka berdua. Dian pun sudah mulai mengajar di pesantren paman wisnu. Hari ini dian memulai hari dengan bangun tidur lalu mandi , sholat dan membuat sarapan. Setelah semua kewajibannya sudah selesai, maka barulah ia bersiap siap untuk berangkat.


Bertampilan rapi dengan gamis dan make up yang natural. Dilengkapi tas selempang dan sebuah totebag yang berisikan buku ajarnya. Lalu Dian keluar dari rumah serta mengunci rumah tersebut. Sehabis itu, ia menghampiri ustadz Alfi yang siap untuk mengantar jemput seperti biasanya.


Sepanjang perjalanan dian dan ustadz Alfi berbicara tentang sehari hari mereka. 5 bulan membuat mereka memahami sifat masing masing walaupun itu hanya sebagian saja. Ustadz Alfi juga tahu ternyata hari ini ulang tahun dian. Bahkan orangnya saja tidak tahu haish....


"dek"panggil ustadz Alfi


"ya mas?"sahut dian yang menengok kearah ustadz Alfi dan menutup kembali pintu mobil tersebut. Mobil pun sudah berjalan dari rumah ke pesantren.


"kamu inget gak bahwa hari ini itu hari apa?"tanya ustadz Alfi yang mencoba menguji dian. Apakah istrinya tahu bahwa hari ini berulang tahun.


"hari ini .... Ya hari selasa mas"ucap dian yang masih berpikir apa yang di maksud oleh ustadz Alfi itu apanya.


"kamu gak ingat dek?"tanya ustadz Alfi kembali.


"em..."


"oh iya, aku lupa mas" jawab dian yang seperti mengingat sesuatu yang terlupakan. Ustadz Alfi dibuat khawatir dengan jawaban itu. Bagaimana ia mau memberi kejutan coba, kl orangnya udah tau.


"aku belum selesai mengoreksi jawaban ulangan anak santri. Untung kamu ingatkan mas" ucap dian tersenyum dan segera mencium tangan kanan ustadz Alfi.


"kalo begitu aku masuk dulu ya mas, assalamualaikum"pamit dian yang beranjak pergi dari dalam mobil dengan sedikit tergesa gesa. Sedangkan ustadz Alfi sangat bersyukur sebab dian tidak tahu hari ini ialah hari spesial untuknya.


"waalaikumsalam, nanti mas jemput yaa"ucap ustadz Alfi yang dibalas senyuman dan anggukan oleh dian.


"alhamdulillah, tunggu kejutan dariku dek. Mas yakin gak akan kamu kecewa dengan hadiah ulangtahun dariku"pikir ustadz Alfi yang tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan pesantren tersebut menujun ke suatu tempat.


Sebenarnya sudah terpikirkan olehnya mau pakai hadiah apa. Namun sepertinya pindah haluan namun masih sejenis. Ustadz Alfi sudah sampai di salah satu mall daerah tanggerang yang nyatanya langganan toko aksesoris untuk mahar di keluarganya.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobilnya di tempat semestinya. VIP ialah kartu parkir yang dimiliki oleh ustadz Alfi. Lalu ia kemudian masuk ke dalam mall dan mencari toko tersebut. Tak lupa merubah tampilannya haha. Jaket kulit warna cokelat dan topi warna hitam yang menutupi jati dirinya. Sudah terbiasa seperti itu hanya saja takut jika ada yang mengenalinya maka akan beda lagi ceritanya.


"assalamualaikum, selamat datang pak di toko kami."sapa pegawai laki laki yang sangat mengenalnya.


"waalaikumussalam"jawab ustadz Alfi seraya tersenyum dan sedikit menaikkan wajahnya menatap pegawai tersebut. Ia melangkah menuju meja kaca yang terdapat berbagai aneka aksesoris alias perhiasan.


"silahkan pak, ada yang bisa saya bantu ?"sopan pegawai wanita yang rupanya tidak mengenalinya. Syukurlah, nanti bisa histeris wkwk.


"saya ingin mengambil pesanan dengan kode 0122."ucap Ustadz Alfi yang memandang kearah lain. Sopan sih sopan, tapi ia sangat risih ditatap sedemikian rupa dan tampilan wanita itu juga em..terbuka.


"astagfirullah ya Allah, Adek tolong mas yang mau diterkam sama harimau genit ini"bathin Ustadz Alfi meringis.


"pria ini begitu jijik kah tidak memandang lawan bicaranya, sombong. Tapi sepertinya sangat tampan hihi"gumam pegawai wanita. Ia begitu memakai pakaian yang tidak pantas dilihat oleh seorang laki laki. Ketat dan tercetak jelas auratnya.


"loh husein?"panggil seorang wanita yang sudah berumur 49 tahun memakai hijab syar'i. Lalu ia menangkap raut wajah ustadz Alfi yang sudah sangat tidak nyaman dengan pemandangan di depannya.


"haha husein kamu ini seharusnya tidak kesana. Langsung saja keruanganku."ucap seseorang laki laki yang bernama fattah. Beliau suaminya umi sarah. Biasa dipanggil abi oleh ustadz Alfi. Mereka menjalin kerja sama dengan perusahaan di mesir milik ustadz Alfi.


"betul itu husein, seharusnya langsung kesini. Kl Kesana ada harimau lapar."timpal umi sarah.


"ya allah umi abi. Seharusnya memperkerjakan pegawai yang tidak seperti itu."keluh ustadz Alfi yang membuat kedua pasutri tertawa.


"namanya juga memberi kesempatan bekerja. Kesihan dia itu susah mencari kerja. Bertolerirlah."ucap abi fattah.


"iya sih bertolerir tapi kamu harus jaga pandangan juga abi."sungut umi sarah yang dari kemarin selalu menyinggung tentang pegawai wanita itu.


"tentu saja umi, abi gak tertarik sama dia. Umi selalu dihati dan tak pernah terganti"ucap abi fattah yang membuat umi sarah mendadak malu lalu mengalihkan topik.


"emm oiya husein bukankah sudah menikah? Kami tidak bisa hadir waktu itu. Hanya tau namanya dan fotonya saja."tanya umi sarah.

__ADS_1


"iya umi. Aku sudah menikah, sudah masuk bulan ke lima dari waktu akad."jawab ustadz Alfi


"wah, terlihat sekali kau begitu menyanyanginya dan tidak diragukan lagi cintamu padanya. Kamu beli kalung gak kira kira husein."ucap abi fattah yang memberikan sebuah kotak perhiasan pesanan ustadz Alfi. Kalung yang berliontin diamond kecil berwarna biru laut dengan pengikatnya emas asli bahkan harganya juga luar biasa.


"maklum atuh abi, istrinya teh geulis pisan. cocok memakai ini. Betah deh dirumah. Gadis jawa memang geulis juga manis. Hati hati kau diabetes"canda umi sarah. Itupun membuat senyum ustadz Alfi mengembang.


"warna biru laut ini adalah doa dariku. Apapun yang dihadapi olehnya, aku berharap ia seperti air yang tenang dan selalu tersenyum untukku."jelas Ustadz Alfi yang memasukkan kotak itu kedalam kantung jaketnya.


Umi sarah & abi fattah tersenyum. Beliau sebagai orangtuanya farhan merasa sangat bahagia atas ustadz Alfi yang mendapatkan gadis tepat untuk menjadi pendampingnya. Sudah lama mengobrol akhirnya ustadz Alfi pamit.


"kl begitu aku pamit dulu abi umi."


"husein jangan lupa kembali kesini harus bersama istrimu. Barakallahu fii umrik dan sampaikan salam kami kepadanya"pesan umi sarah.


"iya umi. Assalamualaikum"pamit ustadz Alfi yang kemudian menyalimi satu persatu orangtuanya farhan. Kemudian ia memakai topinya kembali dan keluar dari ruangan menuju kearah pintu utama toko tersebut.


Setelah beranjak jauh dari toko tersebut ternyata ustadz Alfi dari masuk sampai keluar di awasi oleh seorang wanita berhijab. Wanita itu tersenyum manis melihat ustadz Alfi beranjak menjauhinya. Seperti melihat pujaan hati bahkan hatinya berbunga bunga.


"kak afi, akhirnya aku bisa melihatmu setelah sekian lamanya"bathin wanita tersebut.


bersambung...


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo semuanya, Salam sehat >_<


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih 🌷

__ADS_1


__ADS_2