
Di dalam ruangan Kini hanya ada Louis dan Nick di sana, lalu Louis bertanya..
"Nick katakan bagaimana Istriku bisa bergabung dengan Geng Black Rose milikmu?"
Nick tersentak ia tidak menyangka Louis akan bertanya hal yang seperti ini.
"...itu"
Nick terdiam tidak tau harus menjawab apa pertanyaan dari Louis.
"Katakan Nick jangan Diam saja seperti babu, atau aku tidak segan akan menghancurkan Geng mafia mu itu"
Desak Louis semakin di buat jengkel, Nick sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.
Nick menghela napas pelan.. Orang di depannya ini tidak pernah bermain-main dengan perkataannya..
"Baiklah, Aku katakan.. Zenia sendiri yang datang kepadaku. dan meminta bergabung memperlihatkan semua kemampuan dan juga bakat yang di milikinya sehingga aku menerimanya menjadi salah satu anggotaku"
Ucap Nick berbohong ia berusaha menyembunyikan Identitas Zenia yang sebenarnya kepada Louis. walau ia tidak bermaksud seperti itu, identitas Zenia harus di sembunyikan apapun caranya dan bagaimana pun keadaan.
Louis merasa Nick tidak jujur kepadanya... Namun ia menepis pemikirannya, selama ia mengenal sahabatnya ini Nick tidak sekali pun berbohong karena menurutnya itu tindakan yang akan mencoreng reputasinya sebagai seorang pria.
# Pada Akhirnya louis menyampaikan maksudnya agar Nick sesegera mungkin mengeluarkan Zenia dari dunia mafia yang kejam,
"Louis apa Zenia sudah menyetujui keinginanmu itu..?"
Tanya Nick, ia sama sekali tidak memiliki wewenang perihal maksud Louis yang menginginkan Zenia keluar.
"Sudah.. Itulah alasannya aku memintamu ke sesini"
"Louis aku harus berbicara empat mata dengan Zenia, ada hal penting yang harus kusampaikan sebelum aku menyetujui permintaanmu"
Ujar Nick berdiri hendak keluar dari ruangan untuk mencari kemana perginya Zenia sekarang.
"tunggu kita carinya bersama saja"
__ADS_1
ucap Louis ikut berdiri, Nick tidak mendengar maupun menunggunya sama sekali pria itu sudah keluar terlebih dahulu.
***
Zenia saat ini sedang menyapa semua rekan kerjanya dan berbincang-bincang akrab beberapa dari mereka bahkan bertanya siapa pria yang berhasil menjadi suaminya. Zenia tidak menjawab ia terlebih memilih untuk menyembunyikannya.
Dari kejauhan Nesya kebetulan datang ke perusahaan Louis dan melihat wanita yang mengambil Louis darinya..
Ia segera menghampiri Zenia tanpa aba-aba langsung menamparnya.
Pakkkkk
Zenia yang baru mendapat tamparan menoleh melihat siapa yang sudah lancang. Ia mendapati Nesya lah yang sudah menampar wajahnya,
Belum sempat membalas Nesya sudah menghinanya lagi.
"Dasar wanita tidak tau diri, Kau sudah berani datang ke sini, Kau tau Louis hanya milikku dan kau hanyalah Istrinya yang tidak di anggap oleh keluarganya"
Nesya memaki wanita di hadapannya, ia begitu kesal melihat betapa Cantiknya Zenia bahkan sangat akrab dengan para pegawai Louis.
Para pegawai yang mendengar ucapan dari Nesya menatap heran ke arah Zenia, mereka sama sekali tidak tau bahwa Zenia ternyata adalah Istri dari atasannya.
Lalu ia kembali menatap Nesya sambil mengelus pipinya masih terasa perih.
"Emangnya kenapa kalau aku tidak dianggap hah, yang nyata disini aku lah istrinya, justru kau lah yang tidak tau malu Nesya"
Balas Zenia berusaha tetap tenang, dalam hatinya ia sangat ingin menghabisi wanita ini sekarang juga..
"Kau!!"
Nesya menunjuk tajam Zenia karena merasa dipermalukan di depan semua para pegawai yang masih berada di sana memperhatikan mereka berdua.
Zenia berbalik ia tidak mempunyai tenaga meladeni wanita itu jika saja dirinya tidak hamil dengan senang hati ia akan meladeni Nesya hingga merasa puas, ia lebih memilih untuk berjalan menjauh di dampingi Rina temannya.
"Hei, mau kemana kau, aku belum selesai denganmu"
__ADS_1
Nesya menarik tangan Zenia karena hendak meninggalkan dirinya yang masih belum puas.
Zenia tidak menanggapinya ia melanjutkan langkahnya tanpa peduli dengan Nesya yang terus menarik tangannya..
Nesya semakin geram karena di abaikan, ia langsung mendorong tubuh Zenia dari belakang dengan keras hingga, Zenia tersungkur jatuh ke lantai dengan posisi tengkurap.
"Rasain.. Siapa suruh kau mengabaikanku"
Ucap Nesya tersenyum miring melihat Zenia jatuh lalu pergi menjauh dari sana.
"Ah... Sakit"
Zenia merasakan perutnya sangat sakit.
Bersamaan darah keluar dari selangkahnya ia sudah meringkuk memegang perutnya.
"Zen.. Kamu berdarah!!!"
Panik Rina dan yang lainnya, mereka melihat banyak darah seketika semua orang panik melihat kondisi Zenia.
Sedangkan Anton yang baru berada di kerumunan itu melihat keadaan istri atasannya langsung mengangkat tubuh Zenia tanpa berpikir panjang. Ia takut jika terjadi sesuatu kepada Istri atasannya itu.
Tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat dua orang pria yang berjalan kearahnya dengan menatap tajam ke arahnya..
"Tuan.. "
Lirih Anton, badannya bergetar takut melihat Louis sudah melangkah dengan cepat ke arahnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Tbc..!!!