
~~ Incomplete Love ~~
.
.
.
.
"Aku pergi dulu, kau jangan macam-macam jika selama berada di apartemenku." ujar Ken mengambil jaket hitamnya yang tergantung di belakang pintu.
"Iya Ken, aku akan menjadi tamu yang baik, pergilah tapi cepat kembali, aku akan membuat makan malam." kata wanita itu duduk di sofa dengan kaki yang saling di tumpu satu sama lain.
Ken pergi begitu saja tanpa menyahut, dirinya sangat sibuk dan sudah di tunggu oleh Juan agar segera menemuinya di pelabuhan.
Setelah Ken pergi, Rufella berdiri berinisiatif untuk membersihkan ruangan apartemen itu, walau terlihat sangat rapi dan masih bersih namun Rufella masih ingin mengubah beberapa posisi perabotan rumah yang tidak sesuai dengan seleranya. Dengan penuh semangat wanita itu memulai niatnya.
***
Juan bersama dengan Nick tengah menunggu kedatangan Ken, kedua pria seumuran itu terlihat masih berada di dalam mobil. Tidak lama berselang mobil Ken menghampiri tempat mereka dan segera Juan dan Nick keluar dari sana.
"Kenapa kau lama sekali?" tanya Juan dengan kening berkerutnya.
"Maafkan saya Tuan, tadi aku kedatangan tamu yang tidak di undang." jawab Ken membungkukkan tubuhnya.
"Siapa yang datang? Kau tidak punya teman dan keluarga? lalu siapa tamu yang berkunjung ke apartemenmu?" tanya Juan lagi beruntun.
"Siapa lagi kalau bukan wanita liar itu, iya kan Ken." sahut Nick menebak mendahului Ken menjawab pertanyaan dari Juan.
"Wanita liar! Hah maksudnya Rufella yang gila itu?" ujar Juan dengan tersenyum remeh.
Ken tanpa sadar mengepalkan kedua tangan merasa tidak suka jika Rufella di sebut dengan wanita liar, padahal dia sendiri sering memanggilnya dengan sebutan itu.
"Kenapa kau hanya diam, tidak terima jika dia kami sebut dengan sebutan wanita liar." tukas Juan dengan wajah ledekkannya.
__ADS_1
"Tidak Tuan, sudah jangan membahasnya."
"Baiklah, baiklah ... ayo mencari keberadaan kapal itu." Kata Juan.
Mereka pun berjalan menyusuri pelabuhan mencari keberadaan kapal yang mereka maksud, sebenarnya mereka ingin mengambil barang-barang selundupan pesanannya, ini merupakan penyeludupan sekian kalinya dan tidak pernah ketahuan dengan pihak yang berwenang.
Juan sendiri sangatlah hati-hati dan tidak seceroboh seperti yang orang kira, ia juga sudah membubarkan organisasi miliknya karena Zenia sudah tidak bisa ikut di setiap misinya.
Saat menemukan kapal sederhana yang ia yakini adalah kapal yang mereka maksud, Juan dan Ken masuk kedalaman mencari barang yang ada di dalam kapal itu yang sudah di bungkus dengan sangat rapi sedangkan Nick mengawasi dari luar.
Sesaat Juan memeriksa barang-barang tersebut, ternyata adalah sejata api, sudut bibirnya tertarik ke atas menandakan jika itu adalah pesanan mereka.
"Ayo kita bawa ini, jangan sampai ada yang tau tentang ini." ucap Juan.
"Baik Tuan." jawab Ken.
Juan dan Ken membawa paket itu, setelah Juan memeriksanya. Segara mungkin ketiganya kembali ke mobil dan menuju kemarkas.
^^^
Ken meletakkan senjata api seludupan itu di atas meja besar yang ada di sana dan semua anggota geng suruh berkumpul.
Karena Jeffry sedang tidak ada, Nick lah yang mengambil ahli posisi untuk sementara karena ia sudah cukup lama dan bisa di percaya oleh Jeffry ataupun anggota lainnya.
Saat pembagian senjata api berlangsung, ponsel Ken berbunyi ia pun segera mengangkatnya.
"Ada apa?" tanya Ken begitu meletakkan ponselnya tepat di daun telinga.
"Ken kapan aku pulang? Hari sudah malam kau pergi kemana aku sudah menunggumu." tutur Rufella dari seberang telepon.
"Sebentar lagi aku akan pulang, jangan menungguku." ucapnya.
"Aku sudah membuat makan malam, kau harus pulang secepatnya."
"Cih wanita ini beraninya dia memerintahku." ucap Ken dalam hati, sesaat ia menoleh melihat kearah Juan dan Nick, tidak mungkin ia pulang cepat karena masih harus melakukan pekerjaannya.
__ADS_1
Ken sebenarnya sangat lelah, ia ingin istirahat setelah bekerja di kantor ia juga masih harus kembali untuk mengurusi beberapa anggota gangster.
"Jangan menungguku, kau tidurlah duluan aku sibuk." ucap Ken langsung mengakhiri panggilan tersebut. Setelah itu ia kembali bergabung dengan yang lainnya lagi.
***
Pukul tiga pagi, Ken membuka pintu apartemennya segara masuk kedalaman sana, tubuhnya yang lelah berjalan lemah menuju kamarnya.
Ia masuk kedalaman seperti biasa, pria itu membuka baju dan celana lalu segara beranjak naik ke atas kasur, seakan lupa akan kehadiran Rufella di apartemennya Ken memejamkan matanya tidak butuh waktu lama bagi pria itu untuk terlelap.
Pagi hari, semburan cahaya merambak masuk ke jendela menyinari ruangan itu. Ken yang merasa masih mengantuk membalikkan tubuhnya lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
"Ken kenapa kau menarik selimutku." ucap seseorang di samping Ken, ikut menarik selimut itu.
"Siapa yang bicara?" guman Ken membuka matanya, betapa kaget dirinya saat melihat Rufella berada satu ranjang bersama dengannya.
"Wanita ini! Apa yang lakukan di atas ranjang tidurku!" ucap Ken berteriak kaget segera melompat dari tempat tidurnya melihat Rufella di sana dan Rufella hanya menggunakan pakaian dalamnya untuk tidur.
"Apa yang kau lakukan disini?"
Rufella tersenyum lalu memposisikan tubuhnya duduk di sana, dengan senyuman manis kepada Ken yang tengah menatapnya dengan geram.
"Hum, selamat pagi, sayang." ucap Rufella dengan santainya, ia justru tidak kaget seperti Ken tapi hatinya justru senang bisa tidur dalam satu kasur bersama dengan pria yang ia suka.
"Kau sexy sekali." goda Rufella mengedipkan sebelah mata. Memperhatikan tubuh Ken yang hanya menggunakan boxer pendek.
.
.
.
.
.
__ADS_1
π Hampir End. cuma 20 eps gak lebih dan gak kurang. π Bersabarlah.