My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Melaksanakan Misi 2"


__ADS_3

Louis melihat-lihat area sekitar banyak tamu yang datang, tapi ia sama sekali tidak bisa melihat di mana Istrinya saat ini dengan ke dua pria itu.


Perasaannya kacau. Banyak pertanyaan yang muncul di otaknya, apa sebenarnya Tujuan zenia tidak mau datang bersamanya, hal apa yang membuat sikap Zenia semakin dingin dan jauh darinya. Louis benar-benar takut kehilangan Zenia bisa gila dia jika istrinya meninggalkan dirinya sendirian.


"Mama.. Kau lihat Zenia"


Tanya Louis menghampiri Ibunya sedang berbicara dengan beberapa tamu.


Lusi menggeleng pelan, dari tadi ia tidak lagi melihat menantunya itu.


Louis memijit kening lesu, Kemana istrinya itu.. Bahkan Nick juga tengah hilang kemana lagi ia harus bertanya.


"Tuan.. Louis, Selamat atas pencapaian anda selama ini"


Seseorang menghampirinya, Louis mengangguk berterima kasih kepada orang itu.


"Katanya anda sudah menikah, dimana istrimu kenapa tidak ada bersamamu"


Tanya orang itu penuh rasa penasaran dengan sosok wanita yang menjadi Istri seperti Louis ini.


Louis menatap kosong kepada orang itu. Tidak ada jawaban Louis pergi dari hadapan orang itu lebih baik ke ruangan Cctv mencari keberadaan Istrinya.


***


Di markasnya..


Zenia memperhatikan Rufella, Nesya Dan Doni secara bergantian lalu tersenyum sinis.


"Hei.. Lepaskan aku, kau tidak tau siapa aku yah. Aku akan melaporkan kamu ke kakekku"


Ujar Ruffla menatap kesal orang yang berada di hadapannya ini karena Zenia memakai Topeng jadi Rufella tidak bisa mengenalinya.


"Heh, kau pikir aku takut, hah.."


Balas Zenia sinis.. ia memegang tangan Rufella lembut.


" kalian berdua ini, bekerja sama dengan orang yang tidak tepat. Bodoh.. Nesya. Sungguh nama yang menjijikkan, Kenapa aku tidak membunuh kalian saja"


Lanjut Zenia mendekati kedua wanita itu perlahan mengores Wajah mereka dengan pisau di tangannya.


"Auh.. "


Pekik Nesya dan Rufella merasakan sakit di wajahnya.


"Hentikan.. Nanti wajahku menjadi hancur"


"Wajah.. Kau tidak suka dengan perlakuan ku.. Baiklah aku pindah aja"


Zenia memindahkan tangannya ke arah leher Nesya lalu mencekiknya.


"Nyawa.. Di balas nya Nesya.."


Bisiknya tepat di telinga Nesya. Seketika Nesya berpikir siapa yang pernah ia bunuh..


"Aku. Ti.. Dak meng.. Erti.., Lepa.. kan"


"Aku tidak akan membunuhmu hati ini, tapi kau akan mati secara perlahan. Mungkin dua tau tiga tahun lagi hari itu datang. Jadi bertaubatlah dasar bodoh"


Ujar Zenia melepaskan tangannya. Lalu menyuntikkan obat bius dan Obat Lupa agar kejadian tadi tidak di ingat oleh Nesya.


Nick yang hanya memerhatikan saja. Tersenyum horor ke arah keduanya. Zenia benar-benar hebat di matanya.


Lalu Rufella yang sempat di abaikan melihat area sekitar tidak memungkinkan dia bisa kabur dari sini banyak sekali gangster bulu kuduknya merinding..

__ADS_1


"Nick.. Kau bawa si Nesya pulang dulu, ada yang ingin kusampaikan kepada Rufella secara pribadi"


"Tapi Ze.."


Ucapannya terhenti ketika Zenia melotot ke arahnya. Hampir saja keceplosan.


"Lakukan segera"


Perintah Zenia tegas. Nick langsung melaksanakan perintah itu tanpa banyak tanya lagi..


Ketika Nick pergi.. Zenia membuka topengnya meperlihatkanlah wajah ke pada Rufella sepupunya, ia tersenyum hangat ke pada Rufella ia tidak pernah marah kepada wanita itu, Walaupun Zenia terkadang terlihat membenci Rufella tapi itu semua hanya berlaku jika wanita ini bertingkah menyebalkan.


"Zenia.."


Lirih Rufella tidak mempercayai yang di lihatnya sekarang, Zenia sepupunya adalah seorang mafia tidak di sangka dan Rufella tidak menduga hal ini.


"Iya.. Ini aku, tenang saja luka di wajah mu akan sembuh dengan cepat."


Ujarnya lembut serta memberikan salep yang ampuh untuk mengobati luka sepupunya itu.


Rufella menatap Zenia dengan raut wajah tertegun bertanya-tanya apa tujuan dari Zenia sebenarnya.


"Apa tujuanmu Zen, mau membunuhku"


"Tidak, jangan takut"


"tapi aku. Mohon Ruf katakan kepada kedua orangtua ku agar mereka tidak perlu membenci ku lagi, dan satu lagi kau pasti akan senang mendengar ini"


Kata Zenia kini duduk di hadapan Rufella menatap lekat wajah Sepupunya serius.


"APA..!"


Tanya Rufella, sepupunya berubah seperti sudah tidak di kenali saja.


Zenia mengambil napas dalam-dalam..


"Ruf sebagai orang yang saling berbagi darah yang sama, aku akan mempercayakan Louis.. Untuk mu, kau. Dekati dia. Buat dia jatuh cinta kepadamu, Aku akan pergi besok pagi.. Jadi saat aku menghubungi mu besok kau datang lah kerumah Louis dan mulai mendekatinya"


kata Zenia memohon dengan membersihkan darah di wajah Rufella.


Rufella memyegir tidak mengerti bukannya Zenia selama ini membenci dirinya bahkan membunuh calon suaminya dulu.


"Zenia kenapa kau. Begini apa maksud perkataan mu itu. Kau mau pergi kemana..?"


Wajah Zenia menujukan kesedihan di dalamnya, semakin membuat Rufella bingung.


"Lakukan saja.. Keinginanku Ruf.. Ini sebagai ganti ketika aku dengan sengaja membunuh calon suamimu itu sehingga kau mengubah hidupmu gara-gara kehilangan.., kelak kau berikan kepada Louis ketika kalian bertemu"


Zenia memberikan hadiah pemberian Louis saat itu, ia tidak tega melihat suaminya sedih jika menyerahkan hadiah itu secara langsung, entah kenapa Rufella merasa bersalah selama ini... Lalu ia memeluk Zenia dengan erat.


"Zen.. Jangan pergi, Nanti aku akan bertengkar dengan siapa lagi!. Maafkan aku karena menyalahkanmu selama ini, Jangan pergi Yah. Tetap di sini"


"Tidak Ruff ini yang terbaik untuk semua orang, aku kan menebus semua dosa-dosaku"


Zenia menggeleng lemah, keputusannya sudah bulat bahkan persiapannya sudah selesai semua. Hanya tinggal menunggu waktu saja, dan misinya hampir selesai tinggal mengurus beberapa saja.


"Kau bantu aku untuk mengangkat Tubuh Doni ini"


Ucap Zenia mengalihkan pembicaraan lalu. menarik Rufella.


"Baiklah.. Semoga kau tidak apa-apa Zen, apa juan juga akan Ikut"


Tanya Rufella.

__ADS_1


"Iya.. Aku pergi dengan Juan dan Juga Ken. Sampaikan pamitku kepada kakek dan mama juga papaku"


"Uh.. Kenapa Doni berat sekali"


Keluhnya di angguki oleh Rufella yang merasa sama sepertinya.


Zenia akhirnya tidak bisa lagi mengangkat tubuh berat itu ia memanggil salah satu anggotanya untuk membawa Doni ke sebuah Ruangan untuk mengurungnya. nanti Nick yang akan melakukan tugasnya.


Krek..


Juan yang baru masuk membulatkan matanya marah ia langsung menyeret Rufella menjauh dari Zenia..


"kau.. Apa yang ingin kau lakukan kepada Zenia hah"


Tukasnya penuh kemarahan..


"ih.. Lepas, aku tidak melakukan apa-apa, dasar orang gila"


Ujar Rufella menatap kilat Juan yang masih nyeretnya keluar..


"Juannnn.. Hentikan"


Teriak Zenia menghentikan langkah Juan begitupun Rufella..


Zenia mengajak keduanya untuk duduk di sofa, zenia menghembuskan nafas panjang.


"Berhentilah menatap Rufella Juan. Dia tidak akan membocorkan tentang identitasku"


"Tapi.. Wanita ini Zenia, sudah bekerja sama dengan Doni dan juga Nesya untuk membunuhmu"


Kesal Juan tidak habis pikir dengan Zenia ini.


"Itu hanya dendam sesaat saja.. Rufella dan aku memang dulunya saling benci.. Itu dulu ingat Aku tau Rufella seperti ini karena aku"


Ujarnya.. Juan tidak pernah mengerti lagi jalan Pikiran dari Si Zenia ini.


Secara perlahan Zenia dan Rufella mengatakan yang sebenarnya terjadi di masa lalu yang hanyalah kesalah paham saja, dan ternyata Rufella menghancurkan hidupnya bukan gara-gara Zenia tapi Pria itu yang ingin membatalkan pernikahan mereka karena tidak pernah mencintainya dan hanya ingin memanfaatkan dirinya agar bisa lebih dekat dengan Zenia.


Juan menghela napas lega, tapi tetap saja ia belum sepenuhnya bisa mempercayai Rufella si rubah licik itu.


"Zenia.. Aku akan mengantar Rufella pulang dulu kau kembali lah ke rumah suamimu, ini juga malam terakhir kalian, kuharap kau mau mengubah keputusanmu,.. Aku tidak mau kai dan Louis berpisah"


"Iya.. Zen Jangan pergi aku tidak menginginkan Louis sama sekali"


Rufella ikut menimpal..kenapa Zenia menjadi seperti ini sangat aneh.


" Tidak jangan berkata seperti itu lagi.. . Aku akan kembali.. Besok pagi segeralah jemput aku"


Ujar Zenia mengabaikan keduanya.. ia berdiri tegak mengambil kunci mobil karena sekarang Ken masih dalam pengobatan luka.


.


apa yang akan terjadi selanjutnya..?


apakah Zenia tetap bertahan atau benar-benar pergi dari Louis satu-satunya yang menjadi kebahagiaannya..


nantikan Eps selanjutnya..


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc..?!!


__ADS_2