
Di sebuah pusat perbelanjaan Zenia dan Louis tampak berjalan menuju sebuah toko baju perancang yang terkenal ,di sana Louis memilih gaun yang cocok untuk istrinya, Sedang Zenia hanya duduk menunggu Louis memilikikan gaun untuknya
Tidak lama berselang Louis membawa beberapa Gaun malam untuk Zenia pakai ketika mereka menghadiri Undangan dari sahabatnya.
"Honey cobalah Gaun ini, sepertinya sangat cocok untukmu." Louis mendekat ke arah Zenia duduk lalu menyerahkan beberapa gaun untuk Zenia coba.
"Ini merepotkan sekali, aku tidak mau." tolak Zenia membuat raut wajah Louis sedih.
"Honey kumohon cobalah dulu, sepertinya ini saja atau yang ini pilihlah salah satunya." ujar Louis memohon agar Zenia mau mencoba gaun yang pilihan olehnya setelah sekian Gaun yang di lewati tadinya.
Zenia mendesah pasrah, Louis tidak akan pernah berhenti memohon hingga ia mau mencoba gaun itu. Ia mengambil salah satu gaun malam berwarna hijau gelap dan di bagian pinggangnya ada sesuatu yang menarik.
Lima menit kemudian Zenia keluar dari tempat ganti baju, dan memperlihatkan kepada Suaminya yang sangat menyebalkan itu.
"Bagaimana kurasa ini cocok untukku." Zenia memperlihatkan gaun yang di pakainya sambil berputar-putar mengibaskan bagian bawa gaun tersebut.
"Ummm Coba yang lain juga dong." ujar Louis kembali membuat Zenia memutar bola mata malas.
"Tidak mau.. Ini atau tidak sama sekali, masih banyak gaun si rumah belum ku pakai Louis." Zenia sudah tersulut emosi lalu masuk kembali untuk memakai bajunya.
__ADS_1
Louis memonyongkan mulutnya karena merasa sedikit kecewa dengan istrinya itu.
"Kau bungkus semua lalu kirim ke alamat ku , tanpa di ketahui oleh Istriku." perintah Louis kepada salah satu karyawan yang berada di dalam Toko tersebut.
"Baik Tuan." orang itu sedikit takut mendengar ucapan louis kepadanya, meski ia sempat mengagumi pasangan tersebut.
"Ayo pulang aku ingin istirahat di rumah nanti malam kita akan pergi ke sana bukan, pasti akan acaranya akan berlangsung lama."
Tiba-tiba saja Zenia keluar lalu mengajak Louis pergi dari toko tersebut karena sudah menuruti keinginan dari suaminya itu, mulai dari memilih sepatu cantik, aksesori hingga Gaun pesta.
Louis menarik istrinya lagi pergi ke tempat lain dan Zenia sempat memberontak menolak ajakan dari louis namun ketiak sampai di tempat itu Zenia langsung sadar bahwa mereka belum makan siang.
"Pasta dan hidangan kerang laut."
"Baik Honey, pelayan aku pesan dua pasta dan seporsi kerang laut, ingat porsi yang paling besar" ujar Louis mesan makan untuk mereka berdua.
"Kenapa tempat ini kosong, biasanya banyak orang yang akan datang saat siang hari seperti sekarang." Zenia tampak bingung dengan ke adaan dari restoran tersebut yang kosong tanpa pengunjung satu pun kecuali mereka berdua.
Louis menatap wajah istrinya dengan tatapan tidak terbaca, karena tadi ia sudah memesan restoran ini dari Siang hingga sore agar momen makan berduanya dengan istri tercinta tidak terganggu.
__ADS_1
Pesanan makanan Louis dan Zenia sudah berada di atas meja.
"Makan yang banyak Honey." ucap Louis memegang tangan Istrinya lalu berahli ke kepala istrinya mengelusnya dengan lembut.
"Honey, tadi Gaun yang kau pakai sangat cantik tapi tidak boleh di pakai nanti malam terlalu terbuka bagian lehernya, aku sudah memesan gaun yang lebih bagus." lanjut Louis mengunyah makanan di mulutnya.
"Terserah maunya kamu, aku tidak terlalu peduli dengan masalah gaun, itu bukan urusanku." ujar Zenia seakan cuek.
"Kamu marah Honey, maaf tolong mengertilah perasaan ku sayang, aku melakukannya demi dirimu juga." Louis melemah suaranya lalu mencuri pandangan ke arah Zenia, berpura-pura manis agar istrinya luluh.
"Sepertinya aku menikah dengan bocah besar yang kekanak-kanakan." guman Zenia melanjutkan makanan mengabaikan permintaan dari Louis.
.
.
.
.
__ADS_1