My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Mama Louis"


__ADS_3

Lina kembali duduk meminta penjelasan atas perlakuan Louis kepada Nesya..


"Louis katakan apa yang sebenarnya Nesya lakukan hingga kau sangat marah seperti ini, Mama bahkan tidak pernah mengajarkan kamu berlaku kasar kepada seorang wanita.."


Ucap Lina menatap anaknya yang duduk menatapnya kesal.


"Mama.. Mau tau, wanita itu sangat keterlaluan"


"Katakan saja.. Mama akan mempercayai ucapan yang keluar dari mulutmu"


Ujar Lina melembutkan suaranya menatap serius Louis dan juga Zenia.


Louis memijit ujung hidungnya, lalu menggenggam tangan istrinya.


"Mama.. Istri ku sempat hamil.."


Ucap Louis bergetar ia kembali mengingat hari di mana ia kehilangan anak yang di kandung oleh Istrinya saat itu.


Lina membulatkan matanya mendengar bahwa menantunya Hamil.. Tapi tunggu dulu apa maksud perkataan louis.. Sempat?. Louis melanjutkan ucapannya sempat berhenti beberapa saat.


" Dua minggu lalu, Kami kehilangan anak kami, semua karena kelakuan Nesya"


"Lalu apa hubungannya dengan Nesya..? Bukannya jika kalian kehilangan anak itu karena kecerobohan kalian sendiri"


Ucap Lina tidak mengerti.


Dengan mata berkaca-kaca dan tangan yang mengepal, Louis secara perlahan menjelaskan Kelakuan Nesya, yang datang ke kantor menampar wajah istrinya lalu mendorong Zenia dari belakang dengan keras hingga jatuh tengkurap, sampai akhir Anak mereka yang baru memasuki beberapa bulan tidak bisa di selamatkan.


Betapa kagetnya Lina.. Ia menutup mulutnya tidak percaya, Nesya benar sudah keterlaluan.. Lalu Ia memandang menantunya seduh yang baru saja mengalami keguguran.


Lina berdiri dan menghampiri Zenia lalu memeluknya..


"Sabar.. Sayang, Kalian akan penggantinya segera mungkin. Mama tidak menyangka bahwa Nesya akan berbuat seperti itu"


Ucapnya menepuk punggung menantunya pelan.


Zenia hanya mengangguk saja, ia tidak menyangka ibu mertuanya akan memeluknya, sudah lama sekali Zenia tidak pernah merasakan sebuah pelukan hangat seorang ibu.


Lina menepas pelukan lalu menatap Zenia menyesal.


"Louis, Zenia.. Biarkan mama yang membalas perbuatan Nesya. Mama tidak terima bisa-bisanya dia merengut Cucu mama yang belum lahir ke dunia"


Lina mengepalkan kedua tangganya geram, dari awal ia hanya ingin menggunakan Nesya agar bisa mengetahui bagaimana reaksi menantunya jika ada wanita lain di hidup Louis, dan ternyata Zenia hanya diam-diam kesal menyembunyikan rasa Cemburu di hatinya dengan tenang tidak gegabah seperti Nesya.. Saat itu juga Lina memutuskan untuk menerima Zenia sebagai wanita yang akan mendampingi Anak nakalnya.


Zenia menggeleng tidak setuju, Lalu berkata..


"Mah.. Tidak perlu, Biarkan aku saja, Jika mama mau membantu.. Mama bertindak bisa saja kepada Nesya seperti bisanya"

__ADS_1


Ujar Zenia menyinggungkan senyum sedihnya, ia tidak ingin yang sudah di rencanakan sejak awal gagal total.


"Kenapa sayang..?, apa kau sudah mempersiapkan sesuatu"


Tanya Lina heran, kenapa menantunya ini menolak di bantu olehnya.


Zenia mengangguk tersenyum, menatap Lina..


"Iya.. "


Louis kembali merasa tidak tahan.. Ia sangat menyesal jika saja waktu itu Ia tidak menyuruh Zenia keluar untuk berjalan-jalan di dalam kantor. Mungkin sekarang anaknya sudah tumbuh dengan sehat di dalam perut Istrinya.


"Mama.. Kau pulanglah, sudah malam aku dan Zenia mau istirahat"


Kata Louis kepada Lina yang masih bersama dengan Istrinya.


"Kau.. Mengusir mama, Mau mati kau"


Ketus Luna belum mau pergi dari sana.


"Bukan begitu, Istriku sangat lelah dan masih butuh waktu pemulihan"


Louis beralasan, Ia hanya ingin berdua dengan Zenia saja.


"Baiklah, mama akan pulang, Louis kau jaga Istrimu baik-baik jangan biarkan dia terlalu lelah agar kalian bisa memberikan penggantinya"


Ucap Lina berdiri lalu pamit mencium kedua pipi menantunya secara bergantian.


"Tapi.. Mah"


"Jangan takut.. Kami tidak akan menghancurkan semua rencanamu sayang, balas kelakuan Nesya dengan setimpal .. Mama dan yang lain mendukung dari belakang saja"


Ucap Lina melangkah keluar meninggalkan keduanya.


***


Sedangkan di Apartemen Nesya..


Rufella sangat marah kerena wanita di hadapannya ini melakukan sesuatu yang membuat Louis marah.


"Hei.. Bodoh apa yang telah kau lakukan hingga Louis begitu kesal denganmu"


Tanya Rufella, ia di suruh datang mendengar Penuturan dari Nesya sendiri.


"Aku tidak tau.. Yang jelas semua pasti berkaitan dengan Zenia"


Jawabnya acuh, nesya sudah begitu membenci Zenia dari ujung kaki hingga kepala.

__ADS_1


"Kita harus segera menghabisi Zenia secepatnya, Jika tidak bisa-bisa semua keluarga Louis jatuh pada pesonanya"


Ujar Rufella berfikir.. Ia kenal betul Zenia akan sangat mudah membuat orang di sekitarnya dalam rangkulannya.


" Iya sepertinya begitu.. Apa kita harus menyewa pembunuhan bayaran"


.


Prok.. Prok.. Prok..


"Hahhahha.. Kalian sangat hebat"


Seseorang masuk tanpa permisi menghentikan ucapan keduanya..


Rufella dan Nesya saling menatap.. Mereka tidak tau siapa orang di depannya ini.


"Sepertinya aku mempunyai teman untuk menghabisi Zenia, Apa kalian mau bergabung dengan ku"


Orang itu mengajak Kedua wanita itu untuk bekerja sama.


"Siapa kau.. ?. Apa tujuanmu..?"


Tanya Nesya menatap Kesal.


Orang itu mengulurkan tangannya kepada Nesya dan Rufella.


"Perkenalkan aku Doni. Kita mempunyai tujuan yang sama bukan. , tenang saja rencana kalian untuk menghabisi Zenia akan mudah jika bergabung dengan ku. Kebetulan aku seorang pembunuh juga"


Doni tersenyum ramah kepada kedua wanita itu, semenjak Zenia menikah dengan Louis, Doni marah karena Zenia melanggar perjanjian di dalam organisasinya. Ia berjanji bahwa Dia sendirilah yang akan membunuh Zenia karena telah berkhianat.


Doni juga sudah mengatakan kepada Juan namun Pria itu tidak peduli dengannya sama sekali bahkan mengatakan wajar saja jika Zenia menikah.. Saat itu juga Doni mulai bergerak sendiri.


-'


Rufella menyambut hangat Ajakan Doni, itu akan sangat mudah dengan tambahan seseorang yang sama-sama ingin Zenia mati.


"Bagus.."


Ucap Nesya juga setuju.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc...!!!


__ADS_2