My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Penganggu"


__ADS_3

Kehamilan Zenia sudah masuk bulan kelima perubahan tubuh tampak begitu jelas sekali perutnya menjadi buncit dan kecantikannya semakin terpancar. Selama beberapa bulan pun Louis sangat siaga di setiap kesempatan, ia tidak mau kehilangan anaknya lagi.


Saai ini mereka tinggal di rumah orang tuanya Louis. Awalnya Louis menolak keras keinginan dari mama dan bibinya yang ingin membawa istrinya tinggal di kediaman keluarganya, tapi Louis kecolongan mamanya sangat cerdik menculik Zenia saat dirinya sedang mandi.. Hingga saat itulah Ia dan Istrinya tinggal di sini secara paksa.


Louis dan Zenia duduk di bangku taman belakang rumahnya.


"Honey..!"


Panggil Louis saat ini tidur di pangkuan Istrinya, ia mengusap pelan perut itu dengan wajah memancarkan kebahagiaan..


"Umm... Apa?"


Jawab Zenia menunduk.


Louis memindahkan elusan tangannya ke wajah Zenia.


"Terimakasih, telah mencintai ku.."


Ucap Louis menatap Istrinya.


Zenia tersenyum samar lalu menyuruhnya untuk bangun.


"Sudah, aku sangat bosan mendengarnya.. Louis setiap hari kau mengatakan itu apa mulutmu itu tidak lelah.."


Ujar Zenia nada suara seperti orang kesal. Louis yang mendengar ucapan istrinya hanya tersenyum saja sudah bisa, Zenia memang berbeda dari siapapun dan hanya ada satu di dunia ini dan wanita spesial itu adalah miliknya.


"Aku mencintaimu, selalu"


Louis berkata tepat di dapan Zenia. Wanita itu hanya menanggapi perkataan suaminya sinis dengan tatapan kesal.


Perlahan Louis mendekat menagkup wajah istrinya hendak berciuman.


"Zenia sayang, ayo masuk ke dalam tidak baik wanita hamil berada di luar rumah terus."


Kata Lina yang tiba-tiba mendekat mengganggu aktivitas Louis dengan sengaja.


Zenia mendorong wajah Louis lalu berdiri merangkul lengan Lina mengabaikan suaminya sendiri.


"Ayo mama.."


Ajak Zenia, Lina melirik sekilas anaknya sedang kesal terdiam di kursi.. Lalu membantu menantunya pergi dari orang berbahaya itu.


Louis hanya menatap punggung Istrinya perlahan menjauh tidak terjangkau. Ia sudah jenuh dengan kelakuan dari anggota keluarganya yang selalu saja mengganggu setiap saat jika berduaan dengan Istrinya.


Ia menghela napas kasar, Louis ingin sekali membawa Istrinya pulang ke rumah mereka sendiri agar tidak ada yang mengganggu tapi setiap usahanya itu gagal total karena Zenia sendiri tidak mau kembali.


Ponselnya berdering ...


Louis mengambil ponsel itu mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya..


"Halo.. !!"


Ucap Louis tidak bersemangat.


"Hai.. Louis apa kabar, aku sudah pulang dan sangat merindukan.."


Jawab seseorang dari suara ponselnya..


Saat mendengar suara yang begitu ia kenal Louis langsung melempar Ponsel itu sembarangan arah..


"Is... Sial, kupastikan Sam tidak akan bisa menemui istriku lagi"


Gerutu Louis marah.. Dalam suasana hati kesal Louis berdiri dari tempat duduknya lalu menyusul istrinya ke dalam rumah.


Β«


Louis mencari keberadaan Zenia kemana-mana, matanya terbelalak sempurna saat melihat dua orang tamu tidak di undang ada di dalam rumah orang tuanya duduk santai di atas sofa sembari mengobrol dengan Istri dan semua anggota keluarganya turut berada di sana.


Langkahnya semakin cepat dalam beberapa detik saja Louis sudah duduk di samping Istrinya.


"Honey... Kenapa kedua orang tidak normal itu ada di sini..?"


Tanya Louis berbisik melirik tidak suka ke arah Ken dan Juan.

__ADS_1


Zenia menyenggol bahu Suaminya..


"Jangan berkata seperti itu Louis, jika Juan mendengarmu bisa-bisa dia tidak keluar dari rumah sebulan"


Jawab Zenia juga berbisik, sepertinya ia salah memberitaukan tentang Juan dan Ken kepada suaminya itu.


Alexander, Lina dan yang lainnya hanya menyengir karena tidak mendengar ucapan keduanya yang berbisik tidak jelas.


"Umm... Juan, katanya kau sepupu Zenia..?"


Tanya Alexander mengalihkan perhatian semua orang.


Juan mengangguk cepat lalu menjawab.


"Dari kecil aku sangat dekat Zenia. Kami tumbuh bersama, bagiku Zenia adalah sepupu yang sudah seperti adik kandungku sendiri"


Kata Juan dengan bangga.


Louis hanya menatap juan kesal.


"tidak ada yang ingin mendengarnya, huh.. Menyebalkan sekali itu cuma masa lalu."


Gerutu Louis tidak melepas pandangannya dari Juan.


Alexander menggeleng saja.. Louis sangat berlebihan, Juan hanya menarik senyuman manisnya mendengar ocehan Louis untuknya, Ia membalas tatapan Louis dengan wajah jahilnya..


"Zenia.. Apa kau punya waktu senggang, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.?"


Ujar Juan berharap.


"Tidak.. Istriku tidak bisa pergi kemana-mana lagi hamil besar."


Jawab Louis mendahului sebelum istrinya mengatakan sesuatu.


Juan tampak tidak suka wajahnya sudah berubah menjadi merah kesal dengan Suami dari sepupunya. Ia menarik nafas lalu menghembuskanya pelan-pelan.


"maaf Louis aku tidak bertanya kepadamu, aku bertanya kepada Zenia"


"Juan.. Aku tidak punya waktu, nanti saja.."


Jawab Zenia jelas menolak ajakan Juan, ia tidak bisa kemana-mana hingga dia melahirkan nantinya.


Wajah Juan menjadi murung..


"Oh.. Baiklah"


Louis hanya tertawa dalam hati melihat raut wajah Juan yang baru saja di tolak secara langsung oleh Istrinya..


" Kalau begitu aku pamit pulang dulu"


Ujar Juan berdiri.


"Kenapa terburu-buru sekali Juan, tinggallah di sini sebentar lagi"


Lina mencegah Juan, ia masih ingin berbicara dengan sepupu dari menantunya itu. Ia menganggap Juan orang yang menyenangkan hanya karena Juan tidak senggang menjawab pertanyaannya.


"Maaf Tante.. Lain kali aku akan datang lagi berkunjung sesekali untuk memantau Sepupu ku"


Ucap Juan sopan lalu pamit untuk pulang.


"Ken kenapa kau tidak ikut..?"


Tanya Louis saat Juan sudah pergi dan melihat Ken dengan risih masih ada di sana.


"Maaf tuan ada yang harus kusampaikan kepada Nona Zenia"


Ujar Ken berdiri membungkuk dengan sopan. Di sini posisinya hanya lah asisten pribadi Zenia saja.


***


Di luar Zenia hanya bersama Ken saja, ia menatap penuh tanda tanya untuk apa Ken ingin berbicara dengannya empat mata saja.


"ada apa ken..? Kenapa kau sangat khawatir saat ini..??"

__ADS_1


Tanya Zenia wajah Ken jauh dari kata baik.


"Nona.. Orang itu kembali meneror kita dan sudah tiga hari mereka melakukannya.."


"siapa yang kau maksud..??"


Tanya Zenia lagi mengerutkan kening ia tidak tau siapa orang yang di maksud dengan Ken.


Ken menatap mata Zenia sekilas lalu tertuduk.


"Kelompok yang pernah kita lawan.. Sepuluh bulan yang lalu.. Nona, aku khawatir karena sekarang mereka sepertinya ingin melakukan penyerangan lagi dan anda tidak bisa untuk sekarang"


Terang ken.


Zenia memijat lehernya sembari memikirkan solusinya..


"Ken.. Kau sampai kan ini kepada Juan saja minta kepadanya untuk bekerja sama dengan kalian dia sama seperti ku"


"itu kami sudah minta kepada Juan tapi tuan Nick menolak keras hal itu, katanya Ia masih bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan dari orang luar"


Zenia menarik napas lalu..


"Bantu aku duduk di kursi.. Capek berdiri terus"


"Baik nona"


Ujar Ken membopon tubuh Zenia menuju kursi.


Setelah duduk, Zenia memejamkan mata ia tidak bisa membantu sekarang dia tidak boleh egois kondisinya sedang hamil besar dan pasti Louis dan keluarganya akan melarang keras dirinya.


"Kalau mereka ingin menyerang usahakan kalian semua tidak terluka parah, Percaya saja dengan NICK.. "


Ujar Zenia. Ken mengangguk paham Nick juga bukan orang yang dapat di remehkan begitu saja.


β€Ή


Setelah Ken pergi Zenia di ajak Suaminya untuk masuk kedalaman kamar untuk istirahat. Louis merebahkan tubuh Istrinya di atas kasur lalu memijat kaki Zenia secara bergantian.


"Honey.. Apa yang kalian bicarakan tadi.? "


Tanya Louis kedua tangannya memijat kaki Zenia.


"Bukan apa-apa.? Cuma masalah Nick saja.. louis aku haus"


Jawab Zenia singkat lalu meminta air..


Louis menghentikan tangannya lalu menuangkan air ke gelas yang ada di samping tempat tidurnya.


"Minumlah.. Honey, lalu kau tidur sebentar, kau pasti sangat lelah.. Anak kita juga pasti lelah"


Louis memberikan minum untuk Istri tercinta.


Zenia mengangguk paham, setelah minum ia menutup matanya Karena mengantuk sekali, selama dirinya hamil Zenia sangat sering tidak bisa menahan kantuk yang datang tiba-tiba begitu saja.


"Istirahatlah dengan Baik Honey.. Aku selalu menjagamu di sini"


Kata Louis mengecup kening dan kedua pipi istrinya setelah itu ia beralih ke perut buncit wanita yang di cintainya.


"Sayang.. Ku harap kau tidak nakal di dalam biarkan Mommymu istirahat jangan banyak bergerak"


Louis berbicara di perut Istrinya mengelusnya tanpa mau berhenti.


.


.


.


.


Tbc..!!!


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2