My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Kekejaman Zenia"


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu begitu saja..


Zenia kembali mendapatkan sebuah surat dari orang misterius yang ingin menantang dirinya.


Lahan kosong di dekat pantai yang terisolir di sanalah kini Zenia berdiri menggunakan topeng hitam yang mengambarkan sebuah bunga mawar hitam dan ada sesuatu yang bertuliskan Ketua...


Ken dan para anggota yang lainnya sudah bersiap-siap mereka juga menggunakan topeng namun hanya sebuah kain hitam yang mereka pakai untuk menutupi sebagian wajahnya.


"Kemana.. Si kaparat sialan itu"


Kesal Zenia menunggu kedatangan orang yang menantangnya.


"Zen.. Mereka sudah datang jangan sampai lengah bisa-bisa aku di habisi oleh suamimu"


Tunjuk Nick kearah sekumpulan orang yang berjalan mendekati mereka.


"Hahhaha.. Ternyata cuma sekumpulan orang tidak berguna"


Ujar Zenia enteng, ia akan sangat mudah menghabisi orang-orang yang berjalan kearahnya.


Tanpa mau menunggu waktu yang lebih lama Zenia segera memerintah para anggota gengnya untuk segera menyerang dan menghabisi tanpa ampun.


"Serang.. "


Nick dan Ken selalu berada di sekitar Zenia untuk mencegah ketuanya terluka, mesti mereka tau bahwa Zenia sangat hebat dalam membunuh seseorang namun Ketuanya itu tetaplah seorang wanita.


Zenia sangat sibuk bertarung dengan para Pria bertubuh besar dan juga kekar, ia hanya menertawakan orang-orang Itu tanpa tau bahwa ada seseorang yang di belakangnya hendak memukul kepalanya..


Ken melihatnya dan segera menghampiri pria itu.


"Hei.. Lawan aku dasar pengecut "


Ucap ken menghentikan rencana orang itu untuk menghabisi ketua dari Black Rose.


"Sial.. Hiyahh... "


Pria itu segera menyerang Ken tanpa ampun.


Pertempuran berlangsung cukup lama beberapa anggota geng milik Zenia terluka parah bahkan ken dan Nick juga sama-sama mendapat luka di bagian tubuhnya.


Sedangkan dari pihak lawan banyak yang mati mengenaskan menyisakan duapuluh orang saja. Itu pun kakinya dan tangannya sudah di ikan oleh Zenia sendiri.

__ADS_1


"Hei.. Bodoh dimana Ketua sialan mu itu, kenapa dia tidak menunjukkan batang hidung hah. "


Zenia bertanya sambil menendang salah satu tubuh lawannya.


Hukk..cih..


"Hahahahaha... Ternyata kau wanita, apa kau ingin tidur bersamaku"


Bukannya menjawab pertanyaan Zenia orang itu malah tertawa dan berucap kurang ajar, mendengar ucapan itu Zenia tanpa pikiran panjang langsung menebak matinya.


Siapa pun yang melihat tindakan dan kekejaman dari zenia akan begidik geri wanita itu terlalu kejam walaupun berwajah selayaknya malaikat.


Lalu Zenia pindah ke orang selanjutnya, ia tidak akan bertanya lagi insting membunuh sudah menguasai dirinya ..


Dor.. Dor.. Dor..


Zenia menebak orang itu satu-satu tidak menyisahkan satupun.


"Ken, Nick ayo kembali ke markas dan obat luka kalian"


"Baik nona"


"Kalian melihat Istriku..?? "


Louis yang baru kembali bekerja tidak mendapati keberadaan Zenia.


Para maid hanya menggeleng karena tidak tau kemana perginya zenia.


"Tuan.. tadi aku sempat melihat nyonya pergi di jemput oleh asisten pribadinya.. "


Ujar penjaga rumahnya.


"Kennn... Lagi aku benar-benar akan membunuhnya"


Louis mengerutkan keningnya ia sangat tidak suka jika Istrinya pergi bersama dengan Ken, walau ia tau bahwa ken sangat menghormati Zenia tapi tetap saja mereka pria dan Wanita louis tidak ingin Istrinya lebih banyak menghabiskan waktu dengan Ken.


Ditambah lagi Ken termasuk pria yang tampan dan masih muda, Louis selalu cemburu jika Zenia di jemput oleh Ken setiap hari.


-Dua jam kemudian..


Louis semakin kelimpungan menunggu kedatangan Istrinya entah sudah berapa kali ia menghubungi nomor ponsel Zenia namun tetap saja tidak di angkat.

__ADS_1


"Kenapa kau belum pulang Honey... "


Racau Louis memegang foto Istrinya.


Tidak lama berselang Anton tiba-tiba datang kerumahnya dengan wajah ketakutan ketika berhadapan dengannya.


"Ada apa Anton kenapa raut wajahmu begitu..? "


Tanya Louis.


"Anu.. Tuan, Nona zenia. "


Jawab Anton terbatah-batah ia takut louis akan lepas kendali.


"Kenapa dengan Istriku.. Katakan jangan terbata-bata begitu"


"Tuan Nona pingsan ken menghubungiku tadi, dan kini Nona berada dirumah sakit"


Ujar Anton takut.


"Apa!!! "


Seketika Louis menjadi panik tanpa menunggu Anton ia berlari menuju ke mobilnya, Anton yang berusaha mengejar Tuannya.


"Tuan biar aku yang menyetir"


Tawar Anton ia melihat Louis hampir menangis bahkan wajahnya saja sudah merah.


Louis tidak menjawab pikirannya hanya di penuhi banyak pertanyaan.. Bagaimana kondisi Istrinya, kenapa bisa pingsan,


Anton menuntun Louis agar duduk di belakang dan ia yang akan menyetir karena di takutkan bukannya sampai dengan dengan selamat malah mereka akan masuk rumah sakit jika Louis yang menyetir dengan kondisi pikiran kacau.


.


.


.


.


Tbc....!!!

__ADS_1


__ADS_2