Menikahi Ustadz Idolaku

Menikahi Ustadz Idolaku
MUI : Hanya dirinya yg pantas


__ADS_3

Masih dihari yg sama dan waktu yang sama pula...


Dihalaman rumah ustadz Alfi....


Tampak Ustadz Alfi sangat frustasi dengan ini. Apalagi melihat ada babak lainnya lagi. Membuat emosi yg sudah terpendam selama ini bangkit didalam dirinya. Umay dan farhan tak bisa menghentikan itu malah mendiamkan ustadznya berperilaku macam apapun sesuka hati. Kl perlu sih hajar aja tuh maisya, mereka juga sangat marah jika hafsa sampai terluka begitu.


Apakah mereka tak tahu bahwa kelukaan Hafsa tak seberapa sakit dengan Kenyataan abinya bakal nikah lagi. hafsa pasti akan tak mau punya umi baru. baginya dian adalah umi yang sangat sangat ia sayangi. Walaupun kenyataannya, Itu adalah omongan belaka yang membuat hubungan abi dan anak ini renggang.


"mereka benar benar tak punya hati, hafsa kan piatu dan semestinya disayang bukan membuatnya terluka lalu bertambah terpuruk sedalam dalamnya"bathin farhan


"dek, lihatlah. anakmu di buat terluka seperti ini. Kau pasti seharusnya marah jika ada di tengah tengah kami saat ini. sungguh dek. hatiku ini sakit melihat hafsa nangis seperti itu. wajahnya yg mirip denganmu membuatku membayangkan jika itu adalah kamu yg di buat menangis oleh wanita ular tadi. ya allah berikan keluarga hamba begitu banyak sabar dan kuat menghadapi ini semua."bathin umay.


"saya ini sudah harus bersabar seperti apa lagi menghadapinya."ucap Ustadz Alfi yg berwajah garang bercampur lelah hayati.


"Jawab!!!!"bentak Ustadz Alfi sampai membuat maisya gemetaran.


"a...aku...tidak...sengaja"gugup maisya pucat.


"baru kali ini saya membentak keras perempuan. Bahkan saya begitu memuliakan dan menghormati perempuan. Tapi ini diluar batas jika kamu menyakiti anak saya"


Betul sekali, Ustadz Alfi sangat memuliakan dan menghormati perempuan. karena ia sadar bahwa dirinya tercipta kedunia harus melewati rahim perempuan yg mengandung selama 9 bulan lamanya. tak hanya melakukan itu dengan umi shita dan aisyah bahkan ia melakukan itu untuk semua perempuan. Apalagi dengan Dian yang sangat ia cintai.


"puas hah?! Buat saya jauh dari perempuan satu satunya yg saya miliki. Apakah kalian pernah berpikir? Kalian itu sudah sangat lancang dan tidak tahu malu menawarkan seseorang apalagi memaksa saya menikahi putri kalian."


"Bukan berarti saya tak berbakti kepada orang yg lebih tua. Kalian benar benar sangat keterlaluan sekali, Apakah kematian istri saya adalah ajang pencarian jodoh menjodoh? Sungguh tidak dipercaya akal sehat kalian sangat minim."


"Perhatikan semuanya, saya tidak akan perduli popularitas sebagai ustadz menurun apalagi dihujat habis habisan oleh kalian semuanya sebab ini. Saya tidak akan menikah lagi dan hanya dek dian yg pantas menjadi pendamping hidup yg sempurna. Saya mencintainya walaupun sudah jauh disana. Jika kalian berani beraninya mengusik tentang hidup pribadi saya lagi, demi Allah saya tak akan sungkan ataupun ragu membuat perhitungan dengan kalian. Camkan itu"


Ucapan tegas dan terdengar menggema dari Ustadz Alfi membuat semuanya memilih mundur alon alon. Namun tidak dengan maisya yg kekeh tak mau diajak pulang sama kedua orangtuanya.

__ADS_1


"pergi kalian atau harus saya siram dulu pakai selang air hah?!"bentak ustadz Alfi kembali. Sungguh emosinya meledak ledak dan segera mengambil selang air lalu menyalakannya. Aksinya tanpa sadar dilihat oleh semua anggota keluarganya dan hafsa yg telah selesai diobati.


Belum sempat menyiram, suasana didepannya kembali sepi. Ia pun mematikan kembali dan meletakkan kasar selang itu. Ustadz Alfi pun mendudukkan dirinya di lantai teras sambil memejamkan matanya seraya memijit keningnya pusing.


"astagfirullahalaziim"geram ustadz Alfi yg mencoba menetralkan emosinya memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Emosi telah berhenti, bergantikan dengan menangis dalam diam. Sungguh hatinya yang hancur dan penuh luka yang telah rapat menjadi terbuka lebar. Air matanya deras mengalir dari sumbernya.


"Yang sabar ya ustadz, peristiwa ini buat pelajaran kedepannya. Tapi juga tak boleh seperti tadi, membentak dan emosi meledak ledak itu datangnya dari syetan."nasehat umay.


"lalu apa yg akan ku lakukan jika seperti ini. Berat sekali menghadapinya bang. Bagaimana caranya bisa membujuk hafsa kembali kepadaku ?"lesu Ustadz Alfi. Rasanya pundak miliknya sudah tak bisa menampung beban lagi dan terdengar menahan isakannya.


Semuanya terdiam dengan perkataan itu. Terlebih dengan Hafsa yg tak tega dengan abinya. Sepertinya ia sangat terlalu tidak sopan mengucapkan itu tadi. Ia pun perlahan lahan mendekati Ustadz Alfi dengan menyeret kakinya yg rasanya sangat lemas.


"abii"panggil Hafsa lembut.


Ustadz Alfi tertegun sesaat akibat itu. Hafsa mendekatinya dengan sangat pasti. mencium keningnya, memeluknya dan bahkan menjatuhkan kepalanya di dalam dekapannya.


"abii maaf yaa hafsa salah paham."lirih Hafsa yang menyembunyikan kepalanya yg pusing di dekapan hangat milik Abinya.


"hafsa sayang dan cinta abii"gumam Hafsa yang membuat ustadz Alfi tersenyum lebar.


Tak lama Hafsa tertidur dengan tanda dengkuran halus yg terdengar di telinga ustadz Alfi. Membawa hafsa masuk kedalam kamar miliknya, ustadz Alfi berjalan perlahan agar tak membangunkan seorang putri yg sedang terlelap dipelukannya. Lalu ikut membaringkan tubuhnya juga dikasur. Rasanya lelah sekali untuk hari ini.


🌼🌼🌼


beberapa jam kemudian.... di sore hari


"assalamualaikum"sapa 4 orang diambang pintu. semuanya menoleh kearah mereka bertiga.


"waalaikumsalam"jawab semuanya bersama.

__ADS_1


"azzam masya allah"ucap Umay merentangkan tangannya memeluk tubuh tegap Azzam yang telah tak menggunakan kursi roda lagi.


Azzam memang hilang untuk menyembuhkan kakinya bersama Faqih. Namun dari itu juga alasannya ia membawa kabar yg mungkin gembira dan sedih juga serta membawa seseorang yang pasti sudah sangat dikenali bersama satu orang yg memakai seragam lengkap TNI.


"kau sudah bisa berjalan azzam? Alhamdulillah"senang Farhan yang berganti memeluk Azzam. Semuanya tersenyum hangat melihat itu.


Namun pandangan mereka melihat kearah Gus Agung yg bersama seorang TNI. mereka bertanya tanya tentang hal itu melewati tatapan menatap Azzam dan Faqih.


"silahkan masuk pak, gus"ucap Ustadz Alfi yang baru saja keluar dari kamarnya sudah segar setelah mandi sore.


"ustadz tak perlu sungkan begitu"ucap Agha. yap ia adalah suaminya caca si imut lucu dan juga kadang ngeselin wkwk.


Semuanya dudu di sofa. Makanan dan Minuman terhidang di meja buatan umi shita bersama bu mira. Azzam, Faqih, Gus agung dan Agha saling melempar pandangan lalu mengangguk setuju.


"tujuan kita ke sini ingin menyampaikan sesuatu perihal. Ini tentang sesuatu yg mungkin membuat semuanya heran dan sekaligus tak akan percaya"ucap azzam yang meletakkan berkas di atas meja.


Ustadz Alfi yang memang penasaran setengah mati pun langsung membuka berkas tersebut dengan hati hati takut kertasnya terbeset juga akibat ia membukanya terlalu pas di kertas yg berada didalam.


Semula duduk dengan santai, Ustadz Alfi terlonjak kaget dari duduknya membuat semuanya penasaran saja.


bersambung....


🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒🐒


Hallo permirswah, gimana epsnya neh?


Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa


Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,

__ADS_1


Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. Sayang²nya akyuu.... Mwuach 😘


__ADS_2