
Di belakang gedung Louis berbicara dengan Sam mengenai wanita yang sempat dikejar olehnya sebelum menikahi Zenia.
"Sam kau jangan coba-coba membahas tentang wanita lain di hadapan istriku"
Ujar Louis memperingati sam agar tidak pernah membahas wanita yang pernah di cintai olehnya jauh sebelum mengenal Zenia.
"Kenapa kau sudah melupakan Nesya.. Kau sendiri dulu yang selalu mengejarnya"
Balas Sam Heran.
"Sam... Kau Mau mati sekarang juga"
"oh iya aku beritahu kepadamu bahwa Nesya akan kembali dua hari lagi bersiaplah untuk menghadapinya, dan ingat hal ini juga Orang tuamu sudah merestui mu dengannya kemungkinan mamamu akan memaksa mu untuk berpisah dari Istrimu louis"
Ujar Sam panjang lebar karena sebelumnya orang tua dari louis sudah memintanya untuk mengatakan segalanya.
Louis memicingka matanya, Ia tidak peduli dengan permintaan dari orang tuanya untuk berpisah dari Istri cantiknya.
" Kau cegah mereka untuk datang ke rumahku ini sebagai tanggung jawabmu Sam.. Mengenai Kesya cukup jangan pernah membahasnya di depan Istriku.. Ok"
Louis mengatakan dengan keras.
"aku mau ke Istriku dulu sudah cukup lama aku meninggalkan nya sendiri"
Lanjut louis melangkah menuju ke arah Istrinya.
Sam sempat tidak percaya mendengar ucapan Louis, ia mengira saat ini louis akan bimbang dengan dirinya sendiri.
" Istrinya Louis benar-benar sangat cantik sangat jauh jika di bandingkan dengan Nesya, pantas saja Louis begitu cepat jatuh cinta dengan Istrinya itu.. Jika saja aku yang lebih dulu mendapatkanya.. Sangat di sayangkan"
Guman Sam lalu menyusul Louis karena dia lah yang menyelenggarakan Pesta tersebut.
***
__ADS_1
Louis mendekati Zenia yang tampak sedikit kacau ia begitu panik melihat Istrinya.. Apa yang telah terjadi saat ia tidak ada di sini.
Dengan berlari karena panik Louis segera memeluk istrinya erat.
"Honey.. Apa yang terjadi kenapa kau tampak kacau begini.. "
Tanya Louis khawatir.
" Tidak apa louis tadi ada orang gila yang ingin bermain denganku"
Ujar Zenia menatap ke arah Louis..
" Siapa.. Biar ku balas perbuatannya, aku tidak terima jika ada yang menyakiti Istriku"
Louis melihat-lihat ke seluruh arah mencari orang yang menyakiti Istrinya.
Zenia menghela nafasnya...
"Dia sudah pergi jangan ribut kan hal itu lagi, acaranya akan segara di mulai Ayo kita mendekat"
Ketika acaranya di mulai Louis mengajak istrinya untuk berdansa untuk menjadi pusat perhatian, Mereka berdansa dengan sangat mengagumkan bahkan orang yang sempat ikut berdansa tadi menghentikan gerakannya lalu memperhatikan penampilan yang luar bisa dari Zenia dan Louis.
"Wah.. Tepuk tangan untuk Tuan Louis dan Nona yang di sampingnya"
Ujar salah satu tamu setelah Zenia dan Louis selesai berdansa.
prokk.. Prokk..
Zenia dan Louis membungkukkan tubuhnya karena merasa terhormat mendapatkan Perhatian dari semua tamu..
" Terimakasih atas segala pujiannya.."
Ucap Zenia bersuara lembut.
__ADS_1
"Nona Cantik apa kau ingin berdansa denganku, sebagai penyelenggara aku akan merasa terhormat jika anda mau berdansa bersamaku"
Sam menjulurkan tangannya mengajak Zenia berdansa dengannya walau pun Louis sedang menatapnya marah.
"Baiklah.. Saya juga akan merasa terhormat.. "
Balas Zenia menerima ajakan Sam, dengan langkah perlahan mereka sudah berada di tengah-tengah dan berdansa bersama.
Sedangkan Louis sudah terbakar api cemburu, ia ingin sekali membunuh Sam yang berani menyentuh Istrinya dan mengajaknya berdansa.
"Iiiss.. Sam benar-benar mau mati sepertinya "
Ujar Louis pelan dengan hati-hati agar tidak ada yang mendengarnya.
Zenia tersenyum dan tampak ngobrol dengan Sam semakin membuat Louis tidak tahan melihatnya, lantas ia menghentikan musiknya agar Istrinya dan sam berhenti berdansa.
"Honey ayo pulang, di sini terasa gerah"
Ajak Louis mendekati Zenia.
"iya..aku sangat lelah berdansa tadi"
Ucap zenia merangkul lengan louis lalu mereka berpamitan pulang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tbc...!!!