
Zenia mengegirkan kening saat mobil yang di tumpanginya memasuki sebuah mansion besar di hadapannya. Matanya mulai menjelajahi area sekitar Mansion tersebut.
Mobil berhenti dengan Sigap Louis segera keluar lalu membukakan pintu untuk Istrinya.
"Ayo... Honey, mereka sudah menunggu kita di dalam"
Ucap Louis mengulurkan tangannya. dengan santainya Zenia meraih uluran tangan tersebut menyinggungkan senyum.
Jantung Louis berdebar begitu kencang setiap Zenia memberikan sebuah senyuman manis kepadanya, walaupun mereka berdua sudah menikah tapi Zenia sangat jarang tersenyum tulus. Jadi louis selalu bersyukur jika Sebuah senyuman terukir di wajah Istrinya.
Mereka melangkahkan kaki tangan bergandengan satu sama lain, Louis dan Zenia masuk ke dalam mansion besar tersebut.
Di dalam sana Keluarga Louis sudah berkumpul menyambut kedatangan Louis dengan Istrinya. Bibi marget yang paling bersemangat karena sudah lama ia tidak bertemu dengan Istri dari keponakannya itu yang sangat menarik.
"Zenia.. Selamat datang"
Bibi marget yang terlebih dahulu menyambut kedatangan Zenia. Mamanya Louis melotot kesal kenapa bukan dia yang terlebih dahulu menyambut kedatangan menantunya.
"bibi... Sudah lama tidak berjumpa, aku merindukanmu"
Ucap Zenia memeluk bibi marget.
Louis yang begitu posesif menarik Istrinya dari Marget, ia tidak mau jika Istrinya dipeluk oleh orang sekalipun itu salah satu keluarganya.
"Louis.. Zenia silakan duduk"
Ajak Alexander papa dari Louis membuka suara.
Zenia dan Louis segera medudukkan tubuhnya di atas sofa, berdekatan dengan Mama dan papanya.
Lina memegang tangan Zenia menatapnya lembut..
"Zenia sayang. Kau mau makan apa"
"Mama, Sebenarnya kami belum sempat sarapan.. Karena terburu-buru datang kesini"
Ucapnya melirik Louis di sampingnya.
Lina menatap tajam ke arah Anaknya Louis..
"Dasar.. Kau ini mau membuat menantu mama kelaparan.. Hah"
Geram Lina menatap tajam Anaknya sendiri.
"Marget.. Kau segera siapkan makanan untuk MENANTUKU"
Lina sengaja menekan kata menantu agar marget tau hal itu.
Alexander terkekeh mendengar penuturan dari Istrinya, ternyata sifat positif dari Lina menurun ke Louis anak mereka.
"dan kau anak nakal.. Aku tidak menyangka kenapa Zenia bisa sial mendapatkan suami yang tidak perhatian seperti dirimu"
Lanjut Lina semakin menekan Louis.
"Mama!!, Kenapa kau mengatakan seperti itu... Zenia tentu saja beruntung memilikiku di sisinya, Jika kutau lebih awal.. Aku tidak akan datang kesini"
Ucap Louis tidak suka dengan ucapan dari mamanya sendiri, bagaimana bisa mamanya sendiri berkata demikian.
Lina mengabaikan ucapan Louis lebih baik ia bersama menantunya saja. Dan mengajaknya ke maja makan.
__ADS_1
"Zenia sayang ayo kita ke meja makan, tinggalkan saja suami tidak bergunamu itu"
Ajak Lina mengandeng tangan Zenia, namun ternyata Louis juga menarik tangan Istrinya tidak mau melepaskannya..
Lina melototkan mata begitupun Louis yang melakukan hal yang sama. Zenia yang berada di antara keduanya hanya menoleh bergantian tidak tau harus melakukan apa?.
"Louis.. Lepaskan Istrimu, dia butuh makanan agar gizinya bisa seimbang"
Teriak Lina marah.
" Mama yang seharusnya melepaskan Istriku.. Biarkan aku saja yang membawa ke meja makan.."
Balas louis tidak mau mengalah.
Lantas Zenia memberikan sebuah saran untuk keduanya..
"Mama... Louis, lebih baik. Kita bersama saja.. Louis bukannya kau juga lapar jadi sekalian saja Ok"
"Honey.."
"Ayo.. Mama, Louis"
Zenia mengandeng tangan sepasang anak dan ibu tersebut sambil memberikan senyuman.
"Pantas saja.. Louis begitu mudah mencintai Zenia"
Guman Lina dalam hati, ia sangat takjub dengan menantunya ini.
***
Di meja makan zenia duduk di antara Lina dan Louis yang sama-sama tidak ada yang mau mengalah. Marget yang sedari tadi memperhatikan kelakuan Louis dan Lina hanya menghembuskan nafas panjang..
Marget merasa sangat kasihan dengan Zenia maupun Louis ketika mendengar penuturan dari Lina kemarin malam bahwa mereka baru saja kehilangan anak di dalam kandungan. Namun ia sama sekali tidak tau apa penyebabnya.
"Zenia makan yang banyak"
Ucap merget ikut duduk di hadapan ketika orang itu.
"Iya.. Bibi"
Jawabnya singkat lalu tersenyum manis.
Lina dan Louis begitu sibuk memberikan makanan untuk Zenia..
"Honey makan yang ini.."
Ucap Louis menyuap sesedok makan ke mulut Zenia yang masih terlihat penuh dengan makanan di dalamnya.
"Zenia sayang.. Buka mulutmu"
Lina itu menyendokkan makan ke depan mulut Zenia.
"Louis.. lina apa kalian tidak melihat Mulut Zenia saat ini"
Kesal marget melihat tindakan keduanya..
Seketika Louis dan Lina melihat keadaan Zenia yang ternyata mulutnya masih penuh dengan makanan..
"huhk... "
__ADS_1
Dengan cepat Marget segera memberikan air minum untuk Zenia
"tu.. Kan Zenia tersedak"
Louis menepuk-nepuk pelan belakang leher Zenia..
"Tidak apa-apa.. Aku sudah baik mah"
Ucap setelah merasa lega,Ia menatap Lina yang tampak khawatir dengannya.
Setelah memberikan makanan kepada Zenia. Ketiga orang itu kembali mengajaknya ke ruang tamu, karena keluarga lainnya masih ingin melihat Zenia dengan jelas.
Sampai di sana wajah Zenia seketika menjadi datar melihat kedatangan Nesya yang berurai air mata di samping papanya louis. Tidak jauh dari Zenia Lina dan Louis juga mengubah mimik wajahnya menjadi kesal.
Yang lainnya tidak mengetahui kelakuan Nesya yang sebenarnya, menjadi penyebab keguguran yang di alami Zenia.
Tidak tau malu Nesya langsung berlari memeluk Louis tidak peduli jika yang lain melihat tindakannya sekarang..
"Louis.. hiks.. Hikss. "
Nesya menangis terseduh-seduh di dada Louis yang masih membatu tidak membalas pelukan itu.
Zenia sama sekali tidak mau melihat Nesya saat ini di bimbing oleh Luna dan marget duduk di sofa.. Ia membiarkan Suaminya dan Nesya terlebih dahulu ia tau yang terjadi sebenarnya.. Pasti wanita itu akan mengadukan perihal Apartemennya yang kacau dan benda berharganya hangus kepada Louis.
Perlahan louis tersedar, ia melihat sosok yang tadi berada di sampingnya sudah berpindah ke sofa dan menatapnya penuh arti dengan Nesya.
"Lepas.. Nesya"
Ucap Louis datar.
Bukannya melepasnya Nesya semakin mengeratkan pelukan itu dan mengeraskan suara tangisannya..
"Sungguh Lucu.. Hahahhhaha"
zenia berguman dalam hati menyengir, melihat tindakan Nesya.
Sedangkan Louis tertegun melihat Istrinya yang tampak sangat santai melihatnya dengan Nesya sekarang.. Apa Zenia tidak cemburu melihatnya di peluk oleh orang lain..!?
Louis semakin takut jika sesuatu hari nanti Zenia akan benar-benar direbut oleh orang lain, melihat raut wajah Zenia yang tampak sangat tenang dan santai membuat Louis merasakan sakit hati.. kenapa Istrinya itu tidak pernah sekali pun menujukan rasa cinta dan cemburu kepadanya.
"Nesya.. lepaskan aku aku"
Kata Louis terus memperhatikan Istrinya duduk tanpa kata di sofa. pandangan Louis tidak pernah lepas sama sekali dan Zenia tidak menanggapinya.
Lina melihat kerisihan dari Louis menarik nesya dari perlukan itu..
"Nesya."
ucapannya menekan kemarahan yang hampir mengebuh.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc..!!!