
Louis membuang pandangannya ke arah Foto pernikahannya dengan Zenia, ia sangat gelisah gara-gara ucapan Sam yang tampak tidak bermain-main dengan keinginannya merebut Zenia darinya. Sesaat Louis mengalihkan tatapan ke tempat tidur, ia tersenyum sendiri melihat Zenia berada di sampingnya perlahan louis mengelus kepala Istrinya yang sudah tidur sambil memeluk lengannya.
"Honey.. Jangan tinggalkan aku"
Ucap Louis mengecup pelan kening Zenia..
"Aku tidak akan pernah membiarkan kau di ambil oleh siapapun, Kau hanya milikku dan akan seperti itu hingga akhir hayat"
Lanjutnya lalu ikut memejamkan mata.
baru beberapa saat berlalu tiba-tiba ponsel miliknya tidak berdering, Louis membuka matanya lagi dan meraih ponselnya di meja samping ranjang.
Louis melihat nama yang tertera di atas ponselnya mendecih kesal..
Ia turun dari tempat tidurnya mengangkat panggilan tersebut segara keluar dari kamar, ia tidak mau mengganggu Istrinya yang tertidur lelap.
Tanpa Louis sadari Zenia membuka mata karena Merasakan gelombang yang membuatnya terbangun dari tidur nyenyaknya..
"Kemana Louis..?"
Zenia sama sekali tidak mendapati keberadaan Suaminya di dalam kamar.
"Kau bangun Honey.."
Kata Louis baru masuk ke dalam kamar mendapati Istrinya kini terjaga.
"Yang kau lihat apa"
Ucap Zenia seolah kesal dengan perkataannya.
"Honey.. Tidurlah dulu, besok pagi kita akan berkunjung ke rumah Orang tua ku"
Ujar Louis lembut, tadi ia menerima panggilan dari mamanya agar segera membawa Istrinya ke Kediaman keluargan besarnya agar di perkenalkan secara resmi kepada seluruh anggota keluarga.
Zenia memiringkan kepala, lagi-lagi dia harus bersandiwara lagi besok.. Baiklah itu bukan masalah besar baginya sudah bisa lagi, ia menduga si Nesya akan datang juga.
"Zenia sayang.. Kenapa kau melamun tidurlah, ayo cepat" louis mendekati Istrinya lalu merebahkan tubuh mungil itu.
Louis tidak henti-hentinya mengelus kepala Zenia agar kembali tidur..
"Tidur Sayang"
"Umm"
"Kenapa wajahmu sangat Gelisah Louis... Apa yang kau pikirkan"
Tanya Zenia ia tidak bisa menutup matanya terlanjur Melek.
Louis menghentikan ulusannya menatap lekat wajah Zenia tanpa berkedip selama beberapa detik.
"Tidurlah sayang, aku hanya sedikit gelisah saja jangan khawatirkan aku"
Ujarnya tersenyum.
"Katakan.. Jangan menyimpan masalahmu sendiri saja"
Tukas Zenia ia sangat penasaran dengan isi pikiran suaminya.
Louis mengambil napas dalam-dalam lalu mengatakan..
__ADS_1
"Sayangku.. Apa yang akan kau lakukan jika ada orang yang menyukaimu"
Ucap louis mengalah pada Akhirnya karena Zenia terus melotot ke arahnya.
"maksudnya..??"
"Sebenarnya seseorang ingin mengambilmu dariku, aku sangat kesal dengan orang itu hingga ingin rasanya aku membunuhnya tapi aku tidak bisa melakukan hal seperti itu.. "
Louis melanjutkan ucapannya lagi.
"Siapa.?, Kenapa..?"
Tanya Zenia belum mengerti.
Louis tidak menjawab ia menghentikan percakapan mereka, lalu memeluk Zenia sambil berbaring.
"Lupakan saja.. Tidurlah, kita harus istirahat cukup besok kita akan sangat sibuk sepanjang hari Sayang"
"Tapi kau belum menjawab semua pertanyaanku Louis... Siapa yang kau maksud tadi"
Zenia mengerutkan kening tidak suka, lihat saja Suaminya ini kembali menghentikan percakapan mereka sepihak.
Louis tidak menanggapi Istrinya ia semakin mengeratkan pelukan sesekali mencium pipi dan kening Zenia. Zenia yang di buat semakin kesal mengalah saja, Louis tipe orang karas kepala dan tidak mau di atur-atur.
***
Pagi harinya louis kembali mendapatkan sebuah pesan dari Mamanya yang agar segera datang ke kadiaman keluarga besarnya.
"Kenapa mama sangat menyebalkan sekali hari ini, belum juga jam berapa sudah hampir sepuluh pesan yang masuk"
Gumannya bingung membaca seluruh pesan masuk. baru kali ini mamanya menjadi orang seperti ini.
Zenia duduk di depan Cermin memakai make up natural, hanya sedikit polesan bedak dan Lipstik saja membuatnya semakin sempurna.
Ia melirik Louis sekilas....
"Ada apa dengannya lagi.. Dasar aneh"
Ucap Zenia terkekeh pelan, wajah louis tampak sangat aneh di matanya..
Menyadari hal itu, Louis mendekati zenia yang masih sibuk di depan Cermin.
"Sudah selesai Honey.. Ayo berangkat"
Louis mengajak Zenia dengan menarik pergelangan tangan sang Istri.
"Tunggu, kau ambilkan tas dan hadiah yang kusiapkan"
Ucapnya menunjuk sebuah Kotak berwarna kuning di atas meja depan sofa beserta Tas hitam kesukaannya.
Louis langsung melaksanakan perintah dari Istrinya, padahal Selama ia hidup Louis tidak pernah mau melaksanakan perintah siapapun, sepertinya itu tidak berlaku bagi Zenia Istrinya anggaplah Ia sebagai pria takut Istri.
"Ayo"
Ajaknya Satu tangannya memegang kotak dengan Tas milik Zenia.. Dan satunya lagi mengandeng tangan Istrinya keluar dari kamar.
Berjalan menuju keluar dari Rumah langka mereka terhenti..
"Tuan.. Nona... Apa anda tidak sarapan dulu"
__ADS_1
Tanya Salah satu maid senior disana.
"Tidak, kalian saja yang menikmatinya.. Aku dan Istriku akan pergi ke rumah Orang tuaku, jadi jika ada yang datang kau lakukan saja menyuruhnya segera pergi"
Sela Louis cepat.. Sebelum Zenia mengatakan sesuatu yang membuat mereka lebih lama lagi. Maid itu mengangguk paham.
Zenia yang hanya diam saja... Menatap kosong ke arah Louis yang semakin aneh saja. Mereka melanjutkan langkahnya keluar dari rumah.
***
Di dalam Mobil Mereka sama-sama tidak membuka suara satu sama lain..
Louis yang fokus dengan pikirannya tentang Ucapan Sam yang tidak pernah hilang dari otaknya, Sedangkan zenia juga ikut terdiam lebih memilih melihat keluar pemandangan yang di lewati Laju mobilnya..
Anton yang menjadi sopir keduanya merasa tercekal dengan keheningan ini. Sesekali ia melirik kaca mobil yang memperlihatkan kedua majikannya sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Aduh.. Sial. Deh.. Kenapa aura keduanya sangat mencekal begini"
Anton berguman dalam hati mengelus dadanya yang hampir kehabisan oksigen.
"Kau kenapa Anton.?"
Tanya louis ia melihat asistennya itu tampak risih di dalam mobil.
"Tidak Tuan"
Jawabnya cepat.
"Kenapa kita sampainya lama sekali"
Tanya Louis, ia merasa tidak akan selama ini sampai di kediaman keluarganya yang hanya berjarak beberapa kilometer saja dari pusat kota.
Anton tidak menjawab ia terlebih memilih diam menutup mulutnya, Tidak baik banyak bicara sekarang kedua majikannya sama-sama aneh.
Zenia menoleh ke arah Louis memicingkan mata.. Apa pria ini bertanya kepadanya?
"Kau bertanya kepadaku..?"
"bukan kau Honey.. Aku hanya merasa sangat heran tidak biasanya perjalanan menuju ke kediaman keluargan akan selama ini"
Jawab Louis.
"Oh.. Aku kira kau bertanya kepadaku"
Zenia kembali menatap keluar jendela mobil lebih baik menikmati perjalanan saja. Louis menatap Istrinya yang sangat santai saat ini berbeda dengannya yang sangat gelisah ingin bertemu dengan Keluarganya sendiri.
.
.
.
.
.
Tbc...!!!
- Udah panjang toh.. naskahnya, atau masih pendek.. ini Eps berisi 1012 kata loh.. yang lainnya hanya lebih 500kata saja..
__ADS_1
-Mulai sekarang Naskah Author akan panjang seperti ini apa tidak masalah..!