My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Mengancam"


__ADS_3

Hari-hari berikutnya, Zenia dan suami nya terlihat sudah lebih baik dari sebelumnya sudah tidak ada raut wajah kesedihan dan penyesalan dari wanita itu seperti di hari kematian dari tiga anggota keluargan sekaligus dan secara mendadak.


Louis dengan menggunakan setelan jas biru malam berjalan mendekati Zenia dan bayi mungilnya di luar teras.


Hari ini Louis akan kembali ke perusahaan yang dia kelola selama ini awalnya Louis tentu saja tidak mau bekerja dan memilih untuk menghabiskan waktu di rumah dengan menemani Istri dan juga putrinya yang kini sudah berkembang pesat terlihat sangat jelas bahwa Lareina semakin berisi karena rakus saat memakan bubur ataupun sedang meminum susu dari mommynya.


Ia terpaksa kembali bekerja karena desakan Istrinya dan Keluarganya sendiri.


Begitu sampai di hadapan sang istri Louis lantas mencium kening lalu bibir seksi milik istrinya setelah itu ia berahli kepada putrinya mungil dan mengemaskan itu.


"Honey nanti siang Anton akan menjemputmu untuk ke kantor, kau tau sendirikan bahwa aku tidak bisa berpisah lama-lama dengan kalian berdua.. Jadi aku harap kau tidak menolak yahh sayang.." ucap Louis membelai wajah Istrinya dengan lembut.


"Humm"


Zenia menatap Louis dengan jutek, ia begitu malas jika harus berkunjung ke kantor suaminya itu, ingatan saat dirinya keguguran masih terekam jalas dalam otaknya.


"Aku tidak mau Louis, ingatan tentang yang terjadi terakhir kali belum bisa hilang sepenuhnya dan aku tidak mau mengingat hal itu lagi karena kecerobohan aku kehilangan anakku yang belum sempat menghirup udara" Kata Zenia menggeleng lalu mengalihkan pandangan ke arah sebuah bunga mawar yang tampak mekar.


Louis memasang wajah murung dan tidak bersemangat.


"Kalau seperti itu aku tidak mau bekerja, sebaiknya aku di sini saja dari pada harus jauh dari kalian"


"Louis!!, kau jangan seperti itu. Ingat itu perusahaan mu dan kau sendiri yang harus bertanggung jawab atas segalanya"


"Kalau begitu kau ikut yah, kau tidak akan mengingat kejadian itu lagi Honey, kau cukup datang dan langsung menuju ke ruanganku nanti Anton sendiri yang akan menjemput dan membawamu langsung menemui ku sayang.. Please" bujuk Louis dengan memeluk mesra Istrinya dari belakang.


Wanita itu melirik sekilas dan memejamkan mata.


" Baiklah, aku akan datang bersama dengan Lareina tapi satu hal yang harus kau setujui dan jangan marah ataupun melakukan kebodohan" Ujar Zenia menyetujui ajakan Louis karena ia tau suaminya tersebut tidak akan berhenti merengek sampai ia mau kekantor.


"Okay Honey.. Kalau begitu aku pergi dulu, cepat datangnya yahh jangan membuat ku menunggu"


"Iya" sahut Zenia singkat, Louis lantas menciumnya lagi kali ini agak lama.


"Aku menunggu kalian.. Love you"


"Lareina juga mencintaimu" ucap Zenia enggang membalas ucapan cinta dari Louis dan memilih menggunakan anaknya.


"Makasih sayang, aku mencintai kalian berdua, sampai jumpa nanti di kantor"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu Louis melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil, namun sebelum sampai di mobil sesekali pria itu menoleh ke belakang sekadar melihat sang Istri yang harus ia tinggalkan beberapa jam saja bagi Louis itu hal yang sangat berat.


"Cepat datang Honey... Jangan lupa"


Ucap Louis berteriak sebelum benar-benar masuk ke dalam mobil dan melaju pergi dari rumah.


Zenia mengangguk pelan, Louis sudah tidak ada di sana.. Wanita berbalik dan masuk kedalam rumah.


"Sayang tunggu mommy sebentar" Zenia meletakkan putrinya di atas sofa karena ingin menelpon seseorang agar segara mungkin datang kerumahnya.


Zenia mengambil ponselnya di atas meja dan berdiri menghadap Lareina untuk mengawasi putrinya itu takut nya Lareina jatuh dan terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Huh. Kenapa paman tidak mengangkat panggilan ku" guman Zenia menatap layar ponsel dengan wajah di kerutkan.


"Dasar menyebalkan" seru Zenia mulai kesal.


Zenia kembali menghubungi Jeffry namun tetap saja pamannya itu sepertinya tidak menjawab panggilan masuk dari dirinya padahal terhubung, Zenia curiga akan Jeffry yang sengaja menghindari nya tiba-tiba.


"Lebih baik aku menghubungi Juan" Pikir Zenia sesaat lalu mencari nomor ponsel sepupunya itu dan langsung menghubungi nya tanpa mau menunggu lama.


Tidak lama kemudian.. akhirnya panggilan darinya di angkat oleh Juan.


Tampak terdengar suara desahan berat dari seberang sana membuat Zenia mengerutkan kening mendengar hal itu.


"Apa itu Juan..!!, apa yang sekarang kau lakukan..?"


"Humm, tidak ada Zen, aku hanya menemani ayahku saja" Jawab Juan berbohong tentu saja.


"Hei.. kau pikir aku bodoh, apa kau memerkosa anak orang, jelas sekali itu suara desahan perempuan Juan!! jangan berani macam-macam, atau kau mau di kebiri"


Zenia mengomel tidak jelas, Juan yang mendengar rasanya ingin sekali marah.. mana ada dirinya pernah memperkosa seseorang terlebih lagi itu perempuan, apa Zenia lupa bahwa dirinya Gay.


Juan menarik napas lalu membuangnya..


"Aku tidak melakukan apa-apa, jangan khawatir. ini perintah Ayahku Zen dan suara desahan yang baru kau dengar adalah para wanita penggila membutuhkan uang adalah mantan kekasih suami mu"


ucap Juan.


"Nesya..?" Nama Nesya langsung terbesit dalam pikirannya.

__ADS_1


"iya wanita kotor itu.. sekarang sepertinya dia kelelahan melayani para pria tua hidung belang, menyedihkan sekali"


"Sudah.. jangan bahas itu, ada yang ingin aku tanyakan kepada mu"


Zenia berahli keniat awal untuk bertanya kepada Juan.


"Apa..? tanyakan saja aku akan menjawab nya jika tau" Ucap Juan.


"Baiklah, Juan apa kau tau kemana paman Jeffry membawa Ken dan. Nick. tadi Jeniffer menghubungi ku dan berkata bahwa Kedua orang itu sudah tidak pernah terlihat lagi.. apa kau tau di mana.. sebaiknya kau tidak berbohong" Ujar Zenia seakan mengancam Juan.


Pria itu terdiam.. apa yang harus dia katakan.?.


"Aku.. a.. ku.."


"Cih.. kenapa kau gugup. cepat katakan dimana Ken dan Nick" desak Zenia terdengar marah.


"Mereka ada di club Zen bersama dengan ayahku, ada apa kau tiba-tiba menanyakan keberadaan mereka"


"Oh, di Club.. ya sudah, kalau begitu kau datang kerumahku sekarang Juga"


"Untuk apa..? aku takut berjumpa dengan suamimu itu.. dia sangat keji" Ujar Juan baru kali ini merasa takut akan Louis, ia beberapa saat yang lalu ketika di pantai tanpa sengaja melihat Louis menghabisi nyawa seseorang dengan keji dan tanpa ampun dan Juan melihat dari awal hingga selesai.


"Bodoh!!. Louis. tidak ada di sini. kau datang lah ada hal penting yang harus ku sampaikan kepada mu, Cepat dan aku tidak mau tau kau harus datang secepatnya"


Tut.. tut..


Zenia langsung mematikan sambungan telepon dengan Juan karena tidak mau medengar alasan Juan untuk menolak.


"Lareina tertidur.. " Ucap Zenia pelan karena baru tersadar bahwa putri mungil nya utu ternyata terlelap, Zenia lalu mengangkat tubuh mungil bayi tersebut lalu berjalan dengan pelan menuju kamar Lareina.


"Kalian tenang saja.. semua kejahatan keluarga sialan itu akan di balas berkali-kali lipat, Kakek. ayah. ibu Zenia berjanji kematian kalian bukan murni kecelakaan tapi ini semua di rencanakan seseorang dab ternyata aku sudah bodoh karena menganggap semuanya baik-baik saja selama ini"


Guman Zenia dalam hati.. firasat buruk tentang kecelakaan yang terjadi kepada ketiga anggota keluarga nya tidak akan pernah salah dan dia membutuhkan Juan atau Jeffry untuk menyelesaikan segalanya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2