My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Dilema"


__ADS_3

Zenia menatap Juan dan Louis secara bergantian, Wanita itu mendudukkan tubuhnya ke kursi dan melihat permainan Suaminya dan Juan kepada dua orang gila tersebut.


" Sepertinya menarik.." guman Zenia menyinggungkan Senyum.


Auh..


Zenia merasakan hidungnya sakit, Ia mengusap hidungnya dan betapa kaget dirinya melihat darah..


"Sialan.." Geram Zenia.


___


Louis dan Juan..


Mereka melawan.. Devan dan Geo satu lawan satu..


Louis menghadapi pria tua bangka itu.. Dengan membalas perbuatan yang sama Louis tidak henti-hentinya menghajar Devan tanpa ampun.


Bugh


Bugh


Bugh


Louis menghajar Devan tanpa ada celah, semakin lama Louis semakin kesetanan menghajar Devan.


"Tua bangka, sialan.. Beraninya kau mengganggu Istriku" Ucap Louis dengan wajah yang menunjukkan kemarahan besar.


"Mulut mu itu akan aku robek, Dasar manusia tidak berguna" Lanjutnya.


Pranggg..


Louis memecahkan Vas bungan yang di berada di atas meja lalu mengambil salah satu pecahannya..


Aaarrhhh...


Senyuman terukir di wajahnya tak kala dia berhasil menusuk dan merobek legan dan paha Devan dengan menggunakan benda tajam itu.


"Louis.. ak.. u. Minta.. Maaf" ucap Devan dengan terbatah-batah.


"Maaf.. Tuan, dalam kehidupan ku tidak ada ampun. Kau berani menyakiti Istriku maka kau juga harus berani mendapatkan imbalannya" Sinis Louis.

__ADS_1


Setelah itu Louis menyeret tangan Devan dan membenturkan kepala pria itu ke sudut meja...


"Aaaahhhhh" Teriak Devan merasakan sebuah rasa sakit tidak tertahankan, matanya perlahan menutup karena rasa sakit. Louis mencengkeram wajah Devan dan mengguncangnya..


"Jangan pikir dengan kau pingsan aku akan mengampuni mu.. bangun!!" perintah Louis namun sayang Devan sudah tidak mendengar nya.


"Buka mata mu Bodoh, Aku belum puas.. Pengecut"


"Tua bangka sialan,." Ucapnya kesal, padahal belum seberapa Devan sudah pingsan. Louis mendorong tubuh itu ke tembok tidak berdaya lalu. menginjaknya sebelum meninggalkan-nya.


Setelah Itu Louis mendekat ke arah Juan dan Geo.. Meninggalkan Devan yang bercucuran darah di bagian sekujur tubuhnya. Ia menepuk bahu Juan dan berkata..


"Juan.. Biarkan aku mengambil ahli.." ucapnya. Juan menoleh menghadap Louis.


"Hei.. Bodoh, aku saja.. Kau urus Istrimu di sana lihatlah hidungnya berdarah, asal kau tau dia sedang menahan amarahnya sendiri" balas Juan menunjuk Zenia yang duduk di sana dengan wajah datarnya.


Louis yang baru sadar langsung menoleh..


"Ya.. Ampun aku lupa dengan Zenia" Gumannya dalam hati.


Louis melangkah setelah memberikan pecahan kaca di tangannya kepada Juan dengan maksud memintanya untuk mengorek lehernya Geo. Louis mempercepat langkahnya menuju Zenia.


"Honeyyyy" Teriaknya..


"Berhentilah berteriak dan duduk saja" Ujar Zenia, louis sudah ada di hadapannya dengan wajah seperti bocah tengil.


Louis menarik tangan Zenia dan menyuruhnya berdiri terlebih dahulu..


"Mau apa. Kau..?" tanya Zenia menyengirkan dahi.


"Honey berdiri dulu, aku akan mengobati lukamu" katanya.


"Tidak usah, nanti Ken yang akan mengobatinya" Tolak Zenia, Louis memasang wajah kesal.


"Aku saja.. Sini kan Wajahmu Honey"


"Tidak perlu apa kau tuli Louis! " Teriak Zenia tidak kalah kesal. Louis hendak marah namun mengurungkan niatnya saat melihat darah di hidung Zenia kembali mengalir..


"Honey.. Hidungmu, Darah" bisik Louis tidak terdengar karena takut Istrinya mengamuk.


"Ada apa lagi..?" Tanya Zenia berbalik...

__ADS_1


"Kita pulang saja.. Honey" Pinta Louis mengalihkan pembicaraan.


Zenia menatap louis sekilas lalu mengabaikan suaminya.. Tiba-tiba dia di kagetkan oleh Louis yang melepas jaketnya lalu menempelkan sapu tangan ke hidungnya..


"Honey... Ayo pulang,.. Lareina pasti mencari kita" ujar Louis. Zenia mendengar nama anaknya sesaat terdiam.


"Aku mau pulang.. Tapi aku belum selesai dengan kedua orang gila ini Louis" Katanya..


"Honey, ada Juan yang akan mengurus-nya. Kita pulang yah.. Lareina merindukan Ibunya" Louis membujuk istrinya.


Zenia terdiam lagi dan bimbang harus bagaimana, antara putrinya atau pembalasnya. Wanita itu sejenak menoleh ke arah Juan.


"Pergilah Beby.. Ken dan Nick pasti sudah ada di luar, mereka akan masuk kesini sebentar lagi.. kau pulang lah dan urus keponakan ku" Ujar Juan tersenyum manis lalu kembali melanjutkan menghajar Geo.


Zenia mengangguk lalu menarik tangan Louis beranjak pergi dari tempat itu.


***


Louis memapah tubuh Zenia menuju ke Mobilnya, Louis rasanya ingin menangis melihat betapa kacaunya keadaan Istrinya sekarang ini.


"Ketuaaaa.." teriak seseorang menghentikan langkah Zenia maupun Louis.


"Datang di waktu tidak tepat.." Gerutu Louis melihat Ken yang menghampirinya dan Istrinya.


"Ada apa Ken..?" Tanya Zenia.


"Ketua. hidung anda.? kenapa bisa seperti ini.?" Tanya Ken begitu panik bahkan lebih panik dari Louis tadi.


"Tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja. kau masuklah dan bawa kedua orang gila itu ke markas dan kurung di dalam ruangan penyiksaan.. nanti jika ada waktu aku akan datang" Terang Zenia.


Ken mengangguk dan mengabaikan tatapan Louis. Ken sadar bahwa dirinya sudah tidak terlalu di butuhkan lagi oleh Zenia.


Setelah Ken pergi Zenia dan Louis melanjutkan langkah dan masuk ke dalam mobil. di dalam perjalanan pulang Zenia sesekali bercermin melihat wajahnya.


"Uh.. baru kali ini aku babak belur, pasti ke mampuanku sudah melesat turun" Gerutu Zenia kesal dengan dirinya sendiri yang tidak sekuat dahulu.


"Honey kau yang terhebat, Kemampuan mu masih tidak. menurun.." Ujar Louis,.Zenia menaikkan alis atas pujian dari Suaminya.


"Sudahlah..".


..

__ADS_1


Tbc..


pendek yah.. Sorry pikiran ku kacau


__ADS_2