
Ken sampai di markas Black Rose langsung menemui Nick yang hampir dua minggu tidak kelihatan, tadi dia di minta oleh Zenia untuk ke rumah lama menemui Jeffry membahas para pengganggu yang selama ini membuatnya pusing.
Begitu sampai di depan pintu ruangan Nick, Ken menjadi ragu untuk membuka pintu tersebut, Ken sadar Nick sangat marah kepadanya sama seperti Zenia.
"KEN..." panggil seseorang dari belakangnya, Ken lantas menoleh ke belakang.
Pria tersebut memasang tampang datar, Ken Kesal dengan orang yang memanggil namanya.
"Jangan menggangguku" Ketus Ken
"Hei kau tidak sopan..." Kata orang tersebut melotot dan menunjuk wajah Ken.
"Kau juga jangan merasa bahwa Black Rose berada di tanganmu jika Ketua tidak ada di sini" Ucap Ken menepis tangan Orang tersebut.
Orang tersebut menarik sudut bibirnya ke atas membuat senyuman sinis meremehkan yang di katakan oleh Ken.
"Begitu..?, tapi yang kau lihat sendiri aku yang mengurus segalanya dan Tuan Nick mempercayakan kepadaku" Ujarnya.
Ken berdecih kesal dan mencoba mengabaikan ucapan orang tersebut.
"Sialan ini, aku harus mengatakan kepada Ketua tentang kelakuannya yang sombong ini" Batin Ken.
Ken akhirnya memutar gagang pintu walau ragu, ia sungguh tidak akan bisa menahan kekesalannya jika harus berhadapan dengan orang sombong tersebut.
"Hei mau kemana..? Kau mau menghindari ku.?" Tanya Orang tersebut menarik pergelangan tangan Ken menghentikan niat pria itu.
Ken menghempaskan tangan orang itu dengan kasar, kesialan pasti berpijak kepada didirinya hari ini.
"Lepaskan!!, atau kau mau di jadikan pelayan Se- juga, Kau jangan sombong Jennifer, ingat kau hanyalah bawahan Ketua dan posisi aku lebih tinggi dari kamu"
Wanita yang bernama jennifer tersebut malah tertawa mendengar penuturan Ken.
"Hahahah, Kau sungguh lucu.. Ingatlah Ken kau hanya anjing peliharaannya Ketua sedangkan aku adalah Orang yang penting" Ucap Jennifer bersedekap dada sombong.
Tentu saja posisi Jennifer lebih tinggi dari Ken yang hanya tangan kanan Zenia, semua tentang Black Rose berada di tangannya tidak ada yang tidak Jennifer tau bahkan rahasia kelam para anggota Black Rose ada di genggamannya.
Ken mengerutkan kening lalu mendorong bahu Jennifer kasar.
"Pergilah!!, aku tidak punya urusan dengan orang gila seperti mu" Usir Ken.
"Okay aku pergi tapi setelah itu aku ingin kau ikut bersama ku ke Club, hari ini akan ada pengeledahan di sana dan aku membutuhkan bantuanmu" Sahut Jennifer mengangkat kakinya pergi dari sana.
"..."
Ken tidak menjawab ataupun memyetuinya pria itu hanya menatap punggung Jennifer tanpa membalas perkataan, ia kembali memegang gagang pintu dan masuk kedalam untuk menemui Nick.
Ceklek..
__ADS_1
Wajah Ken begitu gugup melangkah masuk ke dalam, posisinya sekarang masih belum terlihat oleh Nick yang duduk di kursinya.
"Kenapa kau baru datang sekarang..?" Tanya Nick tiba-tiba membuat Ken terpaku dan menahan napasnya.
"Duduklah.. Ken, aku tidak akan membunuhmu" Lanjut Nick.
Lantas Ken melangkah dan menarik kursi di hadapan Nick dan mendudukkan tubuhnya di sana.
"Zenia tadi sudah menghubungiku, katanya kau menjemput ku untuk menemui ayahnya Juan"
"Iya Tuan"
Jawab Ken mengangkat wajahnya.
Nick menatap Ken dengan sebuah senyuman misterius, Nick tau bahwa Ken kini sangat takut kepadanya karena kecerobohannya sendiri tapi semua itu bukannya sudah berlalu dan sudah terlanjur.
"Kalau ayo berangkat.."
***
Kediaman Louis.
Zenia berada di tepi kolam renang, jujur saja ia sangat ingin belajar berenang agar kelak tidak menyusahkan siapapun di masa depan karena kekurangan itu.
Lareina sedang tidak bersamanya, anaknya itu menjadi rebutan antara Lina dan juga marget di dalam, sedangkan suaminya itu berada di ruang belajar sibuk mengurus semua dokumen perusahaannya.
Zenia perlahan mendekat, Ia akan menyelesaikan masalahnya dengan adik iparnya tersebut agar di masa yang akan datang.
"Loren.." panggil Zenia berdiri tegak agak dekat dari posisi Loren duduk.
Loren tidak menanggapi panggilan Zenia karena ternyata Loren terlelap tampak lelah.
Zenia menarik napasnya lalu berjongkok di hadapan pria tersebut.
"Loren bangun"
"Zeniaaa.."
Lirih Loren kaget dengan kehadiran Zenia di hadapannya.
Zenia tersenyum lalu ikut duduk di rumput, sudah seperti dejavu, di masa lalu hubungan keduanya memang sangat dekat bahkan seperti seorang saudara kandung namun satu kesalahan fatal membuat hubungan keduanya retak.
Loren menjadi salah tingkah sendiri, debaran jantungnya sangat cepat, lalu ia tersadar akan satu hal. Loren lantas menatap ke seluruh penjuru arah.
Zenia menghela napas pasti Loren mencari keberadaan Louis.
"Kau tidak perlu khawatir, Louis masih di ruang belajar, loren aku mohon dengarkan aku"
__ADS_1
pinta Zenia.
Loren mengedipkan kedua mata berkali-kali tidak percaya dengan yang dia liat sekarang. Zenia secara suka rela mendekatinya tanpa ada tatapan tajam darinya, Loren sungguh bahagia lalu tersenyum ke arah wanita tersebut sembari menarik tangan Zenia.
"Hei.. kenapa menghayal.." Ucap Zenia.
"Tidak Zen, katakanlah biar aku mendengarnya" Kata Loren.
Zenia menatap tangannya yang di genggaman oleh Loren secara tidak sadar.
"Lepaskan tanganku dulu, tidak akan baik jika ada yang liat"
"Maaf"
Loren langsung melepaskan genggamannya, Jujur pria itu sangat bahagia bisa berduaan dengan wanita yang dia cintai sejak lama.
"Loren.."
"Iya..."
Zenia melemaskan wajahnya sambil menatap Loren dengan wajah bersalahnya. Zenia menarik napasnya dalam-dalam karena ingin mengatakan semuanya kepada Loren.
"Loren aku minta maaf atas sikapku selama ini.." Ucap Zenia, Loren mendengarnya sedikit terkejut ini pertama kalinya dia mendengar permintaan maaf keluar dari mulutnya.
"Ah.. tidak apa-apa Zen, kau tidak salah, seharusnya yang minta maaf itu adalah aku karena telah melanggar perjanjian persahabatan kita" Ucap Loren menyesali semuanya.
Zenia melihat kesungguhan dari penuturan Loren mengangguk pelan lalu berdiri..
"Sudah kita lupakan semuanya, berdirilah Loren.. hari sudah sore, hampir waktunya makan malam" Kata Zenia membalikkan tubuhnya hendak beranjak dari sana.
Loren pun segera berdiri lalu berjalan mengikuti setiap langkah Zenia.
Tanpa di sadari seseorang menatap keduanya dari jendela dengan tangan terkepal, ia sangat cemburu dengan apa yang dia liat dari tadi.
.
.
.
.
.
Bersambung...
aku ganti jadi bersambung dari Tbc yah... π€§π€§πππ
__ADS_1