
Tampak Louis sedang termenung di meja kerja di ruang baca dalam di kediamannya, pria itu tidak pernah meninggalkan Istrinya beberapa hari ini. Zenia duduk tepat di hadapannya tapi pandangannya hanya terarah ke ponsel miliknya.
Louis hanya terdiam saja, pikirannya sangat kalut.. haruskan ia benar-benar mengajak istrinya untuk ke dokter untuk konsultasi.
Lelah terdiam terus Louis akhirnya membuka suaranya..
"Honey, apa kau mau ke dokter bersama ku..?"
Zenia mengangkat wajahnya memandang Suaminya heran.
"Untuk apa.. Ke dokter, apa kau sakit.."
Tanya Zenia lalu berdiri berjalan ke arahnya.
"Tidak, aku tidak sakit"
louis menggeleng.
"Terus kenapa kau ingin ke Dokter? Untuk apa bukannya hanya orang sakit saja datang ke dokter..?"
Tanya Zenia kini sudah berada tepat di samping Louis menatapnya dengan raut wajah penuh kebingungan.
"Ayo Kita Konsultasi honey.."
Ujarnya, Louis memegang kedua tangan m istrinya lalu mengecupnya lama.
"Konsultasi..? Untuk apa".
Tanya Zenia masih belum bisa mengerti keinginan Louis.
Louis menarik Zenia ke pelukannya lalu mencium kening.
"Supaya, Louis atau Zenia kecil bisa segara hadir diantara kita sayang"
Ujarnya, Zenia mengerutkan kening maksud Louis ingin konsultasi agar mereka bisa mendapatkan anak lagi.. Begitu.
"Aku tidak mau, merepotkan saja"
Kata Zenia menepis tangan louis yang hendak mengelus wajahnya.
"Honey.. Ayolah. Aku sangat ingin baby kecil lagi pula seorang anak akan mempererat hubungan kita.. Mau yah."
Bujuk Louis matanya melemas ketika berkata seperti itu.
Sejenak Zenia berpikir, ia sangat tidak suka dengan bau obat-obatan di rumah sakit, tapi teringat dengan Ken masih di menjalani perawatan dan belum sembuh.,sekalian saja ia menjenguknya.
zenia tersenyum lalu mengangguk menyetujui ajakan dari Suaminya itu.. Bocah tua.? Zenia berpikir seperti itu setia saat ia melihat tingkah Louis.
___
Β
Sekarang Zenia Dan Louis duduk di hadapan seorang dokter Kandungan tapi jenis kelaminnya laki-laki.. Louis sepertinya salah dokter., ia menatap tajam ke arah dokter muda itu yang tidak pernah melepaskan pandangannya ke pada Istrinya.
"Dokter.. Kau lihat apa..?"
Louis bertanya karena sudah sangat kesal bukan main. dan Dokter muda itu menoleh ke arahnya beberapa saat mereka beradu pandang.
"Maaf.. Tuan., um nama anda siapa.. Aku lupa lagi"
Ujar Dokter itu sengaja.
__ADS_1
"Louis.. Apa betul anda Dokter kandungan yang bernama Cassandra..?"
Tanya Louis memastikan bahwa dia tidak salah dokter.
"Iya.. Tuan, Cassandra cuma nama belakang saja dan semua orang bisa memanggilku Dokter Rony"
Jawabnya sambil melirik ke arah Zenia.
Louis mendesah kesal, ia tidak melihat jelas nama Dokter itu, Keliru.. louis sangat menyesal lihat saja, istrinya di pandang terus tanpa henti membuat jantungnya bagaikan di remas paksa sangat sakit.
Louis hendak berdiri mengajak istrinya keluar dari sana, dirinya tidak akan tahan lebih lama lagi rasa cemburu sudah menyelimuti otak dan pikirannya, lebih baik ia mengurungkan niatnya untuk konsultasi kepada Dokter.
"Sayang ayo keluar, kau sepertinya tidak nyaman"
Ajaknya menarik tangan Zenia yang masih duduk serius dengan Ponselnya sendiri.
"Apa.. Sudah selesai? "
Tanya Zenia, tadi ia tidak memperhatikan keduanya, Ia sangat fokus dengan ponselnya. Louis mengangguk cepat.
"Maaf Tuan, aku belum menyampaikan satu katapun kepada anda"
Dokter itu membuka suara, zenia langsung menahan louis lalu.
"Louis... Kata dokter belum,"
"Sudahlah.. Sayang, aku tidak suka disini"
Tolak louis saat Zenia menariknya kembali menuju ke tempat sebelumnya.
Tidak lama Dokter itu kembali berkata..
"Nona. Cantik kenapa pamanmu justru mengajakmu bukan istrinya"
"Paman..?, maaf maksudnya siapa.? "
Tanya Zenia heran ia sama sekali tidak melihat tanda-tanda kehadiran pamannya.
"Itu.. Yang di dekat anda nona"
ujar Dokter itu lagi..
"LOUIS"
kaget Zenia membulatkan kedua mata tidak percaya dengan ucapan Dokter itu, ia menatap Suaminya.
mendengar itu Louis.. rahang pria itu sudah mengeras, wajahnya menujukkan kekesalan yang di batas.
"Dasar Dokter buta, Dia bukan keponakan ku tapi Istri ku, akan membuatmu di pecat dari sini, berani juga rupanya kau berkata kurang ajar"
Louis memaki terus ia sangat ingin menghajar Dokter kandungan itu hingga babak belur, jika saja Zenia tidak menahannya sudah pasti Louis tanpa ragu akan menghajarnya. Enak saja di bilang dirinya Seorang paman yang mengajak Keponakannya.
Dengan Susah payah Zenia mengajak suaminya keluar.
"Sudah. Ayo pergi saja, Sebaiknya kita menemui Ken saja, kebetulan juga dirawat di rumah sakit ini"
Ujar Zenia ketika sudah berhasil membawa Louis keluar dari ruangan itu.
Louis menghembuskan nafas sambil memejamkan mata.
"Honey.. Apa aku setua itu?"
__ADS_1
Tanya Louis berharap istrinya tidak mengatakan bahwa dirinya sudah tua. Umur saja baru 29, istrinya saja yang tampak masih belia padahal 22 tahun.
"Hehehh.. Tua?, siapa. Yang tua itu kakekku. Berhentilah memikirkan ucapan Dokter tadi.. yang terpenting kau sangat Tampan"
Ucapan Zenia itu sangat menyejukkan hati louis yang terbakar kemarahan tadi.
Louis tersenyum kepada sang Istri, lalu menggenggam tangannya dan berjalan bersama menuju ruangan Ken dirawat.
"Honey.. Bagaimana Ken bisa di rawat..?"
Louis bertanya karena belum tau penyebab Asisten pribadi Istrinya yang ternyata di menjalani perawatan di rumah sakit, Pantas saja beberapa hari ini Ia tidak pernah melihat Ken.
"Dia.. Mendapat luka yang cukup dalam bagian perutnya di tusuk"
Jawab zenia santai, hal seperti ini sudah bisa bukannya hanya Ken yang pernah mendapat luka seperti itu bahkan Juan dan Nick juga pernah karena melindungi dirinya.
Louis kaget, apa yang telah terjadi sebenarnya..?
***
Di tempat perawatan Ken..
Zenia langsung mendekati ken begitu ia sampai lalu memeriksa keadaan Ken.
"Ken.. Apa masih sakit"
Tanya Zenia sambil menekan-nekan luka yang di perban itu.
"Uh.. Nona.."
Keluh Ken berusaha mati-matian menahan rasa perih itu. Zenia pun menjauhkan tangannya ketika perbannya terlihat berdarah sedikit.
"Maaf.. Ken aku hanya ingin memastikan saja"
Ujar Zenia, ia tidak menyesal.
Louis pun melangkah mendekati Ken dan menatap dari ujung kaki hingga kepalanya.
"Honey, jadi sekarang Ken akan kau ganti"
Ucap Louis begitu saja, tanpa merasa kasihan dengan Ken. Zenia menggeleng.
"Kenapa Honey.. Bukannya Asistenmu ini masih tidak bisa bergerak banyak dan bisa membantu mu lagi"
"Tidak akan pernah ku ganti, Ken akan selalu menjadi Asisten pribadi ku dan orang lain tidak bisa menggantikan posisinya"
Zenia berkata tanpa ada keraguan di dalamnya. Louis mengubah mimik wajah menjadi kesal. Ia menatap ken seolah ia akan memakan ken hidup-hidup.
"apa Ken penting bagimu..? "
suara Louis kini sudah sedikit dingin. Zenia hanya terdiam tidak menanggapinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc..!!!