My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Keterlaluan"


__ADS_3

Di dalam ruangan kini hanya ada Louis dan Zenia saja, Juan dan yang lainnya sudah keluar karena perintah dari Zenia.


Louis menatap Zenia dengan wajah menyesal, sungguh ia sudah hampir membuat Zenia membencinya untuk selamanya hanya karena masalah Nesya dan hatinya yang selalu cemburu jika melihat Istrinya dengan pria lain.


"Honey, Aku minta maaf.."


Ucap Louis tidak pernah berhenti, Telinga Zenia bahkan sudah bosan mendengar ucapan itu.


"Iya.. Iya.. Iya Berhentilah meminta maaf, bosan tau"


Zenia mengorek kupingnya malas, Pria ini benar-benar dalam hal apapun selalu saja berlebihan.


Louis tersenyum lega, akhirnya Istrinya sudah tidak marah lagi... ia langsung memeluk dan mencium Bibir zenia sangat lama perlahan ciuman itu menjadi sedikit bernafsu, dengan cepat Zenia menghentikan ciuman itu.. Bayangkan saja Suaminya ini tidak tau tempat untuk menerkamnya kapan saja.


"Louis..umm, henti.. Kan kita masih di kantor, dan ada orang di luar"


Ucap Zenia melepas ciuman itu.


Louis pun tersadar, ia menatap wajah Cantik istrinya lalu memberinya kecupan di kening saja.


Beberapa menit kemudian, Louis masih memeluk Zenia dengan posesif. Lalu bertanya..


"Zenia.. Bisa kau katakan apa rencanamu untuk membalas kematian anak kita"


Tanya Louis penasaran. Namun Zenia hanya menatapnya sekilas lalu berdiri dari sofa.


"Kau mau tau.."


Ucap Zenia di anggukki oleh Louis.


"Tidak perlu Louis lebih baik kau simpan saja rasa penasaranmu itu. Nanti kau juga akan tau"


Lanjut Zenia menolak, ia tidak ingin siapapun mengetahui rencananya termasuk Louis bahkan Juan sendiri ia tidak beritaukan.


"Baik sayang, Ayo pulang sudah sore nih"


Ajak Louis sambil melihat jam tangannya yang menujukka waktu pukul 4 sore.


Louis menarik tangan Zenia, lalu mereka keluar dari kantor hendak kembali ke rumah menghabiskan waktu bersama.


***

__ADS_1


Sampai di rumah Louis di kagetkan kedatangan keluarganya lagi dan di sana juga ada si Nesya, kali ini ia sudah sangat kesal dengan Nesya setelah tau kelakuan wanita itu kepada istrinya.


Mengambil langkah yang lebar, Louis menghampiri Nesya hendak menampar wanita itu namun dengan Cepat mamanya menghentikan gerakannya.


"Louis.. Kau mau apa..?"


Tanya Lina dengan suara kesal, rupanya anaknya ini sudah sangat kasar kepada perempuan.


Zenia yang tertinggal tadi langsung berlari menuju ke arah Suaminya, ia tidak mau jika kelak Louis di benci oleh keluarganya.


"Mama.. Yang kenapa aku hanya ingin menghabisi wanita tidak tau malu ini"


Ucap Louis membentak menunjuk marah kepada Nesya yang sudah takut di buatnya.


"Louis jangan seperti ini, tidak baik ayo duduk dulu"


Ajak Zenia menarik tangan louis. Mengajaknya duduk di sofa diruang tamu. Ia juga sangat tidak bisa menahan amarahnya tapi karena ada orang tua Louis jadi Zenia harus menahan segala kemarahannya.


Zenia mengajak Lina dan Nesya untuk ikut duduk, tersenyum ramah kepada ibu mertua dan Nesya..


"Mah.. Silahkan duduk"


"Hummm.. Zenia sayang ayo duduk di sini"


Nesya yang melihat perhatian louis kepada Zenia sangat marah dan kecewa, ia tidak segan menatap Zenia tidak suka dalam hatinya ia menyumpahhi hal-hal buruk.


Dengan cepat Louis menarik tangan Istrinya duduk di sampingnya karena belum juga bergerak. Lina tersenyum pelan ia bisa melihat kebahagiaan putranya bersama dengan Zenia saat ini..


"Louis kenapa kau tadi sangat keterlaluan kepada Nesya.. Salah apa dia sehingga kau sangat marah".


Tanya Lina pelan. Ia menatap Louis dan Menatunya bergantian.


"Hahahahah.. Mama mau tau. Kelakuan wanita ini, Aku tidak yakin bahwa mama akan percaya jika aku mengatakan kelakuan buruk nya"


Ucap Louis dingin, ia menujuk Nesya yang menatapnya seolah mau menangis.


Lina menghela napas..


"Emang apa yang di lakukan oleh Nesya.. louis dia itu gadis baik-baik tidak mungkin berkelakuan buruk"


Tanyanya bingung.

__ADS_1


"Sudahlah,.. Kalian pergi saja percuma mama tidak percaya kepadaku"


"Louis apa yang terjadi kepadamu.. Apa salahku?"


Tanya Nesya meneteskan air mata.


Zenia memandang wajah penuh kepura-puraan itu berguman dalam hati..


"Dasar wanita Munafik, ternyata actingnya sangat bagus"


"kalian pergi saja.. Sebelum aku mengusir secara paksa"


Teriak Louis hingga wajah merah.


"Kau Ini sangat Keterlaluan Louis sudah berani kau mengusir mamamu hah.. Apa karena wanita ini yang membuatmu berubah seperti ini"


nesya lagi-lagi membuat kesabaran Louis memuncak.. Ia sudah tidak tahan louis berdiri lalu..


Plak!


"Diam.. Pergi kau"


Seketika Nesya mematung ini pertama kalinya Louis menamparnya bahkan di depan Zenia dam juga Lina. Nesya merasa sangat sakit hati berlari keluar dari rumah itu dengan air mata sudah mengalir deras..


Zenia hanya tersenyum simpul namun Suaminya ternyata sangat menyeramkan jika sudah marah.


"Ih.. Menyeramkan"


Guman Zenia sedikit mundur.


Bahkan Lina mama dari Louis tidak menyangka anaknya akan berperilaku kejam kepada Nesya cinta masa lalunya.. Ia memandang Louis kosong tidak menyadari bahwa Nesya sudah pergi dari sini.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc....!!!


__ADS_2