My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Pembalas Louis"


__ADS_3

Louis duduk di depan tv menonton berita hari ini, raut wajah menjadi senang ketika melihat bahwa semua perusahaan Devan jatuh bangkrut.


"Heheh.. Ini karena kau sudah mengganggu ketenangan keluarga kecilku.." Gumannya dalam hati, Louis meraih ponselnya menghubungi seseorang yang sama yang dia hubungi kemarin sore.


Louis dengan jelas sangat kejam, bahkan seluruh anggota keluarga Devan di masukkan kepenjara dengan dugaan pengelapan dana investor di perusahaan tersebut, hanya butuh waktu semalam saja.. Louis bisa melakukannya dengan sangat mudah, semua aset Devan habis di sita tidak menyisakan apapun..


Tidak ada satupun orang yang akan bisa lepas dari tangannya begitu saja, berani mengganggunya maka orang itu juga harus berani mendapat balasan yang jauh lebih kejam.


Bukan hanya itu, Louis orang yang bermuka dua hampir sama dengan Istrinya itu, namun bedanya hanya cara mereka menyembunyikan sifat aslinya berbeda.


Begitu masuk kamar Zenia menghampiri suaminya di atas sofa dengan wajah penuh kemenangan.


"Louis.. Ayo makan, aku sangat lapar" Ucap Zenia menarik tangan suaminya.


"Baiklah Honey, oh iya dimana Putri kita.?" tanya Louis.


"Di gendong mama, sudah datang beberapa saat yang lalu .." Jawab Zenia.


"Hah, mama datang kenapa tidak bilang.." Kata Louis bangkit dari sofa lalu mengandeng tangan Istrinya.


"kau tadi sibuk sendiri jadi aku tidak mau mengganggu mu saja" Sahus Zenia melirik suaminya. Louis mengangguk pelan mendengar perkataan Istrinya.


Mereka berdua berjalan ke arah dapur untuk mengisi perut dengan sarapan yang di siapkan oleh para juru masak di sana. Zenia mendudukkan pantatnya di kursi tepat di samping sang suami, lalu memberikan makanan di atas piring suaminya.


"Makan yang banyak, besok kau harus kembali bekerja lagi.. Kau sudah hampir satu tahun lamanya tidak mengurus perusahaan mu.. Dan jangan menyusahkan orang lain lagi" Kata Zenia mengomel.


Louis menghebuskan napas lalu menatap Istrinya tidak terbaca.


"Honey.. Aku bosnya jadi terserah aku" Sahut Louis.


"Bos tapi tidak berguna" Guman Zenia dengan sangat pelan.


"Jangan bahas itu lagi,. Honey kita makan saja" Louis mengelus kepala Zenia. Belum juga makan


tiba-tiba Lina datang ke dapur bersama dengan cucunya, menghampiri sepasang suami istri itu.


"Hei.. Kalian. Jangan bermesraan di meja makan nanti, sarapan kalian akan basi nantinya"


"Mama pergi saja, jangan mengganggu kami" ucap Louis seketika mendapatkan jentikan kening dari ibunya.


Tuk..


"Ingat anak bodoh.. Kau itu sudah menjadi ayah, jadi jangan banyak bertingkah lagi.. Lagi pula kau juga sudah tua" Ucap Lina.


Wajah Louis langsung masam, ia meraih sendok lalu menyuap sarapannya dengan rakus karena kesal atas ucapan ibunya lagi-lagi dia tidak bisa membalas ibunya.

__ADS_1


"Zenia sayang makan yang banyak jangan sampai kau terganggu dengan pria di depanmu itu" kata Lina menunjuk putranya sendiri


"Okay.. Mah." Zenia tersenyum.


Begitu Lina pergi dari sana, diam-diam Louis meraih tangan Istrinya walau sibuk makan..


"Honey,.. Aku ada kejutan untuk mu"


"Kejutan..? Apa itu".


"Hehehe, kau akan tau sebentar lagi," Ucap Louis menarik senyum simriknya..


"Penasaran gak..?" Tanya Louis. Zenia menyengir sekilas lalu menggeleng. Ia tidak begitu mau tau perihal kejutan dari suaminya.


Louis langsung diam lalu melanjutkan memakan sarapannya tanpa ada yang bersuara.


___


"Sebenarnya kejutan apa yang kau siapkan Louis ,kenapa kau menyuruh ku untuk berdiri di depan pintu?" Zenia kesal atas permintaan louis yang menyuruhya berdiri di depan rumah.


"Tunggu sebentar Honey.. Sebentar lagi mereka pasti akan datang kesini" yakin Louis.


"Lama".


Sebuah mobil hitam berjejeran perlahan masuk ke pekarangan rumah, Zenia melihat itu dengan wajah yang di kerutkan..


Tanya Zenia menunjuk orang berpakaian formal perlahan berjalan kearahnya.


"Lihat honey.."


Zenia mematap orang-orang itu dengan seksama, dirinya sangat bingung tidak satu pun yang Zenia kenali..


"Nyonya.."


Ucap Salah satu orang tersebut membungkuk.


"Siapa yang kalian panggil seperti itu.. aku bukan nyonya kalian.." Ucap Zenia datar.


"Saya meminta maaf.. Ini semua karena permintaan dari Tuan Louis, yang meminta kami memanggil anda dengan sebutan Nyonya."


Kata orang itu lagi.. Zenia mengerutkan kening lalu berahli menatap suaminya dengan kesal.


"Apa yang sedang kau lakukan sebenarnya Louis.. Katakan kepada ku, ini yang kau maksud dengan kejutan.." Zenia bersedekap dada sambil menunjuk-nunjuk orang-orang tersebut.


"Bukan.. Honey, bukan mereka tapi-"

__ADS_1


"Kau hanya membuang waktu berhargaku .. Lebih baik aku masuk saja.." Kata Zenia hendak melangkah.


Louis menahan istrinya mencegahnya untuk masuk, pria itu segera menyuruh para pengawalnya untuk membawa yang dia meminta..


Zenia menajamkan tatapan kepada Suaminya itu.. Pergelangan tangannya di pegang terlalu erat. Namun saat dia melihat Nesya dan keluarganya di seret ke arahnya perlahan Zenia mulai mengerti dengan yang di maksud oleh suaminya.


"jadi kejutan yang kau maksud adalah mantan Tunangan mu dan keluarganya.. " Kata Zenia melirik. Louis..


"Honey Jangan berkata seperti itu, aku tidak pernah bertunangan dengan Wanita kotor itu".Kesal Louis, Kenapa Zenia malah membahas masa lalunya lagi.


"Hahahh.. tetap saja bukan.. mereka hampir menjadi keluarga mu" Zenia kembali berkata. Lantas Louis semakin kesal memalingkan wajahnya ke arah lain.


Zenia menatap Nesya dan keluarganya yang tampak begitu menyedihkan, bukankah itu sepadan dengan yang di perbuat oleh Devan dan Nesya kepadanya. tidak ada rasa kasihan, Zenia perlahan menghampir mereka dengan langkah yang sombong..


Ia berjongkok lalu mengangkat dagu Nesya yang tertuduk di penuhi air mata...


"Tidak kuduga.. kau bisa kabur dari Club ku, entah bagaimana ayahm itu menemukan mu di sana" Ucap Zenia menatap horor Nesya.


"Siapa,, kau, kenapa melakukan semua ini, apa salahku dan dimana ayahku..?" Tanya Nesya dengan nada pelan.


Zenia kembali tersenyum jahat, ia menaikkan bahunya malas..


"Kau wanita murahan, Sudah berani mengganggu kehidupanku dan tentang si tua bangka itu kau tenang saja dia setidaknya masih bernapas,.. jangan khawatir dia khawatir saja bagaimana kelanjutan hidup mu kedepan"


"Aku tidak mengenal mu sama sekali.. dan aku tidak pernah mengganggu kehidupan mu." Nesya membantah semua perkataan Zenia yang di tuduhkan kepadanya atau pun pada ayahnya.


"Kau yakin.. sudahlah kau pasti masih lupa.. tapi apa kau tau siapa pria di samping ku ini"


"L.. oui.s" Lirih Nesya baru menyadari bahwa ternyata Louis tunangannya ada di sana.. lantas dia berusaha bangkit dan ingin memeluk pria itu.


"menjauhlah.. " Louis menepis tangan Nesya dengan kasar.


"Kau kenapa Louis.. aku Nesya tunangan mu, apa kau lupa ingatan.." Tanya Nesya heran dengan sikap Louis yang tidak seperti biasanya. Pria itu memicingka mata, lalu mengabaikannya begitu saja, Nesya semakin heran..


"Louis, ada apa dengan mu?"


"Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu itu, aku tidak lupa ingatan tapi kau yang kehilangan akal sehat wanita murahan." Ucap Louis dingin lalu mendekati istrinya, Zenia menarik senyuman simpulnya.


Jantung Nesya berdenyut perih, apa yang sebenarnya terjadi dan yang dia lewati.. ia heran dengan sikap kasar dari Louis dan siapa sebenarnya wanita yang berada bersama dengan tunangannya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc..?!


__ADS_2