
~~ Incomplete Love ~~
.
.
.
.
Ken biasa merasakan perubahan dari Rufella, nyaris sepanjang perjalanan wanita itu hanya diam tidak berkutik dan serius menatap ponselnya.
"Apa yang dia lakukan?" guman Ken dalam hatinya, melirik Rufella yang berada di kursi penumpang.
Pria itu terus melirik kearah Rufella sesekali mengerutkan keningnya, karena ini tidak seperti sifat wanita itu sebelumnya, Ken berpikir apa dalam semalam sifat seseorang bisa berubah sedrastis ini? Ia rasa tidak lalu apa yang membuat Rufella menjadi pendiam.
"Kenapa aku malah memikirkannya?" ucap Ken dalam hati menepis rasa herannya akan perubahan wanita itu.
Tidak lama setelah itu, tiba-tiba ada segerombolan motor yang mengganggu perjalanannya saat menuju Mall, Ken spontan langsung rem untuk menghindari kecelakaan karena salah satu motor menghalangi jalannya.
Ciiitt ...
"Ken apa yang kau lakukan! Apa kau mau membunuh kami!" ujar Rufella dengan suara bentakannya.
"Iya, apa yang kau lakukan, Ken!" timpal Roni.
"Maaf, tolong tunggu sebentar, ada tikus yang harus di basmi." ucap Ken menoleh sekilas lalu membuka pintu mobilnya.
Rufella dan Roni lantas saling memandang satu sama lain lalu menatap keluar kejendela mobilnya, betapa kagetnya mereka saat melihat segerombolan orang-orang yang bertubuh besar dan penuh dengan tato.
"Roni, ada apa ini?" tanya Rufella kepada adiknya.
"Aku tidak tau Kak, sepertinya mereka segerombolan bandit." jawab Roni.
Roni dan Rufella duduk di dalam mobil saja, memerhatikan Ken dan orang-orang itu dari dalam sana, entah apa yang Ken bicarakan dengan mereka.
---
Di luar, Ken melipat kedua tangan berjalan mendekati pengganggu itu, Ken bisa menebak jika orang yang menghalangi perjalanannya adalah sekumpulan perampok bersenjata, namun perampok itu saja tidak tau jika sekarang yang berada di hadapannya ini adalah bukan orang biasa.
"Kalian mau apa? kenapa berkeliaran di jalan seperti ini?" tanya Ken.
__ADS_1
Salah satu dari mereka berjalan maju mendekati Ken, dengan tersenyum sinis, orang itu membawa sebuah benda tumpul terdengar jika benda itu terseret di aspa hitam hingga menghasilkan suara yang membuat Ken begitu gilu mendengarnya.
"Tuan, maksudku Hei kau, berikan semua harta berharga mu atau aku akan menghabisimu sekarang juga." ucapnya begitu sombong, Ken menarik sebelah alisnya.
"Kalau aku tidak mau, kalian mau apa? Membunuhku? Silakan saja kau pikir aku takut." tantang Ken.
"Baiklah kalau itu yang kau mau Tuan, selamat menjemput ajalmu." ucap perampok tersebut.
"Maju sini, kalian pikir aku akan mati, justru kalian yang harus bersiap." balas Ken, ia melepas jas hitamnya lalu melemparnya kesembarang arah menyisahakan kemeja hitamnya.
"Sombong sekali kau."
"Kawan-kawan serang lelaki ini dan kita bunuh."
Kini Ken terkepung di segela arah, para perampok itu menyerang secara bersama-sama, walau sedikit kewalahan namun Ken tidak pernah mau di kalahkan.
Saat mendapat cela, Ken langsung memberikan tendangan dan memukul bagian tubuh inti, sehingga mempermuda bagi dirinya untuk melumpuhkan lawannya. Kini hanya tersisa sedikit, Ken tegah sibuk melawan mereka tanpa pria itu sadari ada satu anggota dari perampok itu yang membawa pistol dan dari tadi sudah mengincarnya.
Ken menyerang dengan membabi buta, tidak peduli teriakan kesakitan dari lawannya, lawan bukanlah kawan yang harus di kasihani, perkataan itulah yang selama ini Ken pegang.
Tiba-tiba satu tembakan melayang, yang kaget langsung menoleh, kedua matanya langsung melotot saat melihat ada darah yang mengenai tangannya, namun ini bukan darahnya, lalu darah siapa?
"Rufella!" kaget Ken, melihat wanita itu memeluk tubuhnya melindunginya dari tembakan.
"Ka-u ti-dak ap-a a-pa?" tanya Rufella dengan terbatah-batah menahan rasa sakit di bagian pinggangnya yang terkena peluru panas.
"Apa yang kau lakukan! Kenapa kau keluar dari mobil!" bentak Ken, walau membentak Ken merasa khawatir akan Rufella.
"Aku mau menyelamatkanmu, ka-u bisa ma-ti tadi." ujar wanita itu, lalu memekik sakit.
"Kau bodoh, aku tidak meminta bantuanmu." ujar Ken semakin khawatir.
Rufella hanya tersenyum, perlahan. kesadaran wanita itu berkurang rasanya matanya berat, rasa sakit di bagian pinggangnya hilang begitu saja saat kesadarannya juga berkurang.
"Tetaplah sadar, jangan pingsan." teriak Ken, namun tidak ada respons.
Roni yang tersadar dari terkejutnya berlari mendekati Ken dan Rufella lalu mengambil Kakak nya dari pelukan Ken dalam kondisi lemah.
"Kakak ... Kakak, sadarlah!" teriak Roni saat mata Kakaknya terlahan tertutup.
"Roni, kau segera bawa kakakmu kerumah sakit, aku akan menyelesaikan urusan kecil ini." Ucap Ken.
__ADS_1
"Baiklah, kau harus berhati-hati, jangan biarkan pengorbanan Kakakku sia-sia." jawab Roni, lalu mengangkat tubuh Rufella segera masuk kedalam mobil menuju rumah sakit terdekat agar, saudaranya bisa di tangani dengan cepat.
Tatapan Ken kini tertuju kearah, orang yang menembak itu, raut wajahnya sudah berubah, asmofer hitam mengelilingi tubuhnya berbeda dari sebelumnya, Pria itu mengepalkan kedua tangan.
Orang yang mendapat tatapan Ken spontan melangkah mundur entah kenapa dirinya tiba-tiba takut dan nyalinya menciut.
"Kau! Beraninya kau bermain curang."
"Kau sepertinya buta, tidak mengenaliku." Ucap Ken tersenyum sinis. ia melipat lengan kemejanya hingga memperlihatkan tatonya.
"Kau ... kau ... adalah ...." ucapnya melebarkan kedua mata. Betapa kaget dirinya melihat tato orang yang di lawannya.
"Kenapa? Apa kau sekarang sudah menyesal! Jangan harap aku akan mengampunimu dan semua teman-temanmu." ucap Ken menarik kerah baju orang itu lalu mendorongnya keaspal.
"Selamat tinggal." ucap Ken lalu menarik pelatuk pistol yang sudah dia ambil dari orang itu sebelumnya, tanpa di sadari oleh lawannya.
Pria itu menembak satu persatu anggota perampok itu, dirinya tidak puas hanya dengan ini, pada akhirnya Ken menyeret satu persatu tubuh sudah tidak bernyawa itu sungai yang tidak jauh dari jalan sepi itu.
.
.
.
.
.
ππ Ini Kisah Rufella dan Ken, sebelumnya Chan. sudah. katakan Kisah anak. Louis dan Zenia berada di Novel berbeda.
Warning β οΈ
Sedikit pemberitahuan yah, asalan aku pindahkan Kisah Ken kesini itu, gara-gara pengumuman bulan lalu, turun Level sudah.π³
Kisah Larenia itu judulnya. "The Devil Wife." π΄ββπ΄ββ
Sumpah aku ganti Cover itu berulang kali.πππ, Wkwkwkwk. di. bawa ini cover terbarunya. Sudah eps 15. ππ
Kabur ahhh ππ΄ββπ΄ββπ΄ββ
__ADS_1