My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Teror"


__ADS_3

Zenia sudah memakai pakaiannya, ia sangat lelah setelah melayani Suaminya yang terlalu mesum dan tidak tau tempat, tubuhnya terasa sangat lengket terlalu banyak keringat yang keluar. Zenia berjanji kepada dirinya sendiri ia tidak akan pernah lagi mau menggoda Louis bisa-bisa ia akan di terkam di mana saja.


"Honey Ayo pulang sudah sore nih..!! "


Ajak Louis menghentikan lamunan Zenia.


"Kau duluan saja, aku masih sibuk"


"Um.. Ayolah Honey, tidak kah kau merasa gerah setelah kita bertempur tadi.. "


ajak louis lagi, zenia mendesah pelan kenapa suaminya ini sangat tidak tau malu.


"Heh, kau ini bagaimana jika ada yang mendengarnya Louis, apa kau tidak merasa malu dengan ucapanmu itu"


Ujar zenia dengan suara kecil mendekati Louis.


"Untuk apa malu, hanya ada kau dan aku di sini, Ayo pulang ini sudah waktunya kau tidak perlu lembur atau aku akan menghubungi Kakek bahwa cucunya tidak menuruti perkataan dari suaminya"


Louis mengatakan sambil memegang ponselnya hendak menghubungi Kekek Zein.


Zenia menggertakan giginya kesal Louis selalu saja mengancamnya dengan menggunakan Kakeknya, dengan cepat ia menahan Louis dan mengajaknya pulang.


"Baiklah Louis ayo kita pulang..!!"


Ujak Zenia memaksakan senyumannya.


Dengan suasana hati yang bahagia Louis merangkul tubuh istrinya lalu melangkah untuk pulang, ia selalu berhasil dengan trik menggunakan kakek Zeni untuk menjadikan Istrinya penurut.

__ADS_1


Sebelum melangkah lebih jauh tiba-tiba saja ken memanggil Zenia dari kejauhan sambil berlari dan berteriak.


"Nonaaa.. Nona.. "


Panggil Ken membuat telinga Louis kepanasan,dengan nafas yang terengah-engah Ken berdiri dihadapan pasangan suami istri itu.


Zenia menatap ken.


"Ada apa Ken kenapa kau harus berlari terburu-buru?"


"Nona ada yang ingin kusampaikan, tapi..."


Ucap ken sambil melirik ke arah louis, zenia yang mengerti dengan maksud Ken segera menyuruh Louis untuk ke mobil terlebih dahulu.


"louis kau dulu aja, aku ingin berbicara empat mata dengan Ken"


Ujar Zenia, louis terpaksa harus meninggalkan keduanya. Namun sebelum itu ia menatap ken dengan tajam.


Di balkon..


"Ketua, Tadi siang kami menemukan sebuah Bom namun sepertinya Bom itu palsu dan tidak berbahaya sama sekali, ada orang yang sengaja meletakkan Bom itu di depan markas dan juga ada sebuah surat di tujukan untukmu"


Ken menyampaikan teror bom yang sempat meresahkan. Ia juga menyerah kan Surat yang ikut di menempel di salah satu sisi Bom tersebut.


Zenia menyengir mendengarkan perkataan Ken, siapa lagi yang berani mengganggu gengnya, ia berusaha memikirkan kemungkinan yang menjadi pelakunya. Dengan perlahan ia membaca seluruh isi surat yang di berikan oleh ken.


Mata zenia membulat seketika karena ia kaget membaca isi surat itu.

__ADS_1


"Ken.. Katakan kepada Nick untuk menambah anggota sebanyak 100 lagi atau kalau bisa sebanyak-banyaknya sesegera mungkin karena sepertinya orang yang meneror kita bukan orang sembarangan pasti ia juga salah satu Mafia terbesar sama seperti kita, jika masih ada surat lagi cepat sampai kepadaku hanya dengan satu surat kita tidak akan mengetahui maksudnya. Yang pasti kita harus siap untuk melakukan penyerangan besar-besaran.."


Perintah Zenia setelah membaca seluruh isi surat tersebut, isi suratnya sendiri di situ tertulis dengan jelas bahwa orang itu ingin melihat seberapa hebatnya Geng Black Rose.


Ken Menggangguk..


"Baik Nona.. Tapi sepertinya akan sulit untuk mencari orang yang hebat..!"


"Oh.. Kalau masalah itu kau hanya perlu mengatakannya kepada Nick ia bisa mencari orang-orang yang tepat"


"Apa tidak ada lagi, kalau begitu aku kembali dulu bisa-bisa orang gila itu akan menungguku hingga lebih gila lagi"


Lanjut Zenia berjalan menjauh.


Ken tidak mengerti dengan orang gila yang di maksud oleh nonanya.. Jadi ia juga segera menemui pergi dari sana dan menuju ke markas menemui Nick.


.


.


.


.


.


Tbc...!!!

__ADS_1


Author kasih bonus deh..


sampai jumpa hari Selasa atau hari minggu depan..? πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2