
Sejak kemarin malam yg habis dilamar oleh ustadz Alfi , sekarang mau ke pondok pesantren yg paman Wisnu lebih tepatnya bibi Tia yg memiliki nya .Dian sudah rapi dengan baju putih berlengan panjang biasa dengan rok panjang bewarna cream serta perpaduan hijab senada dengan roknya.Ia nanti akan melaksanakan hari pertama mengajar . Memang gugup lebih dari menerima lamaran dari ustadz . Tapi akan dihadapkan dengan anak murid yang belum tentu sesuai keinginan dan harapan nya . Setelah ia selesai bergulat dengan pikiran nya sendiri , ia menuruni tangga menuju meja makan .
"Wiih , calon ustadzah sudah rapi aja nih . Semangat adik ipar ku ."ucap kak rida tersenyum pada Dian .
"Terimakasih kak. Oiya maaf aku gak bisa gabung sarapan disini karena paman Wisnu kemarin mengajak untuk sarapan bareng di pesantren ."jelas Dian .
"Oke gak apa nduk , cepat berangkat hari mulai pagi nanti macet di jalan ."ucap ayah Ahmad .
"Kl gitu . Assalamualaikum ."pamit Dian .
"Waalaikumsalam "jawab mereka serempak .
Dian POV on...
Aku mengendarai motor ku ke arah daerah Tanggerang . Awalnya aku ragu untuk berangkat sangat sangat pagi. Dipikir jalan raya Jakarta selalu macet karena hari ini hari kerja yaitu hari Senin . Selain takut telat , aku punya janji kepada paman yg harus ku tepati . Janji adalah hutang yg harus di tepati karena menepati janji merupakan aklak terpuji yg sangat di suka oleh Allah .
Aku memilih jalan alternatif . Untung saja sudah hapal dengan jalan ini . Jalan alternatif yg selalu dilalui ketika ingin mengunjungi pesantren paman . Kenapa ku memilih pesantren paman ? Karena ingin membantu pesantren paman apalagi yg aku tau kurangnya guru yg mengajar.setau ku terakhir berkunjung guru hanya berjumlah kurang dari 20 orang .
Selain itu aku ingin Deket dengan Syafa si gadis berumur kelas 2 SMP dan otomatis aku pun mengajarinya nanti . Ia memiliki karakter supel dan cengengesan hehe π tapi dengan sifat itu lah yg membuatku nyaman . Beberapa jam kemudian tibalah diriku di depan gerbang pondok pesantren yg bernama NURUL HUDA AL KHOIRIYAH .
Pesantren yg terdiri dari beberapa gedung . Sebelah kiri terdapat asrama santri putri sedangkan putra berada di dekat masjid yaitu di sebelah kanan . Rumah paman berada tepat di sebelah asrama santri putra . Yg berhadapan dengan rumah paman adalah tempat ustadz / ustadzah yg mengabdi di pesantren .Di pesantren ini terdapat SMP dan SMA yg berada berhadapan dengan gerbang arah masuk ke pondok. Memang luas juga pesantren paman dan bibi . Selain itu juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi santri putri putra , taman n gazebo , lapangan serbaguna dan tempat berlatih memanah dan berkuda serta perkebunan milik pesantren di bagian belakang taman .
Paman yg melihatku diluar gerbang pondok , segera membukakan gerbang . Emang gak punya satpam ? Ada tapi mungkin sedang istirahat atau bersiap . Paman Wisnu memang sangat ramah n supel kayak aku makanya ia tak pernah membedakan siapa pun .
Dian POV end ...
"Assalamualaikum paman ."salam Dian dan seraya mencium tangan kanan pamannya itu .
"Waalaikumsalam . Ayo masuk ."ajak paman Wisnu . Paman pun mengajakku untuk masuk kedalam rumah nya . Rumah yg tidak terlalu megah tapi asri dan nyaman . Disana sudah ada Syafa dan bibi Tia yg menunggunya. sungguh menyambutan yang sangat hangat sekali . Kami pun masuk kedalam rumah . Syafa menyapaku dengan salam lalu menanyakan sesuatu.
"Mba , pelajaran apa yg nanti diajarkan ?"tanya Syafa yg sudah duduk di sebelahku .
"Pelajaran IPS fa ."jawab Dian singkat .
"oiya nanti jangan panggil syafa ning. Aku gk mau mba. Cuma kl dilingkungan sekolah baru mba panggil ning dan aku panggil mba ustadzah."ucap syafa
"okey"jawab dian kembali.
Setelah itu , bibi Tia mengajak kami sarapan pagi bersama . Dengan lauk seadanya , ada sayurnya , buahnya dan minuman susu / teh hangat . Bibi Tia selalu memperhatikan makanan yg menyehatkan bagi keluarga nya . Walaupun seadanya tapi sangat bermanfaat bagi kesehatan .
Hari pun makin pagi , syafa sudah berangkat lebih dulu ke kelasnya . Kalau bibi Tia ada dirumah saja sedangkan paman dan Dian pergi ke ruangan guru . Ada rasa gugup juga sih , pertama kalinya ia masuk kedalam , karena sebelumnya belum pernah memasuki ruangan tersebut . Sesampainya di dalam ruangan tersebut , semua mata tertuju kepadanya .
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh , selamat pagi semua rekan guru yg berada di pesantren . Maaf mengganggu waktunya sebentar ."salam paman wisnu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh , kyai ."jawab semua orang yg berada di ruangan tersebut .
"Jadi hari ini saya ingin memperkenalkan keponakan saya . Ia akan mengajar disini atau ustadzah baru disini . ia Bernama Dian . Silahkan perkenalkan diri dulu yan ."ucap paman Wisnu .
"Baik paman . Assalamualaikum semua . Terimakasih atas waktunya . Perkenalkan nama saya Dian Nurul Cahyaningrat . Bisa di panggil Dian saja . Mohon bimbingannya ."ucap Dian dengan tersenyum manis .
__ADS_1
"Waalaikumsalam , ustadzah ."jawab mereka serempak .setelah itu banyak bisikkan bisikkan tetangga (eits , bukan keburukan loh yg pasti, karena mereka jinak koqπ). Apalagi para ustadz , eh tunggu sepertinya ada yg dikenalnya .
'bukannya itu ...Fadhil?'bathin Dian .
"Yan duduk di situ dekat ustadzah Maria dan ustadzah Indri ."perintah paman Wisnu dan ia pun segera duduk disana . Di ruangan ini ustadz dan ustadzah di pisah seperti kanan dan kiri . Dian duduk di depan bagian ilmu pengetahuan alam dan sosial . Di seberang sana , ada ustadz yg kusebut teman SD nya yaitu Fadhil .
"Baik paman ." Jawab Dian yg berjalan ke arah tempat duduknya . Saat ia duduk , Fadhil memerhatikan nya . Mungkin baru menyadarinya , akan kedatangan Dian di ponpes . Setelah paman keluar dari ruangan . Sebagian dari Mereka pun menghampiri Dian .
"Kenalin aku Maria dan ini Indri ."ucap ustadzah Maria memperkenalkan diri kembali . Tibalah Fadhil menghampirinya .
"Kenalin saya Muhammad fadhilah , ustadzah ." Ucapnya seakan menekankan kata ustadzah.
"Fadhil yg tinggal di penjaringan kan? Waah jadi ustadz ternyata , si ahli matematika ."ucap Dian .
"Iya dong . Temen mu yg ganteng ini menjadi guru matematika . Ternyata jadi ustadzah juga kamu, si ahli IPS dan IPA ."ucap Fadhil .
"Kepedean banget kamu ustadz . Gak ada perubahannya."ucap Dian menanggapi yg membuat rekan kerjanya ketawa .
'Alhamdulillah sekarang sudah bertemu denganmu lagi yan . yg sempat berada di hatiku .'bathin Fadhil . fadhil adalah teman Dian ketika SD dan ternyata jadi ustadz loh karena waktu itu mengejar ilmu di pesantren dan kuliah di kairo. mantap πΊ. Padahal dulu sikapmya slengean dan yang terpenting yaitu membuat dian jengkel selalu bahkan setiap waktu.
"Jadi kalian udah saling mengenal ?"kata ustadz Ali .
"Iya ustadz betul . Kami teman satu SD. Ustadzah Dian selalu kalah menyalip ranking dariku ."bangga Fadhil .
"Hey ...sombong sekali kamu ustadz . Kan pernah ku salip , enak saja bilang kalah ."ucap Dian .
Mereka akhirnya sudah disibukkan dengan kegiatan mengajar . Dian diantar oleh ustadzah Khumaira selaku pengurus santriwati . Berjalan melewati beberapa lorong dan kelas. Setiap kelas pasti ada gurunya yg sibuk menjelaskan materi. Sesampainya di depan kelas tersebut. Mereka masuk secara beriringan , santriwati pun melihat kearah Dian .
"Assalamualaikum"salam ustadzah Khumaira .
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh , ustadzah ."jawab santriwati .
"Hari ini kita kedatangan ustadzah baru yg mengajarkan IPS disini. Silahkan ustadzah memperkenalkan diri ."ucap ustadzah Khumaira .
"Assalamualaikum semuanya . Perkenalkan nama saya Dian Nurul Cahyaningrat . Kalian bisa panggil ustadzah Dian atau seterah kalian yg penting masih ada dalam nama saya ."ucap Dian ramah .
"Waalaikumsalam ustadzah ."jawab santri Wati serempak .
"Maaf ustadzah , bagaimana kami panggil ustadzah Cahya ?"ucap Anita .
"Boleh . Gak masalah koq ."ucap Dian .
"Oke udh pada kenalkan . Nah sekarang , bisa di mulai mengajarnya ustadzah . Kl begitu saya permisi , wassalamu'alaikum ."pamit ustadzah Khumaira .
"Waalaikumsalam ustadzah ."jawab santriwati dan Dian serempak .
Setelah ustadzah Khumaira pergi dari ruangan , dimulai lah pelajarannya . Dian mengajar dengan cara yg unik , baik , ramah , gak pernah marah kepada santrinya merupakan ansumsi dari santri yg diajarnya . Hari pertama mengajar udh banyak yg menyukai cara belajarnya.
Malam harinya....
__ADS_1
Kini Dian sudah bersama dengan semua keluarganya dan juga ada Umi Shita serta Aisyah yang sedang membawakan sesuatu untuk acara akad nanti.
"hari akad akan dilaksanakan tak lama lagi, umi bawa gaun pengantin untuk dian. Kamu boleh milih warna apa aja sesuai kesukaanmu dan kenyamanan memakainya seperti apa"ucap Umi Shita tersenyum hangat.
Terdapat 4 warna gaun pengantin untuk akad yang masih terbungkus plastik. Dian mengamati warna di depannya. Ada merah, hijau, biru dan putih. Netranya jatuh pada warna putih yang menurutnya menarik perhatiaannya di meja tersebut.
"umi, bagaimana jika putih saja ?"ucap Dian yang menunjuk warna putih.
"boleh, lalu gaun untuk walimatul urs nya mau yang mana ?"tanya umi kembali yang meletakkan gaun untuk resepsi. kira kira beliau membawa 4 gaun akad dan 4 gaun walimatul ursnya.
"em, lebih baik semuanya juga putih saja umi. Dian rasa putih itu indah"jawab Dian kembali.
"baik tidak apa apa. Sebenarnya pendapatmu sama seperti Alfi yang memilih gaun untukmu berwarna putih"ucap umi. Sontak Dian tersenyum malu dan menunduk sedikit sedangkan yang lainnya sudah siap menggoda calon pengantin itu.
"ciee"kor semuanya senyum senyum penuh arti.
"hehe, kak dian nanti kan jadi kakakku juga dan itu buat aisyah senang. sejak lama aisyah ingin punya kakak perempuan. selain kak Alfi gak ada kakak lagi"ucap Aisyah yang duduk di sebelah Dian.
"berarti nanti dayu juga saudara aisyah juga dong. saudari rasa teman sebaya"ucap Dayu yang menimpali ucapan aisyah. Ia duduk di sisi lain dari posisi aisyah yang sama sama dekat Dian.
"tentu saja kalian akan jadi saudara"timpal bu mira tersenyum dan dibalas senyuman dari yang lainnya.
"oiya maaf nih besan, saya pamit pulang dulu karena Alfi sudah menunggu di luar."ucap Umi Shita. Ustadz Alfi memang ikut tapi tidak kedalam dan memilih berbicara di depan bersama yang laki laki.
"tidak apa apa besan, lagipula kami merasa tak enak hati sebab tidak diberi kudapan untuk kalian"ucap bu mira.
"jangan terlalu sungkan begitu, bagaimanapun nanti kita akan menjadi satu keluarga."seru Umi shita.
"baik, oiya nduk antar sampai depan"perintah bu mira pada Dian. Sungguh Dian ragu namun tetap menuruti ibunya.
"iya bu, mari umi dan aisyah"ucap Dian yang berjalan beriringan menuju keluar rumah.
Pintu terbuka menampilkan Ustadz Alfi yang memang menunggu seraya memegang kunci mobil dan tersenyum membalas ucapan ayah ahmad, umay, dan paman wisnu. Kemudian Ustadz Alfi melihat siapa yang membuka pintu dan menatap Dian tanpa sengaja.
Lama mereka beradu pandangan, kedua mengalihkan pandangannya kearah lain. Itu pun dilihat oleh semuanya. Ustadz Alfi tersenyum dan mengusap tengkuknya sedangkan Dian hanya malu dan tidak mau menatap apapun selain lantai.
"hadduh nanti yaa lihat lihatannya selesai akad. Lagipula akad tak lama lagi tuh"goda umi Shita kepada ustadz Alfi. Dian beranjak mendekati Ayah Ahmad dan bersembunyi.
"bener kata umi, kalian ini kalau sudah saling pandang memang bisa lupa segalanya. Sabar stadz, jangan lihat lihat adikku terus....belum hallal"ucap Umay yang seperti perisai menutupi Dian dengan tubuhnya. Ia kasihan dengan Dian yang selalu di godain oleh lainnya sebab sebentar lagi ingin menikah. Setelah Itu Ustadz Alfi, Umi shita dan Aisyah meninggalkan rumah umay dengan mobil melesat jauh dari pandangan mereka.
bersambung....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo semuanya, Salam sehat >_<
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan selamat membaca... Bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya, Terimakasih π·
__ADS_1