My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
Honeymoon Day 2


__ADS_3

Pagi harinya Zenia mengeliat di atas ranjang, ia melihat Louis yang tertidur di sampingnya tidak mengenakan baju dan memeluknya.


Dengan perlahan Zenia bangun namun dengan cepat sebuah tangan menarik tubuhnya lagi.


"Louis! Kau sudah bangun aku mau siap siap dulu hari ini hari kedua kan." ujar Zenia dengan mencoba mendorong tubuh louis yang berada di atasnya dan hendak mencium bibirnya.


" Honey, tadi malam kita tidak melakukan apa-apa karena kau sudah tidur, jadi sekarang saatnya kita melakukan hal itu." Louis langsung menindih tubuh Zenia dan membuka Kimono towel yang melekat di tubuh istrinya.


"Dasar pria mesum." guman zenia dalam hati.


Tanpa mau menunggu lama Louis langsung melakukan yang seharusnya mereka lakukan tadi malam ia sudah tidak bisa menahan hasratnya ia selalu tergila-gila dengan tubuh indah dari istrinya. Dengan nafas yang memburu Louis melakukannya dengan sedikit kasar kali ini membuat zenia merasakan bagian bawa tubuhnya ikut sakit.


"Louis, pelan-pelanlah." ucap Zenia dengan tubuh yang tersentak dengan gerakan louis.


"Maafkan aku Honey aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, maaf sayang kau harus menahannya sebentar saja." Louis kembali membungkam mulut istrinya dengan ciumannya.


Pergulatan panas mereka berlangsung selama beberapa jam berbagai posisi di lakukan keduanya. Louis tumbang di samping Zenia ia merasa sangat puas kali ini.


"Terimakasih Honey. Aku mencintaimu selamanya hanya dirimu."


Dengan wajah puas Louis memeluk zenia yang tampak kelelahan akibat dari dirinya yang sangat bersemangat.

__ADS_1


"Hari ini kita tidak usah pergi kemanapun jika kau merasa lelah sayang, masih waktu sebelum kita kembali ke rumah." Lanjut Louis mengecup kening zenia begitu lama rasanya kini hidupnya terasa lengkap hanya dengan kehadiran wanita yang di cintainya meski ia tau segala kelakuan Zenia selama ini.


Louis begitu mencintai Zenia hingga ia seakan buta tidak peduli dengan Kejahatan yang dilakukan Istrinya di masa lalu.


"Louis ada yang ingin kukatakan kepadamu saat kita kembali, aku akan mengakui segalanya." ujar Zenia menatap mata Louis yang begitu hangat hingga ikut menghangatkan hatinya yang sempat beku.


"Honey apa masih sakit." tanya Louis mengalihkan pembicaraan agar Zenia tidak membahas tentang pengakuan yang akan di ungkap Zenia kepadanya.


"Cuma sedikit, Aku masih bisa menahannya."


"Ayo kita mandi bersama." ajak Louis mengangkat istrinya menuju kamar mandi dan meletakkannya di dalam bat up yang sudah penuh dengan air dan sabun.


"Jangan macam-macam aku masih lelah." Zenia memperingati suaminya yang selalu berpikir mesum itu,


"Louis kapan kita menemui keluargamu terakhir kali hanya Bibi marget yang aku kenal." tanya Zenia kepada Louis yang duduk di belakang dan memeluknya dengan mesra dari belakang.


"Nanti jika sudah saatnya, jangan pikirkan hal itu lagi Sayang."


"Honey tunggu sebentar di sini seperti nya pakaianmu sudah sampai." Louis keluar dari bat up Karena mendengar sebuah ketukan pintu dari luar ketukan meski suaranya begitu kecil.


***

__ADS_1


Louis membuka pintu dan mengambil pakaian yang dipesannya kemarin lalu kembali ke arah zenia yang ternyata sudah selesai mandi.


Louis menyerahkan beberapa pasang baju kepada istrinya.


"Honey ini pakaianmu, cobalah maaf soal kemarin baju itu Anton yang menyiapkannya."


"Jadi Anton yang membeli baju seperti itu, sudahlah aku juga tidak mengingatnya."


"Apa kau lapar sayang?" tanya Louis mengingat bahwa mereka belum mengisi perutnya.


"Iya tapi aku malas keluar, pesan aja." ujar Zenia enteng mengelus perutnya yang sudah berbunyi meminta makanan.


Louis menghubungi pemilik restoran tempat mereka makan kemarin malam, ia duduk dengan istrinya yang sudah sangat cantik dengan baju berwarna abu-abu pink, sepuluh menit kemudian makanan sudah sampai di kamarnya Louis sendiri yang mengambil makanan itu karena ia tidak ingin istri cantiknya di lihat oleh orang lain.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2