My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Aku sudah Tau dan Aku Tidak Peduli"


__ADS_3

Zenia melajuka mobil kembali ke rumah Louis, sebelum pergi Zenia ingin menghabiskan waktunya berdua saja dengan louis, malam ini akan menjadi kenangan indah.


Suara nyanyian radio mobil begitu menyujukkan hatinya yang terasa sangat berat, Zenia menikmati perjalanannya sendiri. Keramaian jalan raya menjadi kesukaannya selama ini sebab ia bisa terhibur dengan melihat orang saja.


Tringggg...


Ponselnya berbunyi, Tertera nama louis disana hampir 100 panggilan tidak terjawab.


Zenia tidak mengangkatnya, tapi membalasnya dengan sebuah pesan agar Louis tidak khawatir tentangnya..


"Aku dalam perjalanan pulang ke rumah, Berhentilah meneleponku"


Zenia mengetik cepat pesan itu karena lampu merah sudah berubah menjadi hijau.


Senyum miris terukir jelas di wajahnya. Zenia bimbang dengan dirinya sendiri, Louis terkadang berlebihan tapi ia sangat suka hal itu.


"Hah... "


***


Mobil Zenia berhenti melaju, ia akhirnya sampai di rumah suaminya itu, ia menghela napasnya terasa sangat berat.


"Louis..! "


Panggilnya ceria ia berlari ke arah Louis lalu memeluknya erat.


"Honey.. Kau"


"Ayo kita masuk kedalaman"


Ajak Zenia melepaskan pelukan itu berahli ke bahu Louis lalu merangkulnya.


Masih tidak percaya Louis melototkan kedua mata tertegun dengan perubahan Zenia yang tiba-tiba kembali manis lagi. Langkahnya yang di seret oleh Istrinya sendiri, louis masih tidak percaya jika saja ini sebuah mimpi Louis berharap tidak pernah bangun lagi.


Sampai di kamar Zenia menuntun Louis duduk di atas kasur, lalu ia sendiri ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Louis masih mengatur detak jantungnya, ia merasa sangat bahagia, Zenianya sudah kembali seperti dulu, apa janji istrinya itu kepadanya dulu bahwa Zenia akan membuka hati untuknya kini tengah di lakukan Oleh Istrinya.


Louis menepuk kedua pipinya sendiri berharap ini kenyataan.


"Ah.. Sakit"


Pekiknya mengelus pipinya sendiri yang terasa sakit, bukan mimpi rupanya


Mata louis seketika menoleh ke arah pintu kamar mandi sudah terbuka dan Istrinya selesai mandi, tapi ada sesuatu yang membuat dirinya bingung.


Zenia memakai piyama cukup sexy, Louis menggigit bibir sendiri menelan air liur melihat Istrinya sangat menggiurkan dan mengundang hasratnya.


"Louis.. Aku menginginkanmu"


Bisik Zenia kini sudah berada di pangkuan louis dan mengoda suaminya.


"Honey. Aku mencintaimu sampai kapan pun"


Louis merebahkan tubuh mungil istrinya itu di atas kasur, mencium bibirnya itu tangannya sudah berada di dalam pakai Zenia perlahan Louis melucuti semua pakaian melekat di tubuh Zenia dan langsung menindihnya.


Dengan perasaan berbunga-bunga Louis melampiaskan hasratnya, setiap saat Zenia dapat membuatnya gila sekaligus bahagia.

__ADS_1


>


Selesai dengan itu. Zenia belum memejamkan kedua matanya, louis memeluknya dengan erat matanya terpejam.


Zenia menatap wajah Louis, lalu tersenyum sendiri.


"Apa yang harus kulakukan Louis, Aku takut kehilangan mu"


"Jika saja, aku bukan penyebab seseorang yang penting dalam hidupmu itu mati, pasti aku mempertahankan hubungan kita sampai kapan pun, Apa dayaku.. Aku bukan orang egois, Kau harus bisa belajar melupakanku kelak.. Jangan pernah menjadi menyebalkan lagi."


Curhat Zenia tanpa sadar bahwa louis mendengar semuanya.


"Louis..? Aku menyukaimu"


Ucapnya sebelum menutup kedua mata,.


Louis yang mendengar itu hanya tersenyum saja, Zenia benar-benar sudah menyukainya.. Louis juga mendengar rencana Zenia yang ingin Meninggalkannya harus dapat mencegah hal itu.


,<>


Malam berlalu begitu saja.. Waktupun sudah hampir pagi Zenia sudah bersiap-siap untuk pergi dari rumah itu sebelum Louis terbangun dari tidur lelapnya.


"Selamat tinggal Louis"


Zenia memejamkan matanya sebelum membuka pintu itu secara perlahan.


"Mau kemana kau..? "


Tanya seorang dari belakang tubuhnya, Zenia yang kepergok tidak tau harus apa.?


Ia berbalik dan menatap Louis yang kini berhasil memegang kedua tangannya.


Zenia meronta tapi Louis tidak peduli dengan itu, ia menata kosong Zenia yang ingin meninggalkan dirinya sendirian.


"Jangan pergi, Aku tidak mengizinkan mu"


Ujar nya dingin.


"Lepas.. Juan sudah menungguku"


Ucap Zenia berusaha melepaskan tangan Louis itu.


"Sudah kukatakan jangan pergi, Kau selalu membantah dan terkadang manis juga dingin kepadaku.. Apa salahku sebenarnya Zenia..?"


Tanya Louis menarik Zenia kembali masuk ke dalam kamar.


Zenia lelah juga meronta ia kini terdiam, lalu menatap louis tidak suka.


"kau sebaiknya melupakan aku Louis. Aku tidak pantas menjadi milikmu"


"Kenapa..? Apa alasannya..?"


"Tidak ada alasan aku selama ini hanya bersandiwara di depanmu saja., jadi lupakan aku Ok"


Ujar Zenia memalingkan wajahnya ke arah jendela kamar.


Louis mengerutkan dahi, alasan Zenia ini tidak dapat ia terima begitu saja.

__ADS_1


Sekarang ia menarik Zenia ke pelukannya mencium bibir yang terasa manis itu.


"umm.. Louis aku.. Lepas, Jangan memaksa ku"


"Sayang, jangan pergi.. Lebih baik aku mati di tanganmu saja, biarkan aku menyusul adikku yang sudah lama meninggal itu, Bunuhlah aku sebelum kau pergi"


Louis menautkan kening Istrinya dengannya, Ia sudah tau semuanya, ia bukan lah orang bodoh yang tidak tau siapa sebenarnya Zenia itu. Informasi dari Nick hanya sekadar memastikan kejujuran dari sahabatnya itu.


Zenia terdiam mencerna ucapan Louis yang tiba-tiba seperti itu, ia tersentak dan langsung melotot tidak percaya.


"Kau... Tau identitasku Louis? "


Tanya Zenia mencoba menjauh Louis, ia kini sudah takut dengan suaminya sendiri.


"Jangan mendekat, Ambil ini jika kau ingin membalas ku"


Lanjut Zenia menyerahkan sebuah pistol kecil kepada Louis.


tidak di sangka Louis mengambil Pistol itu, Zenia memejamkan matanya sudah siap, baiklah ini detik-detik terakhir hidupnya ia bahagia jika louis yang melakukannya.


"Buka matamu Honey... Aku memang sudah tau semuanya dan aku tidak peduli akan hal itu."


Ucapnya mendekat. Pistol di tangannya tadi sudah ia buang.


"Louis.. Aku ingin pergi, kumohon lepaskan aku masih banyak wanita yang akan siap menjadi istri mu"


Zenia menggeleng ia mundur ketika Louis mendekat ke arahnya.


"Tidak.. Lebih baik aku mati saja"


ujar Louis mendekat lagi.


"Jangan seperti ini Louis kau membuatku kembali bimbang, Izinkan aku pergi kumohon"


Ujar Zenia tidak bisa lagi menahan gejolak dalam hatinya.


"Jangan Sayang, Aku sangat takut jika kau pergi, lupakan masa lalu dan kita menatap masa depan bersama-sama"


Bujuk Louis, ia tidak akan pernah mau kehilangan lagi.


Zenia menggigit bibirnya, kenapa dia menangis, tangan Louis mengusap air mata itu lalu memeluk Zeniab berharap Istrinya tidak pergi.


"Maafkan Aku Louis, kumohon maafkan aku"


guman Zenia membalas pelukan hangat itu, sungguh persaanya sudah Lega.


.


.


.


.


.


Tbc...!!!

__ADS_1


um.. cukup pendek yah.. 😁😁😁


nikmati cerita ini saja.. ok.


__ADS_2