My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Posesif Husbands"


__ADS_3

Louis kini berada tepat di samping Istrinya seperti lem yang susah hilang, jika Zenia bergerak sedikit saja pasti Louis akan mengikutinya.


Pria itu menjadi cemburu buta, sesekali Louis menatap tajam ke arah Loren dengan wajah tidak bersahabat sama sekali, Ia takut Zenia akan berpaling dan meninggalkan dirinya walau mereka memiliki seseorang anak, setiap saat pikiran Louis selalu terganggu, bahkan pernah bermimpi buruk tentang Zenia yang menggendong Lareina berlari ke pria lain lalu menelantarkan dirinya, membayangkan hal itu Louis menjadi merinding sendirian.


Louis berharap jika mimpinya tidak menjadi kenyataan, bisa-bisa dia akan membunuh diri dan menjadi seorang pengecut.


Zenia mengaruk kening sendiri karena pusing dengan tingkah laku dari Suaminya yang terlampau posesif jika saja Ia tidak mencintai Louis sudah lama Zenia menghabisi nyawa suaminya itu.


Jujur saja Zenia tidak suka dengan tingkah laku Louis yang terlampau berlebihan, tidak jarang Zenia merasa jengah.


Melihat rasa tidak nyaman menantunya Lina lantas bersuara..


"Hei bodoh, kenapa kau sangat lengket, tidak ada yang akan mengambil istrimu" Ucap Lina sudah tidak tahan melihat kelakuan putra pertamanya.


Louis bukannya menyahut malah menatap ke arah ibunya sangat kesal.


"Louis..!!, kau sangat berlebihan, apa kau tidak sadar bahwa Istrimu kesal kepadamu sekarang" Ujar Marget, melihat raut wajah Zenia ia tau bahwa Louis sangat mengganggu Zenia.


"Apa masalah Kalian!!, tidak ada salahnya Zenia adalah istri aku terserah aku mau bagaimana!!" Jawab Louis meninggikan nada suara melotot ke arah kedua wanita paruh baya tersebut.


Lina dan Marget kaget begitupun orang yang ada disana bersamanya, sampai Lareina yang tadinya tertidur di pelukan Zenia langsung membuka mata karena kaget.


"bisa sinting aku lama-lama. Untung lareina tidak


menangis" Batin Zenia dalam hati mengelus putri mungil nya.


Louis mengelus rambut istrinya posesif, Loren menatap kakaknya tidak pernah dengan yang di lihatnya.


"kenapa kau menatap Ku..?" Tanya Louis dengan nada membentak Loren.


"Dasar kakak, dia aneh sekali" Guman Loren berbisik, namun Louis bisa mendengarnya.


"Apa yang kau gumannkan!!, bica yang jelas" Kata Louis melototkan mata.


Zenia, Lina dan Marget menghela napas kasar, kelakuan Louis yang seperti ini sangat keterlaluan.


"Louis sebenarnya kau kenapa lagi, kenapa cara bicara mu selalu tidak enak untuk di dengar" Ucap Zenia menoleh ke arah Suaminya dengan wajah di kerutkan.


Louis lantas menoleh memasang wajah marah.


"Kau membelanya, Zenia ingat aku adalah suamimu, kau tidak boleh membela siapapun.. Sebaiknya kau jangan membuat ku marah" Ucap Louis dengan kesal.


Zenia lantas mengubah mimik wajahnya, lalu menggeser tubuhnya dari Louis, dan pria itu mengikutinya.

__ADS_1


"Menjauhlah, aku tidak suka dengan sikap mu yang seperti ini" Ucap Zenia menghindar.


Dengan cepat Louis mencengkeram lengan Istrinya sangat kuat.


"Jangan membuat ku marah Zenia, Apa kau sadar,, Loren ingin mengambil mu dari ku" Ujar Louis berteriak.


"Aku tidak membelanya.. tapi sikapmu ini sangat keterlaluan"


mendengar ucapan Istrinya Louis naik pitan. ia tidak terima di katai keterlaluan.


Lalu tangannya meraih sebuah vas bunga dan melemparnya dengan marah.


Prangggg...


Prangg...


Louis melempar apa saja yang bisa ia raih, Pria itu sama sekali tidak menghiraukan jika Istrinya takut ataupun merasakan sakit akibat perbuatannya.


"Louis Hentikan!!, berhentilah menjadi bocah, lihat Putri mu kaget" Lina menghampiri Louis mencoba untuk menahan kelakuan Putranya.


"Pergi!, kalian semua pergi.. Jangan mengganggu keluarga ku"


"Louis!!"


"Aku akan membawa Istri mu pergi dari sini.." ancam Marget.


"Kau siapa mau membawa istriku pergi Hah!!" Bentak Louis.


Zenia sangat kesal, ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada suaminya hingga semarah ini.


"LEPASKAN..!! TANGAN KU SAKIT"


"Kau bilang sakit, Zenia hati lebih sakit saat melihat mu bemesraan dengan Loren.."


kata Louis melototkan mata. ia tidak sadar akan putrinya sendiri yang hampir menangis dibuatnya.


"Apa maksud perkataan mu? aku tidak pernah bermesraan dengan adik iparku sendiri."


Balas Zenia bingung .


"cih.. kau jangan berbohong, aku lihat semua tadi apa yang kalian lakukan di pohon besar luar sana"


Loren memegang kepalanya yang terasa pusing mendengar semua tuduhan Louis, ia menghela napas lantas mendekati Kakaknya.

__ADS_1


"Kakak.. kau salah paham, aku dan Zenia tadi hanya...".


"Hanya apa!?, kau pasti menghasut Istri ku Loren"


Tuduh Louis lagi. Zenia belum yang belum terlepas dari cengkeraman suami menghembuskan napasnya pasrah sia-sia saja dirinya mencoba terlepas.


"Bodoh!!"


Ucap seseorang tiba-tiba masuk dan mendekat ke arah Louis.


"masalah baru datang lagi" Guman Lina menepuk keningnya.


"Untuk apa papa datang..!!, kalian semua pergi dari rumah ku dan jangan mengganggu keluarga ku" usir Louis menunjuk pintu keluar.


Alexander memiringkan senyum lalu memberi isyarat kepada Istri dan Marget untuk mengambil cucu mereka.


"Zenia sebaiknya kami membawa Lareina pergi dulu dari sini tidak baik jika dia melihat daddynya menjadi orang gila" Ucap Lina hendak mengambil Lareina namun segera di hentikan oleh Louis.


"Jangan membawa putri ku ataupun menyentuhnya kalian tidak berhak"


"ya ampun anak ini, apa kau mau papa membawa istrimu dari sini"


"Sudah kubilang kalian pergi!!.


***


Dua jam berlalu, Louis menceburkan dirinya ke kolam renang, Ia harus bisa meredam kemarahannya yang sama sekali belum surut, Louis memukul-mukul air seperti orang kehilangan akal sehatnya,


Walau berhasil mengusir semua anggota keluarganya tapi Zenia sama sekali tidak mau mengajaknnya berbicara dan memilih mengurung diri di dalam kamar tidak menghiraukan dirinya.


"Aarhhhhhh.. sialan semua gara-gara Loren" Kesalnya.


Kali ini Louis tidak bisa menghukum Loren karena pria itu adalah adiknya sendiri.


.


.


.


Bersambung...


Yang mau KISAH KEN & RUFELLA NANTI.. Chan akan buat khusus untuk mereka..

__ADS_1


Chan tidak janji juga bahwa akan menulisnya kapan tapi akan aku usahakan secepatnya. πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹ bye Salam dari Author 😍😍😘


__ADS_2