
Nesya masih membatu mendengar pengakuan Louis, ia tidak bisa mempercayai bahwa Louis menikahi wanita lain padahal mereka sudah bertunangan bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya di luar negeri dan kembali ke sisinya.
"Nes.. Kuharap kau bisa menerima kenyataan ini carilah pria lain masih banyak yang akan mencintaimu"
Louis berkata membuyarkan pikiran Nesya.
Nesya menatap tajam ke arah Zenia yang kini berada di pelukan Louis.
"Tidak Louis, kau sendirilah yang mengejarku sepanjang waktu hingga aku jatuh hati kepadamu, jangan harap aku akan mudah untuk melepaskan mu"
Ujar Nesya tidak memalingkan pandangannya dari Zenia sedetikpun.
"Dan untuk kau wanita murahan, jangan pernah berpikir aku akan rela membiarkan Louis tetap bersama denganmu"
Teriak Nesya sengaja mengeraskan suaranya bahkan hingga para maid bisa mendengar perkataan yang menghina Zenia.
"Nesya!! Kau jaga ucapanmu itu tidak kusangka kau akan menghina Istriku"
"Oh.. Jadi, aku tidak peduli Louis mau dia istrimu atau apa lah yang terpenting dia lah yang merebutmu dari ku"
Ujar Nesya semakin kesal karena louis hanya membela istrinya.
Louis semakin kehilangan kesabaran semakin mengeratkan pelukanya dan menyuruh penjaga rumahnya untuk mengusir paksa Nesya dari kediamannya. sedangkan Zenia sudah hampir berada di batas kesabaran.
"Hah.. wanita ini beraninya ia menghinaku"
ujar Zenia di dalam hati.
__ADS_1
"Penjaga kau antar Nesya hingga pintu gerbang, jangan biarkan dia masuk ke dalam rumah lagi"
Perintah Louis.
"Tidak perlu aku bisa sendiri, tapi ingatlah kata ku ini kita pasti akan menikah dan kau akan meninggalkan Istrimu itu paman dan bibi tidak akan pernah merestui pernikahan kalian sama sekali"
Ucap Nesya sebelum pergi dari rumah Louis.
***
Louis kini mendudukkan Zenia di atas pahanya dan menciumnya beberapa kali, Zenia tidak menanggapi Suaminya sama sekali.
"Honey aku minta maaf karena sudah membawa Nesya ke rumah kita"
Louis melemaskan wajahnya menjadi orang yang bersalah.
-Di dalam kamar
Zenia membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah dan perasaan penuh kemarahan mulai dari Doni yang berhasil kabur hingga kedatangan Nesya yang semakin membuat pikirannya bergejolak tidak menentu.
Louis memasuki kamar melihat Istri memegang kepalanya sambil berbaring terlentag.
"Honey, Jangan marah dong.. "
"Honey, Kumohon maafkan aku kejadian tadi tidak akan terulang lagi, OK"
ucap Louis mendekati Istrinya yang hanya memandang ke arahnya dengan tatapan sulit di tebak.
__ADS_1
"Umm, Sudahlah tidak ada guna juga, Nesya sudah menghinaku dan itu tidak akan pernah bisa kulupakan Louis"
lirih Zenia ketus ia melotot ke arah Louis,
Ia sangat benci dengan hinaan kepadanya jika saja Nesya bukan kenalan dari Suaminya sudah pasti ia akan menghabisi wanita itu dengan keji.
"Zen.. aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun keadaannya, jadi tolong percayalah dengan segala ucapan yang keluar dari mulutku sayang. "
Louis ikut merebahkan tubuhnya di samping Istrinya lalu mencium keningnya begitu lama dan dalam.
"Sudahlah, tetap saja Hati sudah terlajur sakit di katai seorang wanita murahan aku tidak pernah bisa menerima hinaan seperti itu. "
kata Zenia kembali membuat Louis juga ikut merasa sakit hati, karena Zenia Istrinya di hina oleh Nesya sebagai wanita murahan.
"Maaf sayang.."
ujar louis berbisik di telinga istrinya lalu mengusap kepala Istrinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc...!!!