My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Baby Shop"


__ADS_3

Sekarang ini Louis mengajak Zenia keluar untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan berada di rumahnya terus.


"Louis kau mau membawaku kemana.?"


Tanya Zenia menoleh ke arah suaminya yang tampak asik memainkan ponsel.


Louis menoleh lalu memasukkan ponsel ke saku celana.


"Honey, Kita akan jalan-jalan sekalian belanja kebutuhan Baby kita nanti"


Jawab Louis mencubit gemes pipi Istrinya.


Zenia langsung melotot, Dia paling tidak suka saat ada orang yang mencubit pipinya tanpa izin, mungkin jika Louis bukan suaminya sudah pasti Zenia akan mencekik lehernya.


"Lepaskan Louis.."


Pinta Zenia dengan senyuman terpaksa.


Bukannya melepasnya Louis makin bertingkah, Wajah Zenia sudah acak-acakan dengan kelakuan Louis yang sangat gemas akan keimutan Istrinya lebih pipi Zenia semakin tembem selama kehamilannya.


"Kubilang lepaskan Bodoh"


Pekik Zenia tersulut emosi, Louis langsung menyingkirkan tangannya.. Rupanya istrinya sudah kesal, bahkan Anton yang menjadi supir untuk keduanya kaget mendengar akan suaranya.


Selepas itu Louis dan Zenia sama-sama terdiam, tapi tangan Louis kembali meraih tangan Zenia sesekali mengecup pelan.


>>Β«


Di pusat perbelanjaan..


Sampai di sana Louis mengandeng tangan Zenia dan berjalan bersama.


Zenia hanya mengikuti kemana louis menyeretnya, matanya melihat-lihat area sekitar sebenarnya Zenia sedikit risih dengan Anton & beberapa bodyguard yang mengawal setiap pergerakannya, Tapi ya sudahlah.. Ini semua karena keinginan dari Suaminya sendiri.


Zenia sekilas menghentikan langkahnya tak kala melihat seseorang sedang menuju ke arahnya, Louis pun melakukan hal yang sama.


Orang itu berjalan semakin mendekat dengan sigap Louis memeluk posesif Istrinya lalu memerintah kepada Anton dan Para Bodyguard untuk mencegah orang itu.


"Honey.. Ayo cepat"


Ajak Louis berisik di telinga Istrinya.


"ummm.. Ada apa Louis, bukannya dia adalah Sam"


Ujar Zenia dengan polos.


"Iya.. Aku tau, tapi kita harus menghindarinya.. Ayo Honey"


Ujar Louis buru-buru. Zenia hanya terdiam menatap heran tingkah laku Louis yang seperti orang takut.


"Louis., Kita sapa sam dulu"


Kata Zenia berbalik dan menarik tangan Louis.


"Honey,."


"Louissss"

__ADS_1


"Louis.. Zenia"


Panggil orang itu berusaha tetap menemui Louis dan kebetulan wanita incaranya juga ada di sana.


"louis, sam memanggil mu. Ayo kita sapa dulu baru melanjutkan"


Ujar Zenia lagi, kali ini dia sudah mendekat kearah sam hendak menyapa.


"Sabar.. Louis, Ini tempat umum"


Guman louis menahan kesal atas kehadiran Sam yang sama sekali tidak dia harapkan akan bertemu di tempat ini.


Louis yang terseret melotot kepada Sam, yang tersenyum manis kepada Zenia istrinya.


Zenia membalas Senyuman Sam.


"Sudah lama tidak berjumpa Sam"


Kata Zenia menatap wajah Sam.


Pria itu sangat senang kerinduan beberapa bulan terakhir ini akhirnya terobati ketika melihat Zenia sudah ada di hadapannya, Rasanya Sam ingin sekali memeluk dan mencium Zenia tapi dia masih menahannya karena status wanita itu istri Orang yang tidak lain adalah sahabatnya Louis.


"Hai.. zen, apa kabar.., sudah berapa bulan..?"


Tanya sam menunjuk perut buncit wanita di hadapannya.


Louis langsung menepis tangan Sam yang menunjuk perut Istrinya.


"Jauhkan Tanganmu,..kenapa kau ada di sini pengganggu"


Louis berkata sinis atas tatapan Sam kepada istrinya yang sama sekali tidak berpaling.


Lirih Zenia menoleh ke Louis sekilas lalu kembali menatap Sam.


"Sudah mau masuk enam bulan"


Ujar Zenia menjawab pertanyaan sam tadi.


"Kebetulan kita bertemu di sini.. Apa sekalian saja berjalan bersama-sama"


Ucap sam dengan senyum manisnya. Zenia menoleh ke arah Louis kali ini agak lama karena raut wajah suaminya sudah jauh dari kata baik.


"Tidak.. Aku tidak mau"


"Honey ayo kita lanjutkan, bukannya kita sudah menyapa pria ini "


Tolak Louis menatap horor Sam, Ia tidak akan mau bersama dengan pria gila yang ingin mengambil Istrinya. Apapun akan louis lakukan agar Istrinya tidak jatuh kepelukan pria lain hanya dia satu-satunya yang berhak mendampingi Zenia.


"Selamat tinggal, Jangan pernah muncul lagi"


Ketus louis sama sekali tidak bersahabat, Dirinya sudah sangat membenci Sam hingga urat-uratnya.


Sam hanya menyinggungkan senyum kepada Louis, yang terpenting ia sudah berjumpa dengan Zenia.


Zenia menghela napas pasrah, Suaminya sudah menariknya dengan cepat jauh dari sam sebelum mengucapkan sepatah kata.


>>-Skip

__ADS_1


Louis dan Zenia sudah berada di sebuah toko Baby shop,.mereka berdua tampak sibuk memilih baju dan perlengkapan lainnya, Louis yang begitu yakin bahwa anak perempuan memborong semua perlengkapan bayi perempuan tanpa sisa. Sedangkan zenia memilih beberapa sepatu bayi dia sangat tertarik akan hal itu.


"Honey.. Kau beli semuanya saja, nanti Anton yang akan membawanya ke rumah kita"


Ujar Louis berjalan kearah Zenia yang masih bingung mengambil yang mana.


"Aku sangat bingung, kita belum tau jenis kelamin anak kita"


Ucap Zenia mengangkat dua sepatu bayi untuk laki-laki dan perempuan.


Louis mengelus wajah Zenia dengan senyuman cerahnya.


"Honey, anak kita nantinya perempuan aku yakin akan hal itu"


"Cih.. Kau bukan Tuhan louis, dari mana kau mengetahuinya"


Tukas zenia bedecih tidak percaya dengan ucapan suaminya yang hanya sok tau.


"Memang aku bukan Tuhan Sayang, tapi aku ayah dari bayi itu.. Feeling ku berkata anak kita perempuan yakinlah Honey"


Seru louis mengelus perut buncit Istrinya, ia dapat merasakan gerakan kecil dari sana.


Zenia menatap Louis penuh arti.


"Sudahlah terserah kau saja.."


Ujar Zenia singkat lalu mengambil sepatu bayi perempuan.


"Nona Tuan, Apa semua ini dibungkus"


tanya salah satu pelayan mendekati keduanya.


"Iya.. nanti asistenku yang akan mengambil semuanya"


ucap Louis mendahului Istrinya.


"Ya.. ampun apa lagi ini. Louis membeli semua perlengkapan bayi perempuan, bagaimana jika nantinya aku melahirkan bayi laki-laki"


Zenia berguman tidak tau lagi Louis bahkan lebih bersemangat hingga memborong semuanya.


Louis menatap Istrinya yang tampak terkejut dengan apa yang di lihat Istrinya.


"Honey, Kau kenapa..? aku membelinya semua untuk anak pertama kita. ah aku sudah tidak sabar ingin melihatnya"


"Bodoh"


Ujar Zenia berlalu meninggalkan Louis.


"Tunggu Aku honey.. nanti kau diculik oleh orang gila"


Teriak Louis menyusul Istrinya.


.


.


.

__ADS_1


.


Tbc...!!!


__ADS_2