My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Jangan menyentuhku"


__ADS_3

Zenia tidak bisa lagi menghindari Loren, dengan terpaksa ia harus berbicara dengan Loren Empat mata. Saat ini Zenia di bawa ke dalam kamar loren dan Louis menunggu di luar dengan sangat gelisah. Tadi semua anggota keluarganya meminta Istrinya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Loren dan Zenia mengangguk pasrah saja.


Zenia menyengir melihat Fotonya bersama dengan Loren di masa lalu..


"Apa-apa ini..?"


Tanya Zenia tidak pernah menyangka bahwa Loren menyimpan beberapa Foto yang di ambil secara diam-diam dan di gantung di dinding kamarnya.


"Zenia.. Jangan salah paham. Aku hanya ingin menyimpannya sebagai kenangan saja"


Ujar Loren mencoba tersenyum.


Justru Zenia menatap Pria itu dengan sangat kesal dia tidak pernah tau perihal sikap Loren yang seperti seorang Psikopat.


"Loren, sebelumnya aku mempertimbangkan untuk memaafkan mu tapi setelah melihat ini kau tidak lebih dari seorang Cabul dan Psikopat"


"Jangan salah paham.. Aku minta maaf, Jujur Zenia aku sudah mencari mu selama beberapa tahun tapi saat aku menemukan mu ternyata kau sudah menjadi Istri dari kakak kandungku sendiri . Apa kau tidak pernah merindukanku..?"


Tanya Loren mendekat hendak memegang tangan Zenia namun dengan cepat wanita itu menepisnya dengan kasar.


"Jangan menyentuh ku.. Tidak sopan"


Ucap Zenia datar namun raut wajahnya menunjukan kemarahan di dalamnya.


Loren menghela napasnya sendiri,..


"Zenia, aku minta maaf, tapi bisa kah kita kembali berteman seperti dahulu"


Pinta Loren penuh harap.


"Tidak, sekali kau buat kesalahan aku tidak akan pernah mau kembali seperti dahulu"


Zenia menolaknya secara langsung membuat hati Loren semakin sakit.


Loren mengubah mimik wajahnya, ia mencengkeram dagu Zenia dengan kasar hingga membuat Zenia merasakan sakit.


"Kau tidak adil Zenia, Kenapa saat kau bersama dengan Kakakku kau sangat lembut sedangkan saat bersama ku kau seolah sangat membenci ku, apa salahku sebenarnya,.. Aku mencintaimu itu hak aku kau tidak bisa mencegah hal itu"


"Dan ingat, hanya aku yang tulus mencintai mu tidak ada yang lain akan aku buktikan itu"


Ujar Loren menatap kedua bola mata Zenia dengan tajam.


Zenia mengerutkan kening, lalu melepaskan tangan Loren dengan susah payah.


Plak!.


Zenia akhirnya tidak bisa menahan kekesalannya, dengan tatapan jijik ia menampar pipi loren. Pria itu hanya memegang pipinya yang terasa sangat perih tapi hatinya lebih sakit

__ADS_1


"Hah.. Kau hanya bermimpi Loren.. Kau sama sekali tidak mengenal siapa diriku yang sebenarnya, dan hanya Louis satu-satunya yang berhak mencintai ku karena aku juga mencintainya.. Bodoh"


Ucap Zenia keluar dari kamar Korek yang penuh dengan Foto dirinya.


Loren mematung tidak menyadari bahwa Zenia sudah keluar dari kamarnya.. Lagi-lagi Loren gagal untuk mendapatkan hati Zenia untuk kedua kalinya .


___


Zenia keluar dengan wajah tidak terbaca, Istrinya terdiam wajahnya bahkan sangat datar Louis yang sudah sangat jarang melihat wajah datar dari Zenia selama beberapa bulan ini sangat heran dan penasaran dengan yang terjadi tadi.


"Honey.. Kau kenapa..?"


Tanya Louis cemas dengan Istrinya.


"Lebih baik kita pulang saja.. aku tidak bisa berada di sini terus"


Ucap Zenia dengan cepat sebelum Louis bertanya kepada parihal Loren kepadanya.


"Baiklah Honey.. Ayo kita pamit"


Ajak Louis merangkul bahu istrinya.


Zenia dengan perasaan sangat kesal tidak tau harus melampiaskannya dengan cara apa..


Di ruang keluarga..


Louis menemui semua orang, Ia menyampaikan keinginannya untuk kembali ke rumahnya dengan Istrinya.


Lina tidak setuju dengan keinginan Anaknya.


"Mama, Zenia yang ingin pulang dan aku juga menginginkan hal yang sama"


Ujar Louis.


Lina menatap menantunya dengan heran tidak bisanya Zenia akan setuju dengan keinginan Louis.


"Zenia, apa masalah mu dengan loren sudah selesai..?"


Tanya Lina yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi.


"Tidak, maaf mah.. Aku dan Louis lebih memilih untuk kembali kerumah kami saja"


Kata Zenia menatapnya datar.


Lina menghela napas, lalu mengangguk.


"Baiklah kalian kembali saja kerumah kalian mama dan yang lainnya akan sering berkunjung untuk menemui mu di sana"

__ADS_1


"Terima kasih mah.."


Ujar Zenia menyinggungkan senyum tipis kepada mertuanya.


Lina dan Marget memeluk Zenia lalu mengelus perut buncit wanita itu dengan lembut.


"Louis.. Kau jaga Istri dan Cucu kami dengan baik-baik"


Ucap Lina memperingati anaknya itu. Louis mengangguk namun ia acuh tidak acuh menanggapi peringatan dari mamanya.


"Sudah.. Mama, aku yang lebih tau dari pada kalian"


"Ayo Honey"


Ajak Louis menarik tangan istrinya keluar dari rumah orang tuanya dan masuk dalam mobilnya.


***


Loren berlari keluar namun sudah terlambat untuk mengejar mobil yang membawa Zenia dan Louis pergi dari rumah.


"Loren, sebenarnya apa yang terjadi tadi di antara kalian berdua..?"


Tanya Lina saat melihat Loren yang terduduk di depan teras dengan wajah frustrasi.


"Tidak ada mah.. Aku mau tidur saja"


Lirih Loren bangkit dari kursi lalu berlari lagi masuk kedalaman kamarnya ia lupa menguncinya bisa gawat jika ada yang masuk.


"Loren..!!"


Panggil Lina namun anaknya yang satu itu sengaja tidak mendengarnya.


"Loren!!"


Panggil Lina lagi mengejar anaknya.


.


.


.


..


Tbc..!!!


eps selanjutnya Zenia sudah melahirkan yah..

__ADS_1


Dia akan kembali ke dunia mafia lagi.. ok πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜œ


Visul loren ada di Eps.. sebelumnya."Masa Lalu Aku Tidak Peduli"


__ADS_2