My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Berani Melawanku"


__ADS_3

Kini Zenia sudah berada di ruangan rahasia miliknya, untuk mendapatkan informasi mengenai pelaku penyerangan di pada Nick dan anggotanya.


Zenia mengetatkan rahang geram, begitu banyak musuh yang ingin menyerang posisinya sebagai ketua dan itulah salah satu alasan Zenia memilih Nick untuk menggantikan posisinya karena sangat berbahaya.


Ken sudah membawa dan memberikan rekaman yang di ambilnya dari Cctv yang memperlihatkan wajah penyerang itu kepada Zenia.


"Ken kau pernah melihat orang ini?" tanya Zenia kepada Ken yang berdiri di hadapannya.


"Sepertinya orang ini adalah salah satu musuh yang sudah menunggu untuk menghancurkan kita Nona, jika di lihat cara penyerangan sepertinya ia sudah tau betul semua gerakan anak buah kita," jawab Ken, Zenia menganggukkan kepala seakan ia setuju dengan pendapat dari Ken tangan kanannya sekaligus orang kepercayaan Zenia.


Ken kembali mendapatkan pesan dari salah satu orang suruhannya, untuk mencari keberadaan si penyerang itu.


"Ketua saya sudah tau alamat si berengsek itu," ujar Ken menyerahkan ponsel miliknya kepada Zenia.


"Kerja bagus, ayo kita kesana sekarang dan membuat perhitungan kepadanya, jangan buang waktu, cepatlah bergerak hubungi semua anak buah kita." Zenia memberikan perintah dan segera bergerak untuk membalas perbuatan orang yang sudah berani menyerang para anak buahnya.


Ken segera melaksanakan perintah dari ketuanya tidak membutuhkan waktu lama semua anak buah sudah berkumpul dan mulai mengikuti kemana Zenia membawa mobil.


***


Di apartemen dekat pinggiran kota Zenia memberhentikan laju mobil dan Ken berada di belakangnya.


"Rupanya kau berada disini, tidak kusangka orang yang ingin bermain adalah orang ceroboh," guman Zenia tersenyum miring, membuat para anak buahnya sedikit takut karena senyuman yang di tampilankan olehnya sangat mengitimindasi.


"Ayo kita balas perbuatannya,"


Zenia melangkah memasuki apartemen dan di ikuti oleh Ken di belakang untuk berjaga-jaga dari serangan mendadak.


Tok... Tok... Tok..

__ADS_1


Tanpa rasa takut sama sekali Zenia berani mengetuk pintu bahkan tidak segan menendang pintu tersebut hingga rusak. Jangan lupa Zenia menguasai beberapa jurus belah diri.


Pemilik apartemen baru saja menuruni tangga, kaget melihat pintu apartemennya telah rusak.


"Hei, Nona apa yang kau lakukan di apartemen milikku dan kenapa kau masuk dengan cara merusak pintu?" tanya pria itu mengaruk kepala bingung karena kedatangan tamu mendadak.


"Hah apa kau yang telah menyerang Black Rose?" tanya Zenia terlebih dahulu.


"Iya, emang kenapa?" jawabnya bangga.


Tanpa di duga Zenia langsung melayangkan pukulan di sertai tendang ke arah pria bertubuh tinggi itu, dan menyerangnya berkali-kali.


Beberapa kali serangan akhirnya pria itu bertanya apa yang terjadi, kenapa wanita itu menyerangnya tanpa alasan.


"Nona ... kenapa kau tiba-tiba memukuli wajah dan tubuhku?" tanyanya terbata-bata.


"Aku? Nona?" tanyanya lagi.


"Iya siapa lagi kalau bukan kau, cepat katakan!" perintah Zenia.


"Aku Celvin Ben Will salah satu orang yang akan menghancurkan Black Rose," orang yang bernama Calvin dengan bangga memperkenalkan dirinya dan dengan bodohnya pria itu mengatakan identitas dan niatnya kepada Zenia.


"Ternyata kau berani juga, apa kau tidak kenal denganku?" tanya Zenia melihat wajah Celvin yang sudah babak belur di buatnya.


"Memang kau siapa? yang kutau aku sudah menyerang ketua dari Black Rose, kau pasti mau membantuku untuk menjatuhkan mereka jadi kau. mendatangiku langsung," ujar Celvin dengan wajah penuh harapan meski kondisinya buruk gara-gara wanita di hadapannya ini.


"Ha.. Ha.. Ha.. Hahhaha kau ternyata bodoh sekali, kau tau? kau telah salah,"


"Bodoh kenapa Nona?" tanyanya dengan wajah penuh kebingungan.

__ADS_1


"Kau yakin yang kau tembak itu adalah ketua Black Rose?"


"Tentu saja yakin, aku tidak pernah salah mengenali orang,"


" Hei ... hei, yang kau tembak itu bukan ketua dari Black Rose melainkan hanya pengganti sementara yang di suruh olehku, apa sekarang kau paham!" bisiknya disertai satu tusukan pisau ke perut Celvin.


"Huk," Darah keluar dari mulut dan perut akibat tusukan dari Zenia karena tidak ada persiapan, Celvin dengan mudah mendapatkan serangan yang mengenai seluruh organ vital tubuhnya.


"Apa, Mak-sud An-da ... Nona?" tanya Celvin dengan susah payah karena kesadarannya sudah perlahan menghilang.


"Ingat ini sebelum kau mati, aku adalah Ketua DARI BlackRose yang ingin kau hancurkan itu bodoh dan kau tau tidak ada yang berani melawanku." kata Zenia semakin memperdalam tusukan pisaunya ke dada Celvin.


"Aa-apa?" ucap Celvin sebelum menutup matanya yang terasa berat, pikirannya melayang ternyata dia telah gagal dan salah menyerang orang.


Setelah menghabisi nyawa Celvin, Zenia memanggil Ken untuk membawa jasadnya ke kandang buaya yang ia rawat sejak kecil.


Zenia merasa puas setelah membunuh salah satu musuhnya, ia ingin merayakan Keberhasilannya di sebuah cafe yang sering di kunjungi olehnya, Zenia juga tidak lupa mengajak para anak buahnya yang juga kelelahan melawan anak buah Celvin yang lumayan menguras tenang.


Mereka semua pergi, kecuali Ken yang harus membereskan semua kekacauan yang terjadi agar tidak ada yang mengetahui perbuatan mereka.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2