My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
IL Eps 10


__ADS_3

~~ Incomplete Love ~~


.


.


.


.


Ken selesai mengurus mayat-mayat para bandit itu, bajunya yang terkena percikan darah ia sembunyikan dengan kembali memakai jasnya, jalanan yang sepi tidak ada lalu lalang kendaraan di sana, Ken mengambil salah satu motor milik perampok itu dan pergi dari sana untuk menemui Juan dan Nick.


Begitu tiba di markasnya, Ken segara menemui Juan dan merencanakan untuk pembasmian perampokan di kotanya, ingatan saat Rufella mengorbankankan dirinya menghalau timah panas membuat emosi lelaki itu ingin menghancurkan semua perampok yang ada di kotanya.


Juan merasa heran akan Ken, yang tiba-tiba mengambil senjata dan beberapa granat.


"Ken kau mau apakan semua benda itu?" tanya Juan.


"Aku harus membasmi orang-orang jahat." jawabnya tidak menoleh sekalipun.


"Siapa? Kenapa kau seperti ini bukannya seharusnya sekarang kau bekerja, kenapa tiba-tiba datang kesini." ujar Juan.


"Diamlah Tuan Juan, aku harus pergi sekarang juga." kata Ken langsung beranjak pergi dan segera meninggalkan markasnya sopan santunnya hilang, raut wajahnya tidak terbaca. Juan semakin di buat heran olehnya.


Nick yang baru masuk kedalaman sana sempat berpapasan dengan Ken dan saat Ken di sapa olehnya pria itu justru tidak mengatakan apa-apa dan pergi begitu saja.


"Juan apa yang terjadi kepadanya? Tidak biasanya dia seperti ini?" tanya Nick kepada Juan.


"Yah ... mana ku tau, ayo kita mengikutinya takutnya, jika Ken marah kacau semua." ujar Juan. Nick menganggukkan kepalanya dan segara menyusul Ken sebelumnya itu ia dan Juan mengambil beberapa senjata untuk berjaga-jaga.


***


Ken melajukan motor besar itu, memang benar Ken masih menggunakan motor itu karena memiliki GPS. Sehingga mempermudah dirinya untuk menemukan lokasi markas penjahat itu.


"Aku tidak akan melepaskan satupun dari kalian, sudah sejak lama aku menahan keinginananku ini." guman Ken, sebenarnya ia sudah pernah ingin menghancurkan geng perampok itu sejak lama namun saat itu dirinya tidak memiliki alasan untuk menyerang mereka, situasi sekarang berbeda, karena perampok itu Rufella terluka parah dan karena perampok itu juga dirinya hampir saja celaka.


"Kurang ajar." guman Ken semakin melajukkan motornya hampir kecepatan penuh.


Di belakang, Juan cukup kesulitan mengejar Ken, tapi dengan ponselnya ia masih bisa mengikuti kemana arah Ken pergi.


Nick baru saja mendapat kabar dari Zenia bahwa Rufella masuk rumah sakit karena terkena tembakan sudah bisa menebak penyebab Ken semarah ini.


Bisa Nick tau jika Ken juga menyukai Rufella namun pria itu tidak mau mengakuinya dan menyiksa dirinya sendiri, Nick menoleh kearah Juan.


"Juan, kata Zenia, Rufella masuk rumah sakit karena terluka." kata Nick. Juan sesaat menoleh kearahnya.


"Kenapa bisa wanita itu terluka?" tanya Juan.


"Mungkin karena Ken." jawab Nick tersenyum.


Juan yang melirik Nick sesaat, "Oh pantas saja." jawab Juan ikut tersenyum.


"Tapi, Juan bagaimana jika Ayahmu tau, kebohongan yang selama ini Ken sembunyikan begitupun kita." kata Nick.

__ADS_1


"Ayahku tidak akan pernah kebohongan kita, kau tenang saja, hanya aku, kau dan Ken yang tau."


"Jangan khawatirkan apapun Nick, tenang saja." ujar Juan meyakinkan keraguan di wajah Nick.


Juan kembali fokus akan kemudinya, tidak berselang lama ia tiba-tiba berhenti tepat di sebuah rumah sederhana dan terbengkalai.


"Untuk apa Ken datang ketempat seperti ini." guman Juan heran, tempat ini sangatlah sepi dan tidak ada rumah-rumah kecuali rumah terbengkalai itu, hanya pohon-pohon rindang yang begitu banyak.


"Mungkin ini tempat para penjahat itu." timpal Nick.


"Mungkin saja." jawab Juan membenarkan.


Keduanya melangkah masuk kedalaman, motor yang Ken gunakan tadi sudah Juan tendang hingga motor itu jatuh, bau bensin yang tertumpah membuat sebuah senyuman remeh di wajah Juan. Tiba-tiba dirinya mengambil korek api dan langsung melemparnya kemotor itu.


Nick hanya memperhatikan kelakuan Juan, bukannya orang itu adalah orang yang paling konyol pernah ia kenal selama hidupnya.


"Konyol." guman Nick menggelengkan kepala.


Tidak lama setelah itu suara ledakan terdengar, dengan langkah santainya Juan mengajak Nick masuk kedalaman sana, namun belum juga masuk kedalaman tiba-tiba mereka di kepung.


"Ini yang aku tunggu, bersiaplah Nick ... tanganku sudah sangat gatal." ucap Juan.


"Heh! Benar-benar orang aneh." guman Nick lalu mengangguk, tidak ada cara lain selain melawan mereka semua.


"Ada apa kalian datang kemarkas kami, cari mati." ujar salah satu dari mereka.


"Cih ... dasar gelandangan, tidak punya pekerjaan selain merampok dan membunuh." Kata Juan meludah di hadapan orang itu.


Merasa terhina, orang itu pun tidak segan mengambil sebuah pisau yang sebelumnya ia selipkan di celananya.


"Heh dasar tikus tanah tidak berguna." ucap Juan.


Sedangkan Nick juga menyerang anggota lainnya dengan gerakan bela diri tenang namun tangguh.


Disaat-saat itu terdengar suara dentuman besar dari dalam rumah itu, orang yang Juan dan Nick lawan tadi langsung berlari masuk kedalaman.


"Ayo ikuti mereka." ajak Juan.


Belum berapa langkah ada seorang yang mencegahnya.


"Ken? Kau sejak kapan ada di luar bukannya tadi kau ada didalam?" tanya Juan.


"Apa yang Anda pikirkan Tuan, tidak mungkin aku seceroboh itu, menyerang mereka tanpa rencana." Kata Ken.


"Apa maksudmu?"


"Kita hitung sepuluh detik Tuan." kata Ken.


Juan dan Nick mulai menghitung hingga detik kesepuluh.


"Ayo Tuan kita menjauh."


"Ada apa sebenarnya?" tanya Juan dan Nick bersamaan namun tetap mengikuti Ken untuk bersembunyi di belakang pohon.

__ADS_1


Suara ledakan besar menciut di telinga Juan dan Nick spontan keduanya menutup telinganya lalu mengintip ke arah Rumah itu.


"Ken! Kau yang melakukan ini?" tanya Juan seakan tidak percaya.


"Iya Tuan, sudah sepantasnya mereka di basmi dari akarnya agar kedepannya tidak ada lagi perampok bejat seperti mereka." ucap Ken. Juan dan Nick di buat melongo.


***


Selesai dengan itu, Ken dan kedua pria itu mendatangi rumah sakit dimana Rufella di rawat, langkah lebar Ken semakin meyakinkan Juan dan Nick jika pria itu memang sudah menaruh hati kepada wanita yang selama ini mengganggunya.


"Lihatlah, Ken sangat khawatir kepada wanita liar itu." ucap Juan.


"Juan, Rufella itu sepupu dari Zenia, jangan sampai kau ketahuan mengatakan itu lagi Zenia akan mencekikmu." Nick memberi peringatan kepada Juan.


"Biarkan saja, ayolah siapa yang peduli karena fakta memang seperti itu."


"Terserah kau saja." ucap Nick.


Keduanya menyusul Ken yang sudah jauh berada di depannya.


Terlihat Zenia dan Roni duduk di depan ruang UGD, Ken, Juan dan Nick menghampiri keduanya, satu hal yang membuat Juan heran ketidak hadiran Louis kali ini.


"Zen, bagaimana keadaannya?" tanya Juan.


"Peluru sudah di keluarkan tapi, Rufella masih belum sadarkan diri efek dari obat bius belum hilang."


"Oh." jawab Juan.


"Ken, bagaimana? Kau sudah mengurus penjahat itu?" tanya Zenia, mengagetkan Ken.


"Nona, bagaimana bisa tau?" tanya Ken.


"Cih, tentu saja aku tau." jawab Zenia.


Seorang dokter keluar dari ruangan UGD dan mengatakan jika saat ini pasiennya itu sudah sadarkan diri dan ia mencari orang yang bernama Ken.


"Ada yang bernama Ken di sini?" tanya dokter tersebut.


"Saya ... saya, ada apa Dokter." ucap Ken langsung menyahut.


"Nona yang ada di dalam mencari Anda, masuklah dan temui dia semoga saja dengan kehadiranmu ia bersemangat untuk sembuh." kata dokter itu lalu berpamitan, namun sebelum itu ia mengatakan untuk bergantian untuk masuk kedalaman jika mau melihat kondisi pasien nya.


"Ken masuklah dan temui dia." perintah Zenia. Ken mengangguk segera menemui wanita itu karena Ken juga sangat mengkhawatirkan kondisi Rufella.


.


.


.


.


.

__ADS_1


πŸšΆβ€β™€πŸšΆβ€β™€πŸšΆβ€β™€ ikuti alur saja. semoga bulan ini tamat. πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2