My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
Episode Spesial No. 3


__ADS_3


.


.


.


Louis di perusahaan tidak henti\-hentinya mondar mandir menunggu Zenia kembali, sudah lewat dua jam istrinya pergi dan belum kembali sama sekali pria itu menjadi sangat khawatir perasaannya sangat tidak enak saat ini, ada sebuah firasat buruk terbesit di kepala\-nya.



Jeffry menatap ke arah Louis yang tidak bisa diam dari tadi dan terus saja menatap ke arah pintu ruangan seolah menunggu kedatangan seseorang, setiap ada yang mengetuk pintu Louis langsung mengubah mimik wajahnya menjadi bersemangat namun sayang yang mendatanginya ternyata bukan orang yang ia tunggu pria itu sesetika berwajah pias sehingga terkadang membuat Jeffry terkekeh melihat suami dari keponakannya itu.



"*Ternyata pria ini sangat tulus kepada Zenia*" guman Jeffry pelan dengan senyuman mekar di wajahnya.



Jeffry lalu menghela napas segera mengalihkan pandangan ke arah Lareina yang kini berada di pelukan memainkan jari\-jarinya. memang benar kata orang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, pepatah itu sepertinya akan berlaku kepada bayi mungil itu, Jeffry menerka bahwa kelak Lareina akan mewarisi sifat dari kedua orangtuanya Zenia yang dingin sedangkan Louis bermuka dua.



Deringan telepon kantor tiba\-tiba terdengar membuat Louis langsung mengangkatnya, terdengarlah suara yang begitu familiar Louis sejenak terdiam saat sebuah informasi di sampaikan oleh orang tersebut, ia lalu menatap Jeffry dengan wajah sulit terbaca.



"Paman, kita harus ke rumah Juan sekarang" katanya mengambil kunci mobil hendak segera pergi, Jeffry mengerutkan kening tidak mengerti dan segera mencegah Louis karena Zenia belum kembali.



"Kau mau kemana, Zenia belum kembali"



Louis menatap lengannya dan segera melepaskan tangan Jeffry yang menahannya.



"Zenia ada di sana paman, dia... " Ujar Louis terpotong.



"Dia terluka maksudmu.?" sambung Jeffry dengan suara datar, Louis hanya mengangguk lesuh lalu segera mengajak Jeffry untuk segera menuju ke rumah Juan.



««



Sesampainya di rumah Juan, Louis melangkah masuk ke sana dengan sangat terburu\-buru meninggalkan Jeffry dan Putrinya yang belum keluar dari mobil.



Ia begitu sangat panik langsung menendang pintu rumah itu tanpa mengetuknya, sontak orang yang berada di dalam rumah kaget bukan main termasuk Zenia yang kini duduk bersandar di bahu Juan.



Louis langsung mendekat.



"*Aduh, pasti bakalan kacau* " guman Zenia dalam hati saat melihat raut wajah suaminya yang terserot tajam ke arah Juan.



Louis kini sudah berada di hadapan istrinya menatap Juan panuh kebencian.



"Louis, dimana paman dan Lareina kenapa kau datang sendirian..?" Tanya Zenia mendahului Louis yang hendak berucap.



"masih di luar" Jawabnya singkat



"Kau Minggirlah". ucapnya lalu langsung duduk di samping istrinya dan minta Juan agar bergeser atau pindah tempat duduk.



"Lelaki sialan ini" gerutu Juan hendak meninju Louis.



"kau mau apa..?, mau memukulku, kau berani?" Ucap Louis melotot membuat Juan langsung mengurungkan niatnya tersebut.



"cih, dasar penakut"

__ADS_1



"siapa yang kau panggil penakut sialan" ucap Juan kini ikut melototkan kedua mata, Louis menjadi sangat jengkel ia seketika menarik kerah baju Juan.



"Sialan..?, jaga mulut mu atau aku jahit" ancam Louis penuh penekanan, Juan yang tidak terima menghempaskan tangan Louis di kerah bajunya.



Zenia memutar bola mata malas, kedua pria itu sama\-sama bertingkah seperti melebihi bocah ingusan.



"kalian berdua hentikan, jika ingin berkelahi di luar saja jangan di sini, aku mau istirahat saja, punya suami dan sepupu tapi tidak berguna" keluhnya menyilangkan kedua tangan,



"Aaawhh" namun Zenia tiba\-tiba bagian perutnya kembali sakit membuat Louis dan Juan mengalihkan pandangan kearahnya.



"Honey.."



"Zenia"



Panggil kedua pria itu secara bersamaan, Louis menyengir lalu langsung menyibakan baju istrinya ke melihat di sana ada luka dan baru saja di jahit.



Louis sejenak terdiam, raut wajah sulit terbaca membuat Zenia dan Juan menelan air ludahnya sendiri.



"Kenapa bisa terjadi seperti ini.?" Tanya Louis dengan suara meninggi, ia menoleh ke arah Ken dan Nick secara bergantian dengan tatapan meminta penjelasan.



"Hei kalian berdua, katakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Istri ku, dia terluka dan kalian baik\-baik saja.., apa yang sebenarnya kalian lakukan hah!"



Ken tertunduk ia tidak berani menjawab pertanyaan dari Louis bisa di pastikan bahwa suami keji ketuanya itu tidak akan segan lagi untuk menghabisi nyawa\-nya.




"Tu..an Louis, tadi Nona tidak sengaja di serang oleh salah satu pemberontak, saya minta maaf karena tidak bisa melindunginya" ucap Ken sambil memejamkan mata.



Louis mengepalkan kedua tangannya, ia hendak berdiri namun segera di cegah oleh Istrinya dan juga Juan.



"Keterlaluan! sebenarnya apa maumu, kau membiarkan istriku terluka dan kau sendiri tidak punya lecet\-lecet, pengawal tidak berguna" ucap Louis menekan amarah.



Ken hanya bisa tertunduk kembali, ia sesekali melirik ke arah Nick agar membalas ucapan Louis namun sayangnya Nick menjadi pengecut, dalam hatinya Ken tidak berhenti mengolok\-golok Nick sebagai pria bertubuh besar namun penakut.



"Louis sudahlah, aku baik\-baik saja Louis .. luka seperti ini sudah bisa terjadi tidak lama lagi akan sembuh" Kata Zenia menepiskan senyum dan menepuk bahu suaminya.



"kemana Paman dan Lareina dari tadi mereka belum masuk juga kedalam?" tanya Zenia. Louis yang tadinya memperhatikan luka perut istrinya lantas mengangkat wajah ikut bingung.



"..."



"Juan kau panggil paman untuk segara masuk" perintah Zenia.



"kenapa aku, kau suruh kedua pengawal tidak berguna itu" Tolak Juan, ia segera menunjuk Ken dan Nick.



Zenia mengenduskan napas, ia tidak suka di tolak oleh siapapun.


"JUANNNN" Teriak Zenia begitu emosi. Louis langsung melebarkan kedua mata karena sangat kaget mendengarnya.


__ADS_1


Juan hanya terdiam bersedekap dada tidak menghiraukan permintaan Zenia sama sekali pria tersebut malah menarik senyuman meledek ke arah sepupunya, Zenia mulai tidak tahan langsung berdiri menghampiri Juan.



"*Plak*!".



Suara tamparan keras begitu terdengar, Juan bukannya marah malah tertawa keras, Zenia dan Louis saling menatap satu sama lain, Juan tampak seperti orang gila yang tertawa tanpa sebab.



Tiba\-tiba Zenia melebarkan kedua mata, ia perlahan melangkah mundur tapi ia begitu menatap tajam ke arah Juan.



Sejenak wanita itu mengerutkan kening karena merasa ada yang aneh dengan Juan, tidak jauh berbeda Louis di buat terheran\-heran oleh Juan.



"sepertinya akal sehat mu hilang!" tuduh Zenia, Juan malah semakin tertawa terlihat pria itu menyandarkan kepalanya kebelakang bersadar di sandaran sofa.



"Honey apa yang terjadi kepadanya..?" tanya Louis penasaran.



"bagaimana kau melihatnya, apa yang terpikirkan di kepalamu"



"GILA dan TIDAK WARAS" jawab Louis jujur, Zenia langsung membenarkan lalu semenit kemudian menggeleng, Louis menyengir melihat respons tidak jelas dari istrinya.



Zenia mendudukkan tubuhnya di samping Juan.



"Apa yang terjadi diantara kamu dan paman lagi.?" Tanya Zenia.



"Aku..?, dengan siapa Zen, dengan pria tua itu.. Cih"



"JUAN, masalah kartu bank milikmu yang di blokir, bukannya kemarin kau meminta 50 jt dollar..?" ucap Zenia menatap lekat kedua bola mata Juan, Louis yang melihat keduanya menggigit bibir menahan rasa cemburunya.



"Dasar pencari perhatian" sindir Louis pelan namun terdengar di telinga Juan.



"Jangan berbisik\-bisik sendirian" sindir Juan balik.



Zenia ingin sekali rasanya menghilang saja, kenapa kedua pria di samping itu tidak bisa akur walau hanya sekali. " Kalian berdua berhentilah, lama\-lama aku akan terkena strok karena kelakuan kalian"



Juan berdecih begitupun Louis mereka sama membuang pandangan saling berlawanan.



"Ayo kita pulang, Paman pasti sudah kelamaan menunggu di mobil" ajak Zenia menarik tangan Louis untuk kembali ke rumah mereka.



.


.


.


.


.


.Bersambung...



Besok Eps Terakhir.



"*Tidak semua masalah akan terselesaikan dengan begitu mudah dan cepat, butuh perjuangan yang sangat lama, seseorang harus pandai bersikap dan bergaul dengan orang\-orang di sekitar, Jangan salah dalam memilih, melangkah dan memutuskan dalam keadaan sedang emosi sebaiknya kita harus merenungkannya* *terlebih dahulu, cobalah berpikiran luas*."


__ADS_1


**Bye Chan πŸ˜‚πŸ˜‚ wkwkwk. ngeyel**.


__ADS_2