My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Hamil.??? "


__ADS_3

Sebelum tidak sadarkan diri Zenia sempat membantu ken dan Nick untuk mengobati semua luka-luka yang ada di tubuh mereka. Zenia sendiri memang sering membantu siapapun untuk ia tidak merasa jijik dengan darah yang berbau yinyir.


Brukk


Namun ketika hendak berdiri mengambil perban Zenia tiba-tiba saja ambruk dan jatuh begitu keras ke lantai.


"Zen..."


"Nona"


Panggil Nick dan Ken panik ia begitu kaget melihat Zenia tiba-tiba tidak sadarkan diri, mereka segera menghampiri tidak mempedulikan kondisi tubuh yang penuh dengan luka.


Ken memerintahkan salah satu anggota geng yang tidak terluka untuk mengangkat tubuh Zenia dan di bawa ke rumah sakit untuk segera mendapat perawatan. Ken menghubungi Anton ia akan sanggup untuk jika harus menghubungi Louis si posesif itu bisa-bisa ia akan di marahi habis habisan oleh suami dari Nona ya..


- Di Rumah sakit...


Louis berlari dengan panik ia sudah seperti orang yang kehilangan kendali ia sangat takut jika Istri cantiknya kenapa-napa.


"Sus.. Dimana Istriku.. "


Tanya Louis kepada seorang suster yang lewat di depannya, suster tersebut menatap louis dengan wajah bingung.


"Maaf Tuan nama Istri anda siapa..?"


"Zenia.. Cepat katakan di mana dia!! "


Ucap Louis tidak sabaran.


Suster itu menunjuk sebuah ruangan yang berada di bagian dokter kandungan kebetulan ia tadi sempat mengecek Wanita cantik yang bernama Zenia. Suster itu sempat terpaku dengan pria tampan di depannya.


"Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana!?"


Gumannya menatap punggung Louis yang sudah berjalan menjauh darinya.


"Sudahlah.."


suster itu kembali berjalan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.


sedangkan Louis segera menuju ke ruangan itu dengan langkah cepat. Ia tidak butuh waktu lama sampai di sana...

__ADS_1


Di luar pintu tidak ada siapa-siapa yang menjaga Istrinya, ia sudah begitu kesal dengan Ken karena tidak menjaga Istrinya.


"kemana si ken sialan itu"


guman Louis memperhatikan sekitar yang tampak kosong, ia pun langsung memasuki ruangan tempat Istrinya berada.


Krek..


"Honey.. kamu kenapa.!!"


louis segera masuk dan menghampiri Istrinya yang masih terbaring di atas bed di rumah sakit.


zenia menghela napas panjang melihat kedatangan Louis dalam keadaan panik menuju ke arahnya lalu langsung memeluk dan mencium pipinya.


"Kau kenapa Louis.. aku baik-baik saja, kita tunggu keterangan dari dokter saja"


ujar Zenia juga memijit pelipisnya, lihat saja tindakan suaminya ini yang dianggap sedikit berlebihan baginya.


Louis terus memegang tangan Istrinya lalu mengecupnya berkali-kali, louis tidak pernah bosan untuk mengusap rambut zenia.


tidak lama kemudian Dokter masuk ke dalam dan memberi ketenangan mengenai kondisi tubuh Zenia.


"Maaf sebelumnya aku mau bertanya, Tuan anda siapa..?"


tanya dokter kandungan yang bernama Vony, ia adalah dokter wanita paruh baya yang selalu menangani orang hamil.


"Saya.. Suaminya, katakan bagiamana kondisi Istriku dok..? "


tanya Louis menatap Dokter itu ia sama sekali tidak pernah melepaskan genggaman tangannya Dari zenia.


"Begini Tuan... nona Zenia hanya kelelahan saja, dan tolong jangan biarkan Istri anda terlalu capek atau banyak pikiran hal itu tidak baik untuk wanita yang sedang hamil"


Dokter menyampaikan hasil pemeriksaan Zenia dan menyerahkannya kepada Louis.


"Siapa yang hamil Dok..?"


tanya Zenia ia berusaha bangkit dari tempat tidur bingung, siapa yang di maksud oleh Dokter ini sebagai wanita hamil.


Dokter hanya tersenyum ke arah nya lalu tidak keluar membiarkan kedua pasangan suami istri itu menikmati kebahagiaannya.

__ADS_1


Louis yang masih membaca hasil pemeriksaan Istrinya, di situ tertulis dengan jelas bahwa Zenia sedang hamil dan usia kandungnya sudah menginjak dua bulan. matanya terbelalak tidak percaya akhirnya usaha dan harapannya terkabul.


Louis langsung memeluk sambil mengusap perut datar Zenia.


"Honey.. terimakasih, aku mencintaimu"


"Louis.. untuk apa berterima kasih..."


ujar Zenia bingung dengan perilaku Louis yang mengusap perutnya dengan sesekali menciumnya.


"Kita akan menjadi Orang tua Honey, kamu hamil dan sudah dua bulan"


"....."


Zenia terdiam mencerna ucapan dari Louis yang mengatakan bahwa dirinya sedang hamil.


"Honey.. Honey.. "


panggil Louis Karena Zenia tampak menghayal dan tidak menanggapinya sama sekali.


"Katakan sekali lagi.."


Ucap Zenia menatap Louis. ia masih tidak bisa percaya bahwa dirinya sedang hamil.


"Zenia Istriku sayang.. dengarkan baik-baik Sayang kamu sedang Hamil"


jawab Louis melebarkan senyuman raut wajah yang tadinya khawatir berubah menjadi bahagia karena mendapat kabar yang sangat baik.


"Hamil..??? "


tanya Zenia dan Louis mengangguk dengan tersenyum lebar lalu kembali memeluknya lagi.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2