
Nick bercermin melihat satu gigi miliknya terlepas akibat kemarahan Louis di hari itu, Pria gemuk itu mengeram kesal.. Nick kenal betul seperti apa jika Louis sedang marah.
"Uh.. Louis kau sangat keterlaluan... Gigi ku sampai lepas begini"
Gerutu Nick, ia sangat malu untuk banyak bicara di depan semua anggota Gengnya, Nick memilih bersembunyi dulu di dalam ruangan tempat dirinya istirahat jika sedang kelelahan.
pria itu tidak habis pikir kenapa pasangan suami istri itu mempunyai sisi jahat yang sama, Bayangkan saja Louis dan Zenia sama-sama menyeramkan, Jika Zenia akan mengitimidasi Lawanya beda dengan Louis pria itu akan menyiksa batin dan melukai tubuh seseorang. Seperti keadaan Nick kali ini.. Ia sangat tertekan akibat dari ketidak jujurannya.
Juan masuk ke dalam ruangan Pribadi Nick tanpa izin, lalu duduk dengan santainya memperhatikan Nick dengan senyuman jahatnya.
"Berhentilah bercermin, kau akan tetap jelek walau kehilangan satu gigi kau tidak akan bisa mengubah wajah jelek mu itu... NICK"
Ujar Juan sengaja mengejek Nick, Juan memang sangat suka berkata tidak wajar seperti itu menurutnya sangat menyenangkan.
Nick menoleh ke arah pria menyebalkan itu..
"Ada tamu tidak tau malu, Dasar.. Aku sangat heran kenapa Zenia justru mempunyai seorang sepupu yang aneh dan tidak tau sopan santun seperti iniΔΊ"
"Terserah.."
Jawab Juan santai..
Kedua kakinya itu kini sudah berada di atas meja, Kesepian rasanya Juan ingin sekali menjalankan misi dengan Zenia. Apa daya Ia takut dengan Louis..
"Hei... Kau pengecut, pergi kemana kau saat aku di marahi oleh Louis..?"
tanya Nick perlahan berjalan ke sofa dan duduk disana dengan tampang sama sekali tidak bersahabat.
Juan menyengir..
"Yah.. Aku pulang kerumahku, tidak seperti kau yang miskin rumah saja kau tidak punya dan numpang tidur di tempat ini"
Ujar Juan sekali lagi ingin melihat wajah kesal dari Nick.
Pria gemuk itu memutar bola mata malas. Lalu mengambil ponsel di saku celananya.
"kau sudah berkata seperti itu, nanti kukirim rekamannya ke Zenia biar kau tau rasa sekalian"
Nick membalas ucapan Juan sangat menyebalkan.
"hubungi saja,.. Kau pikir akan bisa ingatlah bahwa Louis selalu di sisinya"
"Atau kau mau aku menghubungi Louis juga"
Ujar Juan simrik senyuman licik terukir jelas di wajahnya itu.
"JUAN.. DASAR ORANG MENYEBALKAN. PERGI"
Nick sudah tidak tahan dengan perilaku sepupu dari Zenia ini, Ia bahkan tidak pernah menyangka bahwa Zenia bisa bertahan dengan sikap menyebalkan Juan selama ini.
Juan sama sekali tidak bergerak di posisi awalnya, ia malah merebahkan tubuhnya di atas Sofa dan memainkan ponsel, walau Nick sudah mengusirnya juan tidak peduli akan perkataan itu.
__ADS_1
"Hei... Nick kita itu harus saling melindungi bukan bermusuhan seperti ini"
Ujar Juan.
"Melindungi satu sama lain kau hanya bermimpi saja, aku tidak akan mau bekerja sama dengan orang penakut seperti mu".
"Pertimbangan dulu, jangan memutuskan secepat ini, sungguh tidak seru"
Juan memicingkan mata menghadap ke Nick penuh selidik.
"sudah.. Kau pergi saja, kau tidak di undang kesini"
Kini Nick sudah berdiri tepat di samping Juan yang masih terbaring lalu memaksa pria menyebalkan itu bangun dan keluar dari ruangannya. Juan yang tidak bisa melawan karena bajunya di tarik dengan kasar oleh Nick hanya diam saja..
***
Zenia menghampiri suaminya di ruang kerjanya dalam rumah sambil membawa kopi yang di pegang oleh kedua tangannya dan meletakkan di atas meja dengan hati-hati.
"Louis minum kopimu dulu"
Ucap Zenia, kemarin mereka berdua sempat bertengkar gara-gara pertanyaan louis mengenai Ken.
"Huh.. "
Louis tidak menanggapinya..
Zenia menghela napas ini semua salahnya, Ia tidak ingin jika suaminya itu terdiam seperti sekarang ini.
Lalu Zenia memegang kedua tangan suaminya dengan wajah lemasnya..
louis melirik sekilas Istrinya.. lalu berkata
"Kalau begitu.. Kau ganti saja dia, apa susahnya sih"
"Aku tidak bisa.. Ken berperan sangat penting selama ini,. dan aku masih mempunyai banyak sekali urusan yang harus di selesaikan bersama dengannya, hanya Ken yang bisa membantu ku. Bahkan Juan maupun Nick tidak akan sanggup"
Ucap Zenia tetap mempertahankan Ken, yang merupakan tangan kanan yang sangat berharga dalam setiap misinya.
"Louis.."
lirih Zenia suaminya sendiri tampak masih marah dengannya.
Suaminya itu kembali melanjutkan pekerjaannya yang baru saja dikirim oleh anton melalui Email. Ia mencoba mengabaikan dirinya. Louis baru kali ini merasa sedikit kesal dengan Istrinya itu, bagaimana tidak kesal Zenia akan tetap mempertahankan Ken disisinya, sedangkan beberapa hari yang lalu Zenia ingin pergi meninggalkan dia sendirian disini.
Lantas Zenia yang merasa di abaikan pun hanya duduk saja di hadapan Suaminya tanpa banyak bicara lagi hingga beberapa saat kemudian dia tertidur di di meja.. Kepalanya terasa agak pusing.
Melihat istrinya tertidur dengan tidak nyaman, louis menghentikan pekerjaannya lalu membawa Zenia kembali ke kamar mereka, sesekali Zenia mengigau dalam tidurnya..
___
Louis merebahkan tubuh sang istri dengan sangat hati-hati takutnya, Zenia terbangun...
__ADS_1
Pria itu mengelus kepala Zenia dengan perasaan sedikit bersalah juga, sebenarnya louis tidak sanggup mendiamkan Istrinya sendiri, tapi Louis juga mempertimbangkan berharap Zenia mau menuruti semua perintah dan perkataannya selaknya seorang Istri yang patuh.
Louis menatap wajah Zenia sungguh Dirinya tidak akan bisa melanjutkan hidupnya tanpa wanita itu disisinya..
"Honey.. "
Ujar Louis sedikit menggoyangkan lengan Zenia.
"Sayang.. Bangun lah"
"Zenia, istri Ku yang cantik bangun dong, ayo kita makan siang dulu"
Sudah tiga kali Louis mencoba membangunkan istrinya, ia baru ingat mereka berdua belum makan siang... Lagi-lagi karena Ia tadi mengabaikan sang Istri.
Zenia sama sekali tidak bergerak wajah Istrinya pucat, louis menjadi sangat panik.. Louis menyentuh Kening Zenia teras panas,..
"Sayang bangun"
Lirih Louis takut sepertinya Istrinya demam.
Zenia sedikit membuka kedua matanya..
"Umm.."
Mata itu kembali terpejam karena tidak sanggup terbuka.
"Sayang.. Maafkan aku"
Louis begitu menyesali perbuatannya sendiri, Istrinya menjadi sakit begini.
Louis dengan cepat mengambil ponsel menghubungi Anton agar menjemput Dokter datang kerumahnya..
Louis menggenggam kedua tangan istrinya itu mengecupnya berkali-kali, kenapa bukan ia saja yang sakit.. Kenapa Harus Istrinya. Louis segera meminta kepada salah satu maid untuk mengambilkan air hangat untuk mengompres sembari menunggu Dokter datang.
Pria itu pun mengompres kepala istrinya itu beberapa kali mengganti handuk kompresan.
"Zenia.. Maafkan aku, tolong buka matamu sayang, Maafkan Aku"
Louis terus mengucapkan permintaan maaf dan penyesalannya, Wajah pucat Zenia membuat perasaannya campur aduk.
.
.
.
.
.
Tbc...!!!
__ADS_1
Maaf atas keterlambatan Upnya.. Author banyak pikiran sih. Naskanya juga agak pendek tidak sampai 1000 kata.
Sekali lagi maafkan aku. πππ