My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
IL Eps 8


__ADS_3

~~ Incomplete Love ~~


.


.


.


.


Keesokan harinya, seperti biasa Roni berangkat bekerja bersama dengan Kakaknya namun hari ini situasi mereka berdua sedang tidak baik, kemarin setelah perdebatan di antara kedua Rufella sepanjang hari tidak mau berbicara sedikitpun dan saat di tanya Kakaknya itu hanya menjawab dengan anggukan kepala atau menggeleng.


Sampai di perusahaan, Rufella tampak berbeda dari sebelumnya, wanita itu terlihat sangat tidak bersemangat dan berjalan mendahului Roni dengan cepat.


"Kakak masih marah, hum ... salah dia sendiri, biarkan saja." guman Roni memandang punggung Rufella yang sudah berada di depannya dengan langkah yang sombong. Pria itu hanya menggelengkan kepala dan. menghembuskan napasnya.


"Tuan Roni, selamat pagi." sapa Ken yang tiba-tiba berada di sampingnya.


"Kau mengetkan aku saja, Ken. Oh iya apa kau tidak merasa nyaman dengan kelakuan Kakakku yang selama ini mengganggu kegiatanmu setiap saat?" tanya Roni.


Raut wajah Ken tiba-tiba berubah menjadi pias, pria itu tentu saja sangat terganggu apa lagi sekarang Rufella semakin terobsesi dengannya.


Sejenak Ken menatap lekat kedua mata Roni, dengan mudahnya Roni sudah mendapat jawabannya.


"Ken, aku minta maaf atas nama Kakakku, aku tau jika dirimu tidak suka dengannya tapi aku minta kepadamu agar kau membiarkannya saja, jika kau tidak bisa membalas perasaannya tolong hargai dia, selama ini Kakakku sudah banyak menderita akibat perbuatannya di masa lalu, jadi kumohon kau agar tetap bersabar menghadapinya." ujar Roni menepuk bahu Ken, lalu segera mengajak Ken untuk menuju ke lif, untuk kelantai tempat mereka bekerja.


"Baik Tuan, saya akan bersabar kepadanya." jawab Ken.


Roni menghembuskan napasnya begitu lega, sekali lagi ia akan membantu Kakaknya itu untuk mendapat Ken untuk mendampingi Kakaknya, karena mungkin hanya itu saja yang bisa membuat Rufella bahagia dan tidak terluka lagi.


***


"Nona Rufella, apa Anda hari ini tidak mengikuti pria yang Anda suka." ujar salah satu pegawai kepada Rufella yang masih saja fokus dengan komputernya padahal sudah waktunya makan siang, dan biasanya wanita itu sudah mencari keberadaan Ken kemana-mana dan mengikutinya.


"Tidak, aku mau bekerja." jawabnya singkat.

__ADS_1


"Tidak biasanya Nona, apa Anda punya masalah dengannya?" tanya orang itu lagi.


"Hum ... kemarin dia meminta untuk aku tidak mengganggunya, jadi aku tidak akan mengganggunya dan akan pokus dengan pekerjaanku supaya tidak mendapat marah lagi." sahut Rufella dengan nada suara malas dan lemas.


"Seperti itu. Nona. Umm ... Nona mau ikut dengan kami makan siang bersama." ajaknya.


"Tidak, aku tidak lapar, kalian pergi saja." tolak Rufella tidak memindahkan pandangannya dari komputer.


Pegawai itu sejenak masih berdiri lalu kembali berkata.


"Kalau begitu saya bungkuskan makanan untuk Nona." tawarnya kembali.


"Baiklah, terimakasih." ujar Rufella menghembuskan napasnya, ia tidak mungkin menolak bantuannya dari orang lain.


Pegawai itu tersenyum lalu berpamitan pergi makan siang bersama dengan pegawai yang lainnya.


Suara deringan ponsel menghentikan pekerjaan Rufella, wanita itu segera mengangkat panggilan itu menggeser ikon hijau dan meletakkannya di telinga.


"Halo, ini siapa dan ada apa?" begitulah Rufella mengawali percakapan.


"Gadis nakal, apa kau sudah tidak mengenaliku? Kenapa intonasi suaramu seperti itu, sangat tidak sopan!" ujar orang yang menelponya.


"Kau siapa? salah sambung ... aku sama sekali tidak mengenalmu." kata Rufella dengan datar.


"Huh! Dasar kau ini, ternyata ingatanmu sungguh buruk."


"Kau siapa?"


"Aku? Kau bertanya siapa diriku? Dasar bodoh!" ujarnya Rufella yang mulai kesal, mengerutkan keningnya.


"Memang kau siapa? Dari mana kau mendapatka nomor ponselku dan membuat bingung seperti sekarang ini." ujar Rufella dengan suara sedikit meninggi.


Ken kebetulan lewat tanpa sengaja mendengar percakapan Rufella dengan orang yang berbicara dengannya melalui ponsel, kening pria sedikit berkerut menandakan ketidak sukaan. Namun beberapa saat kemudian Ken memilih melanjutkan langkahnya dan segera meninggalkan ruangan itu dengan cepat sebelum wanita itu melihat lagi dan mengganggunya.


***

__ADS_1


Rufella baru saja menyelesaikan semua pekerjaannya yang tertunda, begitu banyak ... ingin rasanya ia mengeluh namun kepada siapa dirinya akan mengeluh, Ibu dan Ayahnya sudah tiada, kepada Roni ia tidak mungkin mengatakan keluhannya, Rufella tanpa sadar meneteskan air matanya, dahulu ia pernah bermimpi hidup bahagia bersama dengan keluarganya namun siapa yang tau jika selama ini kebohongan demi kebohongan selalu di katakan oleh Ayah dan Ibunya selama hidupnya, Rufella tentu saja percaya akan kebohongan itu bahkan karena kedua orangtuanya Kakek, Paman dan Bibinya meninggal gara-gara perebutan harta.


Awalnya dirinya juga seperti itu, dirinya hanya di butakan dengan harta, ia tidak pernah merasa bahagia dan begitu bebas seperti sekarang, walau harus mencari uang di perusahaan keluarganya sendiri namun Rufella kini berpikir dirinya sedikit bermanfaat.


Wanita itu mengusap air matanya yang mengalir, rasa sedih di tinggalkan oleh kedua orangtuanya masih sering menghantui pikirannya, menghabiskan waktu mengganggu Ken merupakan hiburan tersendiri baginya namun nyatanya hatinya justru sakit saat mendapat penolakan dari Ken.


"Kakak ...." panggil Roni.


"Ada apa?" sahut Rufella tanpa menoleh kearah saudaranya, dengan cepat wanita itu menghapus air matanya yang berbekas di kedua pipinya.


"Ayo pulang, aku akan mengajak Kakak ke Mall hari ini." ujar Roni.


"Tidak perlu, jika kau hanya mau mengajakku tanpa memberiku uang. Itu akan percuma saja."


"Aduh Kakak ini, jangan marah ... aku minta maaf atas sikapku kemarin, Ayo aku akan membelika apapun yang Kakak mau sebagai tanda sayangku." ujar Roni. sesaat Rufella berpikir, mungkin ini kesempatan yang bagus.


"Mau tidak? Kalau Kakak tidak mau ya sudah." tanya Roni menunggu jawaban. Namun tidak mendapat jawaban.


"Di batalkan saja yah ... Hum sayang sekali." ujar Roni mengusap wajah lalu menatap Kakaknya seperti orang yang gagal.


"Kakak tidak mau?" tanya Roni sekali lagi memastikan.


"Aku ajak Ken loh ... untuk menjadi supir sementara." ujar Roni.


Wajah wanita itu tiba-tiba berbinar namun ia berusaha untuk mempertahankan ekspresi wajah datarnya.


"Kalau kau memaksa aku tidak bisa menolaknya." Kata Rufella seketika langsung menyetujui dan terlebih dahulu ia mematikan komputernya lalu segera beranjak untuk berangkat menuju Mall.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Santai πŸ™πŸ™ cuma 20 eps kok. 🀣🀣🀣


__ADS_2