
Dua hari kemudian louis dan Zenia bersiap untuk perjalanan Honeymoon mereka, louis begitu bersemangat bahkan Zenia menatap Louis tidak percaya dengan yang di lihatnya sekarang lima koper untuk louis sedangkan Ia hanya membutuhkan satu koper untuk segala kebutuhannya.
"Louis kenapa kau membawa Koper begitu banyak kita di sana hanya tiga hari." tanya Zenia menunjuk semua koper di hadapannya.
"Honey dengakan aku, di dalam semua koper ini berisi segala kebutuhan kita berdua kau simpan saja kopermu itu." ujar Louis mengambil Koper yang sedang di di dorong oleh istrinya. Lalu meletakkan koper milik istrinya di atas ranjang.
"Tapi!"
"Usstt tidak ada penolakan Honey ayo kita berangkat."
Louis menarik tangan istrinya menuju pesawat jet pribadi miliknya yang tidak jauh dari kediamannya. Mereka di ikuti beberapa maid untuk membawa semua koper.
- Beberapa jam kemudian.
Mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka untuk perjalanan Honeymoonnya.
Awalnya Louis ingin menyewa seluruh tempat agar tidak ada yang mengganggu kebersamaan nya dengan Istri tercintanya, namun Zenia tidak setuju dengan keinginan Louis menurut Zenia tindakan louis sangat berlebihan.
Di dalam Hotel Zenia duduk di samping ranjang karena merasa lelah dengan perjalanan panjang yang di tempuhnya.
"Lelah sekali kemana Louis!" ujarnya sambil menatap kesekelilling ruangan yang kosong entah di mana suaminya sekarang.
__ADS_1
"Lebih baik aku mengganti baju dulu."
Zenia melangkah membuka koper yang di siapkan oleh louis untuknya, menatap seluruh pakaian yang berada di dalam koper betapa terkejutnya ia dengan yang dilihatnya.
"Dasar Lelaki otak mesum, bereengsek! Baju apaan ini bagaimana Louis bisa memikirkan pakaian seperti ini kekurangan bahan, sial." gerutu Zenia kesal melempar piama seksi kekurangan bahan itu. Ia kembali duduk dengan wajah kesal.
Louis yang baru kembali dari pertemuannya dengan Pemilik Hotel melihat istrinya duduk dengan wajah kesal melihat sekeliling kamar yang begitu berantakan merasa bingung.
"Kau kenapa Honey, kenapa melempar baju-baju ini?" tanya Louis heran.
"Umm." Tidak ada jawaban.
"Katakan kepadaku sayang, kenapa wajahmu begitu kesal." tanya Louis khawatir bisa-bisa honeymoon kali ini gagal karena Zenia marah kepadanya.
"Honey, aku? bukan aku yang membeli baju mini ini, aku akan memesan baju yang lebih baik untukmu."
Louis menatap jijik pada baju yang kekurangan bahan itu. Lalu ia meminta orang untuk membeli baju untuk istrinya.
"Awas kau Anton, kau hampir membuat Honeymoonku gagal." guman Louis dalam hatinya ia akan memberikan pelajaran untuk asisten pribadinya itu.
Louis menarik tubuh Istrinya ke dalam pelukan agar Zenia tidak kesal dengannya. Ia berusaha membujuk Istrinya untuk keluar jalan-jalan bersama sembari menikmati pemandangan pantai di sore hari.
__ADS_1
***
Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa hari sudah malam Louis dan Zenia menuju restoran untuk mengisi perut kosongnya. Mereka menikmati berbagi hidangan yang di persiapkan oleh pemilik resto tersebut berhubung Louis tadi sudah meminta bantuan dari pemilik restoran.
"Louis menurutmu hari ini menyenangkan." tanya Zenia sambil mengunyah makananya.
"Iya Honey asal Kau bersamaku semuanya pasti akan menyenangkan." ujar Louis tersenyum manis tampak sekali di wajahnya uratan kebahagiaan.
"Besok kita pergi kemana lagi?" tanya Zenia kembali.
Louis tidak menjawab pertanyaan Zenia iya terfokus di dalam rencana kedepannya agar Zenia tidak bosan berada di sini, tidak mendapatkan respons Zenia melanjutkan makan malamnya tanpa berbicara lagi.
Makan malam berlalu Zenia dan Louis kembali ke kamar Hotel dan membersihkan tubuhnya masing-masing, rasa lelah di rasakan oleh Zenia ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa menunggu Louis selesai mandi bahkan Zenia masih memakai kimono towel karena baju pesanan louis belum sampai juga.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.