
“Louis…” panggil Zenia mengguncang pelan bahu suaminya tersebut, ia baru mendapatkan kabar yang sangat sulit di terima.
“Kau kenapa Honey..?” Tanya Louis begitu melihat Istrinya meneteskan air mata sambil mengenggam ponsel.
Tubuh Zenia bergetar hebat membuat Louis semakin
kegalap-galapan dan juga bingung, apa yang terjadi kepada Istrinya tersebut.
“Lo..ui..s ap..a ini ny…ata..?” Tanya Zenia terbata-bata.
“Kau kenapa Honey..?katakan kepadaku tolong jangan menangis sayang, aku tidak sanggup melihatmu seperti ini” ujar Louis menghapus air mata
Zenia dengan sangat lembut, hati pria itu teriris sebilah pisau tajam tidak bisa melihat Istrinya sedih.
Zenia tidak menjawab, wanita itu langsung memeluk Suaminya dengan erat dan menangis di dada suaminya saat ini ia sangat rapuh untuk pertama kalinya dia sesedih ini, saat ia bangun pagi Zenia mendapatkan kanar dari Rufella sepupunya bahwa kakek Zein dan Kedua orang tuanya meninggal dalam
kecelakaan menuju ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan kakeknya.
Wanita itu kini benar-benar yatim piatu dan belum sempat berbaikan dengan kedua orang tuanya walau keduanya tidak menyanyangi dirinya sama sekali, di tambah kakeknya yang selalu ada untuknya di masa lalu juga meninggalakan dirinya di dunia ini.
Louis mengusap- gusap kepala istrinya membiarkan wanita itu melepaskan semua kesedihan, ia rela menjadi sandaran Istrinya untuk selamanya.
“usttt, sayang tenanglah”
“Louis.. kakek.. Mama papaku meninggal..” ucap Zenia begitu lirih.
Louis melebarkan kedua matanya, ia terdiam mendengar penuturan istrinya.
###
Sekarang Zenia dan Louis datang ke pemakaman dengan berpakaian serba hitam, Wanita itu masih tertegun di tempatnya berdiri.. Zenia sangat ingin menyaksikan bagaimana jasad Kakeknya di masukkan ke liang lahab namun Ia tidak izinkan oleh pihak anggota keluarga lainnya.
Kepergiaan mendadak Kakek Zein dan kedua orang tuanya merupakan sebuah luka yang dalam bagi Zenia, jika waktu bisa di putar ia pasti akan
menjaga ketinganya dengan baik-baik.. Rufella mendekat kearah Zenia dan Louis yang tampak berdiri agak jauh dari nya.
“Zenia…” kata Rufella langsung memeluk sepupunya tersebut, Rufella jelas sekali tau bahwa Zenia habis menangis walau di matanya di sembunyikan dengan menggunakan kacamata hitam.
__ADS_1
“…” Zenia tidak menanggapinya, ia masih saja terdiam dan mengabaikan Rufella maupun suaminya sendiri.
Louis sangat terluka melihai Istrinya seperti ini, dari pagi Zenia sama sekali hanya terdiam bahkan sarapan saja tidak mau, yang Louis takutkan
adalah istrinya sakit.
“Zeniaaaaa” panggil seseorang membuat wanita itu langsung menoleh.
“Paman..” Jawabnya kini melangkah mendekati Jeffry yang baru datang.
Perlahan Zenia mendekat kearah Jeffry yang kini menjadi satu-satunya yang dia anggap sebagai orang tuanya, Jeffry sangat menyanyangi Keponakannya di bandingkan Juan anak kandungnya sendiri pria itu tidak tau entah kenapa lantas ia langsung memeluknya dengan lembut.
Louis hanya melihat Istrinya di peluk oleh Jeffry tanpa ada niat untuk menganggu keduanya ,bairkan Zenia tenang dulu bersama dengan pamannya.
“Zenia sayang.. kau jangan sedih biarkan mereka tidur dengan tenang, Kau tidak pernah sendirian Masih ada paman , suamimu, dan putri mungilmu yang membutuhkan kamu sayang.. semua orang di dunia ini pasti akan meninggal.. paman juga sedih ayahmu adalah saudara kandung paman.. walau terasa
sakit melihat adik sendiri meninggal tapi paman Kuat Zenia selama kau baik-baik saja, jadi sebaiknya kau berikan bunga ini di atas batu nisan mereka” Ucap
Jeffry mengusap kepala Zenia lalu menatapnya dengan tersenyum tipis memberikan pengertian sekaligus semangat untuk Keponakannya.
“Tapii…”
Zenia melangkah dengan ragu-ragu, tangannya di Tarik dan satunya memegang bunga mawar putih, sampai di sana langakh keduanya terhenti tak kala
kedua orang tua Rufella mencegah Jeffry dengan berdiri di hadapannya.
“jangan kesana kalian tidak punya hak..” ucap Ayahnya Rufella.
“kalian mau menahanku.. minggir!!” perintah Jeffry sembari mendorong ayah Rufella dengan kasar.
Setelah itu Zenia melanjutkan langkahnya dengan mendapat tatapan tidak suka dari anggota keluarga lainnya, Louis mengekor di belakangnya sedangkan Rufella memberikan pengertian kepada Ayah dan juga ibunya.
Zenia berjongkok tepat di pemakaman Kakeknya terlebih dahulu lalu berdo’a.
“Kakek aku minta maaf ini semua karena kecerobohanku yang tidak bisa melindungimu.. aku berjanji akan hidup bahagia semoga kakek tenang
di sana” Ucapnya, setelah itu ia berpindah ke tampat ayah dan juga ibunya tidak jauh dari tempat Kakek Zein di makamkan kini dia di ikuti oleh Jeffry bersamanya.
__ADS_1
“Ayah , ibu.. zenia minta maaf karena telah membuat kalian meninggal dengan kekecewaan, aku sebagai anak kalian walau tidak dianggap harus
tetap mendo’akan kebaikan untuk kalian, sekali lagi Zenia minta maaf, nanti aku akan membawa cucu kalian untuk menjenguk kalian di sini” Kata Zenia sembari meletakkan bunga mawar putih di tangganya tadi.
“adikku yang bodoh, aku akan menjaga putrimu itu dengan segenap kekuatanku, kau itu bodoh karena berada di keluarga yang bodoh juga.. lebih memilih mempercayai orang-orang gila di bandingkan kakakmu yang baik ini” Ucap Jeffry melirik keluarga besar Zenia dari pihak ibu.
Rahang Rony mengeras mendengar penghinaan yang di lantungkan oleh Jeffry dengan sengaja, ia hendak maju namun alngsung di tahan oleh Rufella kakaknya.. Rufella sudah kenal dengan Jeffry beberapa minggu ini dan mencari tau tentang Jeffry sebelumnya, Rufella harus berhati-hati dengan orang yang bernama Jeffry itu ayah dari Juan yang sangat menyebalkan.
“Jangan menganggunya Rony atau kau mati tewas di tangannya” bisik Rufella tepat di telinga adik lelakinya tersebut.
“Louis.. kau bawa Zenia pulang, nanti aku akan kerumah kalian ada hal yang perlu aku urus di sini dulu” kata Jeffry berdiri dan
membantu Zenia juga.
Louis langsung melakukan perkataan Jeffry, ia menrangkul bahu Istrinya lalu berpamitan kepada semua orang yang ada di sana.
“Honey.. ayo pulang , lareina pasti merindukanmu” ujar Louis kepada istrinya.
“hummm”.
Begitu Zenia dan Louis pergi ,Jeffry menelpon Juan agar segera menemuinya di tempat pemakaman, pria itu membutuhkan bantuan putra nya kali ini karena Ken tidak bisa ikut dengannya.
“Keluarga sialan.. kalian sampai kapan akan berpura-pura” gumannya dalam hati.
.
.
.
Bersambung..
Maaf yah… Chan hanya bisa Up dua episode soalnya tadi siang aku ketiduran muali jam 10-2 Siang
Nantikan Episode selanjutnya.
Tinggal 15 eps lagi baru End .. ya ampun . semangat untuk kalian semua.
__ADS_1
Yuhuu.. 😉😉😉