My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Ending"


__ADS_3



THE END.


.


.


.



Setahun berlalu musim semi di tahun itu menghangatkan Keluarga Kecil yang di bangun oleh sepasang suami istri tersebut, Zenia memandang foto pernikahannya yang masih terpajang di ruang tamu yang sebelumnya berada di dalam kamar, tapi karena Louis yang sangat menginginkan foto pernikahan mereka di pajang di sana membuat Zenia pasrah.



Pernikahan\-nya dan Louis sudah berjalan hampir tiga tahun dan putri mungilnya kini sudah berusia satu tahun setengah.



"Huh..." Zenia menghela napas pelan, ingatan tentang pernikahannya dengan Louis waktu itu tiba\-tiba saja terbesit di pikirannya, waktu itu Zenia di paksa menikah oleh Louis dengan berbagai ancamannya, wanita itu tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi seorang ibu rumah tangga yang seperti sekarang ini mengurus anak dan mengurus suaminya.



Jika Zenia memikirkan lagi, ia merasa konyol dengan semua ini bayangkan saja seorang ketua mafia menjelmah menjadi seorang wanita bisa dan tidak berdaya saat menghadapi pria yang menjadi suaminya kini.



Semua ingatan itu terekam jelas di memorinya, saat pertama bertemu dengan Louis di Lift tanpa sengaja, di acara pengangkatannya menjadi Ceo yang hari itu Louis dengan kurang ajar merebut cuiman pertamanya.



\*\*\*



Sore harinya..


seorang pria bertubuh tinggi dan tegap hampir dua kali lebih besar dari Zenia, berjalan terburu\-buru masuk kedalam rumah.



Ceklek..



Louis langsung membuka pintu dengan penuh semangat.



"Honey, Lareina, Daddy sudah pulang" teriak Louis yang baru pulang bekerja dan langsung mencari keberadaan istri dan anaknya, matanya menatap ke seluruh penjuru rumah namun Louis tidak mendapatinya.



"Sayang kalian ada dimana" panggil Louis lagi sambil melepaskan jas meletakkannya di atas sofa, setelah itu Louis melangkah menuju kamar di lantai atas.



Zenia yang berada di dapur mengupas buah tidak menyahut, ia memilih diam sambil menarik senyuman kepada putrinya yang duduk tenang di atas kursi dapur.



"usstty.., sayang jangan ribut, biarkan daddy mu berteriak\-teriak kita dengarkan saja" ucap Zenia mendudukkan tubuhnya ke kursi tempat Lareina duduk manis.



Bocah kecil itu hanya menyengir memperlihatkan dua gigi susunya. "putri mommy pintar" Zenia meletakkan pisau lalu mengelus pipi Lareina dengan lembut.



"Honey, KALIAN ADA DIMANA.." panggil Louis kini bersuara sangat lantang sambil menapaki tangga karena tidak mendapati istrinya di dalam kamar.



Zenia terkekeh sendiri di dalam dapur hal seperti ini hampir setiap hari ia dengarkan setiap hari.



"sayang.." panggil Louis lagi.



Zenia lagi\-lagi hanya terdiam.



Suara panggilan itu terdengar semakin dekat,



Kini Zenia bisa melihat suaminya sudah berada di depan pintu dapur dengan pancaran wajah berkerut, tampak kesal dengan seseorang, Louis mempercepat langkah hendak menemui istrinya, tidak membutuhkan waktu lama Louis langsung memeluk sang istri dan menghujani ciuman berkali\-kali dan melupakan anaknya sendiri.



Zenia membulatkan kedua bola matanya kaget dengan tindakan tiba\-tiba dari suaminya, perlahan tangan nakal suaminya itu kemana\-mana membuat Zenia memejamkan mata, baru saja ia ingin terhanyut namun ketika mengingat Putri Zenia lantas mendorong Louis.



"Hentikan dasar mesum" Kesalnya.



"Honey, aku merindukanmu" Louis berkata sambil mengedipkan sebelah mata, pria itu kembali menarik pinggang istrinya.



"Plak!"



Zenia tiba\-tiba menjitak kepala suaminya, seketika Louis menatap ke arah istri bingung terlihat wanita itu benar\-benar di buat kesal oleh suaminya sendiri.



"Lepaskan!, Lepaskan.., apa kau tidak melihat Lareina ada di sini, bodoh" Zenia menjauhkan tangan Louis dari pinggannya, pria itu menggeleng lalu memajukan wajahnya langsung mencium bibir istrinya.



"Ummm, Louis"



"Louis hentikan, Lareina melihat kita" Kesal wanita itu sambil menunjuk putrinya di atas kursi duduk dengan tenang,



Louis langsung membulatkan kedua bola mata, lalu menoleh ke arah jari telunjuk Zenia yang terarah ke sebuah kursi tepat di belakangnya.



"Wahhh, ternyata putri daddy ada di sini juga, Ummah, sayang daddy kira kau tidak ada di sini, daddy minta maaf yah" Ujar Louis menggendong anak satu\-satunya tersebut.



Lareina tidak merespon bocah kecil itu hanya terdiam mengerucutkan kedua bibirnya seolah ngambek kepada Louis.



"Kau marah sayang..?" tanya Louis.



"Tentu saja dia marah, kesinikan cucuku" jawab seseorang tiba\-tiba berada di hadapan kedua pasangan suami istri itu.

__ADS_1



"Untuk apa mama datang kesini, dan siapa yang mengantarmu?" tanya Louis dengan dahi berkerut.



"Anak bodoh, mama datang karena ingin melihat cucuku tersayang, kemarikan aku ingin menggendongnya"



"Tidak boleh" tolak Louis.



"Louis kemarikan, berhentilah seperti bocah, mama juga punya hak atas cucu mama" ucap Lina bersih keras, dengan sedikit memaksa dia ingin mengambil Lareina dari Louis.



"Mama tidak boleh, aku baru saja ingin bermain dengan putriku, dan sebaliknya sekarang mama membantu Istriku mengupas buah, aku ke ruangan keluarga dulu"



Louis segera berlalu membawa putrinya keluar dari dapur meninggalkan Lina dan Zenia di sana, Lina hanya bisa menatap anak lelakinya itu sambil menggelengkan kepala.



"Mama, aku minta maaf atas nama Louis, belakang ini dia sangat posesif dengan Lareina" kata Zenia menatap seduh mertuanya.



Lina mengangguk paham Louis memang berubah setelah menikah dan semakin menjadi semenjak mempunyai anak.



Kedua wanita tersebut berbincang\-bincang ringan sambil mempersiapkan buah yang sudah di kupas.



"Zenia, apa kau sudah punya gaun untuk pesta ulang tahun pernikahan kalian besok..?"



"Sudah mah, kemarin aku baru saja membeli gaun berwarna sama dengan Louis, tapi kenapa mama ingin merayakan ulang tahun pernikahan aku dan Louis" tanya Zenia dengan tatapan bingung, Lina tersenyum samar lalu berkata.



"Sudahlah sayang kau tidak perlu memikirkan hal itu, besok kau berdandanlah secantik mungkin".


.


.



~~~ ***My Devil wife's*** ~~~



Keesokan harinya Zenia, Louis dan Lareina tampak memakai warna pakaian yang sama, wanita satu anak itu di gandeng oleh sang suami sambil melangkah masuk ke dalam mansion besar yang sudah di hiasi beberapa aksesoris perlengkapan pesta.



Sambutan dengan tepuk tangan meriah terdengar jelas di telinga siapapun yang berada di sana.



"Louis ini mirip dengan suasana pesta pernikahan" ucap Zenia dengan raut wajah bingung.



Louis tidak berkata dan diam\-diam tersenyum, ia melirik ke arah ibunya memberi kode agar segera mengambil lareina dari gendongan istrinya.



kata Lina meminta Lareina. Zenia mengangguk pelan dan memberikannya kepada ibu mertua nya.



Begitu Lareina sudah tidak bersama dengan Zenia Louis meminta sang istri agar menghadap ke arahnya.



"Zenia, sekali lagi maukah kau menikah denganku di hadapan semua orang keluargaku" Louis tiba\-tiba berlutut sambil mengucapkan lamaran untuk wanita yang menjadi istrinya, Zenia yang tidak mengerti dengan yang di maksud oleh tiba\-tiba melamarnya lagi berkata seperti itu.



"apa maksudmu, jangan konyol dan membuat acaranya kacau, mama loh yang mempersiapkan untuk ulang tahun pernikahan kita", kata Zenia menatap tajam ke arah Suaminya.



"Usst jangan marah, Jawab saja.. sayang"


Louis menunggu jawaban dari Istrinya, hari ini ia sengaja ingin merayakan kembali acara pernikahannya dengan wanita yang sudah menjadi istrinya, setidaknya seluruh orang akan tau bahwa dirinya sudah menikah karena di waktu itu dirinya sangat terburu\-buru dan tidak mengundang semua anggota keluarganya sendiri termasuk kedua orangtuanya.



Zenia menarik napas lalu mengangguk setuju, bukankah tindakan Louis sangat konyol, entah apa yang di pikirkan oleh suaminya itu.



"Baiklah, aku setuju, berdirilah jangan mempermalukan dirimu sendiri di depan banyak orang" jawab lolos keluar dari mulut Zenia, Louis seketika langsung tersenyum lalu berdiri menatap Zenia begitu lembut dan segara mencium kening dan bibir istrinya.



Acara pernikahan kembali di ulang, Louis sangat senang tidak ada rasa takut di dalam hatinya kini, semua orang sudah mengetahui bahwa dirinya sudah menikah dan memilik anak, Sam dan Loren tidak datang kedua pria tersebut di bawa pergi oleh Ken untuk menghindari perseturuan.



Sudah setahun belakangan Loren tidak pernah lagi bertemu dengan Zenia begitupun Sam, Jeffry yang begitu menyayangi keluarga keponakannya selalu memperketat penjagaan tidak memberi cela bagi kedua pria yang tidak tau malu itu, dan semejak Jeffry tau bahwa Zenia di incar oleh dua pria yang dekat dengan Louis sejak itu pula Jeffry tidak pernah lepas tangan.



\-\-\-



Seusai pesta Louis menghubungi Juan agar segera datang menemui mereka di mansion, begitu banyak permasalahan yang belum usai di antara keduanya dan Louis ingin segera menyelesaikan semuanya, tidak membutuhkan waktu lama Juan pun datang dan segera mengambil tempat duduk di hadapan Zenia.



"Umm, ada apa kau memanggilku kemarin.?" Tanya Juan santai.



"Juan apa kau ingin kembali menjadi lelaki normal, aku bisa membantumu" kata Louis tiba\-tiba mengucapkan kata terlarang itu lagi, Juan memejamkan kedua mata ingin rasanya pria itu menembak isi kepala Louis.



"Kalau kau hanya ingin mengatakan hal itu sebaliknya aku pergi saja, memang apa salahnya jika aku seorang Gay hah, sudah berapa kali kukatakan kau jaga mulut mu itu sebelum batas kesabaranku habis Louis, aku tau bahwa kau adalah lelaki sempurna berbeda dengan ku, aku seperti ini juga kau ada masalah.?, Louis aku pernah menganggap mu sebagai saudara tapi kau selalu saja merendahkan kekurangan ku ini, biarkan saja aku seorang gay dari pada menjadi lelaki berengsek yang meniduri banyak wanita untuk melampiaskan hasrat". kata Juan berdiri kembali kali ini batas kesabarannya sudah berada di ujung, ia lantas mengambil langkah lebar.



"Juannn kamu mau kemana" panggil Louis berdiri mengikuti Juan.



"berhenti memanggilku dan jangan mengganggu Louis" Juan berkata tanpa menghentikan langkahnya, ia sesegera mungkin ingin melampiaskannya.



"Sorry"


ucap Louis menyesal telah berkata seperti itu kepada Juan, mobil silver milik pria itu segera melaju dari mansion kedua orangtua Louis.


__ADS_1


\*\*\*



Louis kini berada di sofa duduk bersama dengan istrinya, ia tidak mengatakan apa\-apa perihal Juan yang marah dengan dirinya. pria itu menikmati waktu bebas nya bersama dengan istrinya.



"Honey, aku rasa pernikahan kata kali ini juga harus mempunyai anak lagi, ahh aku sudah tidak sabar" Kata Louis sambil merangkul bahu Zenia yang tengah menikmati jus tomat buatannya.



"Apa.. maksudmu..?" tanya Zenia hampir saja dia tersedak mendengar perkataan dari Louis.



"Sayang, bukankah kali ini kita menikah dengan saling mencintai dan Lareina juga sepertinya sudah bisa punya teman"



"Itu cuma alasanmu saja, Louis aku belum siap menambah anak lagi, cukup lareina dulu nanti kita pikirkan untuk menambah anggota keluarga baru lagi, sebaiknya kau meminum jus tomat ini supaya semakin tampan, ayolahh", Zenia menolak permintaan suaminya jujur dirinya belum siap mengandung bukan karena di takut tapi Zenia sudah cukup kewalahan mengurus satu putrinya dan satu bocah yang hampir setiap hari membuat dirinya kesal siapa lagi kalau bukan Louis sendiri.



"Ayolah Honey" bujuk rayu Louis dengan genit.



"Tidak" tolak Zenia.



"Honey, please"



"Louis kau jangan membuat ku marah, nanti saja"



"ini kau minum jus\-nya" Zenia memberikan segelas jus penuh kepada suaminya.



"Minum atau malam ini kau tidur di luar" ancam Zenia membuat Louis tidak bisa menolak.


"Humm aku sial sekali hari ini, Juan marah kepada ku padahal menawarkan agar pria itu normal apa salahnya sebenarnya, Zenia juga menolak untuk menambah anak dan malah di berikan jus tomat yang tidak enak ini" guman Louis pelan lalu meminum jus tomat itu sedikit, walau tidak enak tapi Louis berusaha menghabiskannya dari pada tidur di luar.



\*\*\*



Kehidupan Zenia sudah tenang, di dalam hati wanita itu hanya ada nama Louis dan Lareina dan juga anaknya yang keguguran, walau dirinya masih menjadi ketua geng *Black Rose* namun semua itu hanya sebuah sebutan dan gelar, semua wewenang berada di tangan Jeffry.



Zenia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga hingga akhir hayat hidupnya, ada suami dan anak\-anaknya kelak dan pamannya itu tidak mengambil masalah lagi dengan semua keinginannya.



"Sayang.." panggil Louis tiba\-tiba memeluknya dari belakang dan mencium bahunya.



"kau membuat ku kaget saja"



Louis membalikkan tubuh istrinya dan kini berhadapan dengannya, ia mengelus wajah wanitanya lalu mencium bibir istrinya melumatnya perlahan, Zenia ikut membalas ciuman itu yang cukup berlangsung lama.



"Aku mencintaimu Louis" ucap Zenia melepas ciumannya, ia memberikan senyuman tulus kepada suaminya, Louis kini adalah segalanya bagi Zenia bagitupun sebaliknya.



"Zenia, kau satu\-satunya wanita yang aku cinta dan kau harus mempercayai hal itu tanpa ada keraguan, maafkan atas segala sikapku selama ini Honey, yang perlu kau ingat adalah bahwa pria di hadapan mu ini sangat mencintaimu lebih dari segalanya" ucap Louis dengan serius ia mengelus wajah istrinya kembali.



"Louis.." Zenia menatap suaminya, perjuangan Louis selama ini telah berhasil membuat hatinya luluh tanpa bisa menolak Louis.



"aku harap selamanya kita bisa bersama\-sama walau sekali pun kita sudah tiada di dunia ini, cinta kita akan tetap utuh sayang, terimakasih atas segalanya Zenia" ucap Louis menarik Zenia kedalam pelukannya, Zenia merasakan kenyamanan dan aman saat bersama dengan Louis tidak bisa di pungkiri perlahan sikapnya juga mulai posesif seperti suaminya, apa yang dia miliki hanya miliknya dan orang lain tidak bisa memilik apa yang telah menjadi miliknya.



"Oh iya putri kita dimana.. ?" tanya Louis.



"Di bawa oleh mama, katanya begitu banyak yang ingin melihat anak kita" Jawab Zenia semakin mengetatkan kelukannya.



Louis tersenyum puas, ya ampun baru kali ini dia bisa bebas bermesraan dengan istrinya kembali.



"You'r are my Woman" Bisik Louis lalu mengangkat tubuh mungil istrinya ke atas kasur dan menghabiskan waktu bersama.


.


.


.


.


.


.


**TAMAT**..



**cukup sekian terima kasih atas dukungan para Reader's, mungkin eps end ini tidak sesuai dengan harapan kalian**.



**Untuk season dua Chan belum bisa pertimbangkan dalam waktu dekat. karena ada juga yang menginginkan kisah Ken dan Ruffella.


sesuai janji Chan Ken dan Ruffela akan. aku buat cerita untuk mereka tapi kemungkinan epsnya tidak banyak**.



**Sekian dan terima kasih..


yang mau seru\-seruan silakan gabung di Gc**. πŸ˜‚πŸ˜‚



**Sampai jumpa lagi All**. πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™



![](contribute/fiction/188621/markdown/4365247/1589838608982.jpg)



Bonus.. Salam dari Zenia. 😁😁

__ADS_1


__ADS_2