
"assalamualaikum Vira"salam Dian.
"waalaikumsalam"jawab vira.
seseorang yang di panggil vira pun menengok. ia sedang meminum es vanilla jadi terhenti sebab panggilan seseorang yang sangat terdengar familliar ditelinganya. Netranya menatap dalam kearah sesosok perempuan yang menggunakan gamis dan tersenyum ramah kepadanya.
"sepertinya aku mengenal, tapi siapa ya?"pikir vira seraya melihat Dian dari atas sampai bawah.
"Dian"pekik Vira yang baru saja mengingat sebuah nama yang berarti dalam hidupnya. Hampir saja ia lupakan.
Dengan girang dan semangat, Vira memeluk Dian tiba tiba dengan mengeluarkan air mata bahagia. Ia tak menyangka akan bertemu disini. Dian merasa sangat bahagia sekali dan bayangankan sudah lebih dari 3 tahun tak bertemu sekali bertemu pasti akan senang bukan.Terlepaslah pelukan mereka berdua.
"hai kenapa kau menangis vira? apa ada sesuatu yang terjadi?"tanya Dian khawatir.
"ya allah, kamu tetap sama dian. sama sama perhatian padaku. bahkan melebihi apapun itu. aku senang menjadi temanmu"bathin vira seraya mengulum senyumnya dengan menghapus air mata bahagianya.
"aku gak apa apa yan. hanya saja, aku bahagia akhirnya bisa bertemu denganmu. teman setiaku dan dian si galak itu.."ucap vira yg dibalas tatapan tak percaya dari dian.
Savira Novitasari, yang biasa dipanggil vira adalah seorang perempuan yg asli dari Jogja. Se SMP dulu dengan Dian. Tapi ia berpisah dengan temannya ini, pergi ke jogja sebab orangtuanya ingin dirinya sekolah SMA di tanah kelahirannya. vira kehilangan kontak dengan Dian dan tidak sempat ke jakarta.
Dian yang dikenal galak. eh, bukan sih lebih tepatnya judes, jutek dan cuek. Vira sudah sangat mengenal temannya,yang ternyata bersifat baik dan ter the best buatnya. Sebenarnya Dian tidak sebegitunya namun sebab sesuatu hal, ia langsung menerapkan itu kepada teman lainnya.
"vira, kau kan tahu aku ini biasa saja. tidak galak koq"kilah Dian yang merengek.
"adduh, temenku ini. kamu itu sungguh diatas rata rata galaknya waktu itu yakan? bahkan aku tebak kamu masih jomblo yaa"ledek vira seraya duduk di tempatnya.
"haish, sekarepmu lah (terserah kamu)."ucap Dian yang akan diam jika sudah seperti itu. ia memilih duduk dengan wajah cemberut. vira terkekeh geli.
"apa kabarmu yan saat ini?"tanya vira
"alhamdulillah baik. kamu?"ucap dian yang balik bertanya lagi.
"sama. baik banget malah"balas Vira yang lanjut menyerodot es vanilla yang bahkan perlahan tak terlihat di gelasnya lagi.
"drot...drot..sruput" (begitulah bunyinya π)
"iss, gak boleh gitu vir, beli lagi lah. gak usah begitu juga kali ."oceh dian yang menjauhkan gelas itu dari tangan vira. benar benar kebiasaan temannya ini. Apa enaknya disedot tapi tidak ada minumannya, pikirmya.
"hehe kan gak boleh nyisain yan. lagipula suaranya juga bagus hihi"ucao vira tersenyum malu.
Dian hanya menggeleng kepala saja. mereka pun ke kasir untuk memesan makanan ringan dan minuman. Vira memesan es vanilla yang diblender dengan susu putih diatasnya dan burger mini. sedangkan Dian memesan es coffe late dengan susu cokelat dan kentang goreng medium.
Cafe Z Adalah cafenya anak muda. Tempatnya yang sangat cocok ber swafoto, mengrilekskan diri dan berbagai macamnya. anak muda dan orang dewasa sekalipun tak akan menolak dengan suasana ini. Dan paling penting bisa numpang wifi gratis tanpa limit cucok sekali dengan harga makanan serta minuman yang terjangkau di kantong π.
Kembali lagi dengan Dian dan Vira yang sudah duduk kembali setelah menerima pesanan lalu membayarnya. Vira menikmatinya dengan melihat Dian yang fokus pada laptopnya sedang mencari kontrakan di jogja membuat dirinya mengkerutkan kening.
"loh, yan kenapa nyari kontrakan? bukannya udah ada rumah di kampung."ucap Vira. Dian terdiam dan mengingat jika ia hanya memberitahukan rumahnya di wonogiri tapi tidak kasih tahu perihal rumahnya di jakarta ini kepada vira.
"disini kamu ngontrak atau apa sih?"tanya vira. pertanyaan yang ia tahan dari masa Smpnya dulu.
"em.. aku disini punya rumah"jawab dian.
"ouu rumah. kukira kontrakan. Dan aku juga gak pernah main kerumahmu. kl mengontrak pasti tak tetap sepertinya aku salah yaa."sesal vira.
"gak apa apa vir. kamu jangan merasa bersalah kayak gini"ucap dian seraya menepuk pelan tangan vira di meja.
__ADS_1
"soal kontrakan..."ucap dian terhenti sebab pintu cafe terbuka menampilkan 4 laki laki berbaju koko. vira mengikuti arah pandang dian yang menatap laki laki tersebut.
"assalamualaikum dek dian"salam umay yg sudah menghampiri adik sepupunya yang diikuti oleh ketiga laki laki bersamanya.
"waalaikumsalam, kak umay"jawab Dian tersenyum hangat dengan kakak sepupunya. Pandangannya menatap kearah ketiga laki laki yg nampak terpesona olehnya.
"wahh ternyata masya allah cantik begini adiknya umay"bathin teuku.
"cantik alami membuat jiwa jombloku meronta ronta"bathin azzam. Farhan hanya mengucap istigfar didalam hati saja.
"kenalkan ini teman kakak , itu Azzam , ini Farhan , dan sebelahnya Teuku ."ucap umay yang menahan tawa melihat ketiga kaum adam jomblo sejati ini terdian dian wkwk.
"hai...kak"
Dian yg tersenyum manis lagi membuat ketiganya sangat tak berdaya akan senyuman itu. senyum senyum yg tidak bisa diartikan dengan kata kata merasa terpesona dengan apa yang dilihatnya lalu mereka langsung mengalihkan pandangannya , masa anak buah ustadz ngeliat bukan hallalnya ...iya gak guys π.
(Haii hati hati, itu jodoh ustadz kalian. Bisa bisa di gorok hehe canda)
"oiya, ini vira kak. temanku"ucap Dian. Vira pun menanggapi perkataannya dengan tersenyum dan menganggukkan sedikit kepalanya.
selesai perkenalan akhirnya Umay pergi dan memilih tempat duduk yg tepat yaitu di pojok dekat kasir dan otomatis Umay bisa mengawasi adek sepupunya itu.
"oiya, aku pamit ya. soalnya nanti 1 jam lagi aku sudah harus ke bandara untuk pulang. untungnya aku sudah bertemu denganmu yan"jelas vira yang membereskan tas selempangnya.
"oh baiklah. Hati hati dijalan yaa. semoga kita bertemu lagi nanti"ucap Dian. Ia menyerahkan kertas kecil yang bertuliskan nomornya kepada vira.
"eh iya, kamu ganti sih nomornya. tapi makasih yaa untuk hari ini. Ku tinggal dulu yaa, kita pasti ketemu lagi. Assalamualaikum yan"pamit vira
"waalaikumsalam wr.wb, dadah" ucap Dian yang dibalas oleh senyuman dan lambaian tangan oleh vira. temannya benar benar pergi, ada sedikit rasa tak cukup bertemu sedikit waktu ini.
Dian : assalamualaikum kak , langsung aja ya
Umay : waalaikumsalam, jabarkan saja dek.
Dian : kak, aku harus ke jogja dan harus pulangkan dayu kerumah. tapi aku ragu menjelaskannya. bagaimana ini kak, apa aku tidak usah menerima beasiswanya ?
Umay : lebih baik kamu bilang terus terang dek. kl dayu minta ikut emang masalahnya kenapa dan alasannya apa. nanti dijelaskan baik baik.
jangan sampai menolak beasiswa itu, bukankah kamu sendiri yang ingin sekali untuk kuliah. jarang loh yang punya kesempatan besar ini kayak kamu. jadi tidak boleh di sia sia kan.
Dian : oh gitu ya kak. memang sih. Nanti ku coba deh sama dayu. semoga dia ngerti apa maksudku.
Umay : nah gitu dong. ini baru adik sepupuku.
Dian : makasih ya kak.
Umay : iya sama sama.
Setelah chat berakhir, tak disangka minuman dan makanan Dian sudah habis. Ia pun memilih pulang saja lalu dengan segera membereskan laptopnya dan memasukkan kedalam tasnya. Ia mulai meninggalkan tempat duduknya yang tadi.
Berjalan santai dengan tatapan melihat kearah tas selempang untuk mengambil kunci motor tanpa menatap kanan kiri depan belakang atas bawah. Bersamaan dengan itu, kefokusan Dian menjadi masalah karena menabrak seseorang laki laki yang baru saja masuk kedalam cafe ini.
laki laki itu juga terkejut dan reflek berhenti berjalan. laki laki yang sedikit lebih tinggi dari dian, memakai baju koko lengkap dengan kopyah beserta masker kesehatan. Tak lupa dengan jam tangan warna hitamnya. Sebenarnya Ia adalah ustadz Alfi yang tak sengaja berpapasan dengan seorang gadis yang tak dikenalinya.
Hampir saja bersentuhan dan Dian memilih untuk jatuh dari pada menyentuh tangan nya. Dari kelihatannya sih seperti taat sekali kepada agamanya. Jadi tidak enak membatalkan wudhu orang yg telah menjaga baik baik wudhu tersebut.
__ADS_1
"aduuh sakit ..." rintih dian kesakitan sambil terduduk dan berusaha untuk bangun kembali dari jatuhnya. Jujur pinggangnya terasa sangat panas karena beradu dengan lantai yang keras.
'astagfirullah hampir saja mengenai tangan nya , alhamdulillah ya Allah' bathin dian.
"maafkan saya ya . apakah masih sakit?" tanya seseorang itu (Ustadz Alfi).
Dian hanya terdiam dan tidak sengaja mata mereka bertatap secara lama. akibat tatapan mata itu terbesit rasa aneh di dalam diri sang ustadz muda itu. dengan cepat ia mengalihkan atau memutus pandangannya sebelum berubah menjadi zina .
Dian juga baru tersadar dengan lamunan nya yang tak sengaja memuji tatapan mata seorang laki laki di depannya namun langsung memalingkan wajah dengan menunduk serta langsung menjauh sedikit. ada perasaan malu tentang ia yang memuji tatapan itu secara diam diam . mereka berdua sama sama sibuk dengan pikirannya masing-masing .
'ya Allah , tatapan matanya sungguh indah . bagaimana dengan wajahnya yang bertutupan masker itu pasti ganteng ya ' Dian
'ya allah , dia cantik sekali, astagfirullah dosa Alfi ' Ustadz Alfi.
keduanya dilanda kecanggungan dan itupun tak luput dari penglihatan umay sekawan. farhan meminta semuanya untuk memberi ruang kepada ustadz mudanya itu menyelesaikan masalahnya. ia merasa bahwa ustadz Alfi menyukai adik sepupunya umay.
"saya ingin"
"aku ingin"
kor Dian dan ustadz Alfi bersamaan sontak berhasil mengundang senyuman penuh makna dari para penonton (umay sekawan).
"kamu aja"ucap mereka berdua serempak kembali.
Azzam bahkan sudah tertawa lepas melihatnya. Beruntung tidak terdengar ke posisi dian dan ustadz Alfi. Sementara itu, Dian jadi enggan menatap ke depan dan ustadz Alfi salah tingkah dibuatnya. Sungguh sangat canggung sekali sih, aura kharisma dari sang ustadz hilang begitu saja terbukti dari ustadz Alfi mengusap tenguknya dengan tangan kirinya.
lama dengan diamnya mereka....
"maaf saya gak sengaja. apa kamu baik baik saja?"ucap ustadz Alfi memecah rasa sepi diantara dirinya dengan gadis didepannya. Dian lalu menatap ustadz Alfi dan terseyum simpul membalas ucapan itu.
"gak apa apa kok. aku juga salah maaf ya. oiya aku duluan assalamualaikum"jawab dian. ustadz Alfi jadi gugup sama senyuman itu. aish, buat jantung berdegup kencang saja.
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"ucap Ustadz Alfi seraya melihat sembarang arah. hanya sekali saat pandangannya terkunci tadi dengan mata hitam terang nan cerah itu, takut akan dosa jika dilihatnya terus. dirinya seperti termagnet oleh mata indah milik gadis tak dikenalinya tadi. bahkan ingin terus menatap serta tak mau berpisah barang 1 detik pun.
Dian sudah pergi dari jangkauan pandangannya. Gadis yang dilihat ustadz Alfi tadi sudah menghilang kearah parkir. Namun ia terhenti sebab teringat melihat kerudung yang dipakai gadis didepannya tadi warnanya tak asing.
'sepertinya aku tak asing dengan gamis dan kerudung miliknya. seperti yang di berikan umi padaku dan sekarang mungkin sudah terkirim. jangan jangan gadis ini adalah diaa...'
'...emm tapi gamis itu tak hanya dipakai oleh satu orang saja.'
'namun....sudahlah"pikir Ustadz Alfi pun menggeleng kepala untuk menghilangkan terkaannya. ia pun menghampiri 4 laki laki yang tampak mengobrol serius itu. padahal mah pas ustadz Alfi melihat ke arah mereka sebelum itu tertawa puas melihat kegugupan ustadz mereka tadi.
keempat laki laki itu menyambut ustadz Alfi dengan mempersilahkan duduk. memesan minuman agar tak haus saat membicarakan letak tausiyah selanjutnya sekaligus hang out melepas lelah sebab kemarin habis pulang dari sulawesi.
"nanti dilanjut aja lagi bahasnya lewat virtual bang. kita makan makan, aku teraktir hari ini"ucap ustadz Alfi.
"baik ustadz"senyum sumringah farhan, teuku dan azzam. sedangkan umay fokus dengan minumannya.
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·