My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Orang sinting"


__ADS_3

Keluarga kecil Louis hari ini akan pergi kepantai sesuai dengan janji Louis kepada Zenia  beberapa hari yang lalu dan baru sekarang mereka akan berangkat. Sudah tiga hari belakangan ini ia tidak mendapat gangguan dari para parasit yang ingin memisahkan mereka.


Zenia dengan mengendong putrinya hanya memperhatikan apa yang di perbuat oleh suaminya tersebut, walau ia ingin membantu Louis, tapi pria itu tidak akan mengijinkannya sama sekali.


“apa masih lama..?” Tanya Zenia sedikit berteriak.


“dua menit lagi Honey..” sahut Louis.


“huh… sepertinya kita harus menuggungu sebentar lagi sayang” bisiknya kepada putri mungil tersebut.


Zenia mendudukkan tubuhnya di kursi teras rumahnya, sudah lewat dari dua menit dan Louis masih saja sibuk.


Lareina mengembungkan pipi lalu menatap Mommy nya dengan tatapan imut sehingga membuat Zenia tidak tahan ingin menciumnya.


“umaahh.. wahh cantiknya putriku” ucap Zenia sambil mencium kedua pipi Lareina secara bergantian selama beberapa saat , Bayi mungil tersebut membalas dengan sebuah senyuman manis. Karena belum puas Lareina kembali melakukan hal yang sama dan semakin membuat Zenia nyaris mimisan karena tingkah putrinya tersebut.


“LOUIS!!!,cepat kesini” panggilnya mengalihkan tatapanya dari Lareina.


“Kenapa Honey..?”


Louis spontan mendekat kearah Istrinya, ia panik karena Zenia tiba-tiba memanggilnya dengan suara yang cukup lantang.


“Ayo berangkat, tidak perlu membawa barang yang banyak nanti malah repot” Ucap Zenia


.


“ahh..dan ini sebaiknya kau yang menggendong Lareina..” Lanjutnya menyerahkan putrinya kepada sang suami.


“Memang kau kenapa Honey, ya ampun hidungmu berdarah..” Tanya Louis sekilas langsung panik dengan darah yang mengalir keluar dari hidung Zenia.


“Apa kau sakit, sebaiknya kita tidak batalkan saja ke pantainya..”


Zenia hanya menggeleng lalu membersihkan hidungnya menggunakan sapu tangan, hidungnya berdarah bukan karena sakit tapi gara-gara putrinya sendiri yang tidak berhenti menatapnya dengan wajah imut.


“ Louis.. aku baik-baik saja, jangan panik..” ucapnya .


“Tapi Honey.. hidungmu berdarah, pasti kau kelelahan sebaiknya kita batalkan liburannya saja” Sahut Louis dengan khawatir dan susah di sembunyikan.


“bukan itu, ini terjadi karena putrimu itu..”


“Hah..” Louis bingung karena Lareina masih kecil dan tidak mungkin bisa melakukan hal


buruk kepada Zenia.

__ADS_1


“jangan berpikir yang tidak-tidak , ayo berangkat”


Zenia menarik tangan Louis menuju arah mobil dan lagi pula darah seperti ini sudah bisa baginya.


***


Begitu sampai di pantai, Louis mengandeng tangan Istrinya sedangkan Putri munginya tersebut berada di kereta dorong yang dia persiapkan sebelumnya.


Zenia terpaku melihat pemandangan Pantai yang sangat indah, ini untuk pertama kalinya dia berkunjung ke pantai semasa hidupnya, wanita itu melangkah pelan tanpa sadar genggaman tangan Louis terlepas begitu saja.


“Honey…” panggil Louis.


Zenia tidak menyahut sama sekali , ia terfokus akan satu hal di hadapannya..


Siang itu pantai cukup ramai dengan beberapa pasangan.. Zenia sadar akan satu hal selama ini ia membodohhi dirinya sendiri karena telah melewatkan tahun-tahun hidupnya dengan mengotori tangannya.


Ombak-ombak kecil menyentuh ujung sepatu yang dia kenakan membuat Zenia spontan menatap kearah bawa.


“sangat indah bukan..” ucap seseorang tiba-tiba berada di sampingnya.


Zenia menoleh begitu medengar seseorang berkata di sampingnya, raut wajahnya spontan berkerut dan tangannya terkepal.


“sebaiknya kau pergi dari sini, jangan menganggu keluargaku” ucap Zenia dingin.


“ kalau aku tidak mau .. apa yang akan kau lakukan.?” Tanya orang tesebut dengan senyuman sinis.


“kau siapa yang ingin tau semuanya.. pergi sekrang juga sebelum aku membunuhmu” Kata Zenia penuh penekanan.


Orang itu justru tidak menjawab dan malah menepuk bahunya dengan cukup keras .


“Honey..!!!” Louis tiba-tiba mendekat dengan mendorong Kereta bayinya lalu memeluk Istrinya erat, ia menatap tajam orang yang menepuk bahu Zenia tadi.


“dia siapa kenapa kau tadi berbicara dengannya.?” Tanya Louis.


“orang sinting” jawab Zenia santai.


Louis dengan tatapan tidak sukanya mengambil tisu basah lalu membersihkan bahu Zenia dari bekas tangan orang tersebut, Louis tidak mau ada bau orang lain yang mempel di tubuh Zenia selain dirinya.


“hahahahahah.., tenyata kalian pasangan serasih sama-sama gila” Kata orang itu dengan tampang merehkan Louis dan Zenia. Orang itu tidak tau bahwa dirinya menghina pasangan keji dan tidak tau ampun  tersebut secara terang-terangan.


Zenia maupun Louis menjadi kesal.. saat Zenia hendak maju dan menampar orang namun langsung di tahan oleh suaminya.


“Biarkan aku saja Honey..” ucap Louis tidak melepas tatapanya dari orang tesebut.

__ADS_1


“bawa Lereina menjauh , tidak baik jika anak kita melihatnya..”


Zenia mengaangguk pelan dan mengaambil ahli kereta dorong bayi dari tangan suaminya tersebut,


wanita itu tidak tau apa yang akan Louis lakukan kepada orang kurang ajar tersebut.


Begitu Zenia pergi Louis lantas mencengram kerah baju orang tersebut dengan tatapan jengkel, pria itu tidak segan menyeret paksa orang kurang ajar yang tidak ia ketahui namanya.


“kau mau mati..?” Tanya Louis melotot.


“Apa yang Kau lakukan..?”


“Kau harus di beri pelajaran, sepertinya kau tidak mengenal siapa aku sebenarnya.. ya ampun sepertinya aku harus tampil di sampul majalah lagi..” ucap Louis tersenyum miring namun sorot matanya sangat tajam.


“LEPASKAN AKU SIALAN.. TOLONG!!!” teriak orang tersebut meminta pertolongan ke pada orang-orang di sekitarnya, namun hanya sia-sia saja.


Louis menyeret paksa orang di tangannya tersebut tanpa peduli jika di liat oleh banyak orang di sana.. Saat posisinya jauh dari kerumunan Louis melempar orang itu hingga tersungkur di bawanya tidak berdaya karena kelelahan merontah.


Louis menarik lengan bajunya ke atas, karena sekarang ia memakai baju santai dan celana pendek semua pekerjaanya akan menjadi lebih mudah. Orang itu menatap Louis sambil menelan air liurnya pahit, walau tubuhnya berotot tapi pusturnya dengan suami Zenia ini sangatlah jauh berbeda dengannya.


“apa kau takut sekarang..?” Tanya Louis sergai.


“aa..k.ku..”


Plak!


“BERANINYA KAU MENATAPKU” bentak Louis sembari menampar wajah orang tersebut, terdengar Suara tamparan terdengar yang sangat keras , saking kerasnya sampai sudut bibir Orang itu berdarah.


“Masih mau menghina Istriku hah.. kau orang sinting, apa kau tidak ingat dengan orang bernama LOUIS hah, kau sudah menganggu liburan keluargaku.. kau tidak akan pulang dengan kondisi normal persiapkan dirimu menjadi cacat”.


Beberapa saat berlalu Louis menbersihkan tangannya yang berlumuran darah, dengan kekejamannya Louis bahkan tidak berkedip saat melukai orang kurang ajar tersebut.


“kau akan selamat jika ada orang yang menemukanmu dalam waktu lima menit, tapi jika lewat dari itu bisa aku pastikaan kau mati sia-sia secara menyedihkan disini” ucap Louis sinis.


Lantas orang tersebuh hanya terbaring lemah dengan berbagai luka di sekujur tubuhnya.. ia sudah mulai kehilangan  kesadarannya, ternyata dia telah menganggu orang salah dan kini dia tinggal menunggu maut mejemputnya, sungguh rasa sakit akibat perbuatan orang yang bernama Louis tersebut membuatnya memilih untuk mati saja dari pada hidup kembali.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Visual Jeffry... Juan Lewat.. 😲😲😲



__ADS_2