
keesokan harinya ....
Dian sudah bersiap untuk bertugas full hari ini. Sebelum berangkat seperti biasanya harus sarapan terlebih dahulu . Selama vertigo muncul ,ia selalu menjaga pola makan dan gak lupa beli obat nya secara runtin serta teratur. Setelah sudah siap , ia pun naik motor ke studio . Setelah siap , ia berangkat lebih awal dari pada biasanya .
"Bi Mina aku pamit kerja ya ..."ucap dian yg melihat bi Mina yg mau masuk kedalam rumahnya tersebut.
"Iya non . Tapi udh sarapan ? Obatnya masih ada ?" Tanya bi Mina beruntun .
Sudah hal biasa bagi Dian, Caca dan Vira. Mereka sudah dianggap anak sendiri . Kasih sayang yg diberikan bagaikan kasing sayang untuk seseorang yg dirindukan olehnya . Bi mina sudah tidak memimiliki anak perempuannya itulah sebabnya .
"Aku udh sarapan . Aku mau minum di tempat kerjaku aja bi . Tapi obat buat besok tidak ada bi ."ucap Dian .
"Oh begitu Non , yaudah biar bi Mina aja yg beli nanti ."ucap bi Mina. Dian pun menolaknya.
"Tidak usah bi , biar Dian aja yg beli nanti merepotkan lagi . Aku tidak enak."tanya Dian yg sudah membuka pagar . Lalu mengeluarkan motornya.
"Ndak apa apa non ."ucap bi Mina
"Baiklah bi . Assalamualaikum "pamit Dian .
"Waalaikumsalam non , hati hati ."jawab Bu Mina.
Beberapa menit Kemudian , Dian sudah sampai juga di tempat kerjanya . Terlihat masih sepi , karena ia berangkat terlalu pagi . Sebelum masuk , ia memarkirkan motornya di parkiran untuk tamu karena parkiran motor di gedung sebelah penuh . Tiba tiba , seseorang memanggilnya sebut saja nimas yg asli Sunda . Tersenyum khas nya menyapa Dian yg sudah mengunci stang motornya .
"Teteh ..."panggil nimas yg menghampiri Dian .
"Selamat pagi teh Dian ."sapa nimas .
"Pagi nimas , oiya baru datang ya..."tanya Dian merapikan hijabnya.
"Iya teh . Punten teh , koq datangnya pagi sekali ?"ucap nimas .
"Oh iya nimas . Hari ini kan aku jaga full jadi datang pagi . mari ke pantry .."ajak Dian .
Nimas hanya mengangguk angukkan kepalanya . Setelah sampai di pantry, nimas langsung menjajakan bahan adonan kue dan menyalakan kompor untuk memasak air .
" Oiya , nimas ada air hangat gak ?"tanya Dian yg sudah mengambil gelas untuknya meminum obat.
" Ada teh . Buat apa ya teh ?"tanya nimas .
"Untuk minum obat lah nimas."jawab Dian π.
Nimas pun memberikan air hangat untuk Dian minum obat . Dian mengeluarkan obatnya yg terakhir sebelum membelinya lagi . Setelah itu Dian pamit berkeliling seperti biasanya. Dian harus minum obat karena akibat kerja paruh waktu, ia suka pusing. Jadi harus beli obat saran dokter.
"nimas , kl caca atau vira bertanya tentangku. Bilang aku berkeliling yaa."pesan Dian.
"siap teh, pasti itu mah"sahut nimas .
"aku pamit , assalamualaikum" pamit Dian yg keluar dari ruangan pantry, nimas pun membalas salam dan berlanjut membuat kue untuk anggota kerja di stasiun radio . Kuenya untuk snack kl makan siangnya nanti dari katering langganan mba dinda .
Sementara itu ...
Caca dan Vira sudah sampai dari tadi . Ia tidak menemui Dian dulu , malah buat tik tok pagi pagi . Awalnya cuma 1 kali tapi malah berkali kali sampai jam 7.30 . Pekerja sudah mulai berdatangan , termasuk pakdhe Sarto yaitu keamanan yg berjaga di luar pintu masuk . Pakdhe Sarto melihat 2 bocah yg sedang joget jogetan Gak jelas lalu menggeleng gelengkan kepalanya melihat 2 orang memakai batik jogja itu .
"Masya Allah , pagi pagi sarapan tik tok . Pagi pagi tuh sarapan lontong sayur apa nasi gitu bukan malah tik Tokan . Adduh kalian ini "ucap pakdhe Sarto .
"Hehe , maaf pakdhe . Kami sudah selesai koq"jawab vira yg tersenyum. Sedangkan caca, ia menampilkan deretan giginya yg putih kinclong itu. Tiba tiba perut caca mules banget, sepertinya ini kode alam.
"Adduh koq pengen ke toilet ya.. vir temenin yuk udh Gak tahan nih"ucap Caca sambil berlari menuju toilet .
"Oke. Kl gitu assalamualaikum pakdhe ."pamit Vira .
"Waalaikumsalam ."jawab pakdhe Sarto menggeleng gelengkan kepalanya .
Beberapa menit kemudian, Vira dan Caca sudah selesai urusan ke toiletnya , tapi Caca belum keluar karena ada telpon dari ayahnya . Ketika Vira sudah keluar , ia melihat kak Umay bersama keluarga ustadz Alfi . Ya mereka sudah datang . Umay langsung memanggil vira yg ia kenal dari lama.
"Dek Vira .."ucap kak Umay .
"Kak Umay . Assalamualaikum"ucap salam Vira serta menghampiri kak Umay dan lainnya.
"Waalaikumsalam."jawab mereka serempak.
"Bagaimana kabarmu dek ?"tanya Umay yg tersenyum tipis, dingin dan biasa saja kl bukan dengan keluarganya atau dian atau istrinya . Umay tidak akan tersenyum lebar .
"Alhamdulillah baik koq kak "jawab vira . Tiba tiba suara Caca memanggil Vira . Caca langsung menghampiri Vira yg bersama dengan sekelompok orang berkerumun sedikit itu .
"Vira ...."panggil Caca.
"Oiya kak , ini Caca teman ku ."ucap Vira yg memperkenalkan caca kepada semua orang.
"Assalamualaikum kak , semuanya ."ramah Caca .
"Wahh , pada pakai batik ya .. cantik."ucap umi Shita . Beliau melihat sangat senang sekali karena caca yg memakai batik dengan rambut yg disanggul Sedangkan vira dengan batik berupa gamis dengan pashmina warna cream itu .
"Oiya , umi . Hehe"ucap Vira
"mana dek Dian ."ucap Umay. Sontak Ustadz Alfi menatap kearah Uminya yg menaikkan alisnya namun yg dikode pertanyaan malah tersenyum manis sekali. Umi oh Umi ...
__ADS_1
"Belum tahu kak , Soalnya belum melihat juga hari ini ."ucap Caca. Muncullah si nimas yg menuju arah pantry .
"Nimas ...sini."panggil Vira yg membuat nimas menghampiri mereka semuanya .
"Iya teh . Punten ada apa ?"tanya nimas.
"Lihat Dian tidak?"tanya Vira .
"Lihat atuh teh . Tadi pagi kan ketemu di pantry . Tapi sekarang lagi berkeliling ."jelas nimas (singkat n akurat π).
"O gitu ya nimas . Oke suwun."ucap Vira.
"Sami sami Mba , hihi."ucap nimas yang langsung pamit dan menyelesaikan pekerjaannya segera. Tak lama dari itu , ada Suara laki laki menyapa seseorang yg di sebut Dian dengan serempak dibalik tembok itu .
"Pagi Mba Dian ."sapa pekerja laki laki itu yg diduga pakdhe hartanto & mas Ari.
"Pagi pakdhe , mas Ari ."ramah Dian .
Ia pun berjalan mendekati arah mereka dengan membawa berkas dan handy talkie atau disebut radio HT . Ia memakai batik juga tapi dengan celana panjang (GK mau pake rok , nanti kl ada penjahat Gak bisa gerak dong heheπ€£). Tak lupa dengan pashmina yang menutup rambutnya sampai dadanya . Sangat sangat cantik walaupun ia memakai celana bahan panjang itu .
"Dian ..."panggil Vira .
Dian pun menengok ke arah mereka dengan senyuman dan mulai menghampiri mereka . Matanya menatap umay dengan antusias . Betapa rindunya dengan kakak sepupunya yg sangat posesif dan baik kepadanya .
"Assalamualaikum."salam Dian .
"Waalaikumsalam."jawab mereka serempak. Dian pun kaget dengan apa yg dilihatnya . Sedangkan Ustadz Alfi sekilas menatap lalu membathin .
' Dihari Ulangtahunku, ternyata Allah menakdirkanku bertemu dengan calon makmumku'bathin Ustadz alfi tersenyum lalu menatap handphonenya.
"kak umay"ucap dian yang langsung memeluk kakak sepupunya dibalas senyuman dan elusan dipucuk kepalanya.
"kangen ya sama kakak laki lakimu yang ganteng ini"goda umay.
"iih ke ge'eran banget."balas dian yang sudah melepas pelukan itu. kak umay menghancurkan suasana kerinduannya.
"dasar ikan koi"gumam Dian yang sempat terdengar lirih di telinga umay. ikan koi adalah sebutan umay waktu dulu saat dian baru bisa bicara.
"kamu ngomong apa dek?"tanya umay menatapnya selidik.
"eh...hehe gak ada koq kak"kilah Dian tersenyum manis di depan umay.
"Wahh calon mantu umi cantik banget hari ini."puji umi Shita yg asal ngomong. Jujur sangat senang sekali menemui calon mantunya ini sampai keceplosan
"Maksud umi ???"tanya Dian bingung .
"Alhamdulillah baik umi ."jawab Dian.
"Hai Kak Dian ."sapa Aisyah .
"Hai Aisyah ."jawab Dian.
Tak sengaja pandangan Dian , tertuju ke ustadz Alfi yg sedang melihatnya juga . Sangat kebetulan , padahal tadi melihat kearah hpnya tapi tiba tiba melihat kearah Dian.
"Ustadz ..."ucap Dian yang tersenyum. Nah si ustadz salting nih n gugup juga . Sambil senyum sendiri haha. Ternyata kepergok sama adeknya sendiri nih
"Kak Alfi kenapa senyum senyum gitu ke kak Dian ?"tanya Aisyah dengan nada meledek .
"Eh...Gak kok Syah ."ucap ustadz . Hayolo makin terpojok. Lalu umi mengalihkan pembicaraan nya .
"Oiya , Dian kerja sebagai apa di sini ?"tanya umi .
'untung ada umi , hehe. Aman ' gumam ustadz Alfi.
"Jadi ketua keamanan di sini umi "ejek Caca yg ngomong duluan .
"Beneran kamu yan ?"tanya umi .
"Iya umi betul."ucap Dian .
"Oiya umi , maaf sebelumnya Gak bisa lama lama . Soalnya masih banyak pekerjaan . Kl gitu aku pamit dulu ."ucap Dian mulai meninggalkan mereka .
"Eits , kami ikut yan"ucap Vira .
"Tak usah . Disini aja . Aku mau ke ruangan Mba Dinda mengantarkan jadwal penyiaran hari ini."ucap Dian .
"Ihh , dasar ketua keamanan . Sibuk mulu ."gerutu Caca yg masih bisa didengar untung saja tidak membuat dian berbalik badan . Sedangkan semuanya terkekeh melihatnya .
"Tapi umi , Dian itu peduli sama kita . Lihat aja nanti pasti berbalik badan ."ucap Vira
"Oiya ?"ucap umi .
"1.....2.....3....Yap benarkan umi ."ucap Vira n Caca .
Memang benar Dian berbalik dan menaikkan alisnya karena tingkah laku 2 cecurut nya . Apakah ada yg salah dengannya atau malah ada yg gak beres sama kedua temannya itu. Harus positif thinkings.
"Oiya , Caca Vira udh makan belum ? . Di Pantry ada kue buatan nimas , enak loh . Jangan lupa ambil nanti di habisin sama mas Ari ."ucap Dian dan kemudian pergi kembali dan sudah tak terlihat .
__ADS_1
"Wahh kalian sudah mengenal banyak sifatnya Dian ya?"ucap umi .
"Hehe , iya umi . Dian emang pendiam tapi kl udh kenal ramah dan peduli nya Gak ada obat . Apa lagi nanti kl ada suaminya pasti setia nya Gak ketulungan umi ."ucap Caca yg begitu sangat asal jeplak aja .
"Hehe berarti yg jadi suaminya beruntung dong "ejek umi dengan melirik anak laki lakinya .
"Umi emang ustadz itu calon suaminya ?"tanya Caca asal omong .
"Iya tau kak . Tapi jangan kasih tau ke kak Dian yaw "ucap Aisyah .
Yg membuat Caca n Vira ketawa dan disusul semuanya sedangkan si ustadz meredam malu yg luar biasa.
"Sudah sudah . Kita langsung saja ke tempatnya ?"ucap umi .
"Maksud umi , ke rumah Dian gitu ?"tanya ustadz Alfi yang lagi laoding otaknya. Why ? Kenapa stadz koq bisa ngomong begitu wkwk.
"Eh , ustadz . Orang kita langsung menuju tempat sewa nya koq malah kerumahnya Dian . Wah , udah Gak sabar buat melamar dan menghalalkannya ya ustadz ."ucap Caca yg membuat semuanya ketawa lagi sampai sakit perut .
"Bukan begitu maksud saya ."ucap ustadz Alfi.
'serba salah. mending diam deh' begitulah bathin Ustadz Alfi yg memilih cuek padahal malu .
Setelah itu , Caca dan Vira mengantarnya ke ruang yg telah di sewakan oleh umi Dilantai 2 . Mereka pun masuk dan mulai mengobrol dan menunggu yg lainnya datang . Selesai mengantar mereka berdua pamit untuk segera menuju kearah ruangan untuk menyiaran sekaligus pembuatan rekaman yg terletak di dekat pantry & lift lantai 1.
Waktu berjalan cepat , acara pun sudah selesai serta keluarga ustadz pun sudah pulang dari jam 10 tadi. Sekarang giliran Keluarga inti hendak pulang, namun langkah mereka berhenti sebab caca, vira dan yg lainnya Sedang bersama Sama diLuar ruangan yg terlihat ada kaca itu. Aisyah pun bergabung didekat Caca. Sedangkan mba dinda menyalakan monitor besar di pojok ruangan itu lalu menyambungkan suara dari dalam .
Alunan Musik khas jawa terdengar Semuanya jadi ikut mengalir didalamnya . Ternyata dian & mas ari bernyanyi lagu " slenco". Pertama tama mas ari memakai headshet di kedua telinganya Lalu ia akan berbalas lagu sesuai apa yg ia dengar dari headshet itu . Ketika Dian menyanyi maka Mas ari membahas hal lain sesuai yg ia dengar. Betapa sakit perutnya terus tertawa menonton itu . Apalagi subtitelnya dinyalakan pasti sangat lucu. Dian pun yg bernyanyi ikut tertawa sungguh hiburan yg sangat haqiqi.
Sementara Semuanya tertawa gembira, ada satu orang yg tidak bahagia dalam sendiriannya. Orang itu ialah Ustadz Alfi. Ia hanya menampilkan wajah dinginnya dan terus menatap ponselnya saja. Hatinya panas melihat Dian bernyanyi dengan mas Ari.
"kenapa aku seperti tak suka jika Dian tertawa dengan orang lain? sedangkan aku kan masih belum hallal dengannya. cemburuku kenapa begitu memalukan yaa"
"astagfirullah, ia belum hallal untukku. Jangan cemburu gak beralasan begini. nanti saja kl memang sudah takdir, aku tak akan biarkan ia tertawa dengan orang lain."
Begitulah ucapan hati sang ustadz. Ia sungguh sangat heran dengan hatinya ini, biasanya tak akan muncul rasa ini dengan lawan jenisnya. Sekarang wajah ceria Dian seakan akan tidak boleh ada yg menatap apalagi membuatnya seperti karena orang lain.
Tak terasa hari sudah siang ...
" nak, kami pulang dulu." ucap umi shita yg sangat berat meninggalkan dian.
" silahkan umi." ucap dian tersenyum.
Tiba tiba umi shita memeluknya dengan sangat erat seperti tidak ingin berpisah . Dian hanya bisa membalas pelukan itu . Setelah itu semuanya ikut pamit dari stasiun radio tersebut . Dian sudah siap mengendarai motornya yg membonceng vira. Sedangkan caca menyalakan mobil nya lalu berangkat duluan.
"Yan, bensinnya habis ndak?"tanya vira.
"masih, kuat kok. Dari Jogja ke Ponorogo aja bisa hehe"senyum Dian. Ia paham jika vira sesungguhnya tak enak menumpang dengannya. tetapi Caca hendak pergi ke mall untuk membeli sesuatu jadilah Vira menumpang di motornya.
"iih ditanya serius koq bercanda"ucap Vira yg menggeleng kepalanya saja
"hati hati dek, jangan ngebut ngebut."pesan umay yg sudah mau melajukan mobilnya.
" iya kak. Yaudah assalamualaikum." ucap dian dan vira berbarengan.
"waalaikumsalam wr.wb"jawab semuanya. Mobil umay terus berjalan sedikit sedikit dan sampai tepat dibelakang motor Dian dengan kaca sedikit terbuka.
Dian terlebih dulu mengendarai motornya.Terlihat berhenti lagi di palang pintu dan memperlihatkan name tagnya. Lalu sedikit bercanda dengan pakdhe Narto yang lengkap dengan seragam satpamnya memberi hormat. Dibalas ke gesrekan Vira.
"hati hati dijalan mba ketua"ucap Pakdhe Narto.
"jelas dong pakdhe. hati hati dijalan karena ada tikungan yg ndak sebanding dengan tikungan teman dari belakang."ucap Vira membuat yg melihat dan mendengar di mobil terkekeh kecil
"Hati hati dijalan pantau terus istri panjenengan supaya mboten ngalor ngidul golek laki laki liyane. Se perihe hati sing dikhianati konco, luweh ambyar di khianati bojomu."sambung Dian.
(hati hati dijalan pantau terus istrimu agar tidak cari laki laki lain. sesakit hati yang dikhianati teman lebih sakit itu dikhianati istrimu)
"wehh mba ketua sing jomblo iki, moga gusti Allah paringi sehat lan dapet suami sing luweh apik imane. mangkane ojo ngejomblo, panjenengan pasti akeh sing nyenengi."timpal Pakdhe Narto.
(wehh mba ketua yang jomblo ini, semoga Allah selalu beri kesehatan dan dapat suami yang lebih baik imannya. makanya jangan ngejomblo, kamu pasti banyak yang suka)
"yowes gen, aku ngejomblo. ndak pacaran eh tiba tibane wes nyebar undangan. ngejomblo kuwi dudu nasib, ngejomblo kuwi prinsip"balas Dian.
(ya sudah biarin, aku ngejomblo. gak pacaran eh tiba tiba aja nyebar undangan. jomblo itu bukan nasib tapi prinsip)
"wess kalah debat pakdhe"ucap Vira.
Membuat mereka bertiga tertawa. Umay tertawa dengan tingkah adiknya ini, ia mengerti apa yg diucapkan. Sedangkan Ustadz Alfi menangkap sedikit arti bahwa Dian seperti mengkode seseorang yg membuat dirinya "ndak pacaran eh tiba tibane nyebar undangan" seraya tersenyum penuh arti.
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·
__ADS_1