My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Menyebalkan"


__ADS_3

"Juan sialan.., bagaimana aku sampai di rumah Nona jika seperti ini, dasar pria egois" Ken bergerutu di setiap langkahnya.


Ken mengutuk kelakuan Juan yang selalu seenaknya dan tidak memikirkan orang lain, namun sangat peduli kepada Zenia tapi.. itupun Juan menujukan kepeduliannya menggunakan cara tidak kalah aneh pula, tidak heran kenapa Zenia terkadang merasa marah kepada Juan yang bertingkah melebihi bocah lima tahun, sok polos dan tidak pernah merasa bersalah.


Ken menghentikan langkahnya sejenak untuk istirahat ia duduk di tanah terlihat menyedihkan.


Pria itu menghela napas kasar lalu menatap area sekitar. Tiba-tiba saja sebuah mobil merah berhenti di hadapannya.


Wajah pria itu berkerut lalu was-was, kaca mobil perlahan turun memperlihatkan seorang wanita dengan dandanan menor.


"kenapa harus wanita ini lagi, aku sungguh sial" Ken berguman memalingkan wajah ke arah lain.


"Hei, Bodoh apa kau butuh tumpangan..?" tanya Wanita tersebut menawarkan.


"..."


Ken tidak menjawab.


Wanita itu kembali berkata...


"Ken bodoh, apa kau butuh tumpangan, jika tidak mau aku pergi nih..?" Ucap wanita tersebut.


"Tidak pergilah, aku tidak akan mau ikut bersama dengan wanita seperti mu" Kata Ken tetap tidak menatap ke arah wanita tersebut.


"Serius, kau yakin.. di masa sekarang jarang ada orang baik yang menawarkan tumpangan seperti ini"


"Apa maksudmu, wanita.?" tanya ken.


"Aku punya nama, kenapa kau selalu memanggilku dengan sebutan wanita.. Huh menyebalkan sekali kau" Jawab wanita tersebut.


"Naiklah kebetulan aku mau mengunjungi Zenia dan keponakan ku.." Ucapnya lagi.


Ken tidak menjawab ataupun bergerak. Pria tersebut tetap duduk di tanah untuk menghilangkan rasa lelahnya.


"Ken, Bodoh, ayo.. " Panggil Wanita itu berteriak.


"Jangan berteriak suaramu sangat Jelek.. Ruf, kalau kau mau pergi.. Pergi saja tidak perlu mengajakku" Ucap Ken sambil menutup kedua telinganya.


Lantas Rufella tidak kehabisan akal, ia tetap bersih keras ingin mengajak Ken ikut bersamanya ke kediaman Zenia.


"Hei.. Gay, ayo naik.. Atau aku akan menyebarluaskan jati dirimu yang tidak normal itu kepada setiap orang lewat.." ancam Rufella berbisik..


Ken melototkan kedua mata kesal..


"Jaga mulut mu itu..atau aku.."


"atau apa.? Mau menghabisiku silakan saja, aku tidak takut nantinya Zenia akan membalas perbuatan mu itu" kata Rufella memotong ucapan Ken.

__ADS_1


"Naik saja.. dan temani aku menuju kediaman Zenia, berdirilah jangan seperti pengemis yang menyedihkan duduk di tanah, Tampan tapi gila.. Kenapa Zenia bisa berada di sekitar orang-orang aneh seperti dirimu.." lanjut Rufella semakin cerewet sehingga membuat Ken tidak tahan dan secara terpaksa ia berdiri dan masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk tepat di samping wanita menyebalkan itu.


"Coba dari awal.." Ucap Rufella menyinggungkan senyum.


"Sudah, berhentilah mengoceh atau aku benar-benar akan menghabisimu sekarang juga" Kesal Ken menghela napas kasar.


Rufella melajukan mobilnya menuju kediaman sepupunya, seutas senyum kemenangan terukir di wajahnya, ia akhirnya bisa melawan pria ini ikut bersamanya.


***


Sedangkan di tempat lain, Juan menguap di dalam mobil menatap Sam yang rupanya menuju ke kediaman Louis dan Zenia, Sungguh ia melakukan sebuah hal yang sia-sia saja yang mengikuti Sam kemana-mana karena ingin menculik pria tersebut.


"Gila.. " Gerutu Juan.


Juan menarik napas lalu menghembuskannya pelan.


"Huhhhh.."


Juan bergerak dan keluar dari mobilnya, hendak menghampiri Sam yang sudah berada di depan pintu rumah sebelum Sam memencet bel pintu Juan langsung berteriak menyebut nama pria tersebut.


"SAMMMM.. BERHENTI" teriak Juan, Sam yang merasa namanya di sebut menoleh ke arah orang yang memanggilnya..


"Cih.. Pria ini lagi, dari tadi dia mengikuti ku." Gumannya dalam hati.


"Hai, Sam.. Perkenalkan saya Juan.." Ucap Juan begitu berada di hadapan Sam.


"Heheh, Ayo masuk, Kebetulan Zenia sudah menunggu kedatangan mu" Kata Juan mengalihkan pembicaraan. Sam langsung memantung tidak percaya dengan ucapan Juan yang mengatakan bahwa Zenia menunggunya.


Wajahnya menjadi merah karena malu.


"Betulkah.. Kau tidak berbohong kan.?" Tanya Sam mengaruk pelipisnya. Juan mengangguk lalu mengajak Sam untuk masuk kedalaman.


Ceklek..


Pintu rupanya tidak terkunci dengan mudah Sam dan Juan masuk kedalaman.


"akhirnya datang juga.. duduklah, Juan kau duduk di samping ku" Sambut Zenia dengan senyuman namun terlihat terpaksa.


Juan menuruti perintah Zenia, Ia duduk tepat di samping Sepupunya tersebut mengabaikan tatapan mata tajam suami Zenia di sisi lainnya.


"Katanya kau ingin bertemu dengan ku.. Zenia?" Tanya Sam ikut duduk di hadapan Zenia.


"Iya, duduklah dulu, aku masih menunggu kedatangan orang lain" ujar Zenia. Sam mengangguk paham.


Louis merasa sangat risih dengan tatapan Sam kepada Istrinya begitu pun kepada Juan yang duduk di sisi Istrinya.


"Honey, malam ini aku akan menghukumu, jangan salahkan aku kau sendiri yang membuat ku cemburu" Ucap Louis berbisik di telinga Zenia.

__ADS_1


"Hemm.."


"Oh iya. Sam apa yang terjadi kemarin di antara kalian, kenapa kau pergi begitu saja tanpa pamit kepada ku...?" Tanya Zenia mulai memancing.


Sam sedikit terkejut, lalu menghela napas sebelum menjawab.


"Kemari aku sibuk ada pekerjaan mendadak jadi tidak sempat berpamitan Zen. Aku minta maaf " Ucap Sam jelas berbohong.


"Oh.. Begitu rupa nya,." ucap Zenia mengerti. Lalu menoleh ke arah Juan..


"Dimana Ken.. Kenapa kau tidak bersama dengannya..? " Tanyanya.


"Aku tidak tau.." jawab Juan.


"Hei, jangan berbohong kepada ku.. Pasti kau meninggalkannya lagi" Tebak Zenia. Karena itu adalah kebiasaan Juan.


"Aku tidak tau.. Zen, kau tanyakan saja kepadanya jika sudah datang" elak Juan memoyongkan mulutnya. Zenia melotot geram kepada sepupunya tersebut.


"Honey, sudahlah.."Ujar Louis.


Sam kembali membuka suara..


"Zenia.. dimana putri kalian?, aku sangat ingin melihatnya" tanya Sam kepada Zenia dan Louis.


Louis menautkan kedua alisnya tidak suka, temannya ini sok akrab dengan Istrinya.


"Kau tidak perlu melihatnya, pria gila" Ketus Louis tidak tahan ingin menremukan mulut Sam yang tidak bisa berhenti berbicara. Pria itu menatap Sam dengan sangat tajam dan Sam juga membalas tatapan Louis tidak kalah tajam.


Juan dan Zenia menatap kedua pria itu dengan menyengir lalu memutar bola mata malas.


"Zen, sebaiknya kau bersandar saja di bahuku.. Kita memperhatikan kedua saja" Ucap Juan langsung menyadarkan kepala Zenia di bahunya dan tidak ada perlawanan.


.


.


.


.


.


Tbc..!!


Hahah. Apa yang akan terjadi selanjutnya,


πŸ˜ƒπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2