
Rasa terkejutnya ustadz Alfi masih begitu tinggi. Sampai dirinya bahkan tak bisa lepas dari berkas itu. Satu persatu baris dari laporan penyelidikan azzam selama ini dibaca dan diresapi dengan baik dan khitmad. Membuat semuanya penasaran selain hafsa dan zaki yg terlelap di kamar.
"Ini....Dek Dian"ucap ustadz Alfi yg hampir saja dibuat nangis sama kenyataan ini.
Suaranya parau dengan wajah menahan sesuatu yg lama terpendam. Sebab ia adalah kekuatan untuk anaknya makanya ia tahan dan berjanji tak akan sedih lagi. Tapi sekarang rasa itu kembali.
Berkas itu diletakkan diatas meja begitu saja. Nampak ia berusaha menahan tangis. Bahkan menyangkal bahwa ini adalah mimpi. Azzam, Faqih, gus agung dan agha paham akan apa yg dirasakan oleh ustadz Alfi. Dimana seorang suami yg ditinggal meninggal oleh istrinya saat masih beberapa tahun menikah. Nyesek ada dan bahkan berharap hari ini adalah terjadi.
"ini ada apa ya? Le, apa yg kau baca sehingga membuatmu terlonjak kaget?"tanya bu mira yg dianggukki oleh semuanya yg penasaran.
"em... Dek Dian masih hidup bu"ucap ustadz Alfi yang masih menetralkan jantungnya.
"benarkah le? Ibu takut ini sebuah...."sendu bu mira terhenti oleh ucapan gus agung.
"benar bibi. Aku menyaksikan dan merawatnya bersama sama selama ini."terang gus agung. Semuanya berwajah gembira akan kabar baik ini.
"Jadi Alasan kamu pergi tanpa kabar sebab ini zam?"tanya ustadz Alfi yg menatap penuh tanda tanya di benaknya.
"maaf tidak mengabarkan semuanya. Tapi aku rasa ideku akan membuat kalian tak akan mengizinkan melakukan ini. Kenyataannya aku menyelidiki seluk beluk setelah aku tak sadarkan diri. Dan benar banyak peristiwa yg bahkan aku masih menyimpan rasa bersalah." jelas azzam yg melihat sekilas berkas itu.
Berkas yg mereka berempat bawa ada 3. Yaitu berkas penyelidikan azzam, laporan kepolisian dan laporan rumah sakit. Ustadz Alfi nampak berpikir dan mencerna semuanya. Gus agung angkat bicara kembali.
"sebelumnya aku tidak mau menyembunyikan ini. Namun terpaksa demi melindunginya dan kita semua. Sudah diketahui ini campur tangan seseorang yg bahkan masih jadi buronan. Yg jelas juga sebab..."ucap gus agung tiba tiba terhenti sebab dentingan di ponselnya.
Ia pun izin mengangkat telpon dengan menjauh diantara semuanya. Agha pun membuka laptopnya untuk menunjukkan sesuatu dan bukti bukti jika Dian masih hidup. Semuanya mendengar percakapan Gus Agung yg sedang bertelponan dengan istrinya.
Gus Agung : ucap salam dulu raa.
Vira : Assalamualaikum mas. Maaf
Gus agung : Waalaikumsalam. Lain kali pakai salam dan koq bisa lupa sih. Ada sesuatu hal penting?
Vira : Mas, kamu dimana sih? Aku pengen berbagi sesuatu
Gus agung : Ada dijakarta raa, mas mau jelasin tentang apa yg kita sembunyikan selama 4 tahun ini. Berbagi apa sih?
Vira : Mas aku seneng banget. Dian tuntas loh operasinya hamdalah.
Gus Agung : Alhamdulillah. Dijaga dan diperhatikan selalu. Tapi Diannya sudah sadar atau belum nih?
Vira : Belum sih mas. Oiya kamu kapan ketemu sama aku?
Gus Agung : Cieee...kangen yaa?
(serempak faqih, agha, dan azzam memutar bola matanya jengah mendengar itu. Pasutri yg lumayan hampir mendekati tingkat bucin akut)
Vira : Dahlah mas. Assalamualaikum
Gus agung : Waalaikumsalam raa
__ADS_1
Senyum di wajah Gus Agung terbit bak matahari baru muncul. Lalu kembali duduk di sofa dan menghadap semuanya lagi. Rasanya ada penyemangat dikala ragu ragunya dengan mendengar suara vira.
"yg habis telponan...ck macam 10 tahun tak bertemu....gimana kabar mereka?"sindir Azzam yg membuat agha, umay, faqih dan farhan menggeleng kepalanya.
"yg masih jomblo kan...sudah jalannya kl ngebujang pasti kudu begitu"timpal Gus Agung. Mereka ini cocok banget karakternya sama si azzam.
"udah punya kandidat. Insya allah bakal ngelamar koq"ucap azzam menatap sekilas tersenyum penuh arti kearah aisyah namun aisyah menangkapnya itu buat dayu. Ia pun mengalihkan pandangan kearah hpnya.
"wahh siapa itu zam? Ente gak bohong kan?"singgung farhan.
"cielah, laki laki harus berani dong. Dari pada ...em ada orang yg cemburu gak tepat waktu nih. Padahal kan cuma bercanda"santai azzam yg menyindir balik farhan.
"haii jangan menangtangku zam. Aku hanya perlu waktu. Kan masih seperti ini masa langsung to the point sama orangnya. Gak enak lah cari waktu yg tepat."ucap farhan mengkilah kata cemburu dengan melirik dayu. Ayah ahmad memang di tengah tengah farhan dan tersenyum simpul menanggapi ucapan itu.
"aish..sudah sudah. Dian sekarang baru selesai operasi. sudah selesai operasinya."ucap Gus Agung.
"operasi??"ulang ustadz Alfi.
"jadi kami akan menjelaskan secara menyeluruh apa yg terjadi saat itu. Kita akan melihat bagaimana kejadian 4 tahun lalu terjadi begitu saja. Kecurigaan kecurigaan dari azzam yg membantah kasus ditutup begitu saja."ucap Agha.
"Disini kami punya bukti berupa rekaman. Bisa dilihat masih tersegel dari pihak investigasi dan tentu saja isinya asli 100 %"ucap Agha seraya mengangkat sedikit untuk memperlihatkan sebuah flashdisc yg masih diletakkan didalam plastik bening khas kepolisian.
"Ustadz apakah tv ini bisa di hubungkan ke laptop. Agar kita lihat dengan jelas..."tanya gus Agung.
"tentu saja bisa. Silahkan digunakan"jawab ustadz Alfi
"Direkaman ini ada unsur kekerasan jadi tidak sembarangan orang yg bisa melihatnya. Apalagi anak kecil sangat dilarang, ditakutkan akan merasa gelisah dan efek lainnya."ucap Agha mengotak atik laptopnya lalu terhubunglah dengan tv tersebut. Azzam dan farhan cekatan menutup jendela serta seluruh pintu dirumah tersebut.
Di dalam video....
"Kania?"ucap Dian dan azzam tak percaya.
Kania tersenyum sinis, melihat sanderanya dengan keadaan terikat tali di bagian belakang tangannya. Sudah lama sekali ia menginginkan suatu kejadian seperti ini.
"lalu kalian kira siapa?"tanya Kania
"Aku kira penculiknya itu laki laki, siapa tahu aku lebih menarik dari pada dirimu. Ternyata aku terlalu membanggakan diri, kau lebih unggul"ucap Dian yang membuat kepala kania besar.
"tentu aku lebih unggul darimu"bangga kania.
"kau unggul disebut menjadi wanita pengusik kehidupanku. Pelakor lagi"santai Dian.
Kania yg mendengar itu menjadi kesal bukan main sebab Dian menjatuhkan dirinya saat ia belum memulai apa apa. Azzam pun terkekeh kecil dengan ucapan itu. Bahkan anak buah dibelakang kania mendadak terkekeh juga.
"kurang ajar. Kalian diam!!"sentak Kania membuat anak buah partnernya mendadak diam.
"memang aku salah sebut yaa? Tapi kamu memang seperti itu. Tak ada yg salah tuh kamu kan emang pelakor"ucap Dian tak peduli. Azzam pun tak tahan lagi menjadi tertawa, awalnya ia kesal tapi jadi seperti itu sebab Dian juga.
"bang azzam kenapa?"heran Dian menatap aneh azzam yg tertawa gembira saat mereka berdua di sekap. Didalam benaknya terisi banyak pertanyaan untuk azzam.
__ADS_1
"haha tidak ada. Kamu benar, wanita itu tak tau malu yaa"sindir Azzam yg membuat Dian mangguk mangguk menurut perkataan azzam.
(para penonton menjadi tertawa namun tidak dengan Agha yg sudah menonton dan Azzam yg mengalaminya. Setelah ini ada peristiwa betapa Kania pantas disebut tak tau malu. Mereka berdua hanya tersenyum simpul).
"Aku menculik kalian berdua terutama denganmu, tentu ada maksud dan tujuannya"ucap Kania yg begitu arogan sebab lawannya berada jauh dibawah seraya menunjuk kearah Dian.
"apa tujuannya? Apa hubungannya denganku?"ucap Dian setenang air.
"ada hubungannya denganmu. Itu salahmu sendiri sebab berani mengambil apa yg aku punya."geram Kania tiba tiba menyiratkan dendam yg amat membara.
"apa yg kau maksud? Merebut bukan seorang Dian. Tak ada di prinsipku untuk merebut barang orang lain"balas Dian.
"tak sadar diri hmm...atau memang kau pantas disebut murahan"ucap Kania membuat Dian mengkerutkan keningnya.
"jangan memutar balikkan fakta."timpal Dian. Azzam hanya terdiam mencerna semua tujuan dan siasat kania.
"ck...Aku ingin kau bercerai"seru Kania. Azzam dan Diam menatap intens dirinya.
"Apa urusanmu dan waktumu hanya disibukkan dengan kehidupan orang lain? Seenaknya berbicara seperti itu"geram Azzam.
"Kau ingin aku bercerai dengan Mas Alfi? Oh aku tidak setuju dengan itu. Aku bahkan menukar nyawaku hanya bagi keselamatannya, bukan berarti kau seenaknya seperti itu."tegas Dian.
"Kau tak lagi ada di hatinya. Kalau tak percaya maka lihatlah berkas pengadilan ini"senyum smirk kania yg memperlihatkan berkas tersebut untuk Dian.
Dian membaca seksama berkas itu. Namun tatapannya terhenti di letak tanda tangan. Terlihat Nama ustadz Alfi sudah lengkap dengan tanda tangan. Tentu ia sangat mengenali tanda tangan ini. Hatinya bergemuruh.
"Apa mungkin Mas Alfi tega seperti ini padaku?"sendu Dian. Pikirannya dan Hatinya perang membuat dirinya bimbang antara percaya atau tidak.
"gak mungkin yan. Aku tahu Alfi seperti apa dan tidak mungkin ini berbuatannya. Sudah terbukti bahwa Alfi sangat mencintaimu. Ini bohong"ucap Azzam yg membuat Dian terdiam. Sebagai seorang sahabat pasti azzam tau siapakah ustadz Alfi.
"hubunganmu akan hancur jika percaya. Kalian di adu domba. Jangan percaya dan menandatangi surat cerai itu."seru Azzam.
"ah iya benar. Pokoknya aku tak mau cerai dan aku yakin bahwa mas Alfi masih mencintaiku. Kau harus tau, Aku tak akan pernah melepaskan apa yg aku punya"ucap Dian menampakkan sifat egoisnya, sesuai situasi dan keadaannya saat ini.
"kau harus tanda tangan ini dan membuat rekaman bahwa kau menginginkan cerai diantara kalian"ucap Kania.
"aku tak mau"tegas Dian.
Kania begitu sangat kesal. Hampir 5 kali menyembutkannya dan 5 kali pula dian menolaknya seraya mengatakan tidak mau menyetujui. Ia pun memutar otak mengancam Dian.
"jika kau tak mau. Baiklah, Keluargamu akan ku hancur sehancur hancurnya dan didunia ini hanya kau yg tersisa. lalu kau sendiri menyaksikan seluruh keluargamu rata dimasukkan ke tanah"ancam Kania. Dian pun menjadi tak menentu pikirannya, ia ragu melangkah. Ia lebih memilih mati dari pada menyaksikan keluarganya habis tak tersisa.
bersambung...
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo permirswah, gimana epsnya neh?
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,
Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. SayangΒ²nya akyuu.... Mwuach π