
*-Warning Adegan Kekerasan.. π©-*
"HONEY JANGAN PERGI" panggil Louis berteriak, ia mencoba mengejar Istri dan anaknya yang di bawa pergi oleh Juan.
Zenia tidak menghiraukan panggilan itu dan memilih untuk mengikuti langkah Juan, perselingkuhan ini sungguh tidak pernah di duga oleh-nya. Wanita itu pernah berpikir akan hidup bahagia bersama dengan Louis dan anak-anak mereka kelak namun semuanya nyatanya hanya sebuah angan-angan belaka.
Begitu sampai di depan pintu keluar Zenia dan Juan mengerutkan kening kesal, Louis orang menyebalkan itu pasti sudah meminta kepada para bawahannya untuk mencegah mereka kabur.
"Kalian minggir" Ucap Juan kepada seluruh penjaga keamanan berseragam hitam.
"Maaf Tuan kami tidak bisa, Tuan Louis melarang siapapun untuk keluar dari sini".
"Kalian sangat menyebalkan, Minggir sebelum nyawamu melayang" Juan kembali mengancam.
Keadaan di dalam perusahaan kembali menjadi kacau karena Louis meminta semua penjaga keamanan untuk menutup segala akses bagi Zenia dan Juan untuk keluar dari sana.
Juan melirik Zenia lalu memintanya untuk menghubungi Jeffry dan Ken agar segera datang membantu mereka.
"Paman tidak menjawab panggilan ku.. Juan bagaimana ini, semua penjaga keamanan di sini sepertinya sangat sulit untuk kita lawan jika hanya berdua saja terlebih ada Lareina" Guman Zenia pelan. Juan mengangguk setuju dengan perkataan Zenia yang ada benarnya.
Posisi mereka sekarang sudah terkepung, Zenia dan Juan saling melirik satu sama lain dengan wajah sulit terbaca.
"Zen.." Panggil Juan menyergai lawan.
"Tapi ada Lareina, aku tidak mau membahayakan anakku" Ucap Zenia takut jika anaknya terluka saat dia ikut menghajar para penjaga keamanan itu, lihat saja tubuh mereka sangat besar dua kali lipat dari tubuhnya.
Zenia memang sebelumnya bisa melawan dan mengalahkan dengan sekali serangan, tapi sekarang ini dirinya sama sekali tidak membawa senjata apa pun untuk menghabisi nyawa seseorang.
Tampak di Louis semakin mendekat hendak meraih tubuh Istrinya dengan cepat Juan menghalau tindakan Louis.
"Kau sebaiknya jangan egois Louis"
"lepaskan kami jangan menjadi seperti baji*ngan yang hanya menginginkan kebajikan untuk dirimu sendiri, sekali berkhianat Zenia tidak akan pernah mau memaafkan siapapun termasuk dirimu" Ujar Juan lalu mendorong tubuh Louis.
Louis sangat jengkel mendengar ucapan Juan kepadanya, kenapa pria ini ikut campur dalam urusan keluarganya.
"Apa urusanmu..!!, kenapa kau ikut campur.. minggir aku tidak mau berurusan dengan mu" Ucap Louis melangkah maju mendekati Zenia yang bersembunyi di belakang tubuh Juan.
"Zenia sebaiknya kau jangan menghindari ku, aku masih suamimu" ucapnya kini terdengar membentak.
"Louis!!" Seru Juan kesal dengan Louis.
Zenia mengenduskan napas kesal lalu menggeser tubuh sehingga bisa melihat raut wajah Louis yang merah menyala.
"Apa maumu..? katakan!" Zenia menatap suaminya tersebut.
"Juan kau bawa Lareina keluar terlebih dahulu, aku akan berbicara dengan pria ini" Ucapnya menyerahkan Lareina kepada Juan. Pria tersebut langsung mengambil dan melakukan sesuai permintaan sepupunya.
Zenia meletakkan kedua tangannya di atas pinggang menghindar Louis yang ingin memegang tangannya.
__ADS_1
"Kita bicara di dalam kantor saja.." ajak Louis.
"Tidak mau di sini saja, apa kau malu di lihat sama pegawai mu, heh" tolak Zenia menarik sudut bibirnya ke atas membentuk sebuah senyuman miring.
Louis memejamkan mata lalu mengusap wajahnya frustrasi dengan keadaan yang dia tidak pernah di harapkan olehnya.
"Honey, aku minta maaf.. Tolong jangan pergi sayang, kau tau aku tidak bisa hidup tanpamu kau adalah segalanya Sayang, yang terjadi tadi itu sama sekali tidak aku duga juga, ini pasti rencana Sam untuk memisahkan kita berdua sayang atau bisa saja wanita itu mempunyai maksud tersendiri, tapi semua yang terjadi itu tidak benar dan aku mengaku salah-"
"Aku tidak pernah mengkhianati mu, kau satu-satunya wanita ku tidak ada yang lain"
ucap Louis berharap Istrinya itu bisa mengerti dan memaafkan dirinya, Louis perlahan melangkah namun Zenia tetap saja menghindar.
"Kau mau ku maafkan..?" tanya Zenia menatap sinis suaminya. Louis mengangguk cepat.
"Tapi ada syaratnya" Lanjut Zenia.
"Apa syaratnya..?" Louis bertanya.
Zenia tersenyum jahat membuat Louis melebarkan mata, senyuman istrinya itu sama sekali tidak pernah dia lihat sebelumnya, Louis menelan air liurnya.
"Kau habisi wanita yang menciummu itu tepat di hadapan ku" Ucap Zenia mencondogkan kepala ke telinga Louis.
"..."
Louis masih tertegun mendengar syarat dari Istrinya itu.
"Kau tidak bisa, ya sudah kita selesai" Zenia berbalik karena Louis tidak menrespons.
Zenia berbalik tersenyum senang baiklah dia akan memaafkan Louis.
"Buktikan sekarang juga"
Louis mengangguk setuju dan meminta salah satu penjaga keamanan untuk membawa wanita yang berada di dalam kantornya. Beberapa saat kemudian wanita berpenampilan sexy tersebut berada di hadapan Louis dan Zenia.
"Hei Kau berikan pemukul itu kepadanya" Perintah Zenia kepada salah satu penjaga keamanan.
"Berikan sini" timpal Louis, sang pengawal langsung memberikan pemukul itu kepada atasannya tanpa basa basi.
Seluruh pegawai di perusahaan itu tertegun lalu menelan salvianya takut melihat adegan selanjutnya yang akan terjadi kepada wanita penggoda tersebut.
Louis mendekat ke arah wanita yang beberapa saat lalu bersamanya itu, Lebih baik dia menghabisi nyawa sekretaris Sam ini dari pada harus kehilangan istri dan anaknya apa pedulinya.
"Tuan saya minta ampun, jangan membunuh saya" Mohon wanita itu bergetar ketakutan.
"Maaf aku harus bagaimana lagi, ini terjadi karena kau salah telah membuat Istri ku salah paham, kau tenang saja keluarga mu akan mendapat asuransi kematianmu ini"
Ucap Louis tanpa dosa, namun sebelumnya ia menoleh ke arah Istrinya memberikan sebuah senyuman manis untuk wanita yang menjadi istrinya itu.
bang..
__ADS_1
bang..
"Arrrrhhhhhh.. saya minta ampun, Tuan" Lirih wanita itu terdengar iba.
"Siapa peduli"
bang...
bang...
"Arrrrhhh" Semakin lama teriakan wanita itu perlahan melemah dan hilang mungkin kehabisan tenaga untuk sekedar berucap, sekujur tubuhnya seperti mati rasa air matanya menetes tiada henti dia tidak berdaya.
Louis yang sedari awal memendam kemarahan membabi buta memukul wanita itu tanpa mempedulikan permohonan dari nya, jujur saja baru kali ini Louis menghajar seorang wanita hingga separah ini tapi pria itu sama sekali tidak peduli yang terpenting adalah istrinya.
"Bagus sekali" guman Zenia dalam hati.
Para pegawai yang melihat kekejaman atasannya itu meledik takut, mereka berjanji tidak akan pernah mencari masalah dengan suami istri tersebut.
Louis masih melanjutkan aksinya kini ia terlihat seperti orang yang keji.
"Stop, Sudahlah.. sepertinya tidak baik jika dia mati kirim saja ke kandang buaya" Ucap Zenia menghentikan aksi Louis.
"Sudahlah Louis, aku percaya kepadamu.. ayo pulang. nanti aku akan Juan yang mengurus wanita itu" ajak Zenia entah kenapa kini perasaan agak tidak enak kepalanya terasa pening.
Loius lantas memasang wajah girang ke arah istrinya itu. Ia tidak tahan langsung memeluk Zenia sambil menangis.
"Lepaskan semua orang melihat kita" Ucap Zenia pelan lalu mengusap wajah suaminya itu.
"Terima kasih sayang" ucap Louis sambil memegang tangan Zenia yang mengelus wajahnya.
Louis melepas pelukannya namun dia malah menarik Zenia kembali ke dalam kantornya dengan mengangkat tubuh wanita itu tanpa rasa malu.
.
.
.
.
.
Bersambung..
wkwkwk..
Zenia tidak jadi perpisahan, apa yang terjadi π€π€π³π
bagaimana dengan Juan dan Lareina π€π€π
__ADS_1
Para Readers, bentar lagi tamat yahh.. chan beritahu lagi kepada semuanya π€§π€§ mungkin minggu ini sudah Endingnyaa π€π€π€«π