My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Galau"


__ADS_3

Louis kini berada di dalam kamarnya tanpa menyatakan sepatah katapun untuk istrinya, beberapa waktu yang lalu ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Istrinya tidak keberatan. Keluarganya sudah kembali setelah menghancurkan moodnya hari ini.


Dengan hela nafas yang berat dan panjang Louis merebahkan tubuhnya melihat langit-langit kamarnya.


"Apa Zenia tidak menyukaiku sama sekali, rasanya aku tidak sanggup jika memang seperti itu"


Ucap Louis lirih, ia menatap pintu kamar mandi di sana Istrinya sedang membersihkan diri.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka Louis langsung berpura-pura tidur.


"Kenapa dengan Louis ia tidak seperti biasanya apa yang di pikirkan olehnya"


Ujar Zenia memperhatikan Louis yang langsung tertidur di atas ranjang tanpa menunggunya selesai. Lalu ia ikut berbaring di samping louis dan memeluk tubuh suaminya erat.


Louis yang merasa di peluk merasa sangat nyaman, namun kembali mengingat ucapan dari Zenia ia tidak mampu membalas pelukan tersebut, ia memejamkan matanya dan membiarkan Zenia memeluk tubuhnya.


***


Pagi harinya...


Louis tidak bersemangat perasaan sangat galau, ia bahkan tidak menyadari bahwa Zenia sudah memasangkan dasi untuknya.


"Louis kau kenapa sih.. Dari kemarin sangat aneh"


Tanya Zenia yang mulai tidak tahan di diamkan oleh suaminya.


"Louis!!!"

__ADS_1


Panggil Zenia tidak mendapat respons sama sekali, dengan perasaan dongkol Zenia mencium bibir Louis hingga kesadaran dari Louis sepenuhnya pulih.


Louis menghentikan ciuman tersebut ia masih tidak ingin mengajak Istrinya berbicara.


"Kau sudah mulai mengabaikanku Louis... Apa karena Nesya sudah kembali jadi kau sudah bosan denganku"


Zenia merasa kesal dan pada akhirnya ia mengatakan isi pikirannya. Ia melangkah menjauh dari louis rasanya ia sangat ingin menghabisi seseorang sekarang juga.


Louis menyadari bahwa Istrinya kini sudah marah dengan kelakuannya segera menyusul Zenia dan memeluknya erat.


"jangan marah Honey, bukan seperti itu"


Ucap louis mengusap rambut Istrinya yang kini berada di pelukannya.


"Jadi seperti apa.. Jangan bilang kau benar mau menikah lagi lepaskan pelukanmu"


"Louis kemarin aku sengaja mengatakan bahwa aku tidak masalah jika kamu mau menikah lagi karena aku tau mamamu sengaja mengetes diriku, apa kau menanggapi ucapan yang kemarin itu serius hah"


Lanjut Zenia mengeraskan suaranya.


"Jadi kau tidak serius dengan yang kau katakan kemarin!! "


Tanya louis yang sudah merasa lega.


Zenia menatap Louis kesal pikirannya kini Louis kecewa dengan pengakuannya sekarang.


"Iya.. Kenapa memangnya , kamu pikir aku wanita gila yang akan menyerah milikku kepada orang lain"

__ADS_1


Zenia menjauhkan Tubuhnya dari louis karena tidak ingin di sentuh lagi.


Dengan cepat Louis kembali memeluk tubuh Zenia dan memejamkan matanya berharap yang di katakan istrinya barusan adalah kebenaran.


"Honey... Jangan berpikir berlebihhan aku hanya mencintaimu , Nesya cuma masa lalu"


"Lepas!! Aku mau pergi mememui Ken"


Mendengar nama ken Louis langsung melotot ke arah istrinya, ia tidak akan membiarkan Zenia pergi menemui Ken saat-saat seperti ini.


Dengan perasaan cemburu buta Louis langsung menghempaskan tubuh Zenia di atas ranjang dan menindih tubuh Istrinya.


Lagi-lagi mereka tidak pergi berkerja, di dalam kamar Louis menyerang istrinya begitu liarnya, louis sesegara mungkin menginginkan seorang anak dari Istrinya dengan cepat agar keluarganya tidak memintanya lagi untuk berpisah dari Zenia.


"Semoga kau bisa segera hadir.."


Guman Louis setiap mencapai puncaknya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.....!!!


__ADS_2