
Ia Ikhlas dengan Cintanya untuk Ustadz Alfi dibayar nyawa dirinya karena Allah.
Dian pun menandatangani itu segera setelah memikirkan sesuatu. lalu segera melepaskan cincin itu dengan menatap lekat lekat benda yg sangat ia jaga karena berharga. Setelah terekam jelas di otaknya, ia pun menyerahkannya ke kania.
"bagus"ucap kania yg merampas segera cincin itu dan memakaikannya di jari manisnya seraya tertawa bahagia di atas derita yg dirasakan oleh dian. Dian menghampiri azzam dengan terseok seok membisikkan pesan terakhirnya lalu kembali ditempatnya lagi.
Anak buah itu langsung melangkah dan mengambil surat serta rekaman itu lalu pergi dari ruangan. namun kemudian datang lagi anak buah yg lainnya dengan menatap Dian begitu mendamba. Walaupun dengan keadaan menyedihkan dan masih ditutupi pakaian ukuran longgar, tubuh milik Dian begitu menggiurkan. Wajahnya yg ayu dan kulit yg putih membuat daya tarik tersendiri.
"apa yg akan kau lakukan?"was was Dian yg melihat kania menghampirinya membawa sebuah pil.
"tentu saja untuk membuat anak yg dikandung olehmu pergi lebih dulu sebelum dirimu menjauh dari kehidupan kami"ucap kania yg melangkah lebih cepat.
"tidak.... jangan, aku tak mau."ucap dian yg tetap menolak pil itu masuk kedalam mulutnya. Namun dengan segera mungkin kania menangkup kasar lalu menekan kuat kedua pipi dian dengan tangan kiri miliknya.
"emhh jangan"tolak Dian seraya menggerakkan kepalanya menjauh dari tangan kanan kania. Ia berusaha keras untuk bisa menghindar.
"minum ini"bentak kania dengan kejamnya memasukkan paksa pil itu.
Sedangkan dian terus berontak dengan memukul mukul keras tangan kania dan menangis takut anaknya kenapa napa. Namun usahanya itu sia sia sebab pil itu masuk kedalam mulutnya dengan air putih yg entah itu apa namanya.
"huhuhu anak ku"tangis Dian dengan memeganggi perutnya. Lama lama ia pun merasakan sakit luar biasanya di perutnya.
"argh sakit!!"pekik Dian yang hanya didiamkan saja oleh mereka yg melihatnya. bahkan kania hanya tertawa puas melihat rivalnya kesakitan.
Dian pun meraba pakaian belakang nya. Baju batik bernuansa putih dengan ukiran parang warna cokelat sudah tercetak jelas darah mengalir menuju kaki jenjangnya. Anak yg belum lahir dan belum melihat dunia serta orangtuanya sudah lebih dulu kembali kepada sang pencipta.
"maaf hiks hiks maafkan umi yg tak bisa menjagamu"tangis Dian. Ia sudah tak bisa mengendalikan dirinya seperti apa dan apa yg akan dilakukannya lagi. dipikirannya, Anaknya sudah tiada tentu ia harus menyusul. Namun...
__ADS_1
"kau puas dengan ini kania, ha!?. kau ambil segalanya dariku. Apa kau tak cukup mengambilnya? Sadarkah kau melakukan ini. Apa yg akan dirasakan jika posisi ibumu di aku sekarang lalu sedang mengandung dirimu?"
"Kau tak paham dengan apa yg aku rasakan saat ini. Aku rela mati dan akan menyusul anakku. Kau berbangga hatilah, sebelum hukum karma menghakimimu. AKU BERSUMPAH TIDAK AKAN MEMAAFKANMU KECUALI KAU TERBAKAR DENGAN DENDAMMU SENDIRI !!!"
Dian sudah tak bisa melawan emosinya sendiri dan dirinya sudah blong dengan rem kesabarannya. Langit dan bumi akan menjadi saksi betapa sakit hati dan terlukanya Dian sebab kehilangan anaknya.
"ini sangat sakit. aku tak kuat lagi menahannya."lirih Dian. ia berbicara sendiri dan seperti orang tak waras. Ekspresinya ketakutan dan matanya menatap was was keadaan didepannya. mulai saat itu, dirinya tak bisa mengendalikan jalan pikirannya sendiri.
"kau mau kebebasan kan? tapi harus membuat anak buahku merasa surga dunia terlebih dahulu atau kau meminum air ini lagi"ucap kania tersenyum bahagia.
"Aku memang sudah hancur dan kehilangan suami serta anakku. Namun Harga Diriku ialah harga mati. aku tau diriku mungkin akan di benci oleh mas Alfi tapi aku tak ingin tubuhku terkena noda saat aku tiada."ucap Dian mencoba bangun dan merampas gelas yg berisikan racun dengan sekali tenggakkan.
prang.... gelas itu dilempar dengan kuat oleh Dian.
Anak buah itu dan Kania mendadak merinding dengan Aksi nekat Dian. ternyata sanderanya memilih untuk mati daripada diperkosa dengan 15 laki laki. Setelah menenggak itu, Dian mulai tenang dan berdiri tegak bersiap melawan kearah laki laki didepannya.
"lawan aku"tantang Dian yg bersiap dengan kuda kuda. ia harus berjuang melawan sampai titik terakhirnya. Selagi bisa bernafas dan kuat berdiri, ia akan melawan.
Segala perlawanan Dian sudah sampai dititik akhir. Ia sudah tidak kuat melawan dan tumbang di lantai. Wajahnya yang manis cantik berseri serta bibir yg merah muda sudah terlihat pucat. Tubuhnya yg bugar dan sehat sekarang sudah lemas dan remuk.
Tatapan matanya sudah sayu dengan ringisan. Tangan kanan kiri dan kakinya sudah luka luka serta mungkin patah akibat pukulan keras dari balok kayu. Seperti di ujung maut, dian berbicara dengan begitu lirihnya.
"tolong...kau buang aku di tanah kelahiranku...didaerah...bebatuan...jika kau tidak...bisa menguburkannya"lirih Dian yg memejamkan matanya.
Sebelum pergi untuk selamanya mungkin, ia bahkan tersenyum gembira sebab usahanya tak sia sia melindungi keluarganya. bukankah ini suatu kebanggaan sendiri? Kepalanya sungguh seperti ingin pecah, ia pun bersiap siap.
"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah"lirih Dian. Ia bukan ingin cepat cepat meninggal dan mendahului takdir namun daripada terlambat. Ia ingin hidup beragama islam dan mati beragama islam juga. Tak lama ia pun menutup matanya.
__ADS_1
"wanita ini sudah meninggal ?"tanya si perekam yaitu rendi. Ia adalah partner kania dan dikenal mafia yg akan membuat video jika musuhnya dibantai. Kania memeriksa lengan Dian, senyumnya terbit begitu saja.
"ia telah meninggal"ucap kania senang.
"em..sayang sekali. Wanita cantik itu lebih memilih untuk mati. Oiya apakah kau tak takut dengan sumpahnya dan akan menjadi kenyataan? kau sudah melanggar pernjanjian kita"ucap Rendi.
"ck..sudahlah aku mau pulang dan menyusun rencana selanjutnya. aku ingin menghabisi keluarganya lusa"ambisi Kania yg pergi begitu saja membawa Dian untuk dibuang ketempat yg akan menjadi kuburannya.
"boss, ini sudah bukan perkiraan kita lagi. saya rasa ini sangat keterlaluan bos. Saya punya rasa kasihan dengan wanita ini, sepertinya ia berhati baik boss. Bukankah ia menuruti janjinya sekarang?"ucap anak buah rendi alias asistennya.
"yah begitulah jadi orang baik tak selamanya akan lurus hidupnya. Tapi dia belum meninggal koq. sebaiknya kau selidiki ini. Selamatkan laki laki itu namun ganti pakaiannya lalu perban luka itu setelah itu tinggalkan saja."perintah rendi yg langsung memutus rekaman itu.
video selesai diputar.....
Semuanya begitu meresapi videonya, mereka menangis sebab apa yg mereka lihat begitu menyiksa hati dan mata. Bahkan Ustadz Alfi mengeluarkan sisi lainnya lagi sama seperti saat Dian dinyatakan meninggalkannya.
"apakah ia baik baik saja sekarang?"tanya ustadz Alfi yg mengingat jelas betapa istrinya sangat terluka bathin dan fisiknya. ia sampai sesenggukan
"Ustadz tenangkan dirimu dulu, Dian baik baik saja sekarang. sudah sembuh dan mungkin harus dipertemukan olehmu."ucap Gus Agung dan itu membuat ustadz Alfi tenang.
bersambung.....
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’
Hallo permirswah, gimana epsnya neh?
Alhamdulillah episodenya sudah terupdate dan bila ada typo yang buat gak nyaman bacanya, mohon dimaafkan yaa
__ADS_1
Stay Tune dan Nantikan Notif Updatenya,
Salam sehat & Terimakaseh, see you di next eps. SayangΒ²nya akyuu.... Mwuach π