My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Kejam..?"


__ADS_3

Nesya menatap Louis dengan sedih, Entah kenapa tunangannya itu berubah sikap hampir tidak mengenalnya, Ia juga merasa heran dengan siapa wanita cantik di samping louis, setau Nesya dirinya hanya menghilang sebentar saja, apa Louis sudah melupakannya dan berpaling Karena kehadiran wanita itu..


Seketika Nesya langsung menatap tajam wanita cantik di samping louis dengan tatapan penuh kebencian.. Lalu mendekat kearahnya..


"Kau!!, apa yang kau lakukan kepada Tunanganku.. Wanita sialan" Ucap Nesya dengan suara meninggi menunjuk wajah Zenia.


Wanita itu hanya menanggapi ucapannya dengan mengedikan bahu sangat malas. Lalu menghempaskan tangan Nesya dengan sangat kasar..


"Jangan menunjukku.."


"Kenapa memang, kau hanya perebut tunangan orang,.." Kata Nesya menunjuk wajah Zenia lagi.. Namun segera di tangkis oleh Louis, membuat Nesya tertohok.


"Hahhaaha.. Lucu sekali. Louis wanita ini tidak tau malu, apa kau yakin pernah bertunangan dengan ****** seperti dia..?" Tanya Zenia memalingkan wajah ke arah suaminya.


"sepertinya tidak pernah, Honey.." Kata Louis menggeleng pelan lalu merapatkan tubuhnya dengan Istrinya tersebut..


"Oh benarkah.. itu..?" Tanya Zenia lagi melirik Nesya lalu menggigit bibirnya nakal ke arah suaminya itu.


"Benar Honey, kau Satu-satunya wanita ku.. "


Louis menelan air liurnya bibir merah Istrinya sangat menggoda, Ia menarik senyum lalu ******* bibir manis istrinya di depan semua orang.. Tidak ada yang berani melihat pemandangan itu, para pengawal bahkan tertuduk malu dengan perbuatan suami istri itu di depan mereka.


"Aku mencintaimu Honey.. " Ucap Louis sejenak melepaskan ciuman panas lalu kembali melanjutkannya dan tidak ada perlawanan dari Zenia, wanita itu ikut menikmatinya, entah pergi kemana rasa malunya. padahal sebelumnya dia akan langsung mendorong Louis jika hendak menciumnya di depan banyak orang, Atau mungkin karena ini melihat Nesya marah saja..


Keduanya sama-sama menikmati ciuman panas tersebut, tidak ada yang mau menghentikan ciumannya. Nesya merasa terbakar tidak tahan dengan kemesraan Louis dan wanita yang menjadi penyebab Louis berpaling darinya..


Ia lantas memisahkan keduanya dengan paksa..


"Lepaskan, Apa-apaan kalian berdua." Teriak Nesya marah.


Louis tidak terima perlakuan Nesya yang memisahkan ciumannya dengan Istrinya langsung mendorong dengan kasar wanita ****** itu hingga tersungkur di tanah..


Auh..


" Dasar ******.. Beraninya kau berteriak, Hah.. Kau sekarang bukan siapa-siapa selain pengemis,.." Ucap Louis membentak Nesya, lalu kembali menarik Zenia ke pelukannya..

__ADS_1


"Louis jangan kasar.." Zenia mengelus kepala Louis..


"Zenia.. Kau tidak perlu membela wanita sialan seperti dia" Kata Louis membelai wajah Zenia lembut lalu mengecup keningnya. Nesya hanya merintih kesakitan lututnya terasa sangat perih akibat benturan keras ke tanah yang berkerikil bebatuan.. Namun hatinya lebih sakit karena Louis yang mendorongnya.


Nesya berusaha bangkit sendirian tidak ada yang mau membantunya, bahkan anggota keluarganya bahkan lebih memilih untuk diam dan berlutut di hadapan Louis dan Zenia tanpa menghiraukan dirinya.


___


Beberapa jam kemudian.. Nesya dan keluarganya sudah di berikankan hukuman oleh Louis dan Zenia.. kedua pasangan kejam itu melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan kepada seluruh anggota keluarga Devan hingga tidak akan terlupakan sepanjang sejarah hidupnya..


"Honey.. Kau sudah puas, dengan kejutanku..?" Tanya Louis saat ini mereka berada di dalam bak mandi membersihkan tubuh mereka berdua saja..


Zenia mengangguk senang rasanya di sudah agak lega..


"Honey.. Bagaimana kalau besok kita pantai.. Usia putri kita kan juga sudah cukup untuk di bawa pergi kemana-mana"


"Pantai?"


"Iya.. Honey.. Mau kan..?


"Tapi.. Apa Honey..?"


"Aku tidak tau berenang, dan takut dengan air yang banyak" Ujar Zenia..


Cup..


"Kau tidak perlu takut Honey.. Kita hanya akan bersantai di bibir pantai.. Tidak perlu berenang kebetulan aku sudah tidak berminat untuk berenang.." Sahut Louis setelah mengecup belakang leher Istrinya..


Tangan nakal pria itu mulai kemana-mana memberikan sentuhan ke tubuh Istrinya, sudah cukup lama dia tidak pernah bercinta dengan Istrinya itu, semakin lama Louis tidak tahan sesuatu di bawa sana menegang..


"Honey.. Apa sudah boleh..?" Tanya Louis di selimuti gairah tidak tertahankan..


"Kau mau..?" Tanya Zenia wajahnya merah karena Louis tidak henti-hentinya meraba semua bagian sensitif tubunya..


Louis mengangguk, aliran darahnya semakin panas, terlebih saat ini mereka bertelanjang dan tubuhnya saling menempel..

__ADS_1


"Boleh, Lakukan saja." sahut Zenia berbalik menghadap Louis...


Pria itu mendapat lampu hijau dari Istrinya, langsung menempatkan Zenia di atas pangkuannya dan menyatukan tubuh mereka..


Dua jam Louis menghabiskan waktu bersama sang Istri, ia lebih leluasa melakukannya karena Putrinya tertidur bersama dengan Lina di kamar Lareian, jadi tidak ada yang menganggu kegiatan panasnya, suara desahan terdengar jelas di dalam kamar, mereka memang awalnya berada di dalam kamar mandi, tapi karena Louis agak tidak nyaman di dalam sana ia memutuskan untuk membawa Istrinya ke atas kasur tanpa melepaskan penyatuan itu sama sekali.


«««


Zenia terbaring lemah, sungguh tubuhnya sangat lelah.. Kegiatan panasnya dengan suaminya itu baru saja berhenti beberapa menit yang lalu, Louis berkali-kali melakukannya.. Ternyata pria yang sudah lama tidak berhubungan dengan Istrinya akan menjadi sangat liar, jika melakukannya pertama kalinya setelah beberapa lama.


Zenia bisa mengerti, karena sebelum ia melahirkan saja.. Louis setiap malam menyentuhnya dan melakukannya selama berjam-jam hingga merasa puas.


Ia mengatur napasnya.. Dia harus segera menemui Putrinya, pasti bayi mungil itu sangat kelaparan sekarang dan merindukannya..


"Louis bantu aku..". Pinta Zenia.


"Mau kemana Honey..?".


"Lareiana.. Pasti lapar, aku harus menemuinya.." Ujar Zenia.


Louis beranjak berdiri lalu mengambilkan pakaian Kepada Istrinya dan membantunya berpakaian, ini sudah bisa bagi Pria itu jadi Louis sama sekali tidak kesulitan jika Zenia meminta bantuan kepadanya..


"Kau tidurlah.. Aku kekamar Lereina dulu". Ujar Zenia begitu Louis selesai membantunya..


"Okay.. Honey" Jawabnya..


.


.


.


.


Tbc..?!πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2