
Loren memarkirkan mobilnya di depan rumah Louis, Ia sengaja datang dengan alasan ingin menjemput Lina pulang karena kebetulan Mamanya di sana dan ia akan memanfaatkan hal itu untuk melihat Zenia.. Pria itu perlahan berjalan ke arah pintu, tidak peduli jika Louis mengusir atau mengapakan dirinya.
Ting.. Tong.. Ting.. Tong..
Beberapa kali Loren menekan tombol bel pintu itu namun tidak ada yang membukakan pintu untuknya.
"Hai.. Loren sudah lama tidak berjumpa.." sapa seseorang dari belakang.
Loren berbalik mendapati Sam..
"Sam..? Kau juga datang.. Mau menemui Kakakku.." Tanya Loren balik.
"Iya, sekalian kita masuk bersama-sama, aku sangat merindukannya" Jawab Sam dengan raut wajah sulit di baca, membuat Loren agak heran namun ia berpikir bahwa Sam merindukan Louis.
"Ayo.." ajak Loren.. Mereka kembali menekan bel pintu bersama-sama.
Ting.. Tong..
Ceklek...
Louis membuka pintu."Kau sudah datang, Ke-- " Ucapnya terhenti saat melihat bukan Ken yang datang,
"Hai.. Louis sudah lama tidak berjumpa.. Apa kabar." Sapa Sam tersenyum manis, ia sengaja melakukannya agar Pria itu tidak mengusirnya.
"Aku baik-baik saja.., kalian pulanglah. Aku tidak menerima tamu yang tidak di undang" Ucap louis masih berusaha tetap tenang.
"Jangan mengusir kami, Louis nanti jika Istri mu melihat kelakuan mu dia akan marah" Ujar Sam.
"Tau apa kau hah.."
"Pergi, tidak ada yang mengharap kedatangan mu" Kata Louis mengepalkan tinjunya.
"Kak.." Loren membuka suara setelah beberapa saat terdiam. Louis menoleh kepadanya dengan melotot.
"Kalian Pulang saja.. " ucap Louis dengan emosi.
Louis hendak menutup pintu rumahnya Karena kedua orang itu sama sekali tidak bergerak di tempatnya, namun kekuatannya dua lawan satu tidak sebanding Sam dan Loren berusaha menerobos masuk walau sudah di usir berkali-kali.
"Louis, tidak baik jika seseorang tidak menyambut kedatangan tamu, Biarkan kami masuk.." ujar Sam berhasil menerobos masuk.
"Kakak, aku datang kesini untuk menjemput mama.." kata Loren ikut menerobos masuk.
"Kalian pulang, Sudah beberapa kali kukatakan,, PULANG, apa kalian tidak mengerti bahasa manusia.. " Usir Louis.
" Louis kau Tidak sopan kepada tamu.. " Gerutu Sam, lalu ke berjalan ke arah sofa dan mendudukkan tubuhnya di sana tanpa menggubris Louis yang tidak suka akan kehadirannya..
Kedua pria menyebalkan itu duduk di sofa dengan santainya, Louis bahkan merasa sangat muak, Ia menatap wajah Loren dan Sam secara bergantian, pasti kedua pria itu datang karena ingin melihat Istrinya.
__ADS_1
"Apa sebenarnya tujuan kedatangan kalian kerumahku..?" Tanya Louis tidak bersahabat.
"Hanya ingin menyapa kamu sekalian melihat Wajah putri mungil mu... Itu saja" Jawab Sam menatap ke segala arah mencari keberadaan Zenia..
"Cih, Kau ku izinkan melihat Putri ku kau tidak berhak, kehadiran mu tidak di harapkan jadi aku katakan sekali lagi kau PULANG.. "
"Dan kau.. Mama akan bermalam di sini malam ini.. Jadi pulang Pulang Juga" Ucap Louis berahli ke arah Loren.
Loren sejek berpikir lalu berkata..
"Mama bermalam, kalau begitu aku menginap juga di sini aja.. Aku akan tidur di kamar yang sama dengan mama, jika sudah tidak ada kamar kosong"
"Pulang jangan membuat alasan.." Teriak Louis bersuara keras. Menujuk pintu rumahnya yang terbuka lebar bagi kedua orang tidak tau malu itu.
"Tidak mau.." sahut Loren dan Sam bersamaan.
Sam bersedekap dada lalu menaikkan kakinya ke atas meja.. Sungguh tidak sopan. Tapi Sam tidak menghiraukan hal itu, selama Zenia tidak melihat kelakuannya, ia tidak akan berlaku sopan di hadapan Louis karena sahabatnya tersebut melakukan hal yang sama.
"Huh.. Sungguh menguji kesabaran." Guman Louis dalam hati.
Suami Zenia itu lebih memilih mengawasi kedua orang itu ia sudah lelah mengusir Sam maupun Loren, kedua orang itu sama sekali tidak menghiraukan dirinya.. Sembari menunggu kedatangan Ken dan Juan. dengan gelisah louis sesekali menoleh ke arah tangga takutnya Istrinya itu datang menemuinya dan akan membuat Loren dan Sam bahagia.
Louis berpikir tidak bisa membuat keributan takutnya Lareina yang baru saja tertidur akan bangun akibat dirinya. Jadi lebih baik membiarkan Loren dan Sam berada di sana nanti dia akan meminta Ken dan Juan yang akan mengurus keduanya..
***
Zenia menyengir ketika mendengar obrolan dari Luar ruang tamu, Ia segera mempercepat langkahnya menuju ke sana..
"Louis... Louis..." Teriak Zenia sembari menuju arah ruang tamu tidak jauh dari dapur.
"Louis siapa yang datang..?" Tanya Zenia begitu sudah berada di ruang tamu, Wow ada lima orang pria di sana dan Zenia mengenalnya semua..
Lantas Louis kaget begitu pun Juan yang langsung berdiri karena pakaian Zenia terbilang seksi walau memakai piyama tidur.
"Beby.. Kenapa kau berpakaian seperti ini, ada orang lain di sini" Ucap Juan melepas jaketnya lalu memasangkan kepada sepupunya, menutup bagian tubuh Zenia yang jaket itu muat.
"Apa ada yang salah dengan pakaian aku..?" Tanya Zenia.
"Kau Sangat sexy.." bisik Juan mendapat pukulan pelan dari Zenia.
"Auh.. Sakit, berhentilah.. Zen" rengek Juan mengelus lengannya.
Louis tidak tahan langsung menjauhkan Juan dari Istrinya lalu menarik Zenia ke arahnya..
"Honey, untuk apa kau keluar dari kamar, nanti Lareina bangun bagaimana..." Ucap Louis merapikan jaket itu dan menutupi bagian tubuh Istrinya.
"Aku keluar karena mencari mu, Untuk apa ada Juan & Ken di sini.. Oh ada Sam juga" Kata Zenia kepada Louis lalu beralih kepada Sam yang ternyata ada di sana, sedangkan Loren Zenia hanya melirik kesal ke arah adik iparnya tersebut.
__ADS_1
"Sepertinya Zenia benar-benar marah kepada ku" Batin Loren. Ia hanya bisa puas dengan melihat wajah wanita yang dia cintai itu walau bukan miliknya.
"Hai.. Zen.." Sapa Sam begitu dia tersadar dari fantasi liarnya, Ia bahkan menelan air liurnya melihat lekuk tubuh Indah Zenia dan semakin berisi.
"Hai apa kabar.. Sudah lama Sam, tidak berjumpa, kau kemana aja kenapa baru muncul sekarang.." tanya Zenia sudah duduk di sofa dengan Louis di sampingnya.
"Aku sibuk jadi tidak sempat berkunjung dan baru sekarang aku bisa datang.. Wah.. kau semakin cantik." Ucap Sam keceplosan, Louis mendengar ucapan Sam menjadi terbakar cemburu, berani orang tidak tau malu itu memuji Istrinya..
Zenia hanya menanggapi pujian dari Sam dengan mengangguk pelan, lalu berahli ke arah Ken asistenya itu.
Zenia memiringkan senyum sinis karena Ken telah mengkhianatinya dengan menghubungi Jeffry dan mengatakan semua perihal yang menimpa dirinya,
"Ken Kita harus bicara, dan Kau Juan juga ikut denganku.." Kata Zenia, Ia menatap Ken dan Juan dengan wajah sulit terbaca, keduanya tampak mengerti langsung berdiri.
"Mau kemana Honey..? Di sini saja" Ucap Louis menahan tangan Zenia.
"sebentar saja... Ok, aku harus memberikan pelajaran kepada Ken" ucap Zenia berbisik.. Lalu mengajak Ken dan Juan ke taman belakang.
Louis mengangguk paham lantas ia tersenyum, setidaknya Zenia tidak akan di lirik lagi oleh Sam dan Loren, Louis sebenarnya masih agak cemburu namun mengingat bahwa Ken dan Juan adalah Gay, ia menghilangkan perasaan cemburu itu karena tidak akan berguna.
Zenia pergi begitu saja bersama Ken dan Juan yang mengikutinya dari belakang, Ia sama sekali tidak mau menyapa Loren karena marah atas pembicaraan mereka melalui telepon...
Loren yang melihat itu hanya menelan kepahitan, Loren setidaknya cukup sadar bahwa Zenia tidak akan mau memaafkan dirinya.
"Zenia sepertinya sangat dekat dengan kedua pria itu, bukannya sebelumnya dia tidak pernah mau bergaul dengan siapa saja ." Batin loren.
"Untuk apa kalian masih di sini, tidak ada yang perlu kalian harapkan dari Istri ku.. Di hanya milik aku dan kalian akan mustahil mendapatkannya" Kata Louis.
Sam menaikkan sebelah alisnya, lalu tersenyum miring..
"Siapa yang tau.. Bisa saja Zenia akan mudah berpaling jika aku memberikannya sedikit perhatian" ucap Sam dengan percaya diri. Membuat Loren dan Louis melotot.
"Kurang Ajar, pria tidak laku"
"Bukan tidak laku Louis tapi.. Aku hanya menginginkan Zenia menjadi istri ku" Ucap Sam lagi menatap tajam kepada Louis.
"Hahaha.. Dasar pria gila, kau pikir Istri ku akan mau berpisah dari ku, mustahil Sam" Louis membalas tatapan Sam.
"Tidak ada yang mustahil, pria sempurna seperti aku mana ada yang tidak jatuh kepelukan ku.. Dan ku pastikan Istri mu akan meninggalkan mu dan akan berlari kepadaku" Ucap Sam sambil berdiri bersiap untuk kabur sebelum Louis naik pitan.
.
.
.
Tbc.. !!
__ADS_1