
Louis kembali mendekati Istri dan Putrinya di bibir pantai dengan Zenia menggendong Lareina sesekali mencium bayi mungil itu, entah melihat kebersamaan keduanya selalu membuat Louis senang rasanya dan hidupnya terasa lengkap.
“Honeyyy..” Louis memanggil Istrinya dengan berlari -lari kecil.
Spontan wanita tersebut menoleh kearahnya dengan sebuah senyuman manis, Louis mempercepat langkahnya hingga sampai di hadapan Istrinya lantas Louis memeluk tubuh wanita itu membalas senyuman Zenia untuknya.
“Louis lepas.. sesak” ucap Zenia berusaha melonggarkan pelukan tersebut, Suaminya itu memeluknya terlalu erat dengan tidak sadar bahwa Lareina juga merasakan hal yang sama dengannya.
“ups!!, sorry Honey.. oh iya apa kau lapar ini sudah waktunya makan siang ..?” Tanya Louis.
“tentu saja aku lapar, dari tadi aku dan Lareina menunggumu , kenapa kau begitu lama mengurus orang sinting itu” Ujar Zenia sekilas lalu mengelus wajah Louis yang ada bercak darah sedikit di area bawa mata.
“Maaf Honey, seharusnya aku langsung membunuhnya.. tapi tanganku begitu gatal ingin bermain-main” kata Louis tanpa dosa., Zenia
menggeleng mendengar penuturan suaminya tersebut, ia sudah tidak heran lagi dengan kekejaman Louis kapada orang lain.
“sudahlah Honey.. ayo kita ke restoran,di dekat sini katanya ada tempat bagus untuk makan siang romantic” Ajak Louis sambil merangkul bahu
Istrinya, dan lareina sudah di pindahkan ke kereta bayinya karena bayi itu kelelahan setelah bermain dengan ibunya.
Zenia dan Louis berjalan bersamaan, wanita itu sudah tidak canggung lagi seperti di awal-awal pernikahannya dengan Louis. Pernikahan
mereka sudah berjalan hampir dua tahun dan banyak lika liku yang di hadapi oleh Louis untuk mendapatkan Cinta istrinya.
“Louis sebenarnya tempatnya dimana.. aku sudah lelah kau seret kemana-mana” Tanya Zenia mengerucutkan bibirnya.
“heheh.. Honey, aku juga tidak tau tempatnya” Jawab Louis mengaruk kepala tidak gatal.
Sebenarnya ia juga kelelehan berkeliling menyusuri pantai mencari tempat makan yang orang-orang maksud saat ia berjalan kembali mencari
istrinya tadi.
“Humm.. aku sangat lapar..” Ucap Zenia mengusap perutnya membuat Louis merasa bersalah kepada wanita yang dia cintai itu.
“Honey.. kalau begitu kita kembali kerumah bagaimana..?”
__ADS_1
“cih..” decih Zenia kesal. Padahal belum juga berapa lama kenapa Louis mau pulang..
***
Di tempat lain, Jeffry sudah tiga hari ini menbimbing kedua anak buahnya yang dulunya selalu mengikuti Zenia. Pria itu benar-benar melakukan apa yang di katakannya beberapa hari yang lalu, Nick di bawa ke
organisasi khusus mengubah pribadi seorang pria normal menjadi Gay, sungguh kejam.. walau banyak yang tidak suka dengan tindakan egoisnya, Jeffry tetap di takuti karena memiliki senyuman manis namun tersimpan sebuah sisi jahat di dalamnya.
Jika di liat oleh orang yang tidak mengenalnya pasti orang tersebut akan jatuh pada jebakannya.
Ken hanya menatap Nick di dalam ruangan sana dengan kasihan ia juga pernah merasakan hal yang
sama lima tahun lalu sebelum Zenia, Juan, dan dirinya berhasil kabur dan terlepas dari genggaman pria itu.
“Hei.!!!” Jeffry menepuk pundak Ken dengan sangat keras, hingga membuat Ken mengigit bibirnya menahan rasa sakit tersebut.
“Tuannn..”
“heheheh bukankah bagus melihat temanmu menderita..?, tapi tenang saja begitu Nick seperti dirimu dia akan bebas” Ucap Jeffry menarik
“Dasar orang aneh, kenapa ia tidak mengubah dirinya sendiri menjadi Gay dan justru suka melihat orang menderita” Guman Ken dalam hati
mengutuk Jeffry mana berani ia mengatakannya secara langsung bisa-bisa ia di
mutilasi hidup-hidup.
“Kennn!!!”
“Maaf Tuan saya tadi tidak fokus”
“sudahlah Ken, apa kau sudah tidak pernah di telepon oleh Zenia.. atau suaminya..?” Tanya Jeffry.
“tidak Tuan.. Nona sudah tidak pernah lagi menghubungiku semenjak-“ ucapnya terpotong saat ia hampir membocorkan kemarahan Zenia saat ia
menghubungi Orang di hadapannya tersebut.
__ADS_1
“Semenjak..?”
“Kenapa kau terdiam.. lanjutkan saja..” Kata Jeffry menoleh dan menatap Ken dari samping.
“…”
Ken masih menutup mulutnya tidak menyahut, ia tidak mungkin mengatakan segalanya kepada Jeffry, lebih baik Ken merahasiaakannya saja.
“aku penasaran dimana anak sialan itu berada..” kata jeffry tiba-tiba memikirkan putra satu-satunya tersebut.
“Bisa di pastikan, ia takut kepadaku..Hahahaha” lanjut Jeffry tertawa horror membuat bulu kuduk Ken berdiri.
“Anda memang Kejam Tuan” batin Ken.
“sepertinya begitu tuan” jawab Ken mengangguk kepada Jefrry yang tampak antusia.
Jeffry bersedekap dada menatap Nick yang merasa tersiksa dengan berbagai pria-pria gay bersamanya, Jeffry bukannya tidak punya hati tapi Pria tersebut hanya bertindak waspada kepada orang yang akan menjadi kepercayaanya.
Dia begitu menjaga Zenia dari serangan pria-pria berensek di masa lalu dan ternyata semua usahanya gagal ketika Keponakan kesayangannya itu
menikah dengan Louis tanpa sepengetahuanya terlebih dahulu dan Juan maupun Ken tidak ada yang mengabarinya saat itu. Jeffry menarik napasnya pelan menurutnya Louis adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untuk menganggatikannya menjaga Zenia.
“Andai saja Zenia tidak mencintai Louis pasti aku sudah kebiri pria itu saat pertama kali bertemu dengannya” Gumannya pelan dan Ken yang sangat dekat dengannya jelas sekali mendengar perkataanya.
“Apa kau pernah menyimpan perasaan cinta kepada
Keponakanku..?” Tanya Jeffry.
Ken menelan air liurnya karena terkejut akan pertanyaan Jeffry secara tiba-tiba.
“Tidak Tuan.. saya murni hanya menganggap Nona sebagai atasan saya” Jawabnya.
“aku Kira, coba saja kau pernah, kau mungkin sudah aku kebiri”
“Mampus…” Ken hanya bisa mengumpat dalam hati.
__ADS_1
Bersambung..