My Devil Wife'S

My Devil Wife'S
"Masakan Istriku"


__ADS_3

Terdengar suara keributan berasal dari dapur rumah Louis, di sana terlihat ada Zenia yang mencoba untuk memasak untuk pertama kalinya setelah beberapa hari menikah dengan Louis, wanita itu terpaksa memasak karena kedatangan salah satu anggota keluarga suaminya.


Sudah hampir 5 tahun lamanya Zenia tidak menyentuh dapur untuk memasak makanan sendiri, mengingat terakhir kali dirinya memasak sendiri ketika ia masih tinggal di London negara asal ayah dan paman Zenia, yang satu-satunya tempat yang aman bagi Zenia saat itu.


Louis yang baru saja selesai ngobrol dengan bibinya yang berkunjung secara tiba-tiba tanpa ada kabar sebelumnya. Louis merasa bibinya itu akan mengganggu waktu berharganya dengan Zenia untuk beberapa jam kedepan.


Saat sedang berjalan, Louis tanpa sengaja melihat Zenia yang berada di dapur, ia pun langsung menghampiri dan memeluk istrinya dari belakang tanpa peduli dengan para pembantu yang juga berada di sana membantu istrinya membuat makan malam.


"Masak apa honey?" tanya Louis sembari memutar tubuhnya menghadap Zenia.


"Kenapa kau ada di sini, ganggu aja."


"Jangan jutek begitu, atau kau mau kumakan di sini?" ujar Louis mendapat pelototan mata dari Zenia.


"Aku lagi memasak Louis, kau sebaiknya pergi jangan ganggu aktivitasku di sini," Zenia menepis tangan Louis yang mulai nakal.


"Pasti masakan istriku ini akan sangat enak, baiklah aku sayang sesuai perkataanmu akan pergi dan duduk disana memperhatikanmu ... ok," ucapnya melepaskan pelukannya lalu menunjuk ke sebuah kursi yang tidak jauh dari tempatnya sekarang.


"Terserah kau saja sana, aku sibuk," ujar Zenia ketus.


"Baiklah honey, aku duduk dan memperhatikanmu saja janji tidak akan mengganggu aktivitasmu," kata Louis mengedipkan satu mata.


"Aku mencintaimu,"


Louis memberikan kecupan pada kening Zenia sebelum akhirnya ia duduk, Zenia tidak menanggapinya kesal dan merasa sangat malu akan perbuatan Louis yang tidak tau tempat itu.


"Dasar mesum," gerutunya, Louis yang mendengarnya hanya tersenyum tipis. Tampaknya ia akan butuh usaha yang lebih agar bisa mendapatkan cinta dan seluruh perhatian Zenia hanya untuk dirinya kelak.


Sepanjang Zenia memasak, Louis sama sekali tidak pernah beranjak dari tempat duduknya, ia terus saja memperhatikan gerak-gerik dari Zenia yang selalu cantik di matanya, apa lagi ketika memasak dan hal itu membuatnya semakin betah berada di sana, tanpa menghiraukan orang lain selain istrinya.


Louis sesekali melempar senyuman lebar kepada Zenia saat mereka bertatap muka, meskipun Zenia hanya merespon dengan wajah datar dan tanpa ekspresi. Wanita itu merasa percuma mengusir Louis dengan berbagai cara, karena suaminya itu nyatanya sangat keras kepala dan tidak pernah menuruti perkataannya sekalipun.

__ADS_1


30 menit kemudian, semua masakan yang di buat Zenia sudah tertata dengan rapi di atas meja, ada daging tumis khas orang prancis ada salad nicoise terdiri dari ikan tuna, kacang panjang, irisan tomat, telur rebus dan juga minyak zaitun sebagai pelengkap, ada juga masakan yang lainnya escargot yaitu daging siput lembut yang bumbuhi bawang putih, seledri dan mentega. untuk makan penutupnya Zenia menyiapkan macaron warna warni.


"Kau sangat beruntung mempunyai istri seperti Zenia, Louis," puji bibi Marget sesaat sudah berada di meja makan bersama pengantin baru itu.


"Tentu saja, istri siapa dulu," ucap Louis bangga. Tentu saja ia beruntung menikah dengan wanita pilihannya.


Bibi Marget menyinggungkan senyum sekilas lalu menatap Zenia yang duduk sangat dekat dengan Louis.


"Sayang kau pasti sangat kelelahan setelah mempersiapkan semua ini, mau aku suapi?" tanya Louis.


"Siapa yang lelah, aku bisa makan sendiri, kau sebaiknya makan juga,"


"Hum, lah tidak lelah yah, syukurlah sayang," ucap Louis tersenyum manis, Zenia yang sama sekali tidak paham dengan senyuman Louis itu hanya mengabaikannya.


"Bibi juga makan yang banyak," kata Zenia sopan kepada bibi Marget, sifatnya beda jauh saat ia berbicara dengan Louis.


"Iya sayang," sahut bibi Marget mulai mencoba masakan Zenia.


"Ini sangat enak, belajar dari mana Zen, bibi juga ingin bisa memasak makanan enak sepertimu," ujarnya sangat suka dengan masakan Zenia, wanita paruh baya itu menatap Louis dan Zenia secara bergantian.


"Dari nenekku ... tapi beliau sudah meninggal, kalau bibi mau belajar aku bisa mengajari bibi nanti," Zenia memperhatikan bibi Marget yang menganggukan kepala.


Louis tiba-tiba teringat akan sesuatu yang hampir ia lupakan.


"Oh iya sayang ... minggu depan kita akan pergi honeymoon, kakek Zein tadi siang memberiku tiket untuk kita pergi berdua," jadi Louis sambil tersenyum lebar ke arah istrinya yang sedang minum air putih.


"Uhukk ...."


Zenia langsung tersedak mendengar perkataan Louis, honeymoon minggu depan? apa lagi itu.


"Sayang makannya hati-hati," kata Louis menepuk bagian leher belakang Zenia.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Louis raut wajahnya terlihat khawatir kepada istrinya.


"Apa? Apa tadi kamu bilang? honeymoon? minggu depan Louis? apa kau gila, aku punya banyak pekerjaan yang menumpuk lagi dan di tambah pula sudah seminggu aku tidak bekerja di perusahaanku," kata Zenia pada Louis nada suaranya lebih lembut dari sebelumnya karena ada bibi Marget bersama mereka, jika saja bibi Marget tidak ada sudah pasti ia akan mencakar wajah Louis yang menyebalkan di hadapannya.


"Kata kakek Zein, jika kita sudah pulang kau baru bisa masuk bekerja lagi, sayangku ... lagi pula apa yang kau khawatirkan mengenai perusahaankan ada Ken asisten pribadimu itu yang kompeten bisa mengurus segala permasalahan disana," ucap Louis dengan lembut dan membelai wajah cantik dari istrinya, Zenia sejenak berpikir tidak bisa membenarkan perkataan Louis.


"Tapi Louis...."


"Gak ada tapi-tapian sayang, sebaiknya kita mempersiapkan untuk honeymoon, semoga Louis kecil bisa segera hadir di rahim kamu,"


"Apa yang di katakan orang ini?" batin Zenia menatap Louis mencoba sabar.


"Baiklah, aku ikuti keinginanmu," kata Zenia melemahkan suara dan bersikap anggun, namun jujur saja ia ingin sekali menolak ajakan honeymoon itu. Lagi-lagi Zenia kalah dengan keadaan.


Bibi Marget tersenyum menatap kedua pengantin baru itu, ia tau jika Zenia sebenarnya belum mencintai Louis tapi wanita pandai untuk mengelabui siapa saja dengan sifatnya yang hampir sama dengan keponakannya itu.


" Ehmm ... semoga Louis kecil bisa segera hadir di sisi kita ... Bibi mendo'akan agar kalian cepat di berikan anak," harap Bibi marget membuat Louis bahagia saat mendengarnya, namun berbeda halnya dengan Zenia yang merasa belum siap menjadi orang tua di umurnya yang masih terbilang muda duapuluh dua tahun sedangkan Louis berusia 5 tahun lebih tua darinya.


Zenia bahkan tidak pernah membayangkan akan memiliki anak nantinya.


.


.


Visual πŸ‘‡


Zenia Ver. Devil.



Louis Ver. Dark

__ADS_1



__ADS_2