
Aduh.. Thor Extra Part nya banyak sekali.
, aku tambah Epsnya supaya gak rindu. π
~~ My Devil Wife's ~~
.
.
.
.
Seminggu berlalu, Rufella hampir setiap harinya mengenang kematian ayahnya yang sama sekali tidak pernah ia sangka-sangka, Wanita itu masih sedikit syok dan tidak bisa menerima kenyataan pahit ini, jasad ayahnya di semayamkan dalam keadaan hangus sekujur tubuhnya hitam dan sangat sulit di kenali waktu pertama jasad ayahnya di temukan di halaman rumah.
Roni mau pun Zenia tidak bisa berbuat banyak, Jeffry melakukan itu semua dengan berbagai alasan yang masuk akal makanya Zenia membiarkan paman Jeffry begitu saja tanpa mau memarahinya karena tindakan seperti itu akan percuma saja.
Ketidak berdaya akan keadaan membuat Rufella kini hanya tinggal berdua bersama dengan adiknya Roni sedangkan sang ibu hilang seminggu ini entah kemana.
Di dalam rumah.
Rufella menududukan tubuhnya di atas sofa dengan memejamkan kedua mata dan bahu bersandar di sandaran sofa yang terasa sangat empuk itu, ia menyayangi kedua orangtuanya namun ternyata selama ini ia hanya di manfaatkan saja oleh mereka sebagai penghasilan uang sebab semua rekening bank kedua orangtuanya sudah di bekukan oleh Roni selama ini dan satu-satunya menjadi sumber uang hanyalah dirinya, ia baru mengetahui semua itu beberapa hari yang lalu Roni mengungkapkan semua kebusukan ayahnya sendiri dan Rufella akhirnya mengerti alasan di balik selama ini Roni mengambil alih saham perusahaan atas namanya sendiri dengan sedikit bantuan dari Zenia dan Juga Louis.
Merasa cukup lelah memikirkan kenyataan itu, Ruffela meraih ponselnya dan segera menghubungi Roni.
Tut.. tut.. tut.
"Sial kenapa adik bodohku itu tidak mengangkat panggilanku!" gerutu Rufella memandang ponsel android miliknya.
Masih melakukan hal serupa, panggil teleponnya sama sekali tidak di angkat oleh adiknya, Rufella menghela napas kasar lalu kembali meletakkan ponselnya di samping duduk saat ini.
Merasa bosan Rufella pada akhirnya berdiri hendak menuju ke dapur mengambil cemilan berencana menghabiskan waktunya di dalam rumah sambil bermalas-malasan sembari menonton acara TV, tidak lama berselang suara pintu rumah tiba-tiba terbuka dengan lebar, Rufella yang kala itu baru kembali dari dapur hendak duduk kembali langsung meletakkan camilannya dan menghampiri orang yang baru masuk ke dalam rumahnya tanpa menekan bel.
"Siapa?" tanya Rufella mendekat, belum juga sampai di ruang tamu Rufalla di kejutkan akan suara teriakan seseorang.
"Dimana si Roni sialan itu, beraninya dia berbohong kepadaku!" teriak seseorang membuat detak jantung Rufella berdebar kencang.
"Hei! keluar dan cepat katakan ada di mana keberadaan si Roni sialan itu!"
"Ada apa ini ...." guman Rufella mengintip dari pintu perbatasan antara ruang tamu dan ruang keluarga.
__ADS_1
Kedua mata Rufella seketika melotot melihat pengacau yang masuk ke dalam rumah dengan cepat ia menyembunyikan diri.
"Kenapa orang gila itu masuk ke rumah." bisiknya sambil berguman.
"Ya Tuhan, apa yang harus kuperbuat, dirumah ini aku hanya sendiri dan Roni belum juga kembali, aku sungguh tidak mau berurusan dengan pria itu lagi, menjijikkan." gumannya menggigit jari telunjuknya hingga pewarna pada kukunya mengelupas.
Rufella terus saja bergumam, ia tidak akan menujukan diri kepada orang yang saat ia hindari terlebih lagi ternyata pria itu kini berjalan menuju ke arahnya dengan raut wajah tidak terbaca.
***
Di Rumah Louis.
Zenia menggelengkan kepala baru saja Roni mengatakan semua rencana licik Sam yang ingin menghancurkan perusahaan Louis agar bisa mendapatkan dirinya, wanita itu benar-benar tidak menyangka bahwa pria yang ia anggap orang terhormat itu ingin merebut istri sahabatnya sendiri.
Roni masih duduk bersamanya, Zenia menatap tajam wajah sepupu lelakinya tersebut dengan kening berkerut.
"Roni, sejak kapan Sam mengajakmu untuk bekerja sama untuk menghancurkan perusahaan suamiku?" tanya Zenia dengan suara sedikit menajam.
Roni terdiam menatap ke arahnya sekilas lalu mengalihkan pandangannya ke arah gelas jus mangga yang menggoda itu, Roni yang merasa gugup langsung meraih gelas jus mangga yang di hidangkan untuknya dan segera meneguknya.
"Jawab pertanyaanku!"
"Tunggu sebentar aku sangat haus, biarkan aku habiskan jus ini dulu baru menjawabnya."
"Roni!" panggil Zenia.
"Uhukk"
"Uhh ... iya, tunggu sebentar, jus nya belum habis." seru Roni, ia meneguk jus buah mangga tersebut secara pelan, ia masih memikirkan jawaban apa yang akan ia katakan kepada Zenia, tidak mungkin ia mengatakan kalau selama ini dirinya dan Sam juga adalah sahabat.
Zenia menunggu dan menunggu, semakin lama ia merasa jengkel tanpa aba-aba ia merebut gelas jus di tangan Roni dan melemparnya ke sembarangan arah.
"Kau ini lama sekali, cepat katakan, sejak kapan Sam mengajakmu bekerja sama, Hah. apa kau ingin semua aset atas namamu aku sumbangkan kepada orang yang lebih membutuhkan." Ancam Zenia.
Roni yang masih terkejut di buat tidak bergeming, bagikan patung posisinya dengan tangan di depan bibirnya pandangannya lurus kedepan.
Plak!
Suara tamparan keras, Roni seketika tersadar.
"Cepat Katakan! " Bentak Zenia kali ini, seorang maid yang melintas hendak menuju ruangan belakang bahkan di buat terkejut olehnya.
__ADS_1
"Humm, baiklah tapi ada dimana suami dan putrimu?" tanya Roni mengelus pipinya yang teras panas akibat tamparan dari Zenia namun tidak membuatnya mengeluh, Zenia semakin jengkel melototkan kedua mata.
"Kau ini benar-benar mau membuatku marah, jangan
mencoba mengalihkan pembicaraan, mau kutampar lagi, jawab saja!" ujar Zenia. mengangkat tangan hendak menampar sepupunya lagi.
"Tidak, jangan ... baiklah aku katakan saja."
"Cepat!" pinta Zenia.
"itu sejak ...." perkataannya tiba-tiba berhenti tak kala mendengar suara seseorang berteriak.
"Honey cepat kesini!" panggil seseorang dari lantai dua membuat Roni merasa terselamatkan, ia melirik arah lantai dua sebuah senyuman kecil terbesit di wajahnya.
"Aku masih bisa memikirkan jawaban pertanyaan Zenia untuk sementara masih ada waktu!" batin Roni.
Zenia menghembuskan napas.
"Kau sebaiknya pulang kasihan Rufella di sana sendiri, besok aku tidak mau tau kau harus mengatakan semuanya tentang Rencana pria gila itu!" ujar Zenia segera di angguki oleh Roni.
"Kalau begitu aku pamit sepupu terima kasih semua bantuannya selama ini." ujar Roni berdiri, hendak melangkah prrgi dari rumah mewah tersebut.
Begitu Roni pergi, Zenia segera menemui suaminya yang dari tadi berada di lantai dua menemani Larenia bermain.
Begitu sampai di lantai dua, sesaat Zenia di buat. terkejut akan keadaan Larenia, wajah balita usia dua tahun itu terlihat sangat berantakan, saos tomat memenuhi pakaiannya bubur untuk makan siangnya berceceran di mana bahkan keadaan suaminya tidak jauh berbeda dengan kondisi putrinya saat ini.
Dengan langkah cepat, Zenia segara menggendong putrinya, Larenia yang sudah berusia dua tahun terkadang membuatnya sedikit kerepotan karena tingkah nakal putrinya.
"Honey." panggil Louis.
"Diam jangan bicara, di tinggal sebentar saja sudah begini, kau ini tidak bisa di percaya untuk menjaga putriku!" ujar Zenia dengan kedua alis saling menaut tajam.
.
.
.
.
π TELAT.. yah. Sorry kawan, Chan gak up karena beberapa hari ini MT dan NT error dan saat mau Up pake Laptop malah gagal terus.
__ADS_1
oh Iya jangan lupa baca cerita tentang Ken dan Rufella. sudah terbit Lohh. yah πββπββπββπββπ
πββπββ..kabull.