
Praggg...
Suara gelas pecah berserakan di lantai, Louis begitu kesal dan marah kepada pria tidak tau malu di depannya itu. Ia hendak meninju wajah Sam sudah berapa kali pria itu mengatakan bahwa ia akan merebut Zenia darinya.
"Tuan.. Ingat Sam adalah sahabat anda. Jangan gegabah begini"
Anton menahan Louis, Ia tidak ingin jika ada kekacauan lagi di sana.
Louis menghempaskan tangan Anton, ia kembali mencengkeram kerah baju Sam, batas kesabarannya sudah habis..
"Kau pergi saja.. Ini urusanku"
Perintah Louis berteriak.
Sam melihat Louis hanya tersenyum miring sungguh ia sudah terbiasa dengan perlakuan Louis yang seperti ini, tujuannya hanya menginginkan Zenia saja tidak ada yang lain.
Sam membuka suara..
"Louis sebaiknya kau serahkan saja Zenia kepadaku, kurasa dia lebih cocok bersamaku.. dan Kau bisa kembali bersama dengan Nesya kaliankan masih saling mencintai"
Ucap Sam dengan wajah mengejeknya.
"Kenapa bukan kamu saja yang bersama Nesya, bukannya kau juga mencintainya dulu"
Balas Louis tidak terima. sampai kapan pun Zenia hanya miliknya sendiri.
"Hah.. Siapa juga yang suka dengan wanita seperti itu, aku hanya menyukai Istrimu yang sangat cantik itu.. Aku merasa sangat cocok dan nyaman jika bersama dengannya"
"Dan kau sama sekali tidak bisa melindunginya Louis"
Lanjut sam melepas cengkeraman Louis..
Emosi Louis sudah berada di puncaknya. Ia langsung menghampiri Sam dan memukulnya tanpa ampun, enak saja pria ini berbicara sembarangan.
Bukh...
Bukh...
Buhk...
"Sudah berapa kali kukatakan. zenia hanya milikku dan tidak akan pernah kuserahkan kepada siapa pun termasuk dirimu"
Louis berteriak kencang di atas tubuh Sam yang babak belur di buatnya.
Pria itu hanya tersenyum sinis lalu membalas perbuatan Louis kepadanya.. Terjadi lah pertengkaran antar keduanya, anton membuka pintu lagi betapa kagetnya ia melihat kedua sahabat itu saling menyakiti satu sama lain.
__ADS_1
Ia segera memisahkan Tuanya dan Sam..
"Tuan.. Hentikan, Nona Zenia sedang menuju kesini"
Mendengar ucapan Anton, louis segera menghentikan gerakannya.. Ia harus terlihat tampan di depan Istrinya. Begitu pun Sam ia tersenyum senang mendengar bahwa Zenia akan datang ke sini dengan begitu ia akan mengatakan kepadanya bahwa Louis kurang ajar ketika dia datang berkunjung ke perusahaan.
"Anton kau Usir si pengganggu itu.."
Ucap Louis membersihkan darah di sudut bibirnya. Ia berkata tanpa mau menatap sahabat kurang ajar itu.
"Enak saja.. Aku tidak mau"
Tolak sam, ia ingin menunggu kedatangan Zenia dulu.
Lantas Louis menarik dan menyeretnya keluar dari ruangannya...
"Pergi kau!!!, dasar orang Gila"
"Hai.. Yah aku memang gila gara-gara Istrimu yang cantik itu"
Ucap Sam membalas ledekan dari Louis.
"Sam.. Kau sungguh menguji kesabaranku lagi.. Aku tidak akan segan membunuh sekarang juga.. Pergi dari sini"
Bersama dengan itu kebetulan Zenia melihat keduanya saling berteriak di depan pintu, Entah kenapa lagi dengan Suami dan Sam saat ini.
"Louis!!!"
Panggil Zenia membuat kedua pria itu menoleh ke arahnya secara bersamaan.
***
Zenia menatap keduanya sambil bersedekap dada .. Ia menggeleng, bisa ikutan gila dia melihat keadaan kacau dari keduanya sama-sama babak belur.
"Katakan apa yang terjadi, kenapa kalian bisa babak belur begini"
Tanya Zenia Menatap Louis dan Sam bergantian.
Louis dan Sam sama-sama tidak menyahut, mereka hanya menatap Zenia dengan pandangan sulit di artikan.
"Huh.."
Zenia menghela napas pasrah..
"Anton.. Kau saja yang mengatakan apa yang terjadi kepada dua orang ini"
__ADS_1
Zenia beralih ke Anton yang berdiri di samping Louis.
Pria yang di tanya itu hanya melirik Louis tanpa tau harus menjawab apa. Lantas Zenia berjalan menghampirinya.
"Anton katakan atau kau mau mati di tanganku"
Ucap Zenia berbisik di telinga Anton..
Louis melotot ke arah Anton, memberikan kode agar menjauh dari Istrinya. Anton mundur beberapa langkah agak menjauh dari Zenia lalu berkata..
"Nyonya.. Tadi Tuan Louis dan Tuan Sam sempat berkelahi"
"Apa yang menyebabkan mereka berkelahi, itu tidak mungkin hanya karena masalah pekerjaan saja bukan..?"
Tanya Zenia kembali ia tidak puas dengan penuturan dari Anton.
Anton menggigit bibirnya, ia sangat dilema di satu sisi Louis menatapnya tajam di sisi lain Zenia mengancam keselamatannya jika tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Honey.. Sudahlah, Aku dan Sam tadi hanya bercanda itukan perihal bisa di antara sahabat"
Ujar Louis mendekati istrinya.
"Iya.. Zen kami hanya bercanda"
Timapal Sam tersenyum lalu juga ikut berdiri mendekat.
Zenia hanya membentuk O di mulutnya, Ia merasa keduanya sedang menyembunyikan kebenaran di atas senyuman itu. Sedangkan Anton menarik nafas lega.
"Ah... Aku selamat"
Guman dalam hati saja.
.
.
.
.
.
.
Tbc...!!!
__ADS_1